NovelToon NovelToon
My Husband is Billionaire

My Husband is Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:187.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sariah

Aleysia Aldertina, gadis yatim piatu berumur 18 tahun. Karena kondisi ekonomi dan dihianati oleh pacarnya ia terpaksa menikah dengan pria yang jauh lebih tua darinya, Bryan Dickinson pria berusia 32 tahun yang kaya raya namun berhati dingin dan arogan. Mampukah gadis itu bertahan dalam pernikahan tanpa cinta? Ataukah ia akan terjebak dalam kharisma pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Terima kasih karena telah menjadi pembaca setia novel ini.

Maaf membuat kalian menunggu karena author yang jarang up novel ini. Sabar ya😀

Bryan masih menarik lengan Aleysia dengan cengkraman kuat. Tidak peduli dengan suara rintihan gadis itu yang mengiba minta dilepaskan.

Suara tangis di sertai isakan itu ternyata tidak mempan melembutkan hati nurani Bryan. Pria itu masih memendam amarah layaknya kobaran api yang telah padam namun masih meninggalkan bara api yang panas.

“Lepaskan.!!!. “ dengan sisa tenaga yang tersisa Aleysia memberontak, menjerit hingga memukul Bryan dengan sebelah tangannya. Hingga terlintas ide gila demi penyelamatkan dirinya.

Akhhhhh...

Bryan menjerit ketika Aleysia menancapkan giginya di lengan Pria itu. Gadis itu menggigit lengan Bryan dengan brutal.

Dengan Gesit Bryan melepaskan cengkramannya, memandangi lengannya yang terasa nyeri seperti tertancap duri.

Shitt... lengan kekar itu mengeluarkan darah. Disertai bengkak.

Aleysia mengambil kesempatan ketika Bryan lengah. Gadis itu berlari sekencang mungkin hingga Bryan tidak akan mungkin dapat mengejarnya. Ia memasuki lift, menekan tombol dengan gemetar. Hingga akhirnya pintu lift tertutup dan membawanya turun.

Aleysia memegangi dadanya yang berdetak begitu cepat. Nafasnya naik turun karena lelah dan takut yang sekaligus mendominasi tubuhnya. Bahkan keringat yang membanjiri tubuhnya itu tak mampu mendustakan jika Aleysia sedang dalam ketakutan.

***

Tepat setelah pintu lift terbuka lebar, Aleysia berjalan dengan terburu-buru meninggalkan kantor Bryan. Gadis itu melirik ke kanan dan ke kiri mulai kebingungan dengan arah ke luar kantor. Tempat itu terlalu besar untuk dapat ia kelilingi dan mencari hanya untuk mencari pintu keluar yang tepat.

Sempat beberapa kali menoleh ke belakang, Aleysia ingin benar-benar memastikan jika Pria itu tidak mengejarnya atau para body guard dengan tampang sangar itu tidak mencegahnya untuk pergi dari area kantor ini. Cukup aneh memang, jika dilihat dari tampang Bryan yang begitu merah padam menahan amarah. Apakah mungkin pria itu hanya membiarkannya pergi tanpa berniat mengejar atau mungkin memerintahkan anak buahnya untuk mencegatnya??

Hampir sepuluh menit Aleysia mondar-mandir di sekitar area kantor, hingga akhirnya ia menemukan pintu keluar kantor itu. Gadis itu tersenyum sumringah, sambil menyeka keringatnya kini ia berlari cukup kencang. Berusaha meninggalkan tempat itu dengan langkah bebas.

Belum sampai sepuluh menit berlalu, Aleysia menghentikan langkah kakinya. Gadis itu memutar tubuhnya, ketika sederetan mobil berwarna hitam terparkir mengelilinginya dengan posisi Aleysia yang berada di tengah.

Tidak berapa lama, munculah para pria berpakaian hitam-hitam dengan wajah sangar berjalan menghampiri.

Aleysia mulai gemetar, keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Aliran darahnya seperti berhenti mendadak ketika para pria berpakaian serba hitam itu semakin berjalan mendekat.

“ Si...siapa kalian? To...to..long jangan sakiti aku!” Aleysia berjongkok dengan posisi tangan memohon ampun ketika tidak menemukan jalan untuk kabur.

Dengan sigap para pria bertubuh besar itu mengelilinginya. Beberapa dari mereka menarik paksa lengan Aleysia, menyeret gadis itu hingga berada pada mobil yang berada di posisi paling depan. Mobil mewah bewarna hitam metalik yang nampak berbeda dari mobil lainnya.

Pintu mobil terbuka, Aleysia menjerit tertahan. Bryan sudah berada dalam mobil. Duduk dengan sombong sambil menyilangkan kakinya.

Pria itu tersenyum miring ketika Aleysia memandangnya dengan tatapan penuh iba. Meminta belas kasihan dengan airmatanya yang menetes tak tertahankan.

“Kau...! “ suara serak Aleysia membuat Bryan menyeringai puas. Merasa menang dengan sikap yang dilakukannya pada gadis itu.

Auuuu...

Aleysia menjerit ketika tubuhnya dimasukan kedalam mobil dengan paksa. Tubuh Aleysia tertelungkup di dalam mobil dengan kepalanya yang lebih dahulu menimpa paha Bryan.

Aleysia berusaha bangun, menarik pintu mobil itu dengan paksa agar terbuka. Namun nihil usahanya tidak berbuah hasil. Tenaganya tidak cukup kuat membuka pintu mobil yang telah terkunci itu.

****

Bryan membanting pintu dengan keras. Mengunci pintu dengan cepat lalu memasukan anak kunci itu di dalam saku celananya. Tatapannya kini mengarah tepat ke depan, dimana Aleysia yang ketakutan kini semakin melangkah mundur hanya lewat tatapan Bryan yang sepertinya akan menelan habis gadis itu.

“Kau mau a..pa?”

Aleysia melangkah menjauh ketika Bryan melangkah semakin mendekat. Gadis itu mengambil semua benda yang berada tak jauh darinya. Melempari Bryan dengan membabi buta, berusaha memperlambat langkah pria itu atau mungkin menghentikan kaki jenjang Bryan yang semakin dekat menjangkau tubuhnya.

“Jangan mendekat!” Aleysia melempari Bryan dengan lampu tidur yang terletak di dekat kasur. Namun tentu saja, dengan kemampuan pria itu, benda berbahan kaca itu yang terjatuh dan akhirnya pecah dilantai. Meninggalkan suara nyaring yang menghiasi seisi kamar.

Aleysia memperlebar langkahnya, ketika manik matanya menangkap pintu kamar mandi yang berada di samping tubuhnya. Dengan gerakan refleks Aleysia membuka pintu kamar mandi, masuk ke dalam dan menguncinya.

Suara gedoran pintu yang nyaring membuat Aleysia semakin panik. Gadis itu mengerjap mencari-cari barang berharga atau benda keras yang mungkin dapat ia gunakan untuk melawan Bryan, jika akhirnya pintu itu terbuka nantinya.

Aleysia mengacak rambutnya dengan frustasi ketika tidak ada benda selain peralatan mandi yang berada disana.

Krekk

Aleysia menjerit. Bunyi pintu yang di buka dari luar membuat gadis itu meringsut mundur. Hingga tubuhnya membentur tembok. Habislah sudah. Gadis itu tidak dapat melangkah mundur lagi. Harusnya ia dapat berpikir lebih cepat. Rumah ini milik Bryan, ruangan apapun yang berada dirumah ini pasti memiliki kunci cadangan.

“Maafkan aku...a..ku tidak bermaksud menamparmu!. Tolong maafkan aku!”

Tubuh Aleysia meringsut dilantai dengan kedua tangannya yang melingkari kedua kakinya yang gemetar.

Bryan menunduk, menatap dalam wajah gadis itu yang hanya mampu menunduk menahan takut.

“Maaf...?heh...” Bryan tersenyum sinis dengan melempar tatapan kejamnya.

“Kau tahu, seumur hidupku tidak ada yang pernah menamparku. Tidak ada wanita yang berani membentak hingga melawan denganku. Tapi kau..”

Bryan menggantung ucapannya. Membiarkan Aleysia semakin dilingkupi ketakutan dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“Tapi kau dengan begitu beraninya menamparku, membentakku, bahkan menggigitku!. Kau pikir siapa dirimu? Kau bahkan tidak memiliki hak atas diriku. Bukan karena kau adalah istriku, lalu kau memiliki hak untuk melawanku”

Aleysia tak menjawab. Gadis itu memilih bungkam dari pada memicu emosi Bryan semakin naik.

“Maaf... “hanya kata itu yang berhasil keluar dari suara serak Aleysia. Gadis itu mendongak memandang Bryan dengan kilatan api diwajahnya.

Sungguh ia telah begitu lancang dengan membuat Bryan diliputi emosi. Tapi pantaskah semua ini didapatkannya. Ia hanya membela diri setelah perkataan kasar pria itu yang merendahkannya. Lagi pula perbuatan Bryan yang tak senonoh itu memang sangat tak pantas. Meski hanya sebuah pernikahan paksa dengan embel-embel uang sebagai latar belakangnya. Pria itu tetap tidak pantas menghinanya.

“kau tahu, Maaf saja tidak cukup untuk membayar rasa marahku hari ini. “ Pria itu berucap dengan nada dingin yang menusuk hingga bulu kuduk gadis itu merinding seketika.

Aleysia meraih benda di sekitar tubuhnya, berharap apapun yang ia ambil berguna untuk mengalihkan Bryan yang duduk mengapit tubuhnya.

Drsssss

Bunyi air yang jatuh dari shower membuat Aleysia dengan sigap berdiri. Menghapus butiran air yang terasa perih mengenai matanya. Sial, bukannya mengambil benda yang dapat ia lempar malah ia tangannya tidak sengaja membuka shower hingga membasahi seluruh tubuhnya.

“Jadi Kau berencana menggodaku? “

Bryan terkekeh licik ketika menyadari tubuh Aleysia yang basah kuyup hingga menampilkan begitu jelas bentuk tubuhnya di balik drees yang gadis itu gunakan.

Naluri lelaki Bryan mulai terpancing, pria itu menarik tubuh basah Aleysia. Menggendongnya dengan paksa, tanpa memperdulikan teriakan serta jeritan gadis itu yang mengiba penuh ketakutan.

Please like, comment dan vote😀

1
sisimi ati
lanjuut
Nindita Larasaty
Bnr" Aleysia lu istri gk tau diri udh di angkat derajat ya dri miskin smpai jdi istri orng kaya malah ngelunjak bngt. Udh gtu sok pecahin piring orng lg emng lu bsa ganti apa duit aja gk pnya sok" an pecahin piring
Nindita Larasaty
Eh Aleysia klau lu cerai sma Bryan lu gk pnya apa" sedangkan lu aja cwek miskin sma yatim piatu, emng siapa yg mw sma lu yg janda miskin? Apalagi prnh di khianati mntn pcr ya, jelas lah psti Aleysia itu jelek, gk tau diri dan sok kecantikkan
Nindita Larasaty
Dsr lu Aleysia di baikkin malah ngelunjak bngt apalagi sma suami itu namanya durhaka bngt di akhirat nnti di tanya knp gk sopan sma suami
Nindita Larasaty
Msa Aleysia yg terima warisan dia itu bkn siapa" keluarga bkn cucu bkn dia cma orng asing jdi gk pantas terima warisannya
Nindita Larasaty
Dasar istri gk tau diri bngt lu Aleysia gk ada sopan santun bngt sma suami bsanya bentak gigit di lengan tangan sma nampar. Di ksh hati malah ngelunjak jdi orng.
Uni Shika
ayo Thor lanjutkan
Uni Shika
kau sungguh terlalu thoooor. ak menantimu hingga sekian purnama
felicia
Hai Author, izin ngisi suara di novelnya yah
Choopy y
lanjut dong thor.....🤔🤔🤗
Yulia Rastar Saimona
lanjut thor ceritany mantap...
Agus Maulia Hanafiah Lia
Thor sayang kapan lanjut... kangen bgt ama Brian dan Aleysia ❤💛💚💙💜❤💛💚💙💜
Rosen Lie
makin menarik
Rosen Lie
ceritanya menarik
Mama Acha Ara
up nya lama betul..... betul betul betul .......m
Agus Maulia Hanafiah Lia
Thor kapan up lagi 😭😭😭😭
Umi Kalsum
wah alesyiah cari masalah lg...😩
Umi Kalsum
awal mula kyknya ni si bryan... 😊
Naya
Lanjut
Suratih Fadillah
ayo thor semangat...mana up nya....?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!