Bintang, gadis berusia 30an, kesepian, tidak pandai bergaul dan cenderung pemalu bertemu dengan Luigi, pria berusia sebaya yang berasal dari Managua,Nikaragua. Mereka bertemu di salah satu aplikasi pencarian teman di dunia maya. Berawal dari kecocokan dan kesepian, mereka berhasil menjalin tali kasih yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We meet again
Hari ini Bintang bangun kesiangan, hampir pukul 12 saat ia keluar dari kamarnya. Akhir akhir ini dia sulit tidur berkali kali lipat dari biasanya. Di rumahnya, beberapa orang sedang menaruh rangkaian bunga. Ya, besok ia akan menikah dan pengantin prianya bahkan masih di jalan.
Tante Zein tersenyum mengikuti Bintang ke dapur. Gadis itu duduk dan meminum air putih segelas.
"Udah siap Bintang?" tanya tante Zein
"Gatau nih tante, aku masih kaya yang belum percaya" kata Bintang murung
"Tenang aja, calon suami kamu itu bukan penipu, tante udah nyuruh orang buat nyelidiki. Lagipula penipu mana yang ngirim uang segitu banyaknya buat persiapan pernikahan? Lengkap sama dokumennya lagi" tante Zein tertawa
Sedikit banyak perkataan tante Zein membuat Bintang tenang. Gadis itu bangkit setelah tantenya menyuruh ia makan siang dan bersiap siap. Selepas Ashar, Bintang akan pergi seorang diri ke Jakarta untuk menjemput Luigi.
******
Bintang mengetuk etuk jemarinya di setir kemudi. Menunggu antrian untuk masuki jalan tol. Gadis itu memakai kaos hitam, jeans, kardigan panjang dan sepatu Adidas andalannya. Kacamata hitam bertengger di mukanya.
Gadis itu mengemudikan kendaraannya perlahan. Sambil sesekali ia menyanyi mengikuti lagu yang terus berputar sejak ia berangkat tadi. Anggi dan Dinda serta beberapa orang temannya menginap di rumah. Mereka akan membantu Bintang dengan persiapan terakhirnya. Tak lupa hadir, ada pula Onil, lelaki yang bekerja sebagai MUA di studio.
Tante Zein juga ikut menginap untuk mengatur acara pengajian sebelum pernikahan. Jadi, sebelum pengajian, Luigi akan mengucapkan dua kalimat syahadat yang membuatnya menjadi seorang mualaf. Setelah itu dilanjutkan dengan pengajian dan ditutup dengan ijab kabul.
Prasmanan dipesan untuk makan para sahabat dan keluarga. Untuk para tamu, sudah disiapkan bingkisan makan siang dan bingkisan ucapan terimakasih berbentuk parcel yang harganya lumayan mahal. Semua itu hadiah dari oma
******
Luigi menelpon untuk mengabarkan bahwa ia sudah sampai di Singapura. Pesawat yang akan membawanya ke Jakarta berangkat pukul 9 malam. Sekitar jam 11 ia akan sampai di Indonesia. Bintang mengiyakan dan memberitahunya bahwa ia sudah di jalan.
Setelah perjalanan panjang dari Bandung, pukul 8 kurang Bintang sudah sampai di bandara. Karena lapar ia membeli seporsi kentang dan moccafloat untuk mengganjal perutnya.
Ia masih berkirim pesan dengan Luigi sampai Luigi berkata bahwa pesawatnya akan berangkat.
Bintang berjalan berkeliling menikmati suasana di bandara. Sesekali ia melihat jajaran souvenir yang dijual di beberapa toko.
Sebenarnya Bintang sedang berusaha meredakan debaran di dadanya. Perasaan aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya merasuk hatinya. Senang, cemas, takut semua berkumpul menjadi satu. Sampai pukul setengah 12 malam, belum ada kabar dari Luigi
Bintang berkeliling dan bertanya kepada petugas keamanan bandara di mana ia bisa mendapatkan informasi tentang pesawat dari luar negeri yang baru mendarat. Petugas itu berbaik hati mengantarkannya. Tepat saat Bintang akan bertanya, Luigi menelpon.
Pria itu meminta maaf, dan seketika punggung Bintang menjadi dingin. Saat Bintang bertanya ada apa, pria itu hanya terdiam. Perasaan takut menyelimuti Bintang. Benar dugaannya. Pria itu kemungkinan besar menipu. Air mata membayang di mata Bintang dan ia nyaris menangis saat seseorang di belakangnya berkata
"Hi Gia.. Long time no see"
Bintang membalikan badannya dan melihat Luigi alias Remi berdiri di hadaoannya. Rasa cemas, takut dan lega bercampur menjadi satu menjadi tangisan, saat Luigi memeluknya. Selama beberapa menit Bintang hanya bisa menangis dalam pelukan pria itu
******
Tangis Bintang mereda setelah beberapa saat, Luigi merangkulnya dengan satu tangan, tangan yang lain menarik koper yang lumayan besar.
"You made me shy Gia, seriuosly" kata Luigi perlahan
Bintang hanya tersenyum dan menatap pria itu dalam dalam.
"Deal with it, you made me cry" balas Bintang
Mereka berdua berjalan menuju tempat Bintang memarkirkan mobilnya. Lalu keduanya masuk ke dalam mobil. Bintang menginjak pedal gas, mobil pun meluncur keluar dari bandara.
"Have you eaten?" tanya Luigi
"Yeah, buy now im hungry again" kata Bintang sambil berkonsentrasi mengendarai mobilnya.
"Lets buy some food then" kata Luigi
"Okay" sahut Bintang pendek
Mobil memasuki rest area. Waktu menunjukkan pukul 2 pagi. Kedua orang itu memasuki minimarket dan membeli kopi serta mie instant. Mereka membawa belanjaan mereka dan duduk di pelataran mini market.
Mereka menghabiskan makanannya sambil berbicara santai. Sesekali diselingin tawa dari keduanya. Bintang merasa sangat bahagia. begitupun dengan Luigi
******
Kedua pasang muda mudi itu menikmati perjalan di dini hari menuju Bandung. Banyak cerita yang mereka bagi. Tanpa terasa, mereka sudah memasuki Bandung. Bintang terus mengemudikan mobilnya hingga mencapai akhir jalan tol. Ia keluar di pintu tol Cileunyi.
Hampir pukul 6 saat Bintang manaruh mobilnya di depan rumah. Pintu pagar sudah dibuka lebar. Tante Zein dan Oma menghampiri Luigi. Keduanya bergantian memeluknya. Egy, teman Bintang di studio mengajak Luigi untuk ke kamar Bintang, barangkali pria itu merasa kelelahan dan ingin beristirahat. Namun Luigi menolak dan mengikuti Bintang ke meja makan. Para sahabat ditambah oma dan tante Zein ikut duduk di meja makan. Mereka kagum melihat pria setampan Luigi. Luigi pun cepat merasa akrab dengan mereka.
Mereka semua masih di meja makan saat Onil masuk dan meminta Bintang serta Luigi bersiap siap untuk acara pernikahan mereka.
Pemuka agama, penghulu dan petugas KUA sudah datang pukul 9. Luigi sudah siap dengan setelannya. Ibu ibu pengajian pun sudah hadir. Ibu ibu itu sangat kagum dengan ketampanan Luigi. Mereka membicarakanya sambil terkikik, berharap anak gadis mereka mendapatkan suami yang tampan juga.
Bintang sudah selesai di dandani Onil. Gadis itu tampak sangat cantik dan anggun. Oma menitikkan air mata saat melihatnya. Bintang memeluknya erat erat.
Tibalah saat Luigi duduk di depan pemuka agama. Dengan lancar pria itu mengikuti pemuka agama mengucapkan dua kalimat syahadat. Luigi pun sah menjadi seorang muallaf.
Bintang keluar dari kamar untuk mengikuti pengajian. Luigi tertegun melihat betapa cantiknya Bintang. Gadis itu duduk di apit oma dan tantenya.
Luigi mengambil ponsel di sakunya dan mengirimkan Bintang sebuah pesan
"You're so beautiful Gia" tulis Luigi
Di seberang Luigi, terlihat Bintang memgambil ponselnya. Ia tersenyum kepada Luigi setelah membaca isi pesan tersebut.
******
Inilah puncak acara yang di tunggu Luigi dan Bintang. Selesai lengajian, Bintang dan Luigi duduk di hadapan penghulu. Sebelum memulai, penghulu itu menyampaikan beberapa pesan kepada Luigi dalam bahasa inggris. Luigi menganggukan kepala tanda mengerti
Karena Bintang seorang yatim piatu, wali hakim lah yang menikahkannya. Luigi disuruh untuk menghapal ijab kabul lewat kertas yang dituliskan Ardan. Setelah semua siap, penghulu mulai menggenggam tangan Luigi. Dalam hitungan detik, Luigi dengan sangat lancar mengucapkan ijab kabul, penghulu pun bertanya pada para saksi, apakah sah. Para saksi menjawab sah. Dengan ditutup dengan bacaan hamdalah dan doa, Bintang dan Luigi resmi menjadi suami istri
btw studio Katumbirie.saya baca nya kebalik... Ketumbar 🤧
like back ya