Andi dan Intan adalah dua kakak beradik yang terlahir dari keluarga sederhana. Andi umur 5 tahun dan Intan adiknya umur 3 tahun. Bapaknya meninggal karena serangan jantung, sedangkan mamaknya menikah lagi dengan seorang pria duda.
Mereka (Andi dan Intan) harus berjuang sendiri tanpa kedua orang tua, hingga menjadi pengemis dan pengamen untuk bertahan hidup. Akan tetapi, Andi dan Intan berpisah karena suatu kecelakaan di sebuah lampu merah.
Bagaimana kisah selanjutnya tentang kedua kakak beradik ini? Ikuti kisahnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tampan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19: Panti Asuhan
Selanjutnya..
Setelah melepas pelukannya, ibu itu tanpa sengaja melihat kalung yang dipakai Andi yakni kalung aksesoris simbol salah satu kepercayaan yang sering dipakai bapaknya semasa hidup. Saat menjelang meninggal dunia, bapaknya memberikan kalung tersebut kepada Andi. Ternyata Andi dan ibu itu berbeda kepercayaan.
"Siapa namamu, Nak?" tanya ibu itu.
"Andi," jawab Andi.
Ibu itu kemudian memalingkan pandangannya kepada Putri yang dari tadi berdiri di samping Andi.
"Apakah Andi Abangmu juga, Nak?" tanya ibu itu kepada Putri. Putri hanya geleng-geleng kepala seperti malu-malu dan sambil menunduk.
"Mamamu di mana, Nak?" tanya ibu itu lagi. Putri hanya menunjuk ke arah di mana mamanya berada.
Ibu itu menoleh ke arah mama Putri. Setelah ambulance meninggalkan tempat kejadian, bersama orang-orang mama Putri juga membubarkan diri dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Ikut Bunda aja ya, Nak" bunda itu mencoba mengajak Andi sambil memegang pundaknya. Andi hanya geleng-geleng kepala sambil tertunduk.
"Di sana kamu bisa bermain, sekolah, dan banyak teman. Kamu mau sekolah, kan?" bunda itu mencoba membujuk Andi. Mendengar kata sekolah, Andi pun menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, ayo Nak," ajak bunda itu.
Mereka pun beranjak dan berjalan menuju motor bunda itu terparkir. Bunda itu memegang sebelah tangan Andi.
Sesampainya diparkiran, bunda itu naik lebih dulu dan menghidupkan motornya. Setelah itu, Andi naik dan duduk di belakang sambil memegang erat baju bunda itu. Mereka pun pergi meninggalkan tempat kejadian yang mungkin tidak dapat Andi lupakan sepanjang hidupnya. Ya, tentunya tidak lupa memakai helm.
Putri hanya dapat menyaksikan Andi hingga dikejauhan. Mungkin dia merasa sedih karena kehilangan dua temannya, Andi dan Intan.
-----
Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua ada masanya bahkan pada pertemanan. Hanya waktu yang dapat menjawab apakah mereka bertemu atau tidak.
-----
***
Bunda yang membawa Andi bernama Risma, umur 35 tahun dan seorang pengelola sebuah "Panti Asuhan".
***
Panti Asuhan-Kasih Bunda.
Panti asuhan Kasih Bunda adalah sebuah panti asuhan salah satu kepercayaan dan juga berada di kota yang sama dengan tempat Andi dan Intan menggantungkan hidup sebagai pengemis dan pengamen, hanya saja beda kecamatan dan terbilang jauh dari lampu merah tersebut.
Panti asuhan Kasih Bunda juga sebuah panti yang sederhana, berlantaikan semen, beratapkan seng, berdindingkan papan tetapi setengah beton/batu, tidak jauh dari jalan umum, dan punya sedikit lahan yang ditanami seperti: cabe, terong, kunyit, kangkung, bayam, dan sayur lainnya.
Di panti asuhan terdapat beberapa orang anak-anak dari berbagai usia, berbagai latar belakang, anak-anak silih berganti, dan terdapat beberapa orang "Bunda Pengasuh" yang bekerja secara sukarela, juga PRT (Pembantu Rumah Tangga).
***
Panti asuhan Kasih Bunda mempunya dua bunda pengasuh selain Bunda Risma:
Bunda Astri, umur 35 tahun, khusus merawat balita (bawah lima tahun).
Bunda Rita, umur 40 tahun, khusus merawat alita (atas lima tahun).
***
Lebih-kurang perjalanan 1 jam, Bunda Risma dan Andi tiba di panti asuhan. Di halaman panti, beberapa orang anak-anak yang tengah asyik bermain tiba-tiba mengarahkan pandangan kepada Bunda Risma dan Andi. Mereka seperti heran melihat Bunda Risma membawa anak-anak.
Begitu juga dengan Andi, setelah turun dari motor Bunda Risma, dia menoleh kiri dan kanan seperti heran atau seolah berkata, "Aku di mana?"
Salah seorang anak yang bermain menghampiri Bunda Risma dan Andi.
"Siapa, Bun?" tanya anak itu. Tetapi Bunda Risma tidak menjawab.
"Ayo anak-anak, masuk yo!" pekik Bunda Risma kepada anak-anak yang bermain di halaman. Mereka pun masuk dan Bunda Risma tetap memegang sebelah tangan Andi.
Di ruang tamu, Bunda Risma kembali mengajak anak-anak lainnya untuk berkumpul.
"Ayo anak-anak, kumpul... kumpul, yo!" pekik Bunda Risma. Anak-anak yang berada diruangan tadinya, juga Bunda Astri dan Bunda Rita datang menghampiri ruang tamu.
Setiap anak baru atau pendatang baru, panti asuhan Kasih Bunda selalu membuat perkenalan khusus. Sesuai dengan mottonya: "Walau Berbeda Tetap Satu Keluarga".
"Pengemis dari mana, Bun?" tanya Pina sedikit angkuh.
***
Pina adalah anak berumur 12 tahun.
***
"Eh...." perkataan Bunda Rita tiba-tiba terpotong. Bunda Rita bermaksud ingin menegur Pina.
"Sejak kapan kalian Bunda ajari saling membedakan? Dia adalah Adikmu!" kata Bunda Risma kepada Pina.
"Abanggg...." panggil Indah tiba-tiba sambil memeluk Andi.
***
Indah adalah anak berumur 3 tahun.
***
Andi menoleh kepada Bunda Risma.
"Peluk, Nak" kata Bunda Risma kepada Andi sambil mengangguk. Andi pun membalas pelukan Indah.
Setelah Indah, kemudian anak-anak lainnya satu per satu memeluk Andi sambil menyebutkan namanya, juga termasuk Pina.
"Tolong mandikan, ganti baju, dan beri makan Andi ya, Bun" kata Bunda Risma kepada Bunda Astri setelah selesai perkenalan.
"Ayo mandi, Nak" Bunda Astri mengajak Andi.
Sesudah perkenalan, anak-anak lainnya kembali melakukan aktivitas masing-masing.
Tiba di kamar mandi dan saat membuka baju, Bunda Astri tanpa sengaja melihat kalung yang dipakai Andi.
"Ini kalung kamu, Nak?" tanya Bunda Astri sambil memegang kalung tersebut. Andi hanya mengangguk.
"Dari siapa?" tanya Bunda Astri.
"Dikasih Bapakku," jawab Andi seperti malu-malu.
"Bapak di mana?" tanya Bunda Astri lagi.
"Sudah meninggal," jawab Andi. Bunda Astri kembali melanjutkan memandikan Andi.
Tidak lama kemudian, Andi pun selesai mandi. Bunda Astri memakaikan pakaian yang lain/baru untuk Andi, lalu membawanya ke dapur untuk makan.
"Bi, beri Andi makan, ya" kata Bunda Astri kepada PRT setiba di dapur.
"Iya, Bun" jawab PRT. Bunda Astri kemudian kembali ke ruang depan untuk mengurus anak-anak lainnya.
-----
Indahnya hidup ini jika kita saling merangkul walaupun berbeda-beda.
-----
BERSAMBUNG..
**Dukung Like dan Vote ya para READER yang ganteng/cantik dan baik hati. Terima kasih..**🙏🌹