DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fui Man Sadarkan Diri
Fao man masih setia menunggu fui man di klinik sekolah. Tidak lama, jari jemari adiknya bergerak membuat fao man kaget.
Mata fui man perlahan terbuka, di sambut senyuman oleh fao man. Fao man sangat senang akhirnya adiknya sadarkan diri juga.
"Fui man, terima kasih sudah sadarkan diri. Kau tau kakak sangat lelah hampir saja putus asa menunggumu sadar" kata fao man memeluk adiknya sambil menangis.
"Jangan kencang-kencang kak, aku tidak bisa bernapas" kata fui man dengan suara lemah karena baru sadar.
"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Bagaimana bisa kau jatuh ke danau" tanya fao man yang membuat fui man berpikir sebentar.
"Aku tidak ingat kak, tetapi siapa yang menyelamatkanku?"
"Ling wei, dia membawamu ke sini. Katanya kau tergelam"
"Ling wei, kakak percaya padanya? Bisa jadi dia yang membuat aku seperti ini karena ingin balas dendam. Dia tau jika aku yang menyuruh kakak untuk melenyapkannya" kata fui man mulai panik.
"Tenang fui man, ling wei tidak mungkin melakukannya. Untuk apa dia membawamu ke sini jika dia ingin menlenyapkanmu? Kenapa tidak biarkan kamu tergelam saja" kata fao man yang berpikir idealis.
"Dia hanya pira-pura kak, bisa jadi dia hanya ingin mencari simpati pada woobin. Dengan begitu, dia dengan mudah merebut woobin dariku" kata fui man yang mengada-ngada.
"Untuk apa dia merebut woobin?"
"Karena cinta, dia sudah di butakan dengan cinta. Kakak harus melenyapkan ling wei secepatnya sebelum dia merebut woobin dariku. Dia ingin jadi pemeran utama"
"Fui man, kakak tidak bisa melenyapkan nyawa orang lain lagi. Kau seperti ini karena kesalahan kakak yang sudah menuruti kemauanmu untuk menlenyapkan raisa. Kakak tidak mau lagi melenyapkan orang lain"
"Kakak sekarang berpihak pada ling wei? Ling wei sudah meracuni pikiran kakak selama aku tidak sadarkan diri?"
"Tidak fui man, tetapi...."
Fui man berjalan keluar dari klinik, tidak mau lagi mendengar perkataan kakaknya. Dia mengira jika fao man berada di pihak ling wei.
"Awas kau ling wei, kau sudah membuat kakakku berpihak padamu. Aku sendiri yang akan melenyapkanmu" guman fui man.
Fao man menghampiri adiknya yang berusaha keluar, dia membantunya berjalan.
"Lepas kak, kau sudah bukan kakakku lagi. Kau harus melenyapkan ling wei jika ingin menjadi kakakku" kata fui man menghempas tangan kakaknya yang ingin membantunya.
"Fui man sadarlah, hanya aku yang kau punya. Aku tidak akan mau meninggalkanmu begitu saja, kau itu adik kandungku, bukan adik angkat"
"Mana ada kakak yang membela orang lain di bandingkan adik sendiri?"
"Aku tidak membelanya, aku hanya ingin agar kau sadar. Semua yang kamu minta itu salah fui man, kakak mohon padamu untuk tidak mengulangnya lagi. Kau koma berhari-hari, itu karena karma bagi kita. Raisa orang yang sudah jadi korban"
"Kakak salah, aku seperti ini karena ling wei. Aku tidak akan biarkan dia bisa mendapatkan woobin dariku, tidak akan"
"Fui man..." teriak fao man yang melihat fui man berjakan menjauh darinya.
"Aku harus bagaimana? Kenapa kau sangat sulit mengerti fui man, aku minta maaf karena selama ini aku yang selalu memanjakanmu dan membuatmu seperti ini" guman fao man yang melihat punggung adiknya menghilang.
Di kelas, teman raniya bercerita jika fui man telah sadar.
"Guys, fui man sudah sadar"
"Benar?"
"Iya. Aku baru lewat ke klinik dan melihat fao man memeluk fui man"
"Akhirnya yah, fui man sadar juga. Padahal sudah lama koma di klinik, kasian juga fao man yang selalu menunggu adiknya sadarkan diri" timpah teman lainnya.
"Fao man pasti senang, adiknya sudah sadar. Dia akan mencari tau siapa yang sudah membuat fui man tergelam"
"Biar tau rasa orang itu, berani berurusan dengan fui man" kata teman lain sambil tertawa.
Raniya jadi syok memdengarnya, dia takut jika fui man mengadukannya pada fao man, fao man akan mengetahui semuanya. Tamat riwayatnya kali ini, pikir raniya.
Raniya keluar dari kelas dengan panik, terlihat jelas di wajahnya. Woobin yang melihatnya merasa curiga, dia mengikuti raniya diam-diam.
"Jian, kau sudah tau jika fui man telah sadar" kata raniya yang menghampiri jian di kantin.
Jian yang sedang meminum, jadi tersedak mendegannya. Dia menatap raniya seolah tidak percaya.
"Apa? Fui man sudah sadar" Tanya jian
"Bagaimana ini, fao man bisa tau jika kita yang membuatnya tergelam. Aku sangat takut jian, lakukan sesuatu" kata raniya sambil memukul meja jian.
"Aku juga bingung, kau pikir hanya kau saja yang bingung?" Tanya jian sambil memegang kepalanya yang tidak sakit.
Woobin yang tidak jauh dari sana, mendengar semua pembicaraan raniya dan jian. Woobin bahkan merekamnya.
"Aku bisa gunakan video ini nanti" guman woobin sambil meninggalkan tempat tersebut.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..