NovelToon NovelToon
GARA-GARA NGGAK CANTIK

GARA-GARA NGGAK CANTIK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:406k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sepekan lagi menjelang hari H, tiba-tiba Arif membatalkan rencana pernikahan dengan alasan Rara terlalu baik.

Belum sempurna sembuh luka hati Rara, Arif kembali memberikan kejutan dengan menikahi mantan model di kantor mereka.

Rara mencoba move on, menata kembali hidupnya, tetapi Arif tidak melepaskan Rara begitu saja. Ia membuntuti kemanapun Rara pergi hingga sebuah tuduhan ditujukan pada Rara.

Dua orang lelaki baik membantu Rara keluar dari masalah demi masalah yang ditimbulkan Arif. Ialah Ken dan Rangga. Lalu siapakah yang akhirnya menjadi pendamping hidup Rara? Lelaki baik yang bisa menerima ia apa adanya meski Rara merasa enggak cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Segala Rasa

"Astagfirullah. Rara, kenapa kamu terpancing. Malah sibuk ingin memermak diri. Harusnya kamu melakukan muhasabah. Gagal nikah bukan berarti akhir segalanya. Pasti ada hikmahnya. Benar apa yang dikatakan Arif tadi, harusnya kamu bersyukur Ra, gagal nikah dari pada gagal di tengah jalan. Pasti lebih sakit lagi. Apalagi kalau sudah sempat punya anak. Bersyukur Ra, yakin Allah punya jawaban terbaik untuk masalah ini!" aku terus membatin sambil mengendarai motor.

Kini motor berhenti tepat di depan kedai bunga Mama. Kedai yang hanya terdiri dari tiga ruangan kecil. Paling depan tempat memajang bunga, tengahnya untuk kantor sekaligus tempat Mama istirahat, sedangkan di belakang ruang tempat menyimpan bunga-bunga yang baru datang, ditambah satu kamar mandi kecil.

Ruko ini letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Bisa ditempuh dengan jalan kaki. Toko bunga yang menjadi sumber rezeki utama kami saat papa meninggalkan Mama begitu saja setelah bercerai tanpa memberikan nafkah untukku dan Dinda.

Dulu, setiap pulang sekolah, aku dan Dinda selalu pulang ke sini. Menghabiskan waktu, bahkan mengerjakan tugas sekolah dan tidur siang pun di sini. Makanya di kantor Mama ada kasur kecil untukku dan Rara tidur. Kami akan menunggu dengan sabar sampai Mama selesai berjualan. Kalau banyak pesanan bunga, bisa sampai jam sembilan malam baru Mama pulang.

Untuk menghemat pengeluaran, Mama memang tidak punya pegawai tetap. Hanya memanfaatkan jasa dua orang tukang ojek yang mangkal di ujung jalan untuk membantu Mama mengantarkan pesanan. Kadang malah Mama yang mengantarkan sendiri.

"Assalamualaikum, Mama." kataku, sambil memeluk Mama dari belakang. Tentu saja membuat Mama kaget.

"Rara?" Mama memastikan bahwa itu benar-benar aku. "Baru saja mama membatin, ternyata kamu datang."

"Sepertinya apa yang mama batinkan selalu kejadian ya."

"Hm. Makanya Mama menyesal pernah membatin tentang kamu Ra. Berat ketika harus ditinggal setelah menikah. Eh malah kejadiannya seperti ini."

"Diambil hikmahnya saja ma."

"Eh, tapi sebentar dulu. Kamu kok kelihatan beda, Ra?"

"Beda apanya, ma?"

"Jadi lebih kinclong dari biasanya."

"Hahaha, memang kelihatan sekali ya ma perbedaannya? Tadi Rara ke salon."

"Tumben. Kenapa Ra?"

"Itu, tadi Rara ketemu Arif."

"Ra,"

"Arif akan menikah ma."

"Maksudnya bagaimana, Ra?"

"Dia mau menikah akhir pekan ini dengan mantan model di kantor Rara. Mungkin Rara baper ma, jadinya kebawa perasaan. Secara enggak sadar jalan ke salon. Jadilah seperti ini. Tapi enggak banyak kok treatment yang Rara lakuin. Cuma creambath sama facial saja."

"Rara!" Mama langsung memelukku. "Pasti berat ya nak?"

"Enggak apa-apa kok ma. Rara sudah sadar. Enggak seharusnya Rara ngikutin perasaaan Rara. Harusnya Rara perbanyak instrospeksi diri. Mungkin Rara terlalu banyak kekurangan, bukan kelebihan. Hehehe."

Lagi-lagi Mama memelukku. Lalu mulai terdengar kata-kata penyesalan dari mulut Mama. Bagaimana Mama menyesali, harusnya dulu mengajariku sedikit berdandan saja, mungkin aku enggak akan merasa seburuk ini.

"Ya enggak apa-apa, ma. Rara baik-baik saja kok. Lagipula kalau untuk cantik harus melewati proses yang sangat menyakitkan seperti itu, Rara juga enggak mau. Rara sekarang sadar, yang harus diperbaiki itu bukan hanya fisik, tapi hati juga. Percuma kan ma punya wajah cantik tapi hatinya jelek."

Mama menyolek hidungku. Mencoba tersenyum meski aku tahu bagaimana perasaan Mama begitu sedih saat ini.

***

Ahad pagi. Sudah pukul sembilan. Aku masih asyik di kamar membuat outline pekerjaan yang harus kulakukan besok. Beberapa pesan masuk ke Hp. Dari teman-teman kantor yang mengatakan mereka tidak akan datang ke acara pernikahan Arif meskipun dapat undangan. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas padaku yang ditinggal menikah.

Memang, saat ini, sedang hangat isu perselingkuhan. Siapa saja yang coba-coba melakukannya maka sanksi sosial pasti akan didapatkan olehnya. Padahal aku sendiri tidak melarang siapapun datang, termasuk sahabat-sahabatku karena mulai kemarin aku sudah benar-benar menyapu bersih kenangan tentang Arif.

Waktunya move on. Arif bukan seseorang yang berarti dan tak akan pernah berarti dalam kehidupanku.

Aku memang bukan manusia yang sempurna, tetapi tidak akan pernah memberikan toleransi untuk orang-orang yang berselingkuh. Itu hal prinsipil di hidupku.

***

Persis seperti yang aku duga. Senin pagi. Saat masuk kantor, semua orang masih memandang iba. Padahal aku sudah baik-baik saja. Ya, InsyaAllah aku sangat yakin sekali dengan hatiku sendiri bahwa aku sudah bisa melupakan Arif, apalagi ia sudah menikah dengan Monika. Enggak ada dan enggak akan pernah ada tempat sepesial untuknya.

"Benar lho Ra, jangan pernah lagi mau dibohongi oleh Arif. Cukup satu kali itu saja!" kata Aya dengan tegas saat kami makan siang.

"Ya enggaklah. Ngapain aku mikirin dia lagi. Apalagi sudah menikah." kataku dengan penuh keyakinan.

"Tapi kan laki-laki punya jatah empat Ra." cetus Aya lagi.

"Aya, apaan sih. Rara itu sudah move on, bisa enggak jangan bahas manusia enggak punya hati yang cuma bisa numpang hidup kayak parasit itu lagi? Enggak ada manfaatnya untuk kita. Yakin deh, Rara insyaAllah akan mendapatkan ganti yang terbaik dari Allah!" kata Dini dengan penuh keyakinan.

"Yap. Itu Benar. Aku enggak akan pernah memikirkan dia lagi!" kataku.

Usai makan siang, aku dan ketiga sahabatku kembali ke ruangan masing-masing. Ada banyak hal yang ingin mulai kukerjakan setelah beberapa hari tidak mempedulikan pekerjaan.

Pertama sekali, untuk membuka rubrik ku sendiri, akan ada tulisan kecil yang ingin kupersembahkan untuk para perempuan di luar sana, juga untuk diriku sendiri yang pernah patah hati agar segera move on. Hidup kita terlalu berharga untuk terus berada dalam hubungan yang toxic.

"Rara, kamu pasti bisa!" aku menyemangati diri sendiri saat kata-kata yang hendak kutuliskan macet di tengah jalan.

Papa, Rara sebenarnya butuh papa hadir di sini sebab Rara masih gamang, Pa. Mungkin, ini yang disebut dengan trauma. Tidak ada lagi perasaan bisa percaya pada lelaki. Mungkin Rara akan sulit memulainya, pa.

Tetes bening itu perlahan turun. Aku sudah berusaha menahannya tapi tetap saja turun, semakin lama makin deras. Ya Allah ...

Segera aku berlari ke kamar mandi. Membasuh muka beberapa kali. Setelah yakin bahwa semuanya baik-baik saja, aku segera keluar karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Ra," sebuah suara membuat langkahku terhenti.

"Ken. Kamu mau ke kamar mandi? Silakan." aku mempersilakan Ken.

"Kamu kenapa menangis?"

"Enggak. Siapa yang nangis? Ini enggak nangis kok. Enggak ada air matanya "

"Kalau kamu butuh teman bercerita, aku siap mendengarkan."

Harusnya aku tidak mengikuti Ken. Harusnya aku tahu batasan. Tapi kini kami berada di beranda kantor lantai empat. Sama-sama menatap ke depan. Bedanya aku menangis, sedangkan Ken diam mendengarkan.

1
Euis Yohana
kaya di sinetron2 pemeran utamanya sabaaaaaar bgt,,pdhl di dunia nyata aku blum tuh liat orang yg sabaaaaaar bgt gitu kalo d zolimi,,
Euis Yohana
baru jg sebulan nikahnya,,KK ku jg 3 bln br hamil ,,kalo aku sih KB dl karena blum mau punya takut kaya KK pertamaku susah lahirannya,,,
Euis Yohana
Rara jgn gitu jg SM Ken,,Ken hanya ingin kamu bahagia ,,memang uang bkn segalanya tp kalo g punya uang jg puyeng Ra ...jd maafin Ken ,,,ya...
Euis Yohana
turutin kata Dinda Ra,,karena dia keluargamu kan ,,sedang papamu dan istrinya br baiknya PD kmu inget2 kemarin"mereka gimn sikapnya pd kamu,mama SM dinda
Euis Yohana
memang sepertinya papa Ama ibu tirinya baik karena Rara nikah SM orkay...mau manfaatin bwat keluarga si Wira itu mah ya,,,,
Euis Yohana
iya,,pelakor ya,,kaya ga da laki lain aja pdhl cowo kan banyak yg single kenapa mau SM yg punya istri coba ga HBS pikir aku...🤕
Euis Yohana
Amiiiiin...lacaaaaaar ,,,,
Euis Yohana
dah Dig dug beuuh jantungku Alhmdllh,,,datang jg Ken ..hash ..
Euis Yohana
ada apa lg ini Thor ,,kasian Rara ,,jgn kacau lg atuh....
Euis Yohana
Tah gini visualnya asli Indonesia bkn or-kor Mulu masa cerita d indo orangnya Korea🤭
Euis Yohana
ga yg cewe ga cowoknya ga tau malu bgt ....apalagi si Arif ...hadeuuuuh ...kan maen😆
Euis Yohana
kak Gita and friend bantu ngomong atuh ke Ken jelasin ...
Euis Yohana
iiiih...si Arif ..Arif ...kunaon eta jelema nya hayang di geprek kitu ...😤🤬
Euis Yohana
ngapain jg di pikirin apa yg mau di ucapkan Ken SM si Arif biarin aja ,,paling jg di pecat dia ,,,😤
Euis Yohana
bicarakan aja Ama Ken kalo kamu masih takut kecewa lg,apalagi membuat mama kecewa jgn cuma bicara di dlm hati donk Ra...😶
Euis Yohana
kayanya Ken bos besarnya deh,,,jangan jangan jodoh Rara pa polisi
Euis Yohana
ada ya Thor orang kaya si Arif ga punya malu banget tuh orang ,,,pengen gua gibeng,cincang cincang buat pakan buaya😆🤯
Euis Yohana
jangan jangan Ken adalah bos besarnya yaaaa...
Euis Yohana
eeeuuuhh ..kenapa ga ada yg nendang mukanya si Arif siiich ...kesel aku da 🤬😤
Euis Yohana
ngomongnya di depan papa donk Din,,jgn sama mamah ,,kasian mamah tambah keteken perasaannya ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!