NovelToon NovelToon
The Bad Boy And His Nanny

The Bad Boy And His Nanny

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Pengasuh / Bad Boy / Tamat
Popularitas:287.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lalalati

Novel kedua🌻

Demi biaya hidupnya di Jakarta, Ayana menerima tawaran pekerjaan sebagai ART di sebuah apartemen yang ditinggali oleh putra kedua Presdir PT Melcia Properti yang juga seorang bad boy sekolah bernama Ghiffa.

Di sisi lain, Ayana terjebak percintaan dunia maya dengan seorang laki-laki bernama Hyuga, seorang pria sederhana yang mengaku bekerja di sebuah coffee shop. Mereka belum pernah bertemu, tapi keduanya saling jatuh cinta.

Suatu hari, Ayana meminta untuk ia dan Hyuga bertemu dan menjalin hubungan yang sebenarnya. Namun Hyuga lagi-lagi menolak. Hal ini akhirnya selalu menjadi alasan Ayana dan Hyuga bertengkar.

Di tengah hubungan yang berjalan tidak baik itu, Ayana malah terpesona kepada sang majikan. Tinggal seatap dengan cowok setampan Ghiffa, juga dengan perhatian-perhatian kecil berbalut sikap menyebalkannya ternyata bisa membuat Ayana terpesona.

Tanpa Ayana ketahui, Ghiffa menyimpan sebuah rahasia. Apa sebenarnya yang Ghiffa sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Kecurigaan

"Maafin aku ya. Aku takut kamu gak bisa nerima aku kalau aku masih SMA. Makanya aku gak bilang."

Ya Tuhan, Zayyan. Aku menghela nafasku. Jelaslah, jika ia masih SMA Aku tidak akan menerimanya menjadi pacarku. Bagaimana aku bisa berpacaran dengan cowok yang lebih muda dariku? Terlebih dengan cowok yang masih bersekolah.

Namun kini aku sudah terlanjur menyukai Zayyan. Tidak bisa aku menyalahkannya.

"Terus kamu kerja di coffee shop itu juga bohong?" tanyaku.

"Enggak, kalau itu bener, 'kok. Aku emang sambil part time di sana. Pulang sekolah aku kerja di sana. Aku ini beda sama anak-anak di sini, Ayana. Aku bisa sekolah di sini karena beasiswa."

Tunggu. 'Ayana'? Biasanya Zayyan memanggilku 'Yang'. Setelah kami resmi pacaran, itulah panggilan dia padaku. Kalaupun memanggil nama, ia akan memanggil 'Ay', bukan 'Ayana'.

"Beasiswa?" tanyaku.

"Iya. Aku masuk 5 besar terus, sejak kelas 10," ucap Zayyan sedikit malu.

Okay, aku baru tahu tentang ini. Dan Zayyan biasanya akan narsis dan bangga terhadap pencapaiannya, namun kali ini dia malah terlihat malu-malu. Entah mengapa aku merasa suaranya juga sedikit berbeda. Apa mungkin karena bertemu langsung ya?

Waktu pertama bertemu dengannya aku juga merasa suaranya berbeda. Suara Zayyan biasanya rendah dan berat, namun kali ini suaranya lebih tinggi dan lembut.

"Wah keren banget pacarku. Jadi sekarang kamu kelas berapa?"

"Aku kelas 12," ucapnya singkat.

"Sama kayak Ghiffa, dong?" tanyaku. "Tapi, kamu kok bisa diem aja pas Ghiffa lemparin bola ke kamu terus kamu dipukul kayak gini? Terus jadi kamu kenal sama Ghiffa. Tau gak sebenernya Ghiffa itu majikan aku, Ga," terangku dengan nada menyesal.

"Aku..." Zayyan terlihat berpikir, dia seperti bingung akan menjawab apa. "oh...gitu ya."

Zayyan seperti menyembunyikan sesuatu.

"Kok 'oh'? Kok gak tahu? Kamu tuh harusnya lawan, Ga. Jangan diem aja."

"Buat apa? Gimana kalau beasiswa aku dicabut? Aku gak akan bisa sekolah lagi di sini," ucapnya sedih.

Zayyan yang aku tahu selalu percaya diri, kini malah terlihat murung dan pasrah.

"Kenapa kamu bisa sekolah di sini pakai jalur beasiswa?"

"Waktu SMP aku dapet tawaran buat lanjut ke sini. Aku ambil aja karena ini kesempatan bagus banget. Lulusan SMA Centauri rata-rata bisa lanjut ke universitas yang bagus. Alumninya juga sukses-sukses, jadi aku gak mau ngelewatin kesempatan aku buat ngubah nasib keluarga aku."

Ternyata seperti itu, aku semakin terpesona padanya. Dia memang selalu memikirkan keluarganya.

"Kamu kok bisa ada di sini? Kamu kok pakai name tag karyawan SMA Centauri?" tanyanya.

"Iya, Ga. Aku kerja di sini. Aku harus ngawasin majikanku itu."

"Majikan? Siapa emang?"

Perasaan aku sudah pernah mengatakannya, bahkan aku sering cerita padanya tentang kelakuan 'cowok nyebelin' yang buat aku sakit kepala. Tentunya bagian dia minta aku cium setiap hari tidak aku ceritakan. Bisa terjadi perang dunia ketiga kalau itu terjadi. Tapi kenapa sekarang Zayyan malah bertanya? Apa dia lupa?

"Cowok nyebelin itu ternyata Ghiffa, Ga. Orang yang suka gangguin kamu. Bener 'kan nyebelin banget itu cowok. Eh tapi aku juga gak nyangka kamu ternyata kenal sama dia. Kamu kok gak pernah cerita?" protesku.

"Oh iya. Maaf aku gak mau kamu tahu aja, Ayana." Dia memanggilku itu lagi.

"Aku diminta sama Nyonya Natasha buat ngawasin dia. Gak ngerti lagi deh, gak cukup gitu aku serumah sama dia. Setiap hari ladenin dia marah-marah, ngedumel, komentarin kerjaan aku, sekarang aku harus awasin dia di sekolah juga."

"Jadi kamu juga kenal Nyonya Natasha? Dan kamu serumah sama majikan kamu?!" teriaknya.

"Kamu 'kan udah tahu. Aku sering cerita sama kamu tentang dia 'kan. Aku cerita supaya kamu gak salah paham."

Sebenarnya Zayyan mendengarku tidak sih jika aku bercerita padanya tentang majikanku itu? Juga kalau Zayyan sekolah di SMA Centauri seharusnya ia mengetahui ini 'kan? Aku pernah bercerita padanya bahwa majikanku -walaupun tidak aku sebutkan namanya- dia bersekolah di SMA Centauri.

"Ah, iya. Aku lupa. Maaf ya," ucapnya.

Lupa terus, itu sudah ia katakan berapa kali sejak tadi? Kenapa aku menjadi curiga ada yang tidak beres dengan Zayyan?

"Aku kira kamu itu masih SMP." Zayyan berbicara lebih seperti bergumam.

Apa? Kenapa dia berbicara seakan baru bertemu denganku? Itu yang sering aku dengar dari orang-orang yang baru pertama melihatku. Aku sering dikira masih SMP, karena tubuhku yang pendek. Lalu aku juga tidak pernah menggunakan make up. Maka dari itu aku selalu terlihat lebih muda dari usiaku, bahkan hampir selalu dianggap masih remaja tanggung.

Ditambah ini Zayyan. Pacarku. Dia sudah mengenalku semenjak beberapa bulan lalu. Walaupun kami baru bertemu sebulan yang lalu, tapi 'kan rasanya sangat aneh jika ia mengira aku masih anak SMP sekarang.

"Ah, maksud aku kamu itu imut kayak biasanya, kayak anak SMP." Zayyan sedikit kegalapan.

"Ini pertama kalinya loh kamu bilang aku imut," ujarku sumringah.

Zayyan kembali gelagapan. "Masa sih, aku lupa." kemudian tertawa canggung.

Zayyan mendadak jadi pelupa seperti ini, sih?

"Oh iya." Aku menatapnya dengan cemberut, "Kamu kenapa sih suka gak mau kalau aku ajak ketemu. Ada aja alesan kamu. Motor kamu diservice, sibuk kerjalah, apalah. Beberapa hari lagi kita satu bulan loh."

"Iya, maaf ya. Kamu tahu 'kan sekarang, aku sekolah terus kerja juga. Jadi aku jarang bisa ketemu kamu."

"Tapi lusa tanggal 17, kita main pokoknya, ya. Please?" Aku memohon.

Zayyan terlihat berpikir. "Nanti aku kabarin ya."

Seketika aku kecewa mendengar ucapan Zayyan. Bagaimana bisa dia menjawab seperti itu di saat aku meminta kami merayakan satu bulan kami berpacaran?

"Jangan kecewa, ya. Aku pasti kabarin kok. Aku harus tanya dulu, soalnya tanggal 17 itu 'kan sabtu. Aku sering dapet lemburan. Lumayan soalnya uangnya."

Setahuku Zayyan tidak bekerja di hari Sabtu.

"Kok kamu gak pernah bilang? Setahu aku kamu gak kerja 'kan di hari Sabtu."

"Ah? Iya maaf, baru-baru ini kok. Aku kerja di hari Sabtunya." Zayyan tertawa canggung. Lagi.

"Oh..." ucapku ragu. Apakah masih ada hal yang tidak aku ketahui tentang Zayyan? Sepertinya banyak. Dia banyak merahasiakan sesuatu dariku.

"Ayana, jangan marah ya," ucapnya.

Sudahlah, aku seharusnya merasa senang. Karena mulai sekarang aku akan sering bertemu dengannya.

Ini kesempatanku, aku tersenyum penuh arti. "Kamu gak mau aku marah 'kan? Kalau gitu..." Aku melihat ke sekeliling, tidak ada orang. Sekitaran UKS juga cukup sepi, dan aku melihat CCTV juga tidak ada yang mengarah ke tempat kami duduk. Aku meraih tangannya dan menautkan jari-jariku diantara jari-jarinya.

Aku tersenyum padanya. Sudah lama aku ingin bersentuhan seperti ini dengan pacarku.

Zayyan terlihat sangat terkejut. Namun kemudian tersenyum juga padaku.

Aku menyandarkan kepalaku pada bahunya seraya berkata. "Aku seneng deh, karena sekarang kita bakal sering ketemu."

1
IsNa Runtuk
aghhhh co cuit buanget buanget ci😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Emang JODOH kalian,Karena gak bisa dapetin Ghiffa,makanya putar arah lagi ke Ghaza...
Qaisaa Nazarudin
Karena Terlalu di Manjain sama Musa makanya Ghaza kayak gitu kelakuannya..
Qaisaa Nazarudin
Licik banget Ghaza.. padahal katanya Ayana gak Cantik2 amat, pendek lagi,Tapi seorang pengusaha sekelas Ghaza bisa TEROBSESI ke Ayana.. Padahal masih banyak cewek yg lebih Cantik diluar sana lho..🤣🤣🤣Alur novel bikin ribet,masih itu ke itu aja,DRAMA banget...🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Sok soan mendam sendiri,walaupun niatnya gak mau Ghiffa ribut sama Ghaza,Tapi Ghaza kan udah keterlaluan..
Qaisaa Nazarudin
Ayana kan BEGO...
Qaisaa Nazarudin
DIA SENDIRI HIDUP GAK PERNAH BAHAGIA,HANYA OBSESI DENGAN HARTA,MANPAATIN ANAKNYA UTK BOLOT HARTA..
Qaisaa Nazarudin
MANTAPPPPPPPP...MUSA,TASHA DAN GHAZA UDAH GAK BISA BERKUTIK LAGI..
MANA TUH ORTUNYA OLIVIA KATA TADI PENGEN JODOHIN OLIV AMA GHIFFA...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
DALAM MENYANJUNG ADA MENIKAM NYA..SETELAH INI GHAZA LAH YG AKAN BERHADAPAN DENGAN MUSA,KAN GHAZA ANAK KESAYANGAN NYA MUSA...🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Aku pasti setelah acara ini Ghaza akan mengamuk...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
wah pinter AYANA cari kesempatan good job 👍👍👍👍Jadi baik Tasha juga Musa dan Ghaza sendiri gak bisa berkutik di hadapan wartawan dan tamu undangan...👍👍👍💪💪💪😄😄😄
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat GHAZA, NATASHA dan MUSA...JANTUNG MASIH AMAN SEMUANYA 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Yeezzz akhirnya 👏👏👏👏💃💃💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
HALU KAMU TERLALU TINGGI BRO,JATOH SAKIT LHO..😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👍👍👍😂😂
Qaisaa Nazarudin
Lha baru sadar mantu mu cantik...🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk pasti JANTUNGAN TUH SI NATASHA 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
wkwkwkwkwk ku bilang juga apa..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
ialah gak rusak,karena kalian menargetkan Ghiffa sebagai pengganti, kayak gak tau alurnya aja..
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Zayyan sempat bocorin ke Ghiffa,Aku g mau aja Ghiffa salah paham..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!