NovelToon NovelToon
Edinburgh

Edinburgh

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Komalasari

Blaire Sutherland, gadis cantik berambut pirang yang sangat ramah dan selalu tersenyum serta menyapa setiap tetangga yang dia temui. Namun, Blaire merasa heran saat kerap bertemu dengan seorang pria asing yang tak pernah menanggapi sikap ramahnya. Penasaran, dia lalu mencoba untuk mencari tahu identitas pria tersebut dengan berbagai cara. Selang beberapa waktu, Blaire menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada pria tersebut, dan si pria pun menyambut baik perasaannya. Ketika hubungan mereka semakin dalam, barulah Blaire mengetahui bahwa pria yang teramat dia cintai itu ternyata telah beristri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One-sided Love

Christian menatap lekat kepada gadis cantik di hadapannya. Sorot mata yang dingin dan misterius, tak jua lepas dari paras tampan tapi datar itu. "Kau ini selain cerewet, ternyata selalu ingin tahu urusan orang lain. Masuklah dan segera minum obat." Seusai berkata demikian, pria bertubuh tegap tersebut segera membalikkan badan.

"Lalu, bagaimana dengan pestanya? Kau belum memberikan keputusan," ucap Blaire sedikit nyaring, berhubung Christian sudah hampir masuk ke dalam mobil.

Sambil mengempaskan napas pendek, Christian menoleh. Si pemilik mata abu-abu tadi berdecak pelan seraya menggelengkan kepala. "Kau sudah tahu jawabanku, tanpa harus kujawab pertanyaanmu. Aku bukan seorang penyuka pesta," sahutnya. Tak ingin berbasa-basi lagi, pria itu pun segera masuk dan melajukan kendaraannya. Dia tak peduli meskipun Blaire masih berdiri di depan pintu sambil terus memperhatikan.

"Oh, tetangga yang luar biasa," keluh Blaire. Baru saja dia akan masuk, pintu rumahnya sudah lebih dulu dibuka dari dalam. Seorang pria dengan janggut tebal serta berambut keriting sebahu, muncul dengan membawa sebuah tas khusus untuk perkakas. "Tuan Gibson," sapa Blaire hangat.

"Hai, Blaire. Apa kau baru pulang?" tanya pria itu tak kalah ramah.

"Ya, Tuan," sahut Blaire. Dia lalu melambaikan tangan pada pria yang saat itu langsung berpamitan padanya. Sesaat kemudian, Blaire lalu mengalihkan perhatian kepada Viktorija yang muncul di sana. "Bagaimana televisinya, Bu?"

"Sudah lebih enak untuk ditonton," jawab Viktorija. "Tadi aku membaca sekilas di running teks. Apa benar jika tuan Fraser meninggal dunia? Kenapa mendadak sekali?" Wanita paruh baya itu tampak memasang raut yang bertanya-tanya.

"Ya, berita itu benar. Aku dan Christian baru kembali dari sana. Nyonya Fraser terlihat sangat sedih," sahut Blaire.

"Pasti tak jauh berbeda denganku sewaktu ayahmu meninggal dunia. Semua wanita yang mencintai suaminya akan bersikap seperti itu," balas Viktorija seraya mengedarkan pandangan pada sekeliling halaman rumah yang asri. "Di mana Christian?" tanyanya.

"Dia langsung pulang," jawab Blaire seraya masuk, kemudian melepas penutup kepala serta mantel yang dia kenakan. "Aku harus segera minum obat, Bu. Rasanya sakit sekali," keluh gadis berambut pirang itu sambil duduk perlahan.

"Seharusnya kau jangan terlalu banyak bergerak dulu, Blaire," saran Viktorija. "Apa perlu kubawakan obatmu kemari?" tawarnya.

"Tidak usah, Bu. Aku akan langsung ke kamar saja," tolak Blaire seraya beranjak dari duduknya. Dengan langkah yang cukup hati-hati, gadis itu mulai meniti satu per satu anak tangga hingga menuju kamarnya. Blaire kemudian membuka pintu, bersamaan dengan ponsel yang bergetar di dalam genggaman.

Nama Sandra tertera sebagai pemanggil. Blaire pun mengeluh pelan. Dia tahu bahwa sahabatnya itu pasti hendak membahas masalah pesta, yang akan diadakan esok malam. Ingin rasanya dia menghindari percakapan dengan gadis tersebut, tapi Blaire bukanlah tipe orang yang seperti itu.

"Hello," sapanya seraya naik ke tempat tidur.

"Hai, Blaire. Bagaimana? Eileen sudah membayar uang muka untuk biaya reservasi kepada Bridget. Kita tinggal melunasi sisanya. Namun, seperti yang telah kukatakan dulu, sisa dari pembayaran akan dianggap lunas andai Christian bisa datang dan ...."

"Kenapa Bridget begitu menginginkan Christian? Aku yakin pria itu tak akan bersedia untuk diajak bercinta dengan dia," potong Blaire tanpa menunggu Sandra menyelesaikan kalimatnya.

"Ah entahlah." Sandra tertawa cekikikan. "Kita tahu siapa Bridget," lanjut gadis itu.

"Ya. Rasanya sayang sekali jika aku harus mengenalkan Christian padanya," timpal Blaire seraya meringis kecil.

"Sayang sekali?" ulang Sandra. "Hm, sepertinya aku dapat mencium aroma sesuatu," godanya.

"Shut up!" sergah Blaire. Sedangkan Sandra hanya terkekeh geli. "Aku benar-benar minta maaf. Christian mengatakan bahwa dirinya bukanlah penyuka pesta. Aku rasa, itu sudah merupakan sebuah jawaban yang sangat jelas."

"Ah sayang sekali," sesal Sandra. "Itu artinya, kita harus bersiap untuk patungan demi melunasi sisa pembayarannya. Oh, baiklah. Barang bagus akan selalu dibanderol dengan harga mahal," ujar gadis itu kemudian.

Mereka pun berbincang sebentar, sebelum percakapan tadi berakhir. Blaire terdiam sejenak sebelum meletakkan ponselnya. Kembali terngiang di telinganya, ucapan dari Adam yang mengatakan bahwa Christian bukanlah seorang pria biasa. Hal sama yang Blaire duga sejak awal.

"Siapa kau sebenarnya Chris?" gumam Blaire. "Andai aku dapat mencari profil tentangmu di internet," pikir gadis itu kemudian. Dia lalu mengempaskan napas pelan, sebelum meraih obat dari atas meja di mana terdapat lampu tidur. Setelah meneguk setengah gelas air putih yang memang selalu tersedia di atas meja, Blaire pun mengubah posisi duduk. Dia kini mulai merebahkan diri, hingga tak terasa kedua matanya yang indah mulai terpejam dengan sempurna.

......................

Seperti yang pernah Viktorija katakan tempo hari, alarm di ponsel tak akan berani membangunkan seorang Blaire. Pagi itu, gadis cantik tersebut masih terlihat begitu nyaman di atas tempat tidurnya. Semalam bahkan dia tak sempat berganti pakaian dan melepas sepatu.

"Apa kau akan tidur terus, Sleeping Beauty?" Viktorija menepuk-nepuk pipi putrinya. Sedangkan Blaire hanya menggeliat perlahan sembari menggenggam erat pinggiran selimut. Namun, gadis itu sepertinya tak berniat untuk segera bangun.

"Blaire, sarapan sudah siap dan kau masih berkutat di atas tempat tidur. Ini tidak baik untuk seorang gadis sepertimu. Jika kau sudah menikah nanti, jangan sampai suamimu berdiri di dekat jendela sambil memandangi istri tetangga kalian yang tengah berolahraga pagi dengan pakaian ketat."

“Aku tak akan sudi mempunyai suami mata keranjang, Bu,” balas gadis itu masih dengan mata terpejam.

“Oh, ya? Pria seperti apa yang menjadi idamanmu?” Viktorija melihat sebuah peluang untuk mencari informasi lebih dalam tentang kehidupan asmara anak gadisnya.

“Seperti Christian,” balas Blaire begitu saja, membuatnya tersadar dan membuka mata lebar-lebar. Dia langsung menoleh pada sang ibu yang tengah memandangnya penuh arti. Viktorija menyunggingkan senyumnya saat Blaire buru-buru duduk dan bersandar di kepala ranjang.

“Sudah kuduga. Kau terlihat begitu bersemangat setiap kali berada di dekat Christian.” Viktorija mengulum senyumnya.

“Sayangnya cintaku bertepuk sebelah tangan, Bu. Dia tak tertarik sama sekali. Biasanya aku yang menolak para pria. Namun, sekarang semuanya sudah berubah sejak diriku mengenal Christian.” Blaire mengempaskan napas pelan. “Ah, sudahlah, aku ingin mandi. Hari ini aku akan ke rumah Eileen, Bu. Ada hal penting yang harus kami diskusikan,” ujarnya sembari turun dari ranjang dengan hati-hati, lalu melangkah ke kamar mandi.

“Kau masih belum sembuh benar, Blaire. Beristirhatlah dulu,” saran Viktorija sambil mengikuti putrinya ke dalam kamar mandi.

“Justru aku harus banyak bergerak, Bu. Setidaknya itu yang dokter katakan kemarin supaya otot perutku tidak kaku. Tak masalah selama aku tidak bekerja atau mengangkat sesuatu yang berat,” sanggah Blaire, kemudian menutup pintu kamar mandinya perlahan.

Jika sudah demikian, maka sia-sia bagi Viktorija untuk membujuk anak gadisnya. “Ya, sudahlah. Terserah kau saja. Kutunggu di ruang makan, Blaire!” serunya sebelum beranjak meninggalkan kamar sang putri.

Beberapa menit kemudian, Blaire sudah selesai merapikan diri. Dia bergegas menuruni tangga dan menghampiri ibunya di meja makan. Setelah sarapan yang singkat, ibu dan anak itu bersiap keluar dari rumah dengan tujuan masing-masing. Blaire hendak pergi ke rumah Eileen, sedangkan Viktorija berjalan menuju kedai miliknya.

Mereka berjalan berlainan arah ketika tiba di perempatan. “Berhati-hatilah, Blaire. Usahakan jangan keluar terlalu lama,” pesan Viktorija sambil mencium kedua pipi putri tercintanya.

“Baik, Bu. Sampai jumpa nanti.” Blaire balas mengecup pipi sang ibu, lalu melambaikan tangan.

Rumah Eileen terbilang dekat dari tempat tinggal Blaire. Jaraknya hanya beberapa blok saja, maka Blaire sudah bisa duduk santai di kamar sahabatnya tersebut. Akan tetapi, belum juga separuh perjalanan, sebuah mobil sedan hitam berhenti begitu saja di dekatnya. Seorang pria jangkung berbadan tegap, keluar dari sana dan menghampiri Blaire yang terus berjalan.

Gadis itu terkesan tak peduli sampai pria tak dikenal tadi memanggil namanya. “Nona Shuterland? Kita harus bicara.”

🍒🍒🍒

Satu rekomendasi judul novel yang layak untuk difavoritkan. Cek yuk!

1
Lusy Purnaningtyas
sweet story, i have falling love with it..
Santhi Agung
marathon bacanya karena penasaran bagus bingit ceritanya thor ga diulang2 pada setiap babnya
Sumringah Jelita
Luar biasa
Ika Yulia
ya ampun thor, bisa2nya Aaron jadi begini.
Ika Yulia
apa jadinya aaron, astaga🙃
Ika Yulia
kasihan aaron cuma jadi persinggahan
Ika Yulia
kupikir itu duwit segepok 🤣
Ika Yulia: astaga thor 😂😂
total 2 replies
Ika Yulia
jangan biarkan blaire mleyot lah thor
Ika Yulia
saya tidak rela kalo kak othor bakal menumbalkan aaron nantinya
Ika Yulia: siap kak
total 2 replies
Ika Yulia
tak kusangka thor jika christ lebih misterius dari juan pablo
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Iya, kak. Auranya beda. Bikin beban hidup terasa berkurang😅
total 3 replies
Ika Yulia
kemanakah rimbanya christian berada
Ika Yulia
semisterius Juan pablo ya thor si Christ nya
Ika Yulia
seperti biasa pas ginian pasti digantung sama othor
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Hehehe, lanjut saja
total 1 replies
Ika Yulia
bikin penasaran siapa itu christ thor
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Lanjut saja, kak
total 1 replies
jema
ceritamu selalu keren
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih, kakak🥰😍
total 1 replies
Sri Widjiastuti
g begitu jg ceritanya Ron...blair tdk pernah bls itu cinta... aaron yg maksa... palg si ibu blair sdh sadar klo keterlaluan.. maksa blair dg aaron...
Sri Widjiastuti
egois nya aaron...
Sri Widjiastuti
sdh tahu blair g cinta aaron... maksa sihh
Sri Widjiastuti
aaron bahagia, tp tidak dg blair... gimana rasanya klo bahagia hanya u 1 orang saja??
Sri Widjiastuti
kata2 yg bijak dr christ yg begitu mencintai blair...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!