NovelToon NovelToon
Murderer & Love

Murderer & Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Cintapertama / Teen Angst / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:55.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mr A.N

Genre : Action, Comedy, Drama, Harem, Romance, Slice of Life, Psychological.


Sinopsis :

Akibat masa kecilnya yang kurang menyenangkan, menyebabkan seorang pemuda bernama Arya, yang duduk di bangku SMA memiliki kebencian dan dendam pada orang-orang yang telah merendahkan sang ibu.

Ayahnya juga bukan seseorang yang bertanggung jawab. Sang ayah hanya bisa menyakiti hati ibunya dan melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Oleh karena itu, dia menyimpan dendam dan kebenciannya pada mereka yang telah merendahkan dan menyakiti hati ibunya, terutama pada sang ayah.

Karena dendam dan kebenciannya itu, Arya bertekad untuk membunuh setiap orang yang merendahkan ibunya, bahkan tekad untuk membunuh sang ayah telah terukir dalam hatinya.

Dapatkah Arya membunuh mereka semua yang telah merendahkan ibunya?

Bagaimana nasib sang ayah? Mungkinkah sang ayah juga terbunuh?

Saksikan keseluruhan ceritanya di My Life

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr A.N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Rumor II

Hanya dalam waktu singkat, rumor menyebar dengan cepat bagai api. Semuanya berkat orang bayaran, tanpa orang bayaran rumor tidak akan menyebar secepat ini.

Hampir seluruh siswa SMA Daeil mengetahui rumor tentang Lucy dan sebagian orang tidak mempercayai rumor tersebut. Orang-orang yang tidak mempercayai rumor tersebut adalah orang-orang yang tidak peduli sekitar, jadi meski ada orang bayaran mereka tetap gagal membuat mereka yakin.

Pada jam istirahat, Arya juga mendengar rumor tentang Lucy. Dia segera menjadi marah. Dia sangat ingin menemukan orang yang menyebarkan rumor buruk itu dan menamparnya hingga mati.

Pada saat ini, Arya sedang menuju kelas Lucy. Dia yakin kalau gadis tercintanya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik.

Andai saja mereka berada di kelas yang sama di tahun ketiga ini, dia pasti sudah mengambil tindakan dan rumor sampah seperti ini tidak akan menyebar.

Tiba di kelas Lucy, Arya melihat Lucy duduk seorang diri di bangkunya yang penuh dengan makian. Dia termenung, memikirkan apa yang baru saja terjadi.

"Lucy..."

Suara Arya datang dari samping. Suaranya begitu lembut dan menenangkan.

Mengangkat kepalanya, Lucy menatap Arya dengan tatapan yang agak redup. Jelas, dia tertekan dengan rumor yang ada.

Meski terlihat baik-baik saja di luar, tapi faktanya Lucy terluka di dalam.

Segera, matanya berkaca-kaca saat bibirnya yang mungil gemetar.

"Kemarilah."

Arya merentangkan kedua tangannya, siap memeluk Lucy.

Melihat ini, Lucy segera berdiri dari bangkunya dan menjatuhkan dirinya dalam pelukan hangat Arya. Suasana hatinya yang awalnya buruk kini sedikit membaik.

Ruang kelas Lucy kosong saat ini, jadi tidak perlu khawatir ada yang mengintip.

"Apa yang terjadi? Kenapa bisa ada rumor sampah seperti ini?"

Arya bertanya dan Lucy secara alami menjelaskan secara singkat. Dia mengatakan bahwa rumornya tersebar begitu saja tanpa sepengetahuannya. Tapi dia segera menyimpulkan bahwa orang yang menyebarkan rumor buruk tentangnya adalah Rui.

Arya segera menggertakan giginya karena marah dan mengutuk Rui dengan keras.

"Lucy, biarkan aku menyelesaikan masalah ini. Tenang saja, hanya butuh beberapa saat."

"Tunggu! Jangan berbuat berlebihan. Biarkan saja, aku akan menjelaskan semuanya dan rumornya pasti hilang. Percaya padaku, Arya."

Lucy segera menghentikan Arya saat pemuda tersebut hendak pergi. Dia tahu jika Arya yang menyelesaikan masalah rumor itu, maka dia yakin kalau Arya akan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan segalanya.

"Apakah kamu yakin? Bagaimana jika Rui tidak mendengarkanmu?"

Arya bertanya dengan dingin, membuat Lucy merasa tidak nyaman.

Segera, Lucy memasang ekspresi serius.

"Percayalah padaku. Ini hanya masalah kecil."

Lucy tersenyum, membuat Arya mengangguk meski dia agak khawatir kalau masalah rumor ini tidak sesederhana yang terlihat.

*****

Di kantin, Lucy melihat sekeliling sambil mencari Rui.

Setelah beberapa saat mencari, dia akhirnya menemui Rui sedang duduk bersama tiga gadis lainnya. Mereka tertawa riang sambil tertawa saat mereka membicarakan seseorang.

Tentu saja, mereka sedang membicarakan Lucy. Rui dan tiga lainnya merupakan salah dari sedikit orang yang membenci Lucy dengan berbagai macam alasan.

"Apakah kalian wajahnya tadi? Dia benar-benar terkejut!"

Rui berkata demikian sambil tertawa dengan ekspresi bahagia. Dengan rumor buruk yang menimpa Lucy, reputasinya sebagai yang paling cantik di seluruh SMA Daeil segera runtuh.

"Ya, kau benar. Aku sangat senang melihatnya begitu depresi!"

"Ugh, aku benar-benar membenci Lucy. Dia merasa paling cantik dan menggoda siapapun ke manapun dia pergi. Dia benar-benar menjijikan!"

"Huh, kau benar. Dia adalah wanita penggoda!"

Tak ada satu pun kata yang baik yang keluar dari mulut Rui dan lainnya. Mereka semua mengutuk dan menghina Lucy.

Lucy yang berjalan menuju mereka terkejut akan hal ini. Dia sedikit marah dan ingin berteriak memarahi Rui tapi dia segera menghela nafas, menenangkan dirinya agar tidak menimbulkan masalah lainnya.

Mengabaikan ucapan mereka, Lucy berdiri di belakang Rui dengan tatapan dingin untuk sesaat.

"Oh, lihat siapa yang datang. Lucy, kau benar-benar tidak tahu malu! Kau sangat berani muncul bahkan setelah semua yang terjadi!"

Salah seorang gadis yang melihat Lucy di belakang Rui segera mengutuknya dengan keras, membuat orang-orang di kantin menoleh dan memfokuskan pandangan pada Lucy dan Rui.

Lucy hanya mengabaikan sekeliling dan fokus pada Rui.

"Rui, aku hanya ingin memberitahumu kalau rumor yang tersebar dan foto yang kau ambil itu bukan seperti yang kau pikirkan. Pria paruh baya itu adalah pamanku yang sedang memberiku uang belanja dan Arya juga ada di sana jika kau tahu. Jadi, jangan menyimpulkan secara acak dan menyebarkan rumor tak mendasar!"

Lucy menjelaskan dengan lembut namun matanya sama sekali tidak menunjukan kelembutan.

Selain itu, dia juga sangat yakin kalau Rui adalah orang yang menyebarkan rumor buruk tentangnya karena Rui memiliki fotonya dan pamannya, maka seharusnya dia yang menyebarkan rumornya.

Rui mengerutkan dahinya dengan tidak senang. Dia menatap tajam Lucy dan tersenyum sinis, mengejeknya.

"Lucy, Lucy. Apakah kau pikir hanya dengan beberapa kata-kata murahan darimu bisa membuat orang-orang percaya? Dengar, semua orang di sini sudah tahu kalau kau itu sebenarnya adalah seseorang yang akan membuka kakinya untuk pria manapun asalkan dibayar!"

Suara Rui menggema di kantin, membuat semua orang berbisik satu sama lain. Mereka segera setuju dengan Rui dan meneriakinya.

"Pergilah! Dasar kau j*l*ng!"

"Dasar murahan! Pergi, jangan menginjakkan kaki di sekolah ini lagi! Kau hanya membuat nama sekolah ini tercoreng!"

"Lucy, katakan harganya dan mari habiskan malam yang indah bersama!"

Semuanya berteriak, penuh celaan dan hinaan. Tidak hanya itu, mereka mulai melemparkan makanan di nampan mereka ke Lucy.

Lucy linglung saat diteriaki dan dia segera sadar saat merasakan seragam sekolahnya basah dengan air soda dan beberapa makanan basah juga mengotori seragamnya.

Tubuh lembut Lucy gemetar saat dia merasakan kesedihan bercampur amarah. Dia mengigit bibir merahnya dan tangannya terkepal keras.

Rui hanya diam-diam tersenyum sinis, menikmati kemalangan Lucy.

"Akh!"

Tiba-tiba, suara seseorang mengerang kesakitan terdengar dari belakang, membuat orang-orang terdiam dan menoleh ke sumber suara. Mereka semua terkejut ketika melihat seseorang jatuh ke tanah dengan mata putih sepenuhnya, kehilangan kesadaran.

Melihat kepala orang itu, sebuah kaki menginjak kepalanya.

Melihat ke atas, wajah ganas Arya terlihat. Matanya yang tajam menyapu semua orang.

"Kalian semua, jika ada yang mengeluarkan suara sedikit saja, maka jangan harap kalian bisa berbicara lagi!"

Suara dingin Arya terdengar. Dia perlahan berjalan menuju Lucy dengan langkah yang mantap.

Semua orang segera membuka jalan untuknya, takut mendapat masalah.

"Lucy, kemari. Kau tidak pantas berada di tengah-tengah kerumunan sampah seperti mereka."

Suara Arya lembut namun itu juga penuh ancaman.

1
Raudhatul Jannah Lubis
keren Thor👍
Dehan
arya awalnya sebel ya sama nia tapi lama2 care jg
Dehan
oh jd gitu toh ceritanya.. dan arya udh gak sabar tuh mau gebukin ayahnya nia yg jd ayah yg pengecut dan gak bertanggung jawab..
Dehan
gak terganggu dong wkwkwk
Dehan
terganggu karena nia ya 😅
Dehan
loh loh loh apa2an sih nia ini 😡
Dehan
yuk.. mampir lagi ya ke penjahit cantik
Dehan
kok semua yg cantik2 dipacari arya
Dehan
wow..
Dehan
setelah mengetahui salahnya,, masih mending sih arya ya, kalo suamiku sih mau minta maaf tanpa tahu salahnya dimana, itu yg kadang bikin aku gedeg.. minim banget kepekaannya..
lah kok curhat aku 😂😂
Dehan
Arya kejam banget ya ampun.. ngeri nih anak
Arthur Anderson
Udh ditakut takutin, jd obat nyamuk pula wkkwk
Arthur Anderson
Thor, kyknya lo perlu revisi beberapa chp lg dan periksa typo dan slh penggunaan kata deh. Soalnya di chp sblmnya lo nulis "tenaga" mlh jd "tenang" skrg lo nulis "beberapa" mlh jd "berbeda". Cb dicek lg thor, msh byk kesalahan di beberapa chp✌
Mr. A.N: Baik kak, akan sy cek lg chp2 awalnya. Trims atas infonya kak😁🙏
total 1 replies
Arthur Anderson
Dua puncak kembar? Apaan tuh? 😳
Mr. A.N: Itu... Anu itu kak😅
total 1 replies
Arthur Anderson
YESSSSSS, GASKAN!!!
Arthur Anderson
Yok bisa yok ke hubungan yg lbh dri sekedar akrab aj🔥
Mr. A.N: Waduh... Agak sulit itu kyknya kak😅🤣
total 1 replies
Arthur Anderson
Aku mwu disuapi tante2😳
Mr. A.N: Sy jg mau🫢
total 1 replies
Arthur Anderson
Itu namanya bkn monster tante, tp plot armor. MC sllu dilindungi sm authornya 💀
Arthur Anderson
Gw merasa deja vu, kpn yuki pernah blg kek gini ya? Oh, waktu niko masuk rumah sakit pertama kli itu😂
Arthur Anderson
Walau retak jg cpt sembuh. Plot armor MC kuat bos😏
Mr. A.N: Exactly 😎
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!