NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Suatu Hari, di sebuah rumah mewah yang berada di kota X negara A, dua orang anak manusia tengah asyik mengucapkan janji di bawah bintang dan bulan yang bersinar di langit.

" aku berjanji, akan selalu menyayangimu karena kamu adalah salah satu orang yang menerimaku apa adanya." ucap seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang Bernama Devia Maharani

Mendengar hal itu, anak laki laki yang berusia 11 tahun, seketika menoleh dan tersenyum tipis. " aku janji akan melindungimu sampai kapanpun." ucap laki-laki itu yang bernama Rivaldo Abbas.

seiring berjalannya waktu, dan seiring bertambahnya usia mereka, membuat sikap Rivaldo lambat laun semakin berubah.

Hal itu seketika membuat Devia merasa sangat begitu sedih hingga suatu kejadian yang sangat fatal menimpa gadis itu.

hingga membuat Devia sangat membenci Rivaldo. Mampukah Rivaldo meluluhkan hati sahabat kecilnya kembali. dan Akankah, Devia menerima dan memaafkan kesalahan sahabatnya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Membujuknya

Sesampainya di depan halaman rumah Devia, lebih tepatnya rumah sang bibi, Devia segera turun dari atas motor. saat Rivaldo sudah mematikan mesin motornya.

Tanpa banyak berkata-kata lagi, Devia segera turun dan masuk ke dalam rumah. Sementara Rivaldo, yang masih berada di atas motor, seketika tertegun sesaat.

" Kalian ada masalah?" tiba-tiba saja, terdengar sebuah pertanyaan dari arah belakang rumah itu. sontak saja, hal itu membuat Rivaldo yang mendengarnya, seketika terkejut.

" Astaga paman, ngagetin aja. Rivaldo kira siapa tadi. Hampir aja mau melompat." ucap laki-laki itu Seraya mengelus dadanya.

Agra yang mendengar itu, hanya membalasnya dengan kekehan pelan. Kemudian, menarik tangan Rivaldo untuk mengikutinya.

" duduk sini, Paman mau bicara." ucapnya Seraya berjalan perlahan ke arah kursi yang berada di teras rumahnya. Diikuti oleh Rivaldo dari belakang.

" Kenapa Paman?" tanya Rivaldo. saat laki-laki Tampan itu telah duduk di sebelah Paman dari Devia itu.

" Apa kalian ada masalah?" tanya Agra mengulang pertanyaan yang baru saja ia ajukan itu.

Rivaldo yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang." kita,..." belum sempat ucapan itu keluar semua dari mulut Rivaldo, tiba-tiba saja Devia sudah datang dengan memotong perkataan laki-laki itu.

" Enggak kok paman kita nggak berantem. lagi pula kan, Kita kan hanya berteman. nggak ada hubungan yang spesialkan?" tanya Devia Seraya menatap ke arah Rivaldo.

tentu saja hal itu membuat Rivaldo yang mendengarnya, hanya menatap Devia dengan tatapan tak percaya." Apa mungkin selama ini, yang aku perjuangkan itu salah?" gumam laki-laki itu dalam hati.

Terlihat sekali ekspresi wajah Rivaldo yang menunjukkan raut wajah tidak suka saat sahabatnya itu mengatakan hal itu. dan Devia pun juga melihat hal itu.

Namun karena pada dasarnya wanita itu memiliki sifat egoisme yang sangat tinggi, akhirnya Devia membiarkan dan terkesan tidak mau tahu tentang perasaan sahabatnya itu.

Sementara Agra yang mendengarnya, merasa sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu." bukannya selama ini kalian memiliki hubungan yang spesial? karena paman lihat hubungan kalian jauh dari kata Hanya Sekedar Sahabat?" tanya laki-laki paruh baya itu mencoba untuk memastikan semuanya.

Hening,...

Sejenak suasana menjadi sangat hening sesaat setelah pertanyaan itu meluncur dari mulut Agra. baik Devia maupun Rivaldo, sama-sama membungkam mulut mereka masing-masing.

Hal itu semakin membuat Agra yang melihat itu, semakin merasa ada sebuah hubungan yang mereka tutup-tutupi. tak lama berselang, Velove pun datang dan bergabung bersama mereka bertiga.

" ini kenapa pada diam semua? apakah ada masalah?" tanya wanita paruh baya itu. Seraya duduk di samping Devia.

" biasalah Bu, Namanya juga anak muda. Masih pada Gengsi hehehe." ucap Agra Seraya terkekeh pelan. Sementara Rivaldo dan juga Devia, masih setia dalam kediaman mereka.

" Oh kalian ada masalah toh, cepat diselesaikan. tidak baik mendiamkan masalah berlarut-larut seperti ini." ucap Velove memberikan nasehat kepada dua anak manusia itu.

Setelahnya Agra dan juga Velove segera masuk ke dalam rumah. meninggalkan, kedua remaja itu yang masih sama-sama terdiam di teras rumah mereka.

Sesekali Valdo lirik ke arah wanita kesayangannya itu. Berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa ego di dalam dirinya yang ia akui cukup tinggi.

Agar, dapat menyatakan dan menyebutkan kalimat ataupun permintaan maaf pada gadis yang ada di hadapannya itu.

Berkali-kali, Rivaldo menghembuskan nafasnya perlahan. dengan sesekali melirik kera Devia yang masih setia dengan sikapnya yang selalu saja diam.

Akhirnya karena tidak tahan dengan sikap Devia yang masih saja mendiamkan dirinya, akhirnya Rivaldo memutuskan untuk membuka suaranya.

Laki-laki itu akan berusaha untuk mencoba membujuk gadis itu. karena jujur saja, Rivaldo sudah mulai merasa bersalah dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu.

" Devia maafkan aku ya," ucap laki-laki itu Seraya meraih dan menggenggam tangan dan jemari lentik milik sahabatnya itu.

Sementara Devia yang mendengar itu, merasa sedikit terkejut. karena ternyata, seorang Rivaldo Abbas, bisa juga minta maaf dan bersikap romantis seperti ini.

Karena yang ia pikirkan, sosok sahabatnya itu adalah seorang yang sangat kaku dan juga dingin. laki-laki itu tidak akan pernah berbicara kepada siapapun. Kecuali hanya pada orang-orang terdekatnya.

" Kenapa harus minta maaf, lagi pula, aku yang saah di sini." ucapnya dengan nada Lirih dan juga masih enggan menatap ke arah Rivaldo.

Grep,..

Tanpa berkata-kata apapun lagi, Rivaldo dengan segera memeluk tubuh sahabatnya itu dengan sangat erat. hingga membuat Devia merasa sedikit kesakitan karena merasa pernapasannya terganggu.

" Kak tolong lepasin aku, aku nggak bisa Nafas Ini." ucap gadis itu Seraya sedikit mendorong tubuh kekar laki-laki yang ada di hadapannya itu.

Mendengar ucapan dari sahabatnya itu, seketika membuat Rivaldo tersadar dari tindakan yang ia lakukan.

" hehehe maaf ya," ucapnya terkekeh pelan. dan dengan segera mengusap kepala Gadis itu dengan perasaan sayang.

" Huh dasar, lagi pula Kenapa sih harus marah-marah? kan aku nggak tahu kalau Kakak masih ada di sana? kirain Kak Rivaldo udah pulang karena aku melihat motor Kakak nggak ada di sana. jadi aku putusin untuk ikut sama Kak Michael." ucapnya dengan nada Ketus dengan raut wajah sedikit cemberut.

Mendengar penuturan dari sahabatnya itu, seketika membuat ekspresi wajah Rivaldo berubah total. yang tadinya sedikit ceria, berubah menjadi sedikit garang.

Devia yang melihat itu, seketika melirik sinis ke arah laki-laki itu." jangan bilang kakak cemburu sama Kak Michael?" tanya Gadis itu dengan memasang wajah ingin tahunya.

Padahal di dalam hati Devia, Gadis itu terus menerus berusaha dan berdoa agar Rivaldo tak mengatakan sesuatu yang membuatnya merasa terkejut. Karena, selain dirinya belum siap jika harus merasakan jantungnya berdegup kencang, Gadis itu juga masih Memegang teguh tentang ucapan kedua orang tuanya.

Yang melarang dirinya untuk menjalin hubungan jika belum lulus dari Sekolah Menengah Pertama. alias SMP. Entahlah apa maksudnya, namun, Devia pernah mendengar perkataan yang dikeluarkan dari mulut kedua orang tuanya.

Bahwasanya, usia Devia saat ini masih terbilang cukup amatiran jika mengenal tentang hal berbau cinta-cintaan. Karena memang sikap Devia masih kekanak-kanakan.

Berbeda jika nanti dirinya sudah memasuki bangku SMA ataupun bangku perkuliahan. pastinya akan lebih matang dari segala aspek. baik umur, sikap, cara pandangnya pasti akan berubah.

" Kalau cemburu Memangnya kenapa? Hah!" ucapnya dengan menatap lekat ke arah gadis itu.

Degh

Seketika itu pula, jantung Devia seakan ingin lepas dari tempatnya setelah mendengar ucapan dari laki-laki itu.

1
falea sezi
romantis nya
Dian Rahmawati
wah hanya sahabat
Dian Rahmawati
wah ternyata banyak yg suka sama Devia
DISTYA ANGGRA MELANI
Bru jg senang dikit udah di uji lagi.. Kasihan michael.. Setelah cinta dy dpat tp hrus pergi lbh dulu...
Dian Rahmawati
baru mau bahagia udh sedih aja si Devia
DISTYA ANGGRA MELANI
Kok malah michael jadi korban tabrak jngn bilng ini rencana rivaldo..
Dian Rahmawati
waduh kok tiba2 michele ditabrak
Dian Rahmawati
sweet nya
Dian Rahmawati
wah jadian
Dian Rahmawati
devia buka hati untuk Michele
Dian Rahmawati
michele gentle
Dian Rahmawati
michale mantap
Dian Rahmawati
perhatian nya
Dian Rahmawati
lanjut
Ci_Osyih Aenta
Novel yg bagus semangat yah
DISTYA ANGGRA MELANI
Apakah stlah ini davia pindah sekolah... & kebencian sampai mendarah daging sulit memaafkan???
DISTYA ANGGRA MELANI
Apa ini kak yg dimaksud kejadian fatal kak apa sopir taksi itu bukan sopir taksi yg asli orang suruhan..
DISTYA ANGGRA MELANI
Apakah nnti davia mengalami pelecehan seksual hingga membenci rivaldo..... Klo iya gak sabr buat nunggu pnyesaln rivaldo... Smngt
Jumi Saddah
👍👍👍👍
DISTYA ANGGRA MELANI
Kynya mw mendekati konflik yg mmng membuat rivaldo di rundung penyesalan..... Tp apa ya konflik nya msih pnsaran bngt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!