NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Majikan Kejam

Rahim Untuk Majikan Kejam

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: aaswidia

Saat dirinya sedang dikejar kejar preman jahat. lalu tiba-tiba di tolong seorang pria tampan..


lalu dirinya bekerja sebagai pembantu ditempat pria yang menolong nya..



suatu hari dirinya harus membalas Budi. dengan mau memberikan rahim nya untuk sang pria penolong tanpa dinikahi.. akankah Melisa mau memberikan rahim nya itu?



Dan ada alasan apa si pria ini. meminta rahim pembantunya secara tiba-tiba?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Melisa terdiam sejenak..

ia tak langsung menjawab penawaran dari Vino. .

''Bagaimana apa kau setuju Melisa ?'' tanya Vino kembali

''Kesempatan ini gak akan datang dua kali Melisa.. saya yang sudah berbaik hati untuk memberikan mu uang . dan untuk besoknya ini tidak lah berlaku lagi '' ujar Vino melanjutkan

Melisa menutup matanya sebentar, ia pun coba berpikir

HM, haruskan ia menerima tawaran majikannya ini.. tapi entahlah ia sedikit ragu. namun saat mengingat kakak dan ibunya.. ia sadar bahwa ia memang membutuhkan uang itu.

''pak'' Melisa menatap Vino dan memanggilnya

''ya?''

''tadi kata bapak. saya bayar nya tidak pakai uang lagi ya? itu kenapa pak?'' tanya Melisa hm..ia harus tahu dulu apa yang di maksud Vino

Vino tersenyum..

''Ya benar.. nanti kamu tidak perlu membayar lagi dengan uang.. hanya nanti apabila saya membutuhkan bantuan maka kamu harus bersedia melakukannya. bagaimana Melisa ?''

''hm maaf pak. memang apa ya yang bapak butuhkan dari saya..saya kan tak punya apa-apa ?'' nah sebenarnya ini yang ingin Melisa tanyakan dari tadi.

Vino menatap lama wajah Melisa dan ia pun berkata

''Untuk saat ini saya belum tahu apa itu.. tapi mungkin untuk besok atau suatu hari nanti saya butuh bantuan dari mu.. maka kau harus mau sebagai ganti dari uang yang ku pinjamkan ini'' jelas Vino

Melisa merasa aneh, kenapa dia belum tahu. pikirnya

Melisa menghela nafas panjang lebih dulu..

''ya baiklah aku setuju '' ucap Melisa

''tapi kau tidak merasa terpaksa kan? ya maksudku aku tidak mau disebut memaksa''

''ya tidak..aku tidak merasa di paksa pak '' jawab Melisa

Vino tersenyum lebar

''baiklah.. kau butuh uang nya berapa ?'' kini Vino menanyakan uang yang Melisa butuhkan

''Empat puluh lima juta '' ucap Melisa mengatakan nilai uang yang di butuhkan nya.

cukup terkejut juga Vino mendengar yang Melisa sebutkan..

''kalau saya boleh tau.. untuk apa uang itu?'' tanya Vino masih menatap Melisa

''untuk pengobatan saudara saya.'' jawab Melisa dengan menunduk sedih

''memang saudara mu sakit apa?''

''kakak saya sakit kanker otak'' jelas Melisa lagi mengatakan.

Vino manggut-manggut...

''hm baiklah,, nanti saya berikan saja kamu sore ini.. apa kamu akan memberikan nya langsung pada saudara mu itu? atau bagaimana?''

''saya mau minta izin pak Untuk pulang kampung dulu. untuk memberikan nya langsung kepada ibu saya, karena kebetulan disana jauh dari tempat mengambil uang'' jelas Melisa

''Oh baiklah.... saya ikut kamu pulang kampung'' tiba-tiba ucap Vino tanpa pikir panjang dulu

''A-apa?'' Melisa kaget

''ya! kenapa . apa tidak boleh?''

''Em. bukan seperti itu hanya....''

''Sudah diam lah. terserah saya, saya yang mau kok'' kekeh Vino tak ingin di Bantah.

''ya baiklah.. terserah Anda'' sahut Melisa.

Melisa melihat Vino keluar dengan membawa motor nya..

lalu hanya Lima belas menit, motor Vino sudah kembali..

sesuai pekerjaannya Melisa segera menyambut kedatangan Vino. takut-takut nanti dia Kena hukum lagi..

Vino berjalan menuju pintu rumah, ia menatap heran pada Melisa yang sedang berdiri di depan pintu..

"Sedang apa kamu?" tanya Vino

"hah apa?"

"iya sedang apa di depan pintu.. menghalangi jalan ku saja, awas!" suruh nya dengan cetus . dan menyingkirkan badan Melisa

Melisa terbengong melihatnya..

apa maksudnya sih..

kemarin aku tak menyambut salah,

sekarang aku sambut dia dengan tepat waktu salah juga.. oh sialan.." Melisa mengomel dengan berbicara sendiri...

"Melisa...." Vino memanggil

"HM ada apa ?" Melisa menyahut dengan suara tak semangat

"kenapa dengan suaramu itu ?"

"Ha? oh tidak apa-apa pak" kini suaranya sudah seperti biasa.

Ck..... Vino tak mengerti dengan perubahan wanita ini.. lalu ia Tiba-tiba mengulurkan kertas amplop coklat kepada Melisa

"nih ambillah " ucapnya

"apa ini pak ?"

""ya uang.. yang kau pinjam dari ku, cepat ambil"

"oh uang.. baiklah " Melisa pun mengambil amplop coklat tersebut.

"terima kasih ya pak sudah mau meminjamkan uang ini kepada aku" ujar Melisa

"iya" angguk nya "tapi ingat itu tidak lah gratis" lanjutnya lagi mengingatkan

"iya pak saya ingat kok'' balas Melisa.

Besoknya

Vino pun ikut pergi ke kampung nya Melisa, entahlah ini seperti bukan dirinya..

karena dia yang dulu mana mau pergi ke tempat yang seperti ini. yang ada dulu dia justru perginya ke tempat hiburan seperti ke luar negeri.

diperjalanan menuju kampung Melisa

"Astaga, jalanan seperti apa ini. kenapa becek dan berlumpur dan banyak batu sekali.."

"oh ****.. bisa-bisa ini mobilku mogok " mengeluh lagi

"hei Melisa, bisa tidak kamu punya rumah itu jangan yang jauh dan kotor seperti ini?" sambil menatap Melisa

Hah... sudah berkali-kali Melisa menghela nafas lelah.. dan ia ikut kesal juga telinganya sudah sangat kesaksian mendengar ocehan lelaki ini,

"hei pak. Anda jangan salahkan saya ataupun jalanan ini.. tapi salahkan saja anda yang kenapa mau ikut segala ke kampung saya.. saya tidak merasa mengajak bapak deh.. lalu kenapa bapak ini sekarang protes. sudah tahu namanya juga kampung. ya pasti begini jalanan nya!" entah sadar atau tidak, Melisa berani menjawab ocehan Vino

Drrrrt..

Vino langsung menghentikan laju kendaraannya..ia menatap pada Melisa

Melisa melongo di buatnya.

apakah Vino marah?

Melisa dengan gerakan sangat pelan ia memutar kepalanya menghadap Vino.. ia ingin lihat reaksinya Vino,

"pak...." panggil Melisa sangat pelan

sedangkan Vino kini tengah menatapnya ah ralat sepertinya Vino menatap bibir Melisa!

"pak.." panggil Melisa lagi

"stop" Vino menahan bibiir Melisa dengan tangannya agar tak bersuara lagi

"Emmh" dengan penuh pertanyaan

"Mel, kamu tadi kenapa bicara sangat panjang.. dan dan bibir kamu itu kenapa terasa manis ?" tiba-tiba ucap Vino

"Apa? dasar cabut" Melisa ingin memukul Vino

tapi Vino segera mencegah dengan menahan tangan Melisa ini,

"kenapa kau marah ?"

"kenapa aku marah ? lalu apa yang bapak pikirkan.. kenapa bapak tadi bilang seperti itu ?"

Vino langsung mengernyit tak mengerti

"apa maksudmu?"

"Hah.. sudahlah lupakan, aku lelah berdebat pak" Melisa menyenderkan tubuhnya dan ia menatap ke luar jendela mobil.

"aneh sekali kamu" ucap Vino pelan

Yak.. tapi lebih aneh lagi dirimu dasar pria cabul.. dalam hati Melisa mengoceh

kini sudah sampai lah mereka di pekarangan rumah ibu Melisa,

Melisa lebih dulu keluar dari mobil majikannya. dan menunggu Vino juga keluar. namun Vino rupanya masih belum juga membuka pintu mobil..

di dalam, Vino sedang meneliti rumah yang begitu sangat kecil ini.. bahkan ia pikir ini sudah tidak layak di tempati..

Sebenarnya apa yang gue pikirkan kemarin, kenapa gue harus mau jauh-jauh datang ke tempat Kumu Seperti ini"

"pak.. pak" Melisa memanggilnya sambil menggedor-gedor pintu mobil

seakan tersadar, Vino pun membuka pintu mobil. dan ia mulai keluar.

"pak ayo'' ajak Melisa begitu Vino sudah keluar dari mobilnya itu

"Hmm..." Vino tampak ragu

"ayo.. atau aku tinggal nih"

"ya baiklah ayo, cerewet sekali kamu!" kata Vino mendelik ke arah Melisa.

"yasudah"

lantas mereka pun mulai masuk,

"Assalamualaikum ibu..ini Mel pulang" Melisa memanggil ibunya dan mengetuk pintu

ceklek pintu terbuka.. dan keluarlah seorang wanita paruh baya.

"waalaikum salam, Melisa. nak. kamu pulang? bagaimana kabar mu nak?" ibunya segera memeluk tubuh Melisa.. dan melepaskan rass rindu mereka!

"iya..Bu Mel baik Bu, gimana kabar ibu juga?"

" ibu juga baik nak.."

"maaf ya Bu Mel baru bisa pulang"

"iya tidak apa-apa nak . asal kamu sehat ibu sudah senang"

lalu pelukan mereka terlepas,

ibu menatap Vino..

"HM ini siapa nak? " sambil menunjuk ke arah Vino

"ini bos Mel bu" jawab Melisa

"oh bos kamu Mel. yasudah ayo silahkan masuk" ajak ibu

"iya Bu.. mari pak masuk'' ajak Melisa pada Vino

"HM.."

ibu Melisa mempersilahkan mereka masuk, Melisa pun segera duduk di bawah lantai. karena sebenarnya di rumahnya tak ada kursi untuk duduk .

Vino menghela nafas.. haruskan ia juga ikut duduk di bawah seperti itu?

"pak ayo silahkan duduk"

Vino sekarang ikut duduk..

walaupun ia merasa tak nyaman.

"maaf ya pak, kalau di rumah ibu tidak ada kursi nya'' ucap Melisa tak enak.

"ya tak apa" kata Vino

Di tempat lain.. seseorang wanita tiba-tiba datang ke rumah Vino..

namun ia terkejut karena rupanya Vino tak ada di rumahnya..

dan juga orang itu. tak menemukan keberadaan Melisa, sesuai yang di ceritakan Arkana..

hmmm siapakah dia??

1
Sumi Ati
Kok gak sesuai judul ya?
Juni Cayang Bunda
seru loh KK. tapi knp tamat?
Dwi ratna
gk dlanjutkn ya ka
Hanizar Nana
itulah kekurangan mu vino km serakah dgn harta sehingga km sanggup mengorbankan rasa dihati mu utk sebuah harta yg fana ini.coba kamu teguh dgn kata hatimu dan cari wanita mu sampai dapat bawa dia dlm hidupmu.kau akan bahagia wlpun hidup sederhana Krn kau punya cinta.
Hanizar Nana
jangan lama amat up nya Thor . cerita nya seru
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: aku usahakan ya kak mksh sudah setia,boleh kakak sambil nunggu baca cerita ku yg lain, klik profil ku ya kak.gak kalah seru kok 💖💖
total 1 replies
Hanizar Nana
kekejaman mu akan membawa kesengsaraan dirimu Vano. maka berpikir lah dgn baik kelakuan mu sudah benarkah??.klu kau kejam pantas saja orang meninggal kan dirimu
mami Ros
aku mampir kk
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: mksh dah kesini 😁
total 1 replies
Hanizar Nana
Jeny kena Corona ntar km peluk nular SM km 🤣🤣🤣..
biya
caper banget sih Jenny,ga tau aja dia kalau Vino lagi mikirin Melisa 🤣🤣🤣
ehh Vino ternyata opa ji chang wook 😍😍
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: sesuai ekspektasi hayalan kakak GK kira-kira 🤣🤣 OMG Vinoooo
total 1 replies
Hanizar Nana
waduh vino jadi semakin bringas aja.apalagi sampai bentak Oma, dosa kamu vino.kau sendiri langsung batalkan klu memang tdk mau jangan pakai emosi mu bila berhadapan dgn orang tua
Hanizar Nana
hati" kau Bella jgn salah bicara km sudah jelas kau pelakunya bella.apalagi skrg macan sdg mengamuk maka dipastikan kau juga kenak imbasan apalgi sampai ketau kau menjebak Melisa maka tamatlah riwayat mu bella
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: tenang kak tenanggg 😁
total 1 replies
Hanizar Nana
makanya Melisa mending km plg aja tempat vinno biarpun dia marah" tp disitu tidak ada yg berniat jahat SM km.skrg pikirkn setiap tindakan yg kau ambil dan jalan kan
biya
Aksa juga sepertinya tidak akan menyalah kan Melisa secara Melisa kan baru dirumah itu tata letak barang barang juga dia baru tau,pas datang juga ga bawa apa apa kan apa lagi bawa racun...duh c Bella gegabah nih.
biya
kebangetan nih ulet keket bikin orang sampe sakit perut gitu,gemes banget dah .
Hanizar Nana
ingatlah Bella setiap perbuatan akan ada hasilnya.jgn merasa hebat
biya
apa Bella masukin garam ya?🤔🤔
Hanizar Nana
dimana aja yg sirik sabar aja Melisa , Bella blom tau dia siapa km dihati aksa.ntar dia sendiri yg kena batunya atas perbuatan nya
Manggu Manggu
semangat author
biya
waw Bela seperti iri nih,meraa posisi nya terancam...bau bau nya mau bikin ulah nih sama Melisa 🤔
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: Bela akan beraksi 🙊
total 1 replies
Hanizar Nana
wawww Vinno jgn ngegas gitu yg ada Melisa nantik mati sebelum kau dapatkan.dia TDK bersalah.cara mu yg salah.sadar lah dgn sikapdan sipat mu itu tlah melukai hati nya Melisa.
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒: Vino hanya ketakutan Melisa di rebut adiknya, pdhl calon istrinya lagi ngamokk minta di perhtiin 🥱😁
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!