21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Sesampainya di ruangan Kanaya Dokter Frans langsung menghampiri Rendy yang sedang duduk didepan ruangan Kanaya.
"Rendy? " tegur Dokter Frans yang membuyarkan lamunannya.
"Frans, istriku. " balas Rendy yang langsung mengenali si pemilik suara.
"Yang sabar, Ren. Kamu bisa jelaskan bagaimana keadaan, Kanaya? " tanya Dokter Frans dan langsung duduk disampingnya.
"Dokter bilang dia tidak memiliki harapan, jika 3 hari dia tidak bangun terpaksa semua alat yang terpasang ditubuhnya akan dilepas. " ucap Rendy dengan tatapan mata yang sendu.
"Aku akan berusaha semampuku, Ren. " balas Dokter Frans.
Rendy pun langsung menyuruh Soni membayar administrasi dan membawa tubuh istrinya pulang. Rendy menatap lekat wajah istrinya itu dan tidak melepaskan genggaman tangannya.
"Dia akan baik-baik saja. " ucap Dokter Frans memecah keheningan.
Rendy pun menganggukkan kepalanya dengan yakin bahwa istrinya akan sembuh. Pesawat yang ditumpanginya pun mendarat di atas rumah besar milik keluarganya.
Lia yang sudah menunggu kedatangan mereka langsung berlari menghampiri pesawat yang ditumpangi anaknya itu. Air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi, bulir bening mulai membasahi pipinya ketika ia melihat tubuh anak perempuan yang sangat ia sayangi terbujur kaku.
Kini hidupnya hanya dibantu dengan alat medis yang menempel pada seluruh tubuhnya.
Dia tahu bahwa harapan anaknya hidup sangat kecil.
"Ayo cepat bawa kedalam. " perintah Lia dengan suara yang gemetar.
Ketiga pria itu pun langsung membawa tubuh Kanaya masuk dan meletakkannya di atas kasur milik Rendy. Dokter Frans pun mulai memeriksa keadaannya dan menempelkan beberapa alat bantu lainnya.
Sementara itu Tiara dan Salsa yang tidak tahu keadaan Kanaya terus berusaha menghubunginya.
"Nomornya susah dihubungi. " jelas Tiara pada Salsa. Terlihat ada rasa khawatir yang mendalam pada wajah sahabatnya itu.
"Kita pergi ke Apartemennya, aku khawatir dengan keadaan dia. Seharian ini dia tidak menghubungi kita, tidak seperti biasanya. " ajak Salsa dan langsung berlari keluar rumah.
"Ayo." sambungnya yang sudah masuk kedalam mobil.
Tiara dan Salsa pun langsung pergi menuju Apartemen milik sahabatnya itu. Mereka lupa bahwa selama ini Kanaya tidak pernah mengajaknya pergi ke Apartemen miliknya.
"Sa, aku tidak tahu dia tinggal dimana. " ucap Tiara yang membuat Salsa kaget.
"Ah kamu benar juga. Apa kita langsung pergi ke rumah Saputra? " tanya Salsa pada Tiara dan diikuti anggukan kepala menandakan setuju.
Sekitar 30 menit mereka pun sudah sampai didepan pintu gerbang rumah mewah Sanjaya.
"Pak, saya temannya Kanaya. Apakah dia ada disini? " tanya Salsa kepada salah satu satpam yang sedang berjaga.
"Nona Kanaya ada didalam, tunggu saya bukakan dulu gerbangnya. " jawab satpam tersebut dan langsung membuka pintu gerbang.
Mereka pun langsung masuk dan memberhentikan mobilnya tepat didepan pintu rumah. Tiara dan Salsa langsung keluar dan berlari menuju pintu membunyikan bel rumah. Tak lama Bi Sumi pun membuka pintu dan melihat kedua sahabat majikannya sedang menunggu diluar.
"Bi, apakah Kanaya disini? " tanya Tiara dan Salsa bersamaan.
"Ya Nona Kanaya disini, silahkan masuk." ajak Bi Sumi dan membukakan pintu dengan lebar.
Mereka pun masuk kedalam rumah, dan mendengar suara ribut-ribut dilantai atas. Bi Sumi menghampiri kedua orang itu sambil menyodorkan makanan dan minuman.
"Bi, suara ribut apa disana? " tanya Salsa penasaran sambil menunjuk kearah salah satu kamar.
"Sebenarnya Nona Kanaya, " ucap Bi Sumi terhenti dan air matanya mulai menetes membanjiri pipinya.
"Kanaya kenapa, Bi? " tanya Salsa yang panik mendengar Bi Sumi yang belum menyelesaikan ucapannya tetapi malah menangis. Pikirannya sudah kacau membayangkan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Nona Kanaya koma. " sambung Bi Sumi dengan suara yang gemetar.
Salsa dan Tiara berdiri dengan cepat dan langsung berlari kearah suara yang mereka dengar. Mereka pun masuk kedalam kamar dan melihat tubuh Kanaya yang penuh dengan alat bantu medis terbaring tak berdaya. Mereka menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan menangis melihat keadaan sahabatnya itu.
Sosok remaja ceria, penuh tawa, usil, kini hanya terbaring lemah. Bahkan membuka mata pun ia tak mampu. Mereka saling berpelukan menguatkan satu sama lain.
Lia yang melihat mereka berdua begitu terpukul hati kecilnya tak bisa menerima kenyataan pahit ini. Dia pun menghampiri sahabat anaknya itu dan memeluk mereka.
"Tante." ucap mereka bersamaan.
"Kita harus kuat, tante yakin kalau Kanaya akan sembuh dan berkumpul kembali bersama kita. " ucap Lia yang menangis didalam pelukan kedua remaja itu.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰