NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: nurliza eri

Arya Virendra itulah nama laki-laki yang selalu sial, karena kesialannya dia lahir dari keluarga miskin, dikhianati pasangan bahkan mati dituduh membunuh orang hingga muncul sebuah sistem yang membantunya bereinkarnasi ke dunia lain.

Di kehidupan barunya Arya menjadi anak buangan keluarga bangsawan, tapi karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi kaya dan kuat dengan bantuan sistem. Seperti apakah kehidupan yang menantinya?

season 2
Kaya Dengan sistem reputasi
Perjalanannya sampai saat dia masuk ke akademi berjalan dengan lancar tapi semuanya berubah ketika dia mengetahui kalau sahabatnya adalah seorang iblis yang merupakan musuh para dewa.

Apakah Arya akan benar-benar membunuh sahabatnya untuk membantu para dewa? Atau malah dia akan mati karena kesialan yang dia miliki dari kehidupannya sebelumnya karena banyak pertimbangan?

(Novel ini ditulis sesuai keinginan author kalau sejak awal tidak suka jangan dibaca/ jangan malah menghujat karya orang)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Austin

Warna langit yang awalnya berwarna biru cerah saat ini berwarna merah darah pekat, belakang mereka yang seharusnya ada bangunan tinggi sekarang hanya hutan-hutan gelap. Terlihat di depan Arya dan Austin saat ini sebuah bangunan besar seperti mansion dengan para kerangka manusia hidup yang dengan rapi berbaris seakan-akan menunggu kedatangan keduanya ke mansion yang memiliki aura menyeramkan ini.

Tidak terlihat ada sosok gadis yang dicarinya di sekitar itu tapi tidak mungkin sistem eror atau salah, Austin yang mengikuti Arya tentu tidak bisa banyak berkomentar saat ini karena situasi mereka terlihat sangat bahaya. Sampai suara seorang perempuan terdengar tidak asing dari kerumunan kerangka manusia hidup yang membuka jalan mempersilahkan gadis itu untuk lewat.

Gadis itu adalah gadis yang pernah di temuinya terlihat gadis itu menggunakan pakaian yang sangat berbeda, bukan hanya pakaian, auranya juga sangat berbeda.

"Selamat datang, aku telah menunggu dirimu untuk datang ke tempat bermainku,"

"Aku tidak menyangka sampai sekretaris Schonheit datang ke sini juga," ucap gadis itu dengan tatapan merendahkan berbeda saat dia menatap Arya dengan tatapan senang

"Terlihat sambutan yang luar biasa, aku tidak menyangka melihat seorang saint yang sangat setia dengan para dewa malah sekarang menjadi pihak iblis,"

"Padahal kamu dipercayai oleh para dewa sampai memberikan dirimu kekuatan suci tapi malah ini yang terjadi,"

"Aku juga yakin kamu pasti orang yang membunuh para siswa-siswi bangsawan itu," ucap Austin yang kemudian memunculkan sebuah senjata berbentuk tongkat sihir dengan lambang dewa kerajaan ini

Terlihat kalau Austin adalah orang yang juga orang yang mendapatkan anugerah dari para dewa hingga dia memiliki tongkat sihir tersebut. Karena sepertinya akan terjadi pertarungan Arya yang ingin ikut bertarung langsung di cegah oleh Austin dengan tatapan isyarat, karena Arya jelas tidak memiliki kekuatan suci walaupun dia mendapatkan sistem dari dewa sistem.

"Woah... woah..."

"Orang seperti dirimu masih saja percaya kepada dewa, dewa yang sama sekali tidak mengubah takdirku dan memberikan jawaban atas semua penderitaan yang aku dapatkan selama ini," ucap gadis itu sambil mengerahkan semua kerangka manusia hidup itu dengan menjentikkan jarinya

"Orang yang tidak berniat berusaha mengubah dan hanya mengharapkan bantuan tidak akan bisa membuat keajaiban,"

"Itulah yang membuat dewa menyerah untuk membantu dirimu," ucap Austin sambil menaikkan kacamatanya kemudian menggerakkan tongkat sihirnya ke arah para kerangka manusia hidup

Tidak sampai hitungan detik dan hanya satu kali serangan para kerangka manusia hidup lenyap tidak tersisa, Arya yang melihat ini merasakan kalau sangat jauh berbeda kekuatan yang dimiliki olehnya dengan Austin. Namun gadis itu tidak menyerah semudah itu, dia kemudian mengerahkan knight dari kerangka manusia dengan jumlah yang tidak terkira, karena penasaran dengan kapasitas mana yang di miliki oleh gadis di depannya Arya langsung mengeceknya melalui layar sistem.

Terlihat jika gadis ini mendapatkan sihir langsung dari sang raja iblis, yang mengubah anugerah sihir cahaya menjadi sihir kegelapan. Tidak heran jika lawan yang setara adalah Austin yang ternyata seorang anak dari saint terdahulu.

Karena tidak di izinkan mengikuti pertarungan, Arya membantu dengan menggunakan sistem yang berhubungan dengan sihir cahaya atau berkat dewa walaupun harganya sangat mahal.

Diam-diam Arya menggunakan ramuan tidak terlihat untuk menyelinap dan menggunakan Heiliges Licht menyerang para knight itu di saat bersamaan Austin menyerang. Alhasil sebagian knight itu dengan cepat dikalahkan oleh keduanya, karena tidak terima semua pasukan kegelapannya dengan cepat di kalahkan. Perasaan putus asa dan merasa jalan buntu, menggunakan nyawanya untuk memanggil seorang vampir untuk membantunya.

"Mengorbankan nyawa hanya untu memanggil para Nobel di kalangan iblis, sangat jenius untuk orang yang memiliki otak hanya seukuran otak udang,"

"Kalau begitu jangan salahkan aku untuk langsung membunuhmu," ucap Austin dengan lantang dan tatapan tajam ke arah gadis yang sudah terlihat seperti orang gila dimata Austin

Austin terlihat sudah lelah karena banyak menghadapi musuh dan banyak menggunakan sihir mana kepada para kerangka hidup.

"Austin, bisakah aku ikut turun membantu? Aku bisa menggunakan sihir dan menggunakan pedang," ucap Arya dengan lantang ke arah Austin yang jaraknya sedikit jauh, tanpa pikir panjang Austin menyetujui dirinya untuk ikut turun dalam pertarungan karena lawannya adalah seorang nobel kegelapan dengan peringkat lumayan tinggi di dunia bawah, mustahil untuk dirinya melawan sendirian dengan keadaan yang tanpa berisitirahat dalam bertarung.

Tidak lama Austin melemparkan sebuah pedang ke arah Arya, layar tipis muncul menunjukkan betapa berharganya pedang yang dia dapatkan.

Sebuah pedang dengan harga dan kualitas yang tinggi membuktikan kalau Austin bukan orang yang berasal dari keluarga biasa saja, karena telah mendapatkan pedang maka Arya dengan cekatan langsung menyerang sisi kiri vampir sedangkan Austin beristirahat sesaat sebelum menggunakan sihir lagi.

"Kenapa kamu membantu Arya? Bukankah kamu setuju dengan aku? Aku pikir kamu berada di pihakku," ucap gadis itu dengan mengerutkan dahinya dan tatapan tidak percaya ke arah Arya yang menyerah sang nobel

"Aku bersikap baik kepadamu karena kamu terluka dan tidak merawat dirimu yang terluka,"

"Bukan berarti aku setuju dengan perbuatan gila yang kamu lakukan seperti ini, yang kamu dambakan saat ini hanyalah kebahagiaan tanpa berjuang untuk dirimu sendiri," ucap Arya dengan sinis ke arah gadis yang sudah terlihat gila di mata Arya.

Gadis itu merasa kalau Arya mempermainkan perasaannya, tidak terima memberikan perintah kepada vampir itu untuk menghabisi nyawa milik Arya. Serangan bertubi-tubi dilancarkan oleh vampir itu, sulit bagi Arya yang menggunakan pedang untuk menangkis semua sihir gelap yang dilancarkan.

Setengah jam Arya bertahan dari serangan itu, dia mulai merasakan lelah, sampai tidak sanggup untuk menggerakkan lengan menahan serangan dari vampir itu tiba-tiba sebuah perisai tipis muncul melindungi Arya dari serangan vampir itu.

"Terima kasih karena telah mengulur waktu untukku beristirahat, itu lebih dari cukup untukku mengumpulkan energiku kembali,"

"Aku rasa memang harusnya menggunakan sihir tingkat tinggi untuk menyelesaikan langsung daripada harus berputar-putar,"

"Die gottin bindet sunder mit strenger strafe,"

Setelah ucapan dari Austin tiba-tiba cahaya yang menyilaukan muncul dengan rantai-rantai emas cahaya yang muncul mengikat vampir itu hingga tidak bisa di gerakkan, perlahan-lahan membuat vampir meleleh begitupun dengan jiwa gadis yang menjual nyawanya kepada vampir, perlahan-lahan terbakar oleh api putih yang tidak pernah terlihat.

"KAMU TIDAK BISA MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI INI!!" teriakan demi teriakan dan air mata di keluarkan oleh gadis itu sampai kematiannya, merasa tidak adil dengan kematian yang diberikan kepada dirinya.

Karena telah selesai mengalahkan vampir, cuaca yang awalnya merah kini kembali menjadi biru. Arya yang berhasil menyelesaikan misi dari kasus ini mendapatkan hadiah dari sistem. Dari kejauhan ternyata ada mata yang memperhatikan mereka.

"Austin, ternyata sangat kuat hingga dia bisa mengeluarkan sihir tingkat tinggi,"

"Karena kita semua telah mengetahui batasannya, maka kita untuk sementara berisitirahat dulu,"

Kaya Dengan Sistem Reputasi

1
Ra dhiraemon
mampir
Lady Karin: jangan lupa dibaca
total 1 replies
cuk scroal
mantap kak lanjut~
Lady Karin: makasih kak
total 1 replies
Yunita Permata Sari
semangat thoorr
Luciana
Thor semangat ya
luck
Thor udah bagus kok cuma PUEBI di perbaiki lagi aku rasa, supaya makin ok
Lady Karin: iya makasih
total 1 replies
Chocolate🍫
Ini bukan novel sistem sama sekali, kenapa tidak masukkan saja ke barat? jangan ke urban, apalagi super sistem dan judul sistem, membuat pembaca terkecoh. jadi intinya ketemu rubah, reinkarnasi, terus jadi samsudin. eh maksudnya pindah ke dunia sihir, membuka bisnis artefak.
Afandi Paisal: Hai, kak.. Berhubung saya juga menulis baru 3 bab yang bertema system, mohon dinilai apakah cerita saya termasuk system atau bukan. Penilaian kakak akan saya manfaatkan sebaik mungkin
total 8 replies
Chocolate🍫
Tidak ada panel sistem sampai sekarang, setidaknya misi, tidak perlu panel atribut karena itu hanya membuat penuh karya.
Chocolate🍫
sedikit tidak suka dengan awalan, hmm, mari kita lanjut.
Ruii
genre baru ya Thor semangat ya~
Lady Karin: iya makasih ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!