"Sofia" seorang gadis manis yang kini masih menduduki bangku kelas tiga SMA, terpaksa harus menikah dengan "Fahmi" seorang CEO cacat.
Fahmi yang awalnya di jodohkan dengan "Naura" kakak sepupu Sofia kini malah menikah dengan Sofia, di karena kan Naura menolak menikah dengan Fahmi setelah tau jika Fahmi itu adalah laki-laki cacat.
nyonya Mawar pun memaksa Sofia keponakan nya itu untuk mengantikan Naura, dengan tuntutan balas budi karena selama ini nyonya Mawar sudah merawat Sofia dengan baik, karena Sofia sudah Yatim-piatu sejak lama.
Bagaimana kisah "Pengantin Pengganti" selanjutnya, ayo ikuti terus ya, jangan lupa like dan komen sebagai jejak.🦋❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #19
Keduanya sama-sama khawatir dan tidak tau harus berbuat apa, suasana rumah sedang sepi, mereka hanya bisa berdiri di depan pintu kamar sambil berharap agar Sofia, Erka,atau mama Salima cepat pulang ke vila.
Sementara itu di sisi lain.
Bel pulang baru saja berbunyi, Sofia pun bergegas membereskan alat tulis dan buku nya ke dalam tas, entah kenapa selama pelajaran terakhir hati nya begitu gelisah dan ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu Fahmi, baru kali ini, isi hati dan pikiran nya di penuhi oleh Fahmi.
Setelah selesai membereskan alat-alat tulis nya, dia pun bergegas keluar dari ruang kelas dan berlari cepat menuju gerbang sekolah, tidak perduli seberapa keras Vano memagil nya, dia tetep tidak mendengar dan terus berlari.
"Astaga, mengapa perasaan ku tidak enak ya?"Batin nya benar merasa khawatir.
Ia pun memilih untuk naik taxi agar cepat tiba di vila.
Sementara itu Vano yang mengejarnya sudah telat karena Sofia sudah masuk ke dalam taxi.
"Ada apa sih, Sofia kok jadi aneh banget kayak gini? Bukan nya dulu dia selalu minta gue buat anterin dia pulang ya?"Batin Vano benar-benar tak habis fikir dengan sikap Sofia.
"Udah lah Vano, Lo masih percaya kalau itu cincin kawin peninggalan mama nya?"Ucap Fani yang saat ini berdiri di belakang Vano bersama dengan Alisa.
"Lo lagi, Lo kenapa ya, gak ada bosen-bosen nya nuduh Sofia yang enggak-enggak?"Tanya Vano kesal.
"Gue itu gak nuduh!"Jawab Fani kekeh.
"Gue gak peduli apa yang Lo bilang ya, emang nya Lo punya bukti apa nuduh dia sembarangan, Lo kayak gini makin bikin gue risih tau gak?"Ucap Vano terlihat sangat marah.
"Gue ada bukti, dia tadi pagi aja di anterin sama cowok yang pakaian nya itu pakaian orang kerja kantoran."Ucap Fani kepada Vano.
"Terus? Apa masalah nya, laki-laki itu paman nya, gue malah udah ketemu kemarin, udah ya, sebaiknya Lo sekarang jangan ganggu hubungan gue sama Sofia lagi."Ucap Vano yabg kemudian berjalan ke parkiran, memasang helem nya dan kemudian menaiki motor nya lalu pergi dari sekolah.
"Vano! Gue gak akan menyerah! Lo milik gue! Bukan Sofia!"Teriak Fani sudah seperti orang gila.
"Anak-anak bodoh."Gumam Hery yang saat itu keluar dari sekolah dengan mobil nya.
Sementara itu di sisi lain.
Sofia baru saja tiba di villa, dia berjalan cepat sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Fahmi, entah apa yang terjadi, hati nya terus memikirkan Fahmi.
Sampai saat ia melihat dua orang maid yang berdiri dengan gelisah di depan pintu kamar mereka.
"Apa yang kalian lakukan?"Tanya Sofia mendekati maid dan kepala pelayan villa.
"Astaga nona, bagus lah kau sudah pulang, tuan muda kumat, maksud ku penyakit nya kumat."Ucap kepala pelayan berkata dengan gelisah.
"Penyakit? Penyakit apa?"Tanya Sofia tidak tau.
"Aduh nona, nanti saja di jelaskan nya ya, bantu mikir dulu ini gimana buka pintu nya, tuan muda sekarang berada di dalam kamar mandi, dia pasti sedang memukuli kaki dan berendam dengan air dingin di dalam bathtub."Ucap maid kepada Sofia.
"Astaga, cepat buka pintu kamar nya, mana kunci cadangan cepat ambil kan!"Ucap Sofia yang saat ini di selimuti rasa khawatir.
"Oh iya Astaga, maaf nona, aku lupa jika kunci cadangan ada, mengapa sebelum nya kami tidak terpikirkan ke kunci cadangan ya?"Ucap kepala pelayan yang kemudian bergegas turun ke lantai bawah untuk mengambil kunci cadangan kamar Fahmi yang berada di lemari ruang tengah.
Sementara itu Sofia mengedor-gedor pintu kamar berharap Fahmi mendengar nya.
"Mas! Apa yang kau lakukan? Buka pintu kamar nya! Aku ingin masuk! Mas Fahmi!"Teriak Sofia.
Namun di dalam kamar mandi, Fahmi sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya yang tidak bisa kedinginan membuat nya lemah dan pingsan, ini lah cara Fahmi menyiksa dirinya sendiri.
"Oh tuhan tidak ada suara, tolong lindungi dia."Ucap Sofia mulai bertambah khawatir.
Sementara maid yang melihat nya merasakan betapa khawatir nya Sofia kepada Fahmi.
Mereka terlihat bukan pasangan yang jodohkan melainkan menikah memang atas dasar cinta.
Tidak lama kemudian kepala pelayan pun datang dan membuka pintu kamar tersebut dengan kunci cadangan.
Sofia yang melihat pintu terbuka pun bergegas menerobos masuk dan menuju kamar mandi.
"Mas! Astaga!"Ucap Sofia buru-buru menghampiri Fahmi yang sudah tenggelam dalam air yang memenuhi bathub.
Tampa basa basi Sofia memberikan beberapa nafas buatan untuk mengeluarkan air yang di telan Fahmi, akan tetapi dia tidak bangun juga.
"Maid tolong panggil kan dokter, kepala pelayan tolong aku angkat mas Fahmi ke ranjang, tubuhnya sangat dingin."Ucap Sofia dengan wajah khawatir nya.
"Baik nona."Jawab kepala pelayan dan maid Seca bersamaan.
Maid pun bergegas menelpon dokter pribadi Fahmi, sementara Sofia dan kepala pelayan membopong Fahmi ke ranjang.
"Kepala pelayan, apa ya g terjadi? Mengapa mas Fahmi melakukan itu kepada dirinya sendiri?"Tanya Sofia saat mereka sudah menaruh Fahmi ke atas kasur.
"Itu lah nona, mungkin nona baru kali ini menyaksikan nya, tapi kami sangat sering, sejak kecelakaan itu tuan Fahmi membenci kaki nya yang pincang dan dia memiliki temperamen buruk, susah mengendalikan pikiran dan emosi nya sangat aneh, pikiran nya pun aneh, dia sangat sensitif."Ucap kepala pelayan kepada Sofia.
"Apakah hanya karena itu saja? Apa dia tidak mengalami masalah pikiran lain?"Tanya Sofia lagi.
"Nona, sebenarnya aku tidak enak berbicara soal ini, dulu itu tuan muda memiliki kisah cinta yang cukup kelam di masa SMA nya, dia memiliki seorang kekasih yang sangat di cintai dan di sayang oleh nya, tapi naas menimpa perempuan itu, kekasih sekaligus cinta pertama tuan muda meningal dalam sebuah kecelakaan tabrak lari, dan sejak itu lah mental tuan muda mulai terganggu, di tambah lagi kecelakaan yang menimpa nya hingga membuat nya cacat."Jelas kepala pelayan kepada Sofia.
"Dia sangat mencintai nya?"Tanya Sofia dengan Lirih.
Kepala pelayan mengangguk kan kepala nya.
"Mengapa hati ku rasanya tidak enak? Sebegitu cinta ya dia kepada wanita itu sampai-sampai menjadi seperti ini?"Batin Sofia.
"Nona jangan terlalu di pikir kan, dia sudah lama melupakan hal itu, yang tersisa sekarang hanyalah penyakit mental biasa, biasanya orang sehabis kecelakaan pasti begitu, perlahan semua akan kembali seperti semula."Ucap kepala pelayan sambil memegang pundak Sofia.
"Tidak bi, aku hanya berfikir kisah cinta dan kehidupan nya bahkan lebih buruk dari ku, rasa nya melihat dia sekarang aku jadi merasa tidak pantas mengeluh dengan takdir tuhan."Ucap Sofia yabg kemudian mendekati ranjang dan menatap wajah Fahmi.
Bersambung ....
INI MLH DIAM..
TRLALU MONOTON DN MUDAH DITEBAK CERITANYA, YG BIKIN JENGKEL TRLALU MUDAH MMAAFKN PELAKUNYA..
DRI SKIAN NOVEL AUTHOR YG KUBACA, AKU SDH BSA MNILAI STYLE AUTHOR...
BKN GK BAGUS, TPI TRLALU MONOTON, TOKOH UTAMA DIBUAT SPRTI TOKOH DRAMA DI SINERTRON IKAN TERBANG, LEMAH,, BAHLUL, TIDAK PEKA, NMUN BANDEL.
SKALI SKALI BUAT TOKOH UTAMANYA CERDAS, PINTAR, DN TANGGUH..