NovelToon NovelToon
Cinta Yg Salah

Cinta Yg Salah

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Masokisme / Tamat
Popularitas:106.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yuni Maryuni

“Aku tempat kamu pulang.”
Rianti yuliani
cinta pada suami yg tidak mencintainya,hingga akhirnya dia lelah dan memilih pergi.. Dan disaat itu suaminya aditya erlangga kusuma sadar bahwa dia kehilangan istrinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Begitu Aditya pergi, Nanda menghampiri Ranti yang masih bersimpuh di lantai membantunya berdiri.

"Ri, kenapa suamimu lebih mirip seorang mafia dari pada pemilik perusahaan besar." ucap Nanda membayangkan wajah Aditya yang babak belur seperti habis bertempur dengan musuh bebuyutannya.

Rianti yang mendengar perkataan Nanda hanya tersenyum.

"Dia bilang apa tadi?" tanya Nanda penasaran.

"Tes DNA."

"Haaaah, wah gila nih laki! waktu meniduri mu dia sadar Nggak siihh? aneh amat masa minta tes DNA segala."

"Dia sedang mabuk waktu itu." Rianti menjawab pelan sambil menunduk merasakan air matanya yang sudah memenuhi kelopak mata.

"Ehh, serius? tapi seenggaknya dia taulah yang di tidurinya itu kamu, istrinya sendiri."

"Iya, dia tau Nan hanya saja dia menuduhku telah tidur dengan laki-laki lain juga."

"Terus kamu turutin permintaan anehnya itu?"

"Terpaksa." jawab Rianti dramatis.

Nanda memutar bola matanya kesal pada suami Rianti.

"Kamu nggak minta cerai aja?! aku sih nggak akan kuat ya punya laki kayak suamimu itu, tampan sih tapi nyeremin." kata Nanda sambil bergidik ngeri.

"Aku sudah pernah meminta cerai, tapi dia tidak mau."

Mulut Nanda menganga tak percaya.

"Aneh nih laki, beneran deh, cinta nggak, anaknya sendiri juga nggak di akuin, tapi nggak mau nyerein,

otaknya setengah kayaknya Ri suamimu itu."

Rianti tersenyum kecut mendengar perkataan Nanda sambil membenarkan bahwa suaminya itu memang aneh, dulu memaksanya untuk menikah tapi ketika sudah menikah malah seperti ini sikapnya.

Di perjalanan Aditya terus memikirkan perkataan Rianti.

"Jika anak ini adalah anakmu, kamu pun boleh membunuhku."

ucapan Rianti masih terus terngiang.

"Han."

"Iya Pak."

"Apa aku terlalu keras padanya?!" Aditya malah melontarkan pertanyaan gila, sudah jelas dia sangat kasar pada Rianti tapi masih saja bertanya seperti itu.

Johan mengerti yang di maksud Aditya adalah Rianti.

"Pak anda bukan hanya keras, tapi jg kejam."

ingin rasanya Johan mengeluarkan kata-kata ini agar Aditya mendengar dan menyadari kesalahannya, tapi tidak dia lakukan karena dia tau tuan nya itu pernah merasakan kecewa yang mendalam terhadap wanita, namun salahnya dia adalah melampiaskan kemarahannya pada wanita lain yang tidak tau apa-apa tentang masa lalunya.

"Pak sebaiknya anda bersikap lebih baik pada Ibu mengingat Ibu yang sekarang tengah mengandung anak Bapak." ucap Johan sambil matanya terus memperhatikan jalan.

"Itu kan belum tentu anakku." Aditya masih ngotot tidak mau mengakui.

Johan menarik nafas.

"Kenapa anda jadi sangat keras kepala sekali."

batin Johan.

"Itu pasti anak Bapak, Ibu tidak mungkin berani melakukan hal aneh." Johan meyakinkan Aditya.

"Sudahlah, berbicara denganmu juga percuma kamu malah membela Rianti, Bos mu itu saya Han, bukan Rianti, kenapa kamu malah terus membelanya."

ucap Aditya sengit.

Entah kenapa saat seperti ini sifat kekanakannya malah muncul.

"Baik Pak." Johan tidak ingin menjelaskan lagi pada Aditya, terserah dia sajalah kalau benar itu anaknya, dia sendiri yg akan menyesal, begitu pikiran Johan.

Tak lama mobil berhenti ketika sudah sampai di depan gerbang rumah Aditya.

Aji dengan sigap membukakan gerbang dan mobil bergerak masuk.

Johan keluar dari kursi pengemudi dan dengan cepat membukakan pintu penumpang, Aditya turun dari mobil dengan wajah yg masih babak belur tidak mau diobati, sebenarnya semenjak dalam perjalanan tadi Johan sudah mengajaknya untuk pergi ke Dokter mengobati lukanya tapi Aditya menolak.

"Han." panggil Aditya.

"Iya Pak." Johan menghampiri Aditya yang sudah menghentikan langkahnya dan berdiri di depan pintu masuk.

"Kirim orang untuk mengawasi Ranti, jika ada laki-laki yg menemuinya segera beritahu saya."

"Baik Pak." Johan menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti.

Jika memang tidak mencintainya kenapa tidak suka ada laki-laki yg mendekati istrinya, Johan merasa aneh dengan sikap Aditya.

Di kamarnya Aditya sedang duduk di tepi ranjang,

memperhatikan sekeliling kamar yg di rasanya sepi. dia mulai merasa aneh biasanya saat dia pulang Rianti baru selesai sholat. belum lama Ranti pergi dia sudah merasakan sepi.

"Bodoh, buat apa aku memikirkan wanita itu."

Aditya memukul kepalanya sendiri "Kamu tidak mungkin merindukanny Aditya."

dia berbicara pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, Melly masuk sambil berlari dan langsung memeluk Aditya.

Entah bagaimana caranya wanita itu bisa masuk.

"Adit, kenapa kamu harus berkelahi dengan Rama?!

lihatlah wajah mu sekarang."

ucap Melly sambil memegang wajah Aditya.

Aditya menghindari tangan Melly agar tidak menyentuh wajahnya.

"Apa kamu tidak punya sopan santun, masuk ke kamar orang tidak mengetuk pintu lebih dulu." kesal Aditya

"Dulu juga aku selalu seperti ini kan? dan kamu tidak pernah protes, apalagi marah."

"Itu dulu, jangan kamu samakan lagi!"

"Dit, sudahlah hentikan marahmu padaku aku minta maaf."

Aditya menyeringai.

"Semudah itukah kamu minta maaf?!"

Melly masih terus memeluk Aditya.

"Singkirkan tanganmu dariku." kata Aditya dingin, karena masih merasakan tangan Melly memeluknya.

Bukannya melepaskan tangan Melly malah berpindah merangkul leher Aditya.

"Aku mencintaimu Dit, akupun tau kamu masih mencintaiku." Melly di berbisik di telinga Aditya,

hembusan nafasnya membuat Aditya merinding.

Tangan Melly terus berjalan menyusuri leher Aditya,

bibirnya pun mulai berani mencium bibir Aditya,

walaupun Aditya tidak membalasnya dia terus mencium Aditya, lalu menindih tubuh Aditya di atas ranjang.

"Lakukanlah Dit, aku tau kamu menginginkannya.

Melly masih terus memaksa Aditya.

Aditya menyingkirkan tubuh Melly ke ranjang.

"Kamu tau aku tidak pernah menyentuh wanita yang tidak ada ikatan apapun denganku di atas ranjang."

ucap Aditya seraya kembali duduk.

"Kalau begitu jadikan aku istrimu agar kita bebas melakukan apapun."

"Aku punya istri." kata Aditya dingin menatap Melly.

"Kamu bisa menceraikannya." perkataan Melly membuat mata Aditya nyalang padanya.

"Kamu gila, kam tidak punya perasaan?! istriku hamil dan kamu memintaku menceraikannya hanya untuk wanita sepertimu!" serang Aditya tajam.

"Tapi kamu tidak mencintainya, kamu hanya mencintaiku." ucap Melly sambil berusaha merangkul Aditya.

"Jangan terlalu percaya diri." ucap Aditya seraya bangkit dari ranjang menyeret Melly keluar.

"Jangan pernah kembali ke rumah ku lagi aku sudah melupakanmu!"

Kata Aditya tegas sambil menghempaskan Melly ke luar kamarnya dengan kasar membuat wanita itu jatuh tersungkur.

Aditya menutup pintu kamar dengan sangat keras

sedangkan Melly hanya memperhatikannya.

"A apa yg dia ucapkan tadi?!" Melly bertanya pada dirinya sendiri.

"Dia tidak mencintaiku lagi?" sungguh Melly tidak percaya dengan yang baru saja ia dengar, lalu wanita itupun bangun berdiri dan berjalan meninggalkan kamar Aditya.

"Aku akan terus mengusik rumah tanggamu Dit, sampai kamu menceraikan wanita itu, dan kembali padaku." Melly tidak terima Aditya berkata sudah melupakannya.

"Wanita brengsek masih terus manggangguku apa dia tidak menyadari perbuatannya."

ucap Aditya mengepal tangannya.

"Aku tidak akan pernah menceraikan Rianti sampai kapanpun." janji lelaki itu dengan rahangnya yang mengeras.

****

1
Yunia
bagus bgt
Homsiah
jujur dari sekian banyaknya saya baca novel.novel cerita aditya dan roman lah yng ga bikin aku bosan buat baca walaupun ini udah ketiga kalinya aku baca.thankyu thor...udah bikin cerita ini/Pray//Heart/
Homsiah
kalo ketahuan bisa abis lo dit
Homsiah
setelah di revisi jadi kurang hot ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
dan akhirnya pak dokter si playboy anyeb menikah juga/Joyful//Joyful/
Homsiah
ah elah kena lagi deh roman di begoin ama adit /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Homsiah
ngomong ama aditya mah ga bakalan menang
Homsiah
oh ternyata emang aditya setia tapi suka iseng
Homsiah
kan jadi berantem
Homsiah
lah si ayah adit nyari perkara aja
Homsiah
selamat buat kalian berdua.ayo pak dok cepet nyusul
Homsiah
emang kadang gitu sih kalo pikiran lagi ruwet bawaanya emosi
Homsiah
aditya pasti capek karna ga ada johan yng bantuin
Homsiah
heran deh tiap kalian ketemu ada aja bahasa baru nya ayunan di leher /Joyful//Joyful//Joyful/
Homsiah
semoga jadi awal yng baik
Homsiah
emang mau dit anak kamu mirip roman
Homsiah
emang se sensitif itu ya orang hamil
Homsiah
enak ya jadi rianti yng sekarang
Homsiah
emang harus kamu dit
Homsiah
sabar pak aditya ini ujian/Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!