NovelToon NovelToon
Akhir Kisah Dua Semester

Akhir Kisah Dua Semester

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hany Honey

Kekasihnya tidak bertanggung jawab, menolak menikahi, meski sudah menghamili. Dia malah membiarkan Santi menikah dengan pria yang dipilihkan orang tuanya. Tepat di hari pernikahannya, Santi kabur bersama sopir mobil pengantin. Sopir itulah yang mengubah hidup Santi. Perhatian dan ketulusan Arya membuat Santi sanggup menjadi ibu tunggal membesarkan Anin.

Namun, di saat itulah Fano kekasih Santi kembali dan menghadirkan nostalgia cinta mereka. Pria yang dulu menolak kehadiran buah hatinya, kini meminta Santi untuk kembali padanya. Santi terombang-ambing, siapa yang harus dipilihnya? Fano cinta pertamanya, atau Arya yang selama ini mencintai Anin seperti anak kandungnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 – Mertua Yang Baik

“Kenapa? Kok mukanya tegang gitu?” Tanya Arya pada Santi yang dari tadi terlihat panik dan tegang menanti kehadiran ibunya.

“Emm ... mungkin karena akan bertemu dengan mertua kali, ya?” jawab Santi. “Ar, ini beneran ibu sama bapak kamu mau ke sini?” tanya Santi yang masih belum percaya.

“Iya, ke sini, sebentar lagi sampai, kok?” jawab Arya.

Santi hanya mengangguk saja, berusaha menyimpan rasa gugupnya. Santi tidak tahu harus bagaimana cara menyambut kedatangan calon mertuanya yang sama sekali belum pernah ia temui. Dengan orang tua Fadli yang sudah lama menjadi kekasihnya saja dia belum pernah bertemu? Sekarang malah dia akan bertemu ibunya Arya, laki-laki yang baru beberapa minggu ia temui, dan ingin menikahinya secara mendadak.

“Tuh mobilnya bosku, pasti mereka tuh?” Arya menunjukkan ke arah mobil yang masuk ke pelataran rumahnya.

“Beneran tuh mereka, Ar?” tanya Santi semakin panik.

“Iya, itu mobil Pak Saiful, bosku,” jawab Arya.

“Ada ibu dan bapak kamu di dalam sana?” tanya Santi semakin panik.

“Iya, Santi ... ada ibu sama bapak juga. Kenapa? Kok pucat wajah kamu? Ibu sama bapak enggak galak kok. Bapakku malah dia humoris, apalagi bosku,” ucap Arya.

“Masa pucat sih? Perasaan aku biasa saja?” ucap Santi.

“Sudah, jangan panik. Ada aku, pasti semuanya baik-baik saja kok.” Arya menggenggam tangan Santi, meyakinkan Santi kalau semuanya akan baik-baik saja.

Arni melihat putranya yang sedang menanti dirinya di teras dengan menggenggam tangan Santi. Arni melihat mereka sangat serasi sekali. Santi terlihat cantik dengan gaun warna biru mudanya, dan memang terlihat seperti sedang mengandung, tapi perutnya tidak begitu jelas terlihat. Padahal kata Arya usia kandungan Santi sudah mau memasuki bulan keenam.

“Itu anaknya Hermawan, Pak? Itu Santi?” tanya Arni pada suaminya.

“Iya itu kayaknya. Bapak kan gak pernah lihat, sepintas saja sih kalau pas lagi ada keperluan di butiknya. Kan butiknya Santi itu di dekat ruko bapak?” jawab Rozak.

“Cantik ya, Pak? Katanya hamil, kok gak gede perutnya? Tapi, postur tubuhnya seperti orang hamil ya, Pak?” ucap Arni.

“Iya cantik, Bu. Anaknya Hermawan ya pasti cantik lah. Iya perutnya enggak gede ya, Bu?” ucap Rozak.

“Pantas Mas Arya ngebet mau nikahin tuh perempuan? Orang cantik banget? Mbak Naira mah gak ada apa-apanya, meski dia juga modis dandanannya?” ucap Saiful.

“Sudah bos, jangan banyak omong! Kamu itu harusnya hafalin tuh dialognya kamu saat sama Mas Arya nanti?” ucap Asep.

“Iya juga, ya? Pusing saya, tahu gini aku gak mau ke sini!” ucapnya sedikit menyesal.

“Sudah jangan menyesal, kan sudah nerima asupan dana dari Arya? Jalankan tugas kamu dengan benar, Pul! Ayo kita turun!” ucap Rozak.

“Iya, kalian ribut saja. Yuk turun? Ibu sudah pengin kenalan sama calon istri Arya yang cantik.” Ucap Arni yang langsung mau turun dari mobil. Tapi, Rozak menarik tangan istrinya.

“Bu ingat jangan kelepasan di depan Santi, ingat juga kita harus sopan tuh sama Ipul! Dia bos anak kita selama dua hari, Bu?” Rozak memperingatkan istrinya supaya tidak ceplas-ceplos gitu saja.

“Iya, ibu tahu,” jawabnya.

Arni langsung turun dari mobil dengan membawakan oleh-oleh untuk Santi yang ia bawa dari Jakarta. Meski hanya beberapa baju hamil dengan model yang kekinian, dan beberapa baju seksi karena memang pengantin baru memerlukan baju yang seperti itu. Maklum saja, Arni tahunya pernikahan mereka tanpa adanya perjanjian kontrak pernikahan.

Santi mulai panik melihat wanita paruh baya yang mungkin seusia mamanya berjalan mendekatinya dengan membawa dua paper bag di kedua tangannya. Senyumannya ramah, meski dari jauh, Arni sudah menyapa Santi dengan senyuman ramah. Pun Santi, meski dia masih agak cemas, panik, dan takut akan kedatangan calon mertuanya, tapi dia berusaha tersenyum ramah menyambut kedatangan calon mertuanya.

“Pasti ini Santi, kan?” Arni langsung menyapa calon menantunya dengan hangat.

“Iya, Bu. Saya Santi,” ucap Santi sedikit canggung.

“Cantiknya menantuku ....” Arni memeluk Santi dengan hangat dan penuh kasih sayang.

“Ibu bisa saja,” ucap Santi malu.

“Ini ibu bawakan oleh-oleh buat kamu. Semoga kamu suka ya, Nak?” ucap Arni.

“Ibu ... repot-repot sekali, terima kasih,” ucap Santi bahagia.

“Bu ... ini ada anak laki-laki ibu lho? Gak mau nyapa?” tanya Arya yang seperti iri karena ibunya dari tadi hanya menyapa Santi.

“Oh iya, ibu lupa. Sini ibu peluk. Huh ... anak ibu yang sebentar lagi mau menikah. Kamu jago milih calon istrinya. Ibu suka, cantik sekali calon istrimu, Ar?” ucap Arni lirih dengan raut wajah yang bahagia.

“Yakin ibu suka?” tanya Arya.

“Iya ibu suka, dia cantik, manis, cocok sama kamu,” jawab Arni.

“Ih main bisik-bisik apa hayo?” ucap Santi.

“Rahasia dong?” jawab Arya.

Arya melihat bapaknya bersama Asep dan Saiful membawa beberapa hantaran untuk pengantin. Ya meski menikah secara mendadak dan dengan wanita yang tengah hamil di luar nikah, mereka tetap saja memberikan hantaran yang layak untuk mempelai wanitanya. Meskipun anak yang ada di dalam kandungan Santi bukan anak dari Arya.

“Itu bapak bawa apa, Bu?” tanya Arya.

“Astaga ... ibu lupa, kami membawa hantaran untuk pengantin, ya ibu bisanya ngasih Cuma seperti itu, Santi. Maaf hanya seperti itu saja,” ucap Arni.

“Ibu ... aku malah tidak enak dengan ibu dan bapak, karena sudah merepotkan ibu dan bapak. Yang Santi butuhkan dengan Mas Arya hanya restu dari ibu, dan ibu tahu sendiri Santi bagaimana? Santi malu kalau ibu terlalu baik sama Santi, padahal Santi seperti ini,” ucap Santi.

“Jangan bicara seperti itu, Santi? Kamu juga akan jadi anak ibu,” ucap Arni.

“Ar, bantuin bapak kamu dan bos kamu tuh! Jangan jadi karyawan yang seenaknya kamu, meski sudah mendapat kepercayaan penuh sama Pak Ipul?” ujar Arni.

“Iya sana mas, bantuin mereka. Aku mau ajak ibu ke dalam ya, Mas?” ucap Santi.

“Iya, sana ajak ibu masuk,” ucap Arya.

Arya tidak menyangka Santi akan memanggilnya dengan sebutan mas pada dirinya. Ada rasa bahagia di dalam hati Arya mendengar Santi memanggilnya dengan sebutan mas.

Santi mengajak duduk ibunya Arya di ruang tengah. Ruang tamu sudah di rias untuk pelaminan. Meski pelaminannya itu mini, tapi terlihat sangat elegan sekali. Kamar pengantin juga sudah di rias. Semua yang mendekor sudah pulang, karena sudah selesai tugasnya. Hanya ada orang yang sedang memasak untuk menyiapkan makan siang.

“Rumah ini masih utuh,” ucap Arni dengan lirih, tapi masih samar terdengar oleh Santi.

“Rumah ini maksudnya gimana, Bu?” tanya Santi yang agak curiga dengan ucapan ibu mertuanya, seakan melihat isi rumah ini masih sama seperti dulu.

“Ehm ... maksudnya rumah ini modelnya seperti rumah zaman dulu. Masih belum di renovasi lagi sepertinya sama pemiliknya?” jawab Arni asal-asalan.

“Oh gitu? Memang ini rumah modelnya seperti rumah dulu ya, Bu?” ucap Santi.

Tapi, Santi masih sedikit curiga, karena dia memang mendengar ibunya Arya bicara kalau rumah ini masih sama dengan yang dulu.

“Santi, kandungan kamu usianya berapa, Nak?” tanya Arni.

“Ehm terakhir check up kemarin mau masuk ke 23 minggu, Bu,” jawab Santi.

“Perut kamu memang langsing atau gimana, kok belum kelihatan, Nak? Kamu enggak pakai stagen, kan?” tanya Arni.

“Enggak, Bu. Pernah satu kali, waktu aku kabur dari pernikahanku, dan Mas Arya memarahi saat dia tahu kalau aku sedang hamil, dan perutku dililit stagen dengan kencang,” jawab Santi.

“Jangan diulangi, kasihan anak kamu. Biar terlihat tidak apa-apa, jaga kandungan kamu, jaga cucunya ibu,” ucap Arni.

“Bu, maafin Santi, ya? Mas Arya jadi terlibat masalah ini,” ucap Santi.

“Sudah jangan bicara seperti itu, ini memang sudah jalannya. Kamu enggak usah berpikiran macam-macam. Fokus dengan kehamilan kamu dulu, jaga kesehatan kamu, dan kandungan kamu,” ucap Arni.

“Iya, Bu. Sekali lagi terima kasih. Santi tidak bisa berkata apa-apa dan membalas apa pada ibu, selain berterima kasih banyak pada ibu,” ucap Santi.

“Sudah jangan seperti itu, Santi,” ucapnya.

Santi merasa dirinya sangat beruntung sekali. Dia mengira ibunya Arya bakalan acuh dengan dirinya, karena dirinya itu wanita yang kotor. Tapi, ternyata ibunya Arya sangat ramah dan baik terhadapnya. Bahkan Santi tidak menyangka, orang tua Arya dari Jakarta membawa hantaran untuk pengantin wanita, seperti orang yang mau menikah pada umumnyna.

“Aku tidak tahu harus bagaimana? Harus senang atau sedih? Yang aku  rasakan saat ini, aku sangat bahagia memiliki mertua yang sangat baik padaku. Aku tidak menyangka ibunya Arya akan sebaik ini padaku. Aku mungkin perempuan yang beruntung sekali, mendapat ibu mertua yang sangat baik padaku. Padahal selama aku dengan Fadli, aku tidak pernah tahu siapa orang tua Fadli, ibunya dan bapaknya aku tidak tahu semuanya,” gumam Santi.

1
Shifa Burhan
novel munafik menjijikan hasil pemikiran munafik

author yang terhormat jika kau duposisi Arya apakah kau Terima diperlakukan kayak gitu dan semudah itu dimaafkan

karena pikiran tidak bermoral author sehingga dia membuat karakter pemeran utama pria kayak pengemis

Arya
*berkorban perasaan dan cinta
*dia tulus
tapi balasannya
*istrinya mencampakkan ya
*istrinya mengusirnya
*istri selingkuh
*istrinya melakukan hal menjijikkan dengan pria lain
*istri terang2 berhubungan dengan priaain di depannya
*istrinya terang2an membuang dan kembali pada pria lain

thor pakai otak kau pikir lelaki tidak punya hati dan harga diri yang bisa sakit juga jika diperlakukan kayak gitu

tapi dengan seenaknya author membuat Arya kayak pengemis malah balik mengemis pada santi dan malah balik berjuang, dana emudah itu dia memaafkan

Thor pakai otak walau sedikit saja kalau kau diposisi Arya dan diperlakukan kayak gitu apakah kau Terima, pakai otak Thor

miris kau buat karakter Arya harus kalau kau adil dan punya otak Thor harus Arya tegas dan pergi dan santi kau buat menyesal dan mengejar dan mengemis maaf, dan santi kau buat berjuang dapat kesempatan dan membuktikan dirinya

tapi karena kau (author) berpikiran egois dan munafik hanya menikah dari sisi pemeran utama wanita saja (posisimu) jadi kau buat istri bebas melakukan suami seperti apa saja dan ujung kau mau semudah itu dimaafkan dan setelah hal2 menjijikan kau buat kau mau kau diperjuangkan
Shifa Burhan: sori aku sempat salah paham dengan koment mu 🙏🙏🙏😅😅😅
total 3 replies
Shifa Burhan
novel. munafik dan menjijikan dari pemikiran wanita

author yang terhormat jika kau diposisi Arya apakah kau mau memaafkan semudah itu pakai otak mu thor walau sedikit saja
Maria Magdalena Indarti
bagus
Maria Magdalena Indarti
malangnya Zahra
Maria Magdalena Indarti
jodoh ksli
Gustiara Gusty
ada extra partnya dong kak....
Zahraa
Yaa Tamat... open ending begini
Zahraa
Santi mah gitu ahh wkwk kecewa sih kecewa sama Arya tpi malah overact jadinya
Zahraa
Heleh hasutan setan itu San.. pertahankan Rumah Tangga kamu sama Arya, Santi.... jgn kecewain orang² banyak karena hal ini
Zahraa
mau seganteng apa Fano skrg tetep aja gamau tanggung jawab, ketimbang Arya
Zahraa
😌😌😌
Zahraa
Ayah palsu kali yg ketemu sama Santi
Zahraa
Lagian 2thn dianggurin itu Istri dah gaboleh tuh.. 3bln ga kasih nafkah batin istri aja udah bisa digugat cerai
Zahraa
Apa sih penasaran amat wkwk
Zahraa
Eh daripada kamu mulut dan kelakuan nya lebih kotor Naira
Zahraa
❤️❤️🥰
Zahraa
Ruwet yaa Arya aduh haha
Zahraa
jadi Duri banget sih Naira ini
Zahraa
Iya dong good bye masalalu
Zahraa
tpi Zahra nama ku woiii wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!