NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Nona Muda

Cinta Seorang Nona Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia Angelines

Bulan Mahendra, seorang nona muda kaya raya yang sangat berkuasa di suatu sekolah swasta ternama.
Dia sangat di hormati di sekolah tersebut, tak hanya karna dia kaya raya, dia juga pemilik dari sekolah SMA Mahendra karna itu juga ia menjadi sangat angkuh dan sombong namun suatu hari tanpa sengaja ia bertemu dengan pemuda miskin yang merubah dirinya.
Dia mulai tertarik dengan pemuda itu dan tanpa ia sadari rasa ke tertarikannya berubah menjadi cinta yang akan mengubah kehidupannya dan nama pemuda itu adalah Awan.
Kisah cinta yang berawal dari sebuah pesta, akan kah berakhir bahagia? apakah Bulan bisa melewati semua batasan sampai bisa menuju ke tempat awan berada? atau malah Awan yang terbang menuju Bulan? atau mereka terpaksa untuk menyerah?.
Penasaran dengan ceritanya iyakan?
Yuk, baca dan jangan lupa untuk menambahkan like atau komentar untuk mendukung karya ini, biar rajin up! hehehe🙃.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Angelines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal

Tak lama kemudian mereka pun sampai di kantin khusus gold class.

Saat memasuki kantin mereka menjadi pusat perhatian, namun mereka tidak pernah menghiraukan itu.

"Nona, kenapa semua orang melihat ke arah kita?" tanya Awan yang heran.

"Gak usah khawatir, emang mereka gak pernah ngejaga mata mereka dengan benar." seru Surya.

"Kalau lu gak suka di lihatin, biar gua suruh mereka keluar" seru Bulan.

"Gak jangan." jawab Awan.

"Gua ngabil makanan dulu ya." seru Tata sambil berjalan meninggalkan Bulan.

"Oke." jawab Surya.

"Kalian juga cepet ngambil makan, juga Sur ajak Awan gih." seru Bulan.

"Siap, ayo Wan." seru Surya yang mengajak Awan mengambil makanan.

Awan pun berjalan mengikuti Surya sambil membawa kotak bekal nya. Bulan yang mengetahui itu pun langsung memanggil Awan.

"Awan." panggil Bulan, Awan pun yang mendengar panggilan Bulan langsung menoleh ke arah Bulan.

"Sini, bekalnya." seru Bulan sambil mengambil kotak bekal dari tangan Awan.

"Tapi..."

"Udah sana ikut Surya." seru Bulan.

Awan pun mengikuti Surya sedangkan Bulan berjalan menuju tempat duduk nya.

****************

Tak lama kemudian Tata yang sudah selesai memilih makanan pun langsung berjalan menuju tempat duduk Bulan dan duduk di sebelah Bulan.

"Loh, Lan lu gak ngambil makan?" tanya Tata.

"Ini udah ada." jawab Bulan sambil menunjukan kotak bekal milik Awan.

"Lu, beneran mau makan itu?" seru Tata sambil menunjuk kotak bekal itu.

"Beneran lah masak bohongan, gua kan juga pengen makan bekal habisnya dari semenjak ibu gua gak ada, gua udah gak pernah makan bekal jadi gak ada salahnya kan nyobain makan bekal kayak dulu."seru Bulan.

"Terserah lu, deh." seru Tata yang pasrah dengan sikap Bulan yang menurut nya benar benar tidak masuk akal.

Tak berselang lama Surya dan Awan pun datang dengan membawa makanan mereka pun duduk berhadapan dengan Tata dan Bulan.

"Ah, tumben banget kan ada makanan jepang disini pasti enak." seru Surya sambil menatap makan di depan nya.

Mereka pun memakan makanan mereka dengan lahap tak terkecuali Bulan, ia merasa masakan di dalam bekal itu mirip masakan ibunya.

"Wah, enak banget." seru Bulan sambil mengeleng ngelengkan kepalanya.

"Syukur deh, kalau kamu suka." seru Awan.

"Emang, se enak apa si itu kan cuma oseng tempe sama sayur sambel." seru Tata.

"Mau nyoba?" tanya Bulan.

"Gak." jawab Tata singkat.

"Kok gak si, cobain!" seru Bulan sambil memaksa Tata makan makanan nya Tata pun hanya bisa pasrah.

"Gimana enak?" tanya Bulan yang berhasil memasukkan makan ke mulut Tata.

"Wah, rasanya mirip sama masakan tante enak banget." seru Tata.

"Benerkan." seru Bulan.

"Gua mau lagi, dong." seru Tata.

"Gak boleh." seru Bulan sambil menggeser kotak bekalnya.

"Ih, dikit dong pelit amat." seru Tata yang berusaha agar bisa memakan bekal itu.

"Gak." seru Bulan.

Mereka pun berebut bekal itu, Surya dan Awan yang melihat itu pun hanya tertawa melihat kelakuan dua gadis di hadapannya.

Tet....tet.....tet......tak terasa bell  telah berbunyi yang menandakan jam sekolah hari ini telah berakhir, seperti biasanya Bulan, Tata dan Surya yang mendengar bell tersebut pun langsung keluar dari kelasnya tanpa menghiraukan  guru yang mengajar di depan, namun memang guru dan teman sekelas mereka pun sudah terbiasa oleh sikap Bulan, Tata dan Surya itu tapi tidak dengan Awan yang baru pertama kali berada di kelas itu dan melihat kelakuan mereka.

"Ha? kenapa mereka langsung keluar bukan nya bu guru belum memberi salam?" batin Awan.

****************

Setelah mereka keluar dari kelas dan sudah berjalan cukup jauh, Bulan pun baru teringat sesuatu.

"Sebentar kayak ada yang salah?" seru Bulan sambil mengingat ingat apa yang salah.

"Emang,apa yang salah?" tanya Tata.

"Bentar." jawab Surya yang juga mencoba mengingat apa yang salah.

"Ah, Awan." seru Bulan.

"Emang, kenapa sama Awan?" tanya  Tata.

"Gua lupa Awan ada di kelas kita, Awan pasti mikir kalau gua murid yang gak sopan." seru Bulan yang khawatir dengan apa yang dipikirkan Awan tentang dirinya.

"Tapi emang bener kan." seru Surya namun Bulan malah refleks memukul punggung Surya.

"Auww, apa si Lan sakit tau." pekik Surya.

"Gak usah lebay, gua mukul nya pelan kok!" seru Bulan.

"Tau ni katanya udah sabuk hitam, masak gitu aja kesakitan si." saut Tata.

"Ye, gak ada hubungan nya kali, gua kan juga manusia bisa ngerasain sakit."  seru Surya.

"Sudah sudah, jangan berteman. " seru Bulan.

"Yah, itu kan kata kata gua kok lu ambil si" seru Surya.

"Suka suka gua dong." seru Bulan.

Setelah perjalanan yang penuh dengan percakapan yang tidak berguna pun akhirnya mereka sampai di tempat parkir mobil.

"Wih, tumben lu bawa mobil ta biasanya bareng sama Surya." seru Bulan.

"Iya pengen aja tiba tiba punya mood nyetir sendiri, biasanya males!!" seru Tata.

"Hahaha, yaudah jangan lupa dateng ke rumah." seru Bulan.

"Ngapain?" tanya Surya.

"Kok lu lupa si? kita kan mau ke cafe lovely." jawab Tata.

"Bener lu, cepet lu awas kalau lelet gua getok kepala lu." ancam Bulan.

"Siap boss." seru Surya sambil masuk ke mobilnya.

Mereka pun pulang kerumahnya masing masing sebelum berkumpul di rumah Bulan .

1
Ipunkjr4
lanjut ke Thor semangat
nona x
ceritanya bagus suka banget sama karakternya
Ipunk142 Cink
lanjut KK thor ceritanya bagus ditgunya kelanjutan KK thor semangat
nona x: makasih banyak kak ^^
total 1 replies
Xilvnyc _ez
semangat bang
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙 kak
nona x: maaf ya kemaren gak bisa up karna ada sedikit masalah di real life🙂
total 1 replies
L u k e e
🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
nona x: Terima kasih, dukungan nya kak
total 1 replies
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
nona x: oke😊 makasih banyak dukungannya, jadi semangat heheheh❤
total 1 replies
Ahusta Samodara
seru lanjut tor
nona x: Baik😊 terima kasih dukungan nya ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!