Kisah masa lalu anatara dua sahabat yang ternyata belum usai menjadi penghalang kisah cinta kedua remaja.
Pertemuan di desa atas kunjungan kerja seorang pria tampan bernama Danny Elton justru menumbuhkan benih cinta pada gadis desa bernama Annalise Calia.
Sosok gadis yang sangat cantik namun sangat tertutup. Bahkan segala hal yang bersangkutan dengannya akan sangat di perhatikan oleh sang ibu.
Bukan tanpa alasan, Lillia Zeni memiliki trauma dengan orang di kota yang suka bertindak seenaknya.
“Aku akan tetap mengejarmu, Anna. Apa pun akan ku tempuh demi mendapatkan kamu.” Tatapan penuh kekaguman terpancar jelas di wajah tampan Danny.
Sementara di sisi yang berbeda. “Menetap di desa ini sampai kapan pun. Ibu tidak akan mengijinkan kamu keluar dari sini, An. Dengar kata ibu. Ibu yang akan menentukan jalan hidupmu ke depan, jangan pernah membantah. Ibu sudah membesarkan kamu dengan kasih sayang, apa itu masih kurang?” Lillia menatap tajam sang anak yang tertunduk meneteskan air mata.
“Anna ingin melanjutkan sekolah, Bu. Anna tidak mau menjadi buruh di ladang sayur seumur hidup. Anna yakin kita akan bisa maju setelah Anna sekolah dan memiliki pekerjaan.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aktifitas Oma dan Lillia
Usaha telah di lakukan dengan berbagai cara. Namun hasil masih juga belum nampak. Sepasang suami istri yang kini tengah berdiri menatap beberapa anak buahnya hanya bisa menghela napas kasar.
Mencari keberadaan Lillia ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan. Dan penyesalan semakin Wuri rasakan saat ini. Selama ini harapannya semua akan tetap baik-baik saja. Namun, di luar dugaan jika keadaan justru mendesaknya untuk menemukan Lillia.
“Mamah seharusnya tidak melakukan itu semua. Sekarang kita bingung jadinya. Kalau Firhan sampai tahu yang sebenarnya kalau Mamah yang mengusir istrinya, Papah tidak tahu bagaimana Firhan akan sangat murka.” Papah Dika berbicara pada sang istri sembari menggelengkan kepala.
“Pah, jangan sudutkan Mamah begini dong. Mamah lakukan semuanya kan buat Firhan dan Zaniah. Lillia itu hamil anak pria lain. Bagaimana mungkin Mamah ijinkan Firhan yang bertanggung jawab, Pah?”
Papah Dika pun pergi meninggalkan sang istri usai berdebat singkat. Rasanya percuma saja jika Lillia tak bisa di temukan saat ini.
Keduanya pun kembali ke rumah sakit. Zaniah tengah duduk bersama Danny tanpa berani masuk. Kedatangan Lillia satu-satunya harapan mereka untuk bisa masuk menemui Firhan.
“Mamah, Papah, bagaiamana?” Zaniah berdiri saat menyadari kedatangan mertuanya.
Wuri pelan menggelengkan kepalanya. Rasanya lemas tubuh Zaniah, meski sakit hatinya namun ia tetap tak ingin jika Firhan sampai kenapa-kenapa.
“Sabar yah, Mah. Biar Danny yang cari dengan orang-orang Danny.” Pemuda itu mengusap dua pundak sang mamah. Lalu kemudian pergi setelah mencium kening Zaniah.
Kasih sayang yang selama ini Zaniah berikan pada anaknya sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Danny begitu memperlakukan dirinya dengan lembut juga.
Hal yang berbeda terjadi di villa. Lillia justru sudah sehat seperti semula lagi. Ia tampak menata taman di villa pagi itu bersama dengan Oma Indah. Keduanya sama-sama baru tiba dari kebun bunga yang berada di dekat kaki gunung desa itu.
Bunga yang berkualitas tinggi namun harganya sangat terjangkau. Kegiatan yang menyenangkan tanpa terasa membuat Oma Indah betah berada di villa itu. Bahkan kini ia sudah hampir tiga minggu berada di sana.
“Heh kalau di kota ini harganya sudah jutaan, Zen. Saya kurang puas kalau beli bunga di sana. Pasti semua di nilai dengan uang. Mana bunganya tidak sebesar ini lagi.” Cerita Oma Indah membuat Lillia hanya senyum saja.
“Di sini memang sangat murah Oma. Kan mereka menanam sendiri bahkan tanah di sini juga meski tanpa pupuk begitu subur akibat campuran dari gunung.” jelas Lillia.
Keduanya tampak duduk di rerumputan sembari mengisi pot bunga yang sudah jauh-jauh hari Anna cetak bersama Tegar.
“Tegar itu orangnya penjijik. Tangannya kotor saja tidak mau. Tapi karena ada si Anna pasti dia malu kalau nolak perintah saya. Di sana semua pot pasti saya pesan bahkan Tegar biasanya pesan dari luar negeri pot keramik. Di sini semuanya serba lokal saya senang.”
Satu persatu bunga mulai mereka tanam. Bahkan beberapa pohon Oma Indah memilih bunga mawar yang berkelopak besar. Meski jelas itu adalah bunga yang murah entah mengapa Oma Indah sangat menyukai mawar yang berwarna warni bahkan ada bermotif juga.
“Mereka sama-sama bertemu dengan hobynya.” Di sini Anna tersenyum melihat sang ibu tengah bercocok tanam dengan Oma Indah.
Tegar pun mengangguk setuju.
Lilian Kamu adalah perempuan baik baik, zaniah Kamu juga istri yg baik, sahabat yg baik, Dan ibu yg baik..
tokoh kalian berdua mengapa harus terikat dengan 1 lelaki..
lepaskanlah cinta itu, temui senang pencipta, Dan kalian akan menemukan ketenangan Dan kebahagiaan..
Titip promo juga donk kak di novel Pesona Putri Kayla
semangat💪