NovelToon NovelToon
ISTRIKU MASIH SMK

ISTRIKU MASIH SMK

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:426.2k
Nilai: 5
Nama Author: Momo_chan76

[COMPLETED]

Namaku Ferdi Alvaro aku adalah seorang guru Fisika di SMK Negeri 76 Cirebon. Awal nya hidup ku baik-baik saja, sampai akhirnya aku bertemu dengan Syarla Evita dia adalah muridku. Entah kebetulan atau apa keluarga ku dan keluarga nya bertemu dalam sebuah pertemuan bisnis.

Karena sebuah kesialan yang akhirnya membuat aku dan Syarla terjebak dalam situasi yang sulit di artikan dan membuat keluarga kami salah paham. Aku di tuduh memperkosa Syarla, oleh sebab itu aku di paksa menikahi syarla.

Sebuah pernikahan rahasia tanpa Cinta membuat hidup ku menjadi sangat rumit. Andai saat itu mereka mau mendengarkan perkataan ku, bahwa aku tak sedikit pun menyentuh syarla. Namun nasi sudah menjadi bubur untuk apa aku meratapi nasib ini.

Entah bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga kami, karena aku sampai saat ini belum mengerti arti Cinta sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo_chan76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. SECARIK KERTAS

Hari ini syarla nampak tidak seperti biasanya, terbangun dari tidurnya ia terus menerus kekamar mandi karena merasakan mual di perutnya. Bahkan sampai-sampai ia merasa tenaga nya sudah trkuras habis.

"Syarla, apa kamu sakit" tanya ibu syarla sambil membantu syarla bangkit dari posisi duduk nya setelah mengeluarkan seluruh isi perutnya itu.

"Aku sedang tidak enak badan bu__" ujar syarla dengan suara lemah.

"Kalau begitu hari ini istirahat lah dan jangan berangkat kesekolah, ibu akan meminta izin pada guru mu" ucap ibu syarla.

Kini syarla hanya dapat berbaring lemah di atas ranjang, mencium bau makanan membuatnya begitu mual. Sehingga ibunya hanya menyiapkan bubur beras tanpa bumbu apapun.

Sedangkan disekolah ferdi sibuk mencari-cari sosok istri kecilnya, "Yolla!" panggil ferdi saat melihat muridnya sekaligus sahabat istrinya itu.

"Iya pa ada apa?" tanya yolla

"Kemana syarla? Apa dia tak berangkat?" tanya ferdi antusias.

"Dia tidak berangkat pak"

"Kenapa?" tanya ferdi was-was.

"Kata nya sih sakit pak, memangnya ada urusan apa bapak nanyain syarla?"

Ferdi langsung berlari menuju parkiran tanpa menjawab pertanyaan dari yolla, "Aihh pak ferdi aneh sekali" gerutu yolla.

"Del del sini!" panggil yolla pada adel.

"Iyah ada apa yolla?"

"Tadi barusan aku ketemu pak ferdi, dia aneh banget!" ujar yolla

Adel mengernyit bingung,"Aneh gimana?."

"Ya nanya-nanya soal syarla gitu,abis aku jawab dia langsung pergi___"

"Ya wajar dong mungkin pak ferdi khawatir karena syarla kan murid yang lumayan deket sama dia, oh iya sepulang sekolah kita juga harus jenguk syarla ya jangan lupa!" ujar adel.

Yolla hanya menjawab dengan anggukan, walau ia masih merasa aneh dengan tingkah laku pak ferdi.

Ferdi melajukkan mobil nya dengan cepat, ia ingin segera menemui istrinya itu.

Sesampainya dirumah mertuanya, ferdi langsung menekan bel depan rumahnya dan tak lama kemudian terdengar pintu terbuka.

"Nak ferdi"

"Ibu, aku ingin bertemu dengan syarla" ujar ferdi to the point.

"Kalau begitu masuk nak" ucap ibu syarla dengan sopan, "silahkan duduk ibu mau memberitahu syarla terlebih dahulu __" tambahnya.

Ferdi duduk dengan rasa khawatir yang mendera nya, ia berharap syarla mau menemuinya.

Ibu syarla membuka pintu kamar syarla dan memperhatikan anak nya yang terduduk di atas ranjang dengan wajah murung.

"Syarla!"

Syarla langsung mendongak, "Iyah bu ada apa?"

"Ada ferdi di luar, apa kau mau menemuinya. Apa perlu ibu suruh ferdi datang kemari saja"

Mata syarla seakan keluar dari kelopaknya, hati syarla bergemuruh entah mengapa mendengar ferdi datang hati nya merasa sangat bahagia sekaligus cemas.

"Kenapa diam?" ucap ibu syarla membuat lamunan syarla buyar, "Apa kamu tak mau menemui nya nak?" tambahnya.

"Ak-aku tak ingin bertemu dengan nya bu___" ucap syarla, walau ia harus membohongi hatinya tapi ia benar-benar belum bisa memaafkan ferdi.

"Tapi ferdi jauh-jauh kemari untuk menemui mu, apa kau tak kasihan padanya?"

Syarla kembali menunduk kini ia meneteskan air matanya, "Aku sakit juka melihat nya bu, tolong mengerti aku"

Ibu syarla nampak tak bisa memaksakan syarla bahwa ia memang tak mau menemui ferdi ,walau ibu syarla berharap bahwa anak nya bisa kembali rukun dengan ferdi namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

Ferdi langsung berdiri takala melihat ibu mertuanya berjalan menghampiri nya, "Maaf nak ferdi, syarla sedang tidak ingin diganggu dia sangat butuh istirahat"

Mendengar itu ferdi benar-benar kecewa namun ia berpikir bahwa kesehatan syarla lah yang terpenting, "kalau begitu aku titip ini ya bu" ucap ferdi sambil memberikan buket bunga Mawar yang ia beli di perjalanan dan di atas nya nampak secarik kertas.

"Iyah nak ferdi, ibu pasti akan memberikan nya pada syarla. Sekali lagi ibu minta maaf semoga na ferdi bisa mengerti dia masih terlalu muda"

"Iyah bu ferdi mengerti!" ucap ferdi setelah itu ia berjalan keluar meninggalkan rumah mertuanya itu.

Ibu syarla berjalan menuju kamar syarla sambil membawakan buket bunga yang ferdi berikan untuk syarla, "Ini titipan dari ferdi" ujar ibu syarla.

Syarla menerima buket bunga itu, matanya tak sanggup menahan tangis. Melihat itu ibu syarla langsung keluar dari kamar dan tak ingin mengganggu anak nya, sedangkan syarla kini berusaha membuka secarik kertas yang terdapat di buket bunga itu.

~Untuk mu istri kecil ku..

Aku benar-benar mencintaimu,

Mengapa kita harus berpisah ?

Bahkan hari ini pun aku merindukan mu.

Aku menangis karena aku mencintaimu, dan terus menangis karena rasa sesak di dada ini.

Akankah aku kehilangan mu? Lihatlah sebentar saja kearah ku!

Dapatkah kau kembali kepadaku, bahkan jika aku mati aku berharap bertemu dengan mu lagi.

~Ferdi Alvaro

Syarla benar-benar tak kuasa menahan air mata di pelupuk matanya, "Hiks hiks, aku juga__ hiks aku juga mencintai mu" lirih syarla sambil memegangi dadanya yang amat sesak.

Ibu syarla yang mendengar isak tangis dari kamar syarla tentu merasa khawatir dan langsung menghampiri syarla, "Ada apa nak?" tanya ibu syarla sangat khawatir.

"Hiks__ hiks aku melukai nya bu," lirih syarla dalam isak tangis nya sambil memeluk ibunya untuk menyalurkan rasa bersalah yang kini mendera nya.

Dilain tempat nampak ferdi yang melajukan mobilnya dengan sangat kencang, pikiran nya benar-benar kacau. Yang ada dipikirkan nya hanya pergi dan pergi, sampai akhirnya ia sampai di depan sebuah rumah. Bukan rumah nya melainkan rumah orang tuanya.

Ferdi membuka pintu rumah tersebut tanpa mengetuk pintu maupun memencet tombol bel lagipula ia hapal kode rumahnya.

"Ferdi__" panggil mamah nya.

"Kak ferdi, kesini ko sendiri?" tanya tiara namun pertanyaan dari keduanya tak ada satu pun yang ferdi jawab, ia malah melenggang masuk kedalam kamarnya. Iyah kedalam kamar yang dulu ia tempati sebelum menikah dengan syarla.

"Ada apa dengan ferdi?" tanya ayah ferdi yang ternyata ada dirumah dan melihat sikap ferdi barusan.

"Mamah juga tidak tahu pah," ucap mamah ferdi kebingungan, "Aku samperin kak ferdi ya pah mah" ucap tiara.

"Jangan!" ujar mamah ferdi sambil menghentikan langkah tiara, "kaka mu pasti sedang ada masalah, sudah biarkan saja ia beristirahat" tambahnya.

Tiara mengangguk tanda ia mengerti, walau ia sebenarnya ingin tau masalah apa yang sedang kakak nya hadapi.

Didalam kamar ferdi menatap dalam-dalam layar ponselnya yang tertera kontak syarla, dengan ragu-ragu ia menekan tombol panggil.

Tak lama kemudian terdengar suara telpon tersambung, "Hallo!"

"...."

"Syarla?"

"...."

"Aku tau kau disana, apa kau baik-baik saja?"

"...."

"Kuharap kau baik-baik saja, jangan lupa makan dan minum obat kalau sampai kau nakal aku akan memukul kepala mu"

Mata syarla mulai berkaca-kaca, ingin rasa nya menjawab semua pertanyaan dari ferdi namun bibir nya terasa kelu.

"Dan satu hal lagi, aku sangat merindukan mu"

"...."

"Kalau begitu aku tutup telponnya, cepat sembuh istri kecil ku"

Tes

Tes

Tes

Ketika rasa ego menghancurkan segalanya, maka harus ada yang mengalah. Agar semua perjuangan yang dijalani selama ini tidak sia-sia.

Bersambung..

1
Metro Kdw
lucu
Iin Nurchayati
bs jd pelajaran... sebagai istri g boleh egois harus ngerti keadaan suami, suami jg g boleh main pukul j apapun alasannya. saling menjaga perasaan pasangan... apapun alasannya g ada Deket dngn lawan jenis stlh menikah, apa lg berduaan
Iin Nurchayati
harusnya jangan sampai main tangan... jelas2 istrinya masih labil+dia cemburu. siapa yg g cemburu denger suaminya ngaku masih single... seenggaknya ngaku sudah tunangan kan bisa. gue aja ikut kesel😅😅
Ayum Maryam
ceritanya bagus
reni
suamiku lebih mbanting mejikom daripada mukul q soalnya dah q ulti klau maen tangan auto q pulang aja g balik lagi 🤣🤣🤣🙈
reni
tor adegan ehem2nya Napa dskip😁
Reza Talita
kak lanjut donk kak cerita bagus banget
manda_
cemburu
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu
manda_
😂😂🤭🤭
manda_
lanjut
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
Natasya
lanjutt
Gina Maria
menurut aku novel ini simpel GK bertele-tele ceritanya rinagan mudah dicerna pokoknya bagus manis & romantis,💖
Gina Maria
novel termanis yang ku baca😘💖
Ani Susiani
ferdi jadi suami idaman
Dewi Kurnia
lanjut
Aini Erni
👍
ha?
mampir thor
Momo_chan 76: mksihh 😍
total 1 replies
4My_4hy🌺
mampir KK othor 😚
Momo_chan 76: maksih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!