NovelToon NovelToon
Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Navizaa

Mutiara tidak menyangka jika selama ini dia telah dikhianati oleh kekasih dan adik kandungnya karena gendut. Bahkan Ayah dan Ibunya sendiri juga seakan menganggapnya sebagai orang yang tidak berguna karena tubuhnya yang super big itu. Karena rasa sakitnya yang amat besar di perlakukan seperti itu oleh orang-orang yang dia sayangi, akhirnya Mutiara memutuskan untuk pergi ke luar Negeri dan melakukan perubahan diri berupa diet dan olahraga yang ketat agar tubuhnya langsing kembali.

Mutiara kembali ke Indonesia dan membuat semua orang terpana, mantan kekasihnya yang saat itu akan menikahi sang adik berlutut dihadapannya dan menangis mengungkapkan penyesalan.

Akankah Mutiara luluh dan memaafkan Dion yang menginginkannya kembali, ataukah dia berhasil membalaskan dendam dan membuktikan pada semua orang jika dia bukan wanita biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Happy Reading.

Setelah akad nikah yang berlangsung sedikit dramatis karena Dion salah mengucapkan nama sampai dua kali dan untung yang terakhir benar, akhirnya acara resepsi pernikahan Berlian dan Dion pun berlangsung meriah. Para tamu undangan sudah pada datang, banyak dari kalangan artis dan juga pengusaha.

Berlian terlihat begitu bahagia, dia tersenyum lebar saat beberapa teman-temannya naik ke atas pelaminan untuk bersalaman dan mengucapkan selamat. Sekarang dia sudah resmi menyandang gelar sebagai istri Dion Sailendra.

"Selamat ya beb, akhirnya penantian selama Lima tahun lebih dibayar lunas," bisik Elsa yang memang sudah mengetahui hubungan Berlian dengan Dion sejak SMA.

"Makasih Beb," jawab Berlian.

Setelah itu berganti dengan Jihan dan beberapa teman yang lain yang memberikan pelukan serta selamat, mereka semua tahu bagaimana perjuangan Berlian menaklukkan seorang Dion yang kabarnya masih mencintai Mutiara.

Sementara Dion hanya malas-malasan untuk menanggapi, dia hanya diam saja sejak tadi meskipun semuanya mengatakan selamat padanya. Dion tidak tersenyum seperti Berlian, hatinya tengah kacau saat ini. Dion menunggu seseorang yang sejak tadi belum nampak batang hidungnya.

Wanita yang beberapa hari ini membuatnya kacau, wanita yang kini berubah menjadi begitu cantik dengan tubuh ideal tapi tetap tidak menyurutkan rasa penyesalannya yang mendalam, bahkan perasaan cinta untuk Mutiara tumbuh berkembang begitu cepat.

Mata Dion selalu menatap ke arah pintu, pria itu sama sekali tidak fokus dengan tamu-tamu yang datang memberikan selamat. Dia hanya sedang menunggu Mutiara dan ingin melihat gadis yang begitu ia rindukan.

'Kamu kemana sih Mut? Apa iya kamu tidak datang ke pesta pernikahan adikmu sendiri? Apa karena kamu benar-benar ingin menghindari ku? Tolong jangan seperti ini, aku selalu merindukan mu dan begitu menyesali semua perbuatan ku di masa lalu!' jerit Dion di dalam hati.

"Bro selamat ya!" Brian dan kawan-kawan heran saat mengajak Dion bersalaman tapi Dion malah melamun dan matanya masih tertuju pada pintu masuk.

Dan hal itu membuat Berlian curiga karena suaminya nampak tidak fokus dan terlihat murung sejak tadi. Bahkan Berlian merasa jika seolah-olah Dion sedang menunggu seseorang, tapi siapa? Siapa orang yang sedang ditunggu oleh Dion itu?

Apakah orang yang ditunggu oleh Dion itu adalah mutiara? Apakah Dion sudah bertemu dengan Mutiara dibelakangnya? Berlian hanya bisa membatin tanpa mengucapkan ataupun bertanya kepada pria yang sudah berstatus sebagai suaminya itu.

"Eh bro, lo kenapa malahan mantengin ke arah sana, tamunya di sini woi!" Doni menggeplak lengan Dion membuat pria itu berjenggit kaget

"Eh, Oke makasih buat kalian semua yang udah datang ke acara gue ini!" Sahut Dion yang tadi terkejut, dia benar-benar tidak menyadari jika para sahabatnya sedang naik ke atas panggung untuk memberikannya selamat.

"Wah, wah, wah! manten baru malah gak fokus pasti mikirin malam pertama, iya kan?" Ujar Doni membuat semua orang tergelak tapi tidak termasuk dengan Berlian.

Wanita itu sejak tadi merasa ada yang mengganjal di hatinya, dia merasa jika Dion sangat berubah bahkan suaminya itu sejak tadi hanya diam saja tanpa mau berbicara padanya. Bukankah seharusnya Dion menanyakan sesuatu hal yang sepele, seperti apakah kau tidak lelah atau apakah kau lapar? tetapi itu pun tidak dilakukan oleh suaminya itu pantaskah jika Berlian merasa sangat curiga, apalagi sejak ijab qobul tadi raut wajahnya benar-benar tidak berbinar.

"Sayang, apakah kau tidak enak badan?" Tanya Berlian memegang tangan Dion.

"Sepertinya suamimu ini hanya tegang, Berlian," Doni masih ingin menggoda Dion yang hanya mengulas senyum tipisnya.

Setelah itu semuanya turun dari panggung. Dion menghela nafas dan sikapnya itu tidak lepas dari pandangan Berlian.

"Sayang?"

"Aku tidak apa-apa, hanya kecapean," ujar Dion yang tidak mau dicerca banyak pertanyaan oleh wanita yang sudah resmi berstatus sebagai istrinya itu.

Entah kenapa Berlian begitu kesal mendengar jawaban ketus Dion, bahkan tangannya saat ini sudah mengepal, dia benar-benar merasa jika Dion saat ini sangat berbeda. Dia bukan seperti Dion biasanya. Meskipun cuek tapi Dion masih begitu perhatian padanya.

Apakah kali ini Dion masih memikirkan Mutiara? Kalau benar dia tidak akan membiarkan Mutiara berkeliaran disekitar lagi.

Padahal Berlian sudah susah payah meyakinkan Dion agar mau menikah dengannya setelah berpacaran 5 tahun ini, dia tidak akan merusak rumah tangganya hanya karena Mutiara.

Suasana pesta semakin ramai dan tamu undangan datang silih berganti. Kedua keluarga yang memang berasal dari keluarga terpandang apalagi dengan keluarga Sailendra tentu saja membuat pesta pernikahan itu benar-benar mewah.

Mama dan papa Berlian sejak tadi merasa tidak enak karena salah satu putrinya yang begitu mereka sayangi tidak bisa hadir.

"Bagaimana keadaan Mutiara ya Pa?" Tanya sang Mama.

"Tadi Papa sudah menelpon nya tapi tidak diangkat, mungkin putri kita sedang istirahat."

"Besok kita panggil dokter untuk Mutiara, Mama khawatir Pa, dari kemarin-kemarin Mutiara selalu menolak jika Mama mau memanggil kan dokter," ujar sang Mama.

"Iya Ma, mudah-mudahan Mutiara lekas sembuh, mungkin ada baiklah juga Mutiara tidak datang karena bukankah Dion adalah mantan kekasihnya putri sulung kita?"

"Iya Pa, Mama jadi makin sedih kalau ingat dulu, Mama merasa menjadi ibu yang sangat jahat karena membiarkan putri pertama kita sakit hati, semuanya juga karena Berlian, kalau saja dia tidak memprovokasi kita, pasti kita tidak akan bersikap seperti itu dengan Mutiara," Mama Alisa menyesali semua perbuatannya yang dulu.

"Sudahlah Ma, yang penting Mutiara telah kembali dan Papa akan meyakinkan Mutiara kalau dia tidak perlu kembali ke Korea, Papa akan alihkan sebagian saham diperusahaan untuk Mutiara agat dia bisa mengelola nya," ujar Papa.

Tiba-tiba suasana yang tadinya riuh menjadi hening, membuat semua orang saling bertanya-tanya ada apa ini. Namun pandangan mereka semua langsung tertuju pada pintu masuk yang memang terbuka lebar.

Semua orang terpesona saat Mutiara masuk ke dalam ballroom itu dengan sangat elegan. Ya, sekarang saatnya dia beraksi. Lihatlah semua mata memandangnya sampai rahang mereka menganga.

Mutiara terlihat begitu cantik seperti seorang bidadari, dengan memakai gaun elegan berwarna peach, serta belahan punggung yang terlihat meng-ekpose kulit putihnya. Seluruh undangan terpana dan terpesona melihat kecantikan bak dewi Yunani itu. Dion langsung berdiri dari duduknya seketika, dia tersenyum lebar saat melihat Mutiara yang akhirnya datang ke tempat ini.

Sedangkan Berlian tercengang tidak percaya melihat sang kakak yang datang bak putri dari khayangan yang turun ke bumi. Bahkan kukut wajah Mutiara begitu mulus tanpa ada noda sedikitpun.

"Tidak, ini tidak mungkin!! Bagaimanapun bisa dia langsung sembuh begitu saja!" Berlian berusaha mengontrol emosinya karena melihat semua atensi pengunjung yang beralih menatap Mutiara.

Dia seperti ratunya di dalam acara tersebut. Dengan kecanggihan dan body goalsnya membuat kaum Adam ngiler.

"Siapa dia? Cantik sekali!"

"Ya Tuhan, apakah dia bidadari?"

"Kulitnya, mulus seperti porselen, aku ingin menyentuhnya!"

"Apakah dia mau jadi istriku!"

Mutiara hanya tersenyum miring mendengar semua ocehan itu, matanya menatap Berlian dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

Bersambung.

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
ah payah
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sbnrnya bukan adik tiri krn 1 bapak. itu namanya sodara sedarah/sebapak kan nasabnya sama walopun beda ibu. hati2 thor.
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
katanya wakil presdir thor
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
cucok, dion & berlian sm2 serakah
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
seoul thor
Meyke Joyce Rantung
hamil si Mutiara🤭
Meyke Joyce Rantung
kasih biar saja dulu dia tendang itu kursi, baru liat kalo Berlian tidak teriak ketakutan😄
Tri wahyuni Yuni
Kecewa
Tri wahyuni Yuni
Buruk
Nayyara Gisella Nay Lagooss
Kecewa
Nayyara Gisella Nay Lagooss
Buruk
Nayyara Gisella Nay Lagooss
mcm tk logik 🤦 ..
kalung hage 150juta ... cuma 150rbu??
yg jual dlm lelang, bukan brg brg loaak!!
ape2 pon sebelum dijual akn diteliti dulu..
jual dlm pasar GELAP pon penuh dgn KETELITIAN, apatah lgi ni dlm LELANG..yg katanya org2 BESAR/ BERDUIT semua dtg..

speechless 😵‍💫😩😩😏😂
eleonora felisita
Luar biasa
G** Bp
disaat blm Halah aja gairah menggebu gebu,begitu sdh halal gairah lgsg meredup🤣🤣🤣
G** Bp
betul betul betul memang udah sepatutnya mutiara mengambil haknya...ga nyangka kemewahan slma ini yg dibanggakan oleh berlian ternyata milik org tuanya Mutiara...
songong amat kamu berlian 🤣🤣
G** Bp
wow fakta baru. .
siapa sebenarnya org tua kandung mutiara...
G** Bp
pembalasan yg. sangat elegan 😁😁
G** Bp
semaput kan kamu berlian🤣🤣
G** Bp
cuma org tuamu aja x yg seperti itu Mutiara..🙄
G** Bp
Adik durjana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!