Seorang kultivator kuat reinkarnasi ke sebuah dunia sihir, dimana dia memiliki tugas dari pada dewa. Entah apa yang membuat para dewa memilihnya dan menghadiahkannya dengan Shadow Ancestor System. Yang pasti, dia memiliki tugas untuk menyatukan dunia dan menghalangi para penentang dewa untuk berkhianat pada para Dewa?
Bagaimana perjuangan dia? Dan apakah Para Dewa memang sebaik itu? Mari kita lanjutkan dengan kisah seorang Jesse Smith. Seorang budak yang akan memimpin dan menyatukan seluruh ras yang ada di dunia sihir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faisal Fanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 019
Seorang pemuda yang entah bagaimana ceritanya bisa membawa sebuah pedang di tangannya mendekati Jesse dengan santai, seakan-akan dia tidak terdampak oleh tekanan yang dikeluarkan oleh Jesse.
“Jangan membuat masalah disini, lebih baik Anda menyelesaikannya besok saja. Takutnya kalau sekarang, maka Anda akan dihadapkan dengan permasalahan bertele-tele dari para bajingan bangsawan ini,” ucap pemuda yang membawa pedang itu.
“Siapakah Anda? Bukankah Anda juga termasuk bangsawan, kenapa malah mengolok teman-temanmu ini?” tanya Jesse sedikit sopan, karena sebelumnya pemuda itu juga sopan padanya.
“Aku adalah Lucius William, aku juga bangsawan tapi tidak seburuk mereka semua, sejak tadi aku hanya memperhatikan saja dari kejauhan, tapi setelah merasakan kekuatan Anda, sepertinya Anda bukanlah orang biasa,” ucap Lucius.
“Kamu benar-benar menarik Lucius, baiklah kalau begitu aku akan menurunkan tekanan setingkat level 150 yang sudah tidak bisa ditahan oleh para bangsawan lemah ini, memang menyedihkan sekali,” ucap Jesse begitu keras sampai terdengar semua orang.
“Kalau tidak keberatan, apakah saya boleh mengundang Anda untuk makan bersama di rumah makan yang tak jauh dari penginapan ini? Bagaimana Tuan Lucius?” tanya Jesse.
“Tentu saja saya menerimanya Tuan Jesse. Dan kalian semua jangan membuat kegaduhan lagi, andaikan kalian semua tahu, bahwa Tuan Jesse ini sangat kuat dan kalian bisa dibunuhnya dengan sangat mudah, camkan kata-kataku!” tegas Lucius.
“Mari Tuan Jesse…” Lucius mempersilakan Jesse dan Anya untuk memimpin jalan, Nicholas sendiri langsung mengekor di belakang mereka bertiga.
Disisi lain, para bangsawan yang ada disana seperti dipecundangi, terutama Tuan Muda Richard Martinez, dia benar-benar seperti seorang yang menyedihkan setelah Jesse mengeluarkan tekanannya tadi.
‘Sial! Apakah dia sekuat ini, bahkan aku yang sudah menembus level 100 di usia seperti ini pasti sudah menjadi orang yang terhormat di kalangan keluargaku, tapi bagaimana bisa rakyat jelata itu malah lebih kuat dariku!’ kesal Richard Martinez dalam hati.
‘Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, aku harus melakukan apapun untuk mengembalikan kehormatanku lagi, aku akan membunuh kedua bajingan itu nanti malam, aku akan menyewa pembunuh paling kuat, lihat saja kalian bajingan!’ batin Richard Martinez.
***
Sementara itu, Jesse, Anya, Lucius dan Nicholas sudah berada di sebuah rumah makan yang cukup lezat, mereka berempat sedang membahas mengenai kenapa mata Lucius yang ditutup itu.
“Apakah itu karena sebuah luka yang kamu dapatkan karena melawan seseorang? Kamu termasuk orang kuat yang menyembunyikan kekuatannya bukan, Tuan Lucius?” puji Jesse.
“Hebat, bahkan Anda bisa membuat kesimpulan dalam sekali lihat, benar-benar orang yang berbakat,” ucap Lucius membalas pujian.
“Aku juga bisa merasakan bahwa pedang yang kamu bawa itu bukanlah pedang sembarangan, bahkan pedang itu bisa menguraikan tekananku sebelumnya dan membuatmu bisa berjalan tenang dibawah tekananku,” lanjut Jesse.
“Maafkan saya, tapi saya berjanji tidak akan melepaskan kain pembungkus ini kecuali untuk musuh saya yang selama ini sudah aku incar, aku akan membunuhnya suatu hari nanti,” ucap Lucius dengan wajah yang sangat serius.
Jesse hanya tersenyum saja, sayangnya dia sudah tahu pedang apa itu setelah sistem menjelaskannya padanya.
[Pedang Penghancur Aura. Sebuah pedang yang mampu menahan tekanan dan mengembalikan tekanan lawan sebanyak 2-3 tiga kali lipat. Batas level pengguna 180]
‘Jadi dia sudah pasti level 180 ke atas, untuk ukuran anak muda sepertinya tidak mungkin kalau dia tidak bekerja keras, selain memiliki karakter yang kuat dia juga memiliki ambisi untuk melakukan sesuatu, apakah aku selama ini kekurangan ambisi ya?’ batin Jesse.
“Oh iya Tuan Jesse. Nanti malam jangan lengah, Si Bajingan Martinez itu pasti akan melakukan sesuatu, dia benar-benar orang yang licik dan memang begitulah karakter Keluarga Martinez, jadi mohon berhati-hatilah,” ucap Lucius tiba-tiba.
“Sepertinya kamu sangat mengenalnya ya?” tanya Jesse.
“Saya dulu pernah berurusan dengan salah satu keluarga mereka yang tak kalah sombong, tapi orang itu berakhir dengan kekalahan, permasalahannya adalah mereka melakukan balas dendam dengan mengirimkan sebuah serangan assassin, untungnya saya dapat membunuh mereka semua,” jawab Lucius tenang.
“Baiklah aku akan berhati-hati nanti, oh iya bolehkan kapan-kapan kita melakukan latih tanding, melihat dari otot yang ada di tanganmu, sepertinya kamu lebih banyak menggunakan kekuatan fisik daripada sihir, aku sudah lama sekali mencari orang sepertimu,” ucap Jesse.
“Hahaha! Sepertinya kita akan cocok nanti Jes– oh maaf Tuan Jesse. Karena aku juga ingin mengatakan hal yang sama, setelah melihat kekuatan dan otot yang indah di tubuh Anda,” senang Lucius.
“Tidak masalah, bagaimana jika kita mulai sekarang menjadi teman dan menghilangkan panggilan formal yang mengganggu ini Lucius?” tanya Jesse memberikan tawaran.
“Tentu saja aku mau Jesse, kalau begitu itu saja yang ingin aku sampaikan, setelah menjalani Tes Masuk Pasukan Kerajaan, mari kita atur waktu untuk melakukan latih tanding,” ucap Lucius menjulurkan tangannya.
“Baik!” Jesse menjabat tangan Lucius, hari itu menandai dua orang kuat di generasi muda menjadi teman sekaligus rival yang sama-sama berbakat dan sama-sama memiliki tanggung jawab yang berbeda di masa depan nanti.
***
Malam hari…
Setelah percakapan sore tadi, akhirnya Jesse, Anya dan Nicholas memilih untuk pindah ke penginapan yang lain, mereka bertiga juga tidak tidur karena menunggu para pembunuh yang akan dikirim itu.
“Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu akrab dengan Lucius, dia sangat misterius dan kebanyakan hanya diam saja, tapi aku baru tadi sore melihat dia sangat senang dan berbicara panjang lebar pada orang lain, kamu memang hebat Jesse!” seru Nicholas.
“Yaaa … kamu akan paham dan akan senang jika melihat ada orang yang mirip denganmu, contohnya seperti kami berdua adalah orang yang lebih mengandalkan otot daripada sihir, jadi entah kenapa kami merasa cocok saja,” jawab Jesse tenang.
“Ya aku bisa melihat kalian berdua benar-benar sama-sama memiliki otot yang bagus, tapi kalau Lucius dia kebanyakan hanya melatih tangannya saja, kalau kamu melatih tubuhmu secara merata,” ucap Anya.
“Tentu saja, karena dia adalah pengguna pedang panjang dan bukan pedang seperti kebanyakan yang digunakan oleh orang-orang di kerajaan ini, entah siapa gurunya tapi dia sangat berbakat dengan ilmu pedang itu,” jawab Jesse menanggapi.
Di tengah obrolan mereka itu, sebuah aura tipis terasa, mereka semua masuk ke dalam penginapan melalui atap. Jesse yang pertama kali menyadarinya langsung menyuruh kedua orang disampingnya untuk diam.
“SSSHHH… sepertinya tamu kita sudah datang, mari kita sambut mereka dengan meriah,” ucap Jesse sambil meletakkan jari telunjuknya di mulut.
Anya dan Nicholas mengangguk paham, lalu mereka berdua pura-pura tidur dengan selimut, tapi di tangan mereka masing-masing sudah ada senjata dan lingkaran sihir yang siap dikeluarkan kapan saja, lalu…
*WUSH!
*WUSH!
*WUSH!
Beberapa orang masuk ke dalam kamar itu, kemudian mereka semua langsung mengarah ke tempat tidur, mereka tersenyum penuh kemenangan, karena melihat target mereka yang mudah itu.
“Maafkan kami anak muda, tapi kamu harus mati, jadi jangan salahkan kami, salahkan saja takdir kalian yang tidak baik dan malah menyinggung Tuan Muda Richard, matilah!”
Salah satu dari orang yang masuk itu mengayunkan belatinya dan berusaha mengincar leher Jesse yang tidak terjaga apa-apa, tapi…
*JLEB!
Jesse balik badan dan langsung menggunakan tangan kosong langsung musuh jantung musuh serta mencabutnya dengan mudah, lalu dia melihat dua orang pembunuh lainnya yang juga gagal dalam membunuh Anya dan Nicholas.
“Sial! Apa yang sudah kamu lakukan pada saudara kami! Matilah bajingan!” Beberapa pembunuh lain yang memiliki tugas berjaga di pintu langsung menerjang Jesse dari tempatnya.
“Heh lambat!” Jesse menghilang lalu muncul di tepat di samping orang yang menerjangnya itu, dan…
yg ini baru bisa dibuka jdi mampir juga di novel ini biar sama² Subrek
ok thor