Kendrick William, pemuda Inggris, berusia 25 tahun, Mahasiswa Pascasarjana semester akhir, tidak pernah menyangka akan jatuh pada pesona gadis Indonesia bernama Naura, mahasiswi Pascasarjana sama sepertinya. Padahal wanita Indonesia adalah wanita yang sangat ingin dia hindari, walaupun dia terlahir dari seorang wanita Indonesia. Dari kecil dia berharap, agar tidak pernah jatuh cinta pada wanita Indonesia, bukan karena benci, tapi ada alasan tertentu yang membuatnya tidak berminat untuk menjadikan wanita Indonesia pasangan hidupnya.
Apa alasan Kendrick sebenarnya? sanggupkah dia mengabaikan pesona wanita Indonesia, yang sebenarnya sudah berhasil mengusik hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
"Mah, bisa gak sih tidak perlu teriak sekencang itu? gendang telingaku hampir pecah, Mah." protes Kendrick yang dibalas kekehan oleh mamanya.
Baru saja telinga Kendrick terasa lega, Dewi, mamanya kembali berteriak, "Indonesia!"
Ketika para atlet beristirahat sebentar untuk minum, pertandingan badminton, dialihkan untuk sementara ke cabang olahraga raga yang lain, yang mempertandingkan atlet Indonesia dengan atlet negara lain. Lagi-lagi mamanya berteriak kegirangan. Kendrick dan Victor papanya hanya bisa menghela napas, pasrah.
Tiba-tiba Dewi, berteriak sambil melompat-lompat, sampai menarik tangan Victor dan Kendrick untuk berdiri ketika Indonesia mendapatkan medali emas di cabang olahraga panjat tebing untuk putri yaitu Susanti Rahayu Aries yang dijuluki dengan sebutan spiderwomen.
Sambil menunggu Victory Ceremony atau penyerahan medali, Cabang olahraga yang disuguhkan kembali berganti. Satu hal yang pasti, selama Asian games berlangsung, televisi di ruang keluarga dikuasai oleh Dewi.
Setelah menunggu agak lama, acara Victory Ceremony akhirnya dilakukan. Ketika medali emas dikalungkan ke leher atlet Indonesia, Dewi ikut bertepuk tangan, seakan dia ikut berbaur dengan para penonton yang menyaksikan secara langsung.
"Ayo, kalian berdua berdiri! lagu kebangsaan Indonesia mau dikumandangkan. Kita harus menghormat," Dewi kembali menarik tangan suami dan anaknya. Dan ketika lagu kebangsaan 'Indonesia raya' dikumandangkan, Dewi langsung mengangkat tangan kanannya dan ikut menghormat. Melihat lirikan Dewi, mau tidak mau akhirnya Victor dan Kendrick pun ikut serta menghormat bendera merah putih yang ada di dalam TV.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Kendrick berjalan dengan gontai menuju kantin menyusul kedua sahabatnya, Edward dan David, untuk sarapan pagi. Karena tadi dia tidak sempat sarapan karena takut telat.
Kedua mata Kendrick seketika membesar, dan heran melihat kedua sahabatnya terlihat tertawa dengan akrab dengan gadis yang selama ini dia ketahui tidak pernah akur dengan kedua sahabatnya itu.
Kendrick mengayunkan kakinya melangkah menghampiri meja di mana kedua sahabatnya sedang duduk. Kemudian, dia langsung mendaratkan tubuhnya duduk di sebelah David.
"Bagaimana urusanmu dengan Jane, kemarin?" Naura langsung bertanya, karena dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
"Semuanya sudah selesai. Dia tidak akan mengganggumu lagi," jawab Kendrick lugas dan terkesan santai.
"Tapi kamu benar-benar tidak mau kembali padanya kan? Aku harap kamu menjawab, 'iya' " cerosos Naura tidak sabar. Bila ada yang mendengar dia berbicara seperti itu, pastilah akan banyak yang salah paham, mengira kalau dirinya jatuh cinta pada Kendrick dan tidak ingin pria itu, kembali pada mantan pacarnya.
"Tidak! aku tidak kembali padanya. Aku hanya memberikan ancaman padanya, akan melaporkannya ke polisi, jika dia berniat mencelakai kamu lagi. Aku hanya menunjukkan bukti kalau dirinyalah dalang yang menyuruh para preman yang hendak mencelakai kamu itu." terang Kendrick.
"Vid, tolong ambilkan makanan buatku dong! samain aja sama punya kamu." sambung Kendrick kembali, memohon pada David.
David yang melihat wajah Kendrick yang seperti kelelahan, berdiri untuk mengambilkan makanan buat sahabatnya itu.
"Oh ya, kalau begitu, kami pamit masuk ke kelas dulu ya, sepertinya dosen kami sudah akan masuk," ucap Naura sambil berdiri dari kursinya.
Ketiga wanita itu, akhirnya melangkah pergi setelah Kendrick dan Edward menganggukkan kepala.
"Kamu sepertinya lelah dan wajahmu lesu, ada apa, Ken? apa kamu ada masalah?" tanya Edward.
"Aku tidak ada masalah. Aku cuma lapar dan capek aja." jawab Kendrick sambil menerima nampan berisi makanan dari tangan David yang kebetulan sudah datang.
"Emangnya, mama kamu tidak menyiapkan sarapan? tumben," kali ini David yang buka suara.
" Tadi pagi mamaku, telat bangunnya, jadi gak sempat buatin sarapan." Sahut Ken kemudian menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
"Kalian berdua sepertinya sudah akur dengan dua orang itu. Apa tebakanku benar?" tanya Ken setelah menelan makanannya.
Edward dan David saling silang pandang dan tersenyum seraya menganggukkan kepala, mengiyakan.
"Kok bisa?"
Edward pun menceritakan kenapa mereka bisa berdamai dengan kedua gadis itu, dan Ken mendengarkan sambil mengangguk-anggukan kepala.
"Kalian sedang lihat apa?" tanya Ken sambil melap mulutnya dengan tissue, penasaran ketika melihat kedua sahabatnya itu, asyik melihat sesuatu di ponselnya Edward, sampai-sampai keduanya berkali-kali terlihat berdecak kagum.
Tidak ada sahutan dari kedua sahabatnya itu. Hingga membuat Kendrick geram dan menarik handsfree yang menempel di teling David.
"Apaan sih Ken? kamu tidak lihat kalau kita lagi serius?" protes David.
"Aku tadi nanya, kalian lihat apaan?"
"Nih, coba lihat! tadi kami penasaran ingin tahu apa yang ditonton Naura, Tasya dan Chika. Ternyata sangat amazing, Man. Coba lihat!" Edward menyodorkan ponselnya ke arah Kendrick.
"Oh, ini! aku sudah menonton ini di rumah dengan mama." ucap Ken, begitu tahu apa yang membuat kedua sahabatnya itu heboh. Apalagi kalau bukan video opening Ceremony Asian Games.
"Apa mama kamu menjelaskan ini tarian apa?" Edward menunjukkan, video ribuan penari yang gerakannya begitu apik disertai dengan sebuah lagu yang tidak mereka tahu artinya.
"Oh, kata mama itu, tari Saman yang berasal dari daerah Aceh."
"Aceh? itu negara di bagian mana?" celetuk David yang mendapat toyoran di kepalanya.
" Aceh itu bukan negara, tapi salah satu propinsi di negara Indonesia. Indonesia itu terdiri dari, kalau tidak salah kata mama, 34 propinsi dan masing-masing propinsi punya budaya masing-masing. Punya rumah adat, tarian daerah, makanan khas, alat musik, pokoknya begitu deh, bahkan bahasa juga berbeda. Setiap suku memiliki bahasa masing-masing," terang Kendrick, sesuai dengan informasi yang dia dapat dari mamanya.
"Wah! hebat!" Edward dan David berdecak kagum.
"Apa kamu bisa jelaskan lebih detail lagi, Ken?" tanya Edward antusias, hingga membuat kening Kendrick berkerut.
"Buat apa kamu ingin tahu banyak?" tanya Ken, menyelidik.
"Aku hanya ingin tahu saja, aku ingin tahu banyak tentang Indonesia sebelum aku menyatakan cintaku pada Chika," ucap Edward jujur.
"What?! kamu suka sama Chika? bagaimana bisa?" tanya Kendrick, kaget.
"Apanya yang bagaimana bisa? dia itu cantik, baik, apa salah kalau aku menyukainya?"
Kendrick, menghela napasnya dalan sekali hentakan. "Memang tidak salah, tapi akan terasa sulit. Kamu bisa saja serius mencintainya, tapi jalan kamu untuk memilikinya dan menjadikannya istrimu mungkin akan sulit. Karena belum tentu orangtuanya akan merestui."
"Kenapa bisa begitu?" Edward memicingkan matanya, bingung.
"Ya, karena memang begitu, " jawab Ken yang membuat Edward semakin kebingungan.
"Apanya yang begitu? aku benar-benar tidak mengerti, Ken. Papa dan mamamu saja bisa menikah kan? bahkan sudah memiliki anak, kamu dan kakakmu."
"Ah, sudahlah! lain kali saja kita bahas masalah itu. Kita masuk ke kelas dulu, dosen sebentar lagi mau masuk," pungkas Kendrick mengakhiri pembicaraan, sambil berlalu pergi.
"Aku makin bingung, dengan jalan pikiranmu, Ken!" Edward menggerutu dan David hanya menepuk-nepuk pundak Edward dan berkata, "Sabar!"
Tbc
Novel ini, banyak menceritakan tentang Indonesia, untuk membangun rasa cinta kita pada Bangsa kita sendiri yang kaya dengan suku, adat, budaya dan bahasa serta kaya dengan objek wisata yang indah. Kenapa aku membuat masih ada 34 propinsi, agar related dengan perhelatan Asian games pada tahun 2018 di Indonesia. Pada tahun itu, propinsi di Indonesia masih 34. Namun pada tanggal 30 Juni 2022 kemarin, Indonesia sudah disahkankan bertambah 3 propinsi lagi. Jadi Indonesia sekarang ada 37 propinsi ya, Guys. 🥰