NovelToon NovelToon
Rania

Rania

Status: tamat
Genre:CEO
Popularitas:18.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dia Mardiana

Rania Anastyasa.W seorang gadis berumur 24 tahun. Sebenarnya dia adalah gadis yang sangat cantik tapi dengan alasan yang tidak diketahui, bundanya menyuruh dia berpenampilan culun dengan memakai kaca mata tebal. Rania mencoba mencari pekerjaan dikota. Atas rekomendasi pacar sahabatnya dia mandapatkan pekerjaan sebagai sopir pribadi seorang ceo di sebuah perusahaan.
Raditya Pratama Handoko 27 thn .Seorang ceo yang cuek dan dingin tempat Rania bekerja. Dia sudah dijodohkan tapi Radit tidak menyukai calon jodohnya tersebut.
Bagaimana kisah Radit dan Rania. Apa saja rahasia yang ada dibalik nama Rania? Apa alasan bunda Rania menyembunyikan identitasnya. Dan apakah Rania akan bertemu dengan ayahnya yang selama ini tidak pernah di ketahui.
Daripada penasaran baca novel ini sekarang juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dia Mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.Penyerangan

Mobil Radit melaju kearah pinggir kota. Radit ingin mencari tempat yang tenang. Tapi di tengah jalan ban mobil mereka kempes. Radit memberhentikan mobilnya kepinggir jalan.

''Haah. Ban mobilnya pakai kempes segala'' ucap Radit kesal sambil menendang ban mobil.

''Ada apa pak'' tanya Rania sambil turun dari mobil.

''Ini ban mobilnya kempes. Kita harus mencari bengkel yang dekat dari sini'' ucap Radit.

''Tapi disini jalannya sepi pak. Mana mungkin ada bengkel. Apalagi hari sudah malam. Susah cari bengkel'' jawab Rania.

''Kalau gitu biar aku telepon Davin aja. Suruh dia jemput kita kesini sekalian suruh bawa mobil derek'' kata Radit mengeluarkan ponselnya.

''Tidak usah pak. Biar saya saja yang ganti bannya'' kata Rania sambil mengambil dongkrak dan pekakas lain kedalam mobil.

''Apa kamu bisa?'' tanya Radit ragu.

''Tenang aja pak. Dulu waktu kuliah saya pernah kerja di bengkel mobil. Trus waktu saya bawa taksi online sering juga mengganti ban yang kempes'' jelas Rania sibuk mengeluarkan ban serap dan mulai menggantinya.

''Biar saya bantu'' ucap Radit biarpun dia tidak tahu mau bantu apa. Karna selama ini dia tahu siap saja. Hari ini Radit melihat sisi lain dari Rania yang membuat dia kagum.

''**S***opirku memang beda'' batin Radit*.

''Ngak usah pak. Ntar tangan anda kotor lagi'' ucap Rania sambil mengarut pipinya yang gatal dengan tangan kotor.

''Hahaha'' Radit tertawa geli.

'' Kenapa anda tertawa'' tanya Rania binggung sambil melanjutkan kerjanya.

''Itu pipi kamu hitam'' tunjuk Radit.

''Iya ya, disebelah mana?'' kata Rania sambil mencoba mengelap dengan tangannya.

''Bukan disitu. Disebelah sini, biar saya yang lapkan kalau kamu yang lap malah bertambah kotor'' kata Radit sambil mengeluarkan sapu tangan dari kantong celananya.

Ketika radit mengelap pipi Rania. Jarak mereka begitu dekat. Tatapan mereka sempat beradu sebentar. Radit seperti mencoba melihat manik mata dibalik kaca mata Rania. Sedangkan Rania melihat betapa tampan Radit dengan bola mata hitam yang tajam, hidung mancung serta bau yang maskulin keluar dari tubuhnya. Seakan waktu terhenti sebentar sampai Rania sadar.

''Biar saya yang lap sendiri pak'' kata Rania sambil mngambil saputangan dari Radit. Jantungnya berdetak tidak karuan.

Mereka jadi salah tingkah karna kejadian tersebut. Rania kemudian menyelesaikan kerjanya. Sedangkan Radit hanya melihat saja. Beberapa saat kemudian Rania selesai mengganti ban.

Tidak jauh dari tempat mereka. Sebuah mobil berhenti memperhatikan gerak gerik mereka.

''Hallo bos. Mobil mereka sudah berhenti ditempat sepi.Apa kami bergerak sekarang'' tanya orang didalam mobil.

''kamu bereskan saja yang cewek. Kalau yang cowok jangan kalian apa-apakan. Kalau sampai yang cowok tergores sedikit saja. Upah kalian saya potong'' ucap suara orang diseberang.

''Baik bos'' kata orang itu lagi sambil mematikan telepon.

''Ayo kita bergerak sekarang'' katanya kepada temannya yang lain.

Sementara itu Rania sedang membereskan peralatan yang dipakai untuk mengganti ban mobil. Sedangkan Radit pergi kedalam mobil mengambil minum.Tiba-tiba...

''Rania awaaass'' teriak Radit melihat ada orang yang mau menusuk Rania dari belakang dengan pisau.

Rania yang menyadari ada orang dibelakangnya secara reflek menghindar. Tapi tanganya terkena sambetan pisau.

Bruuk. Satu tendangan Rania mendarat di perut pria berbadan besar itu. Sehingga tubuhnya terlempar kebelakang.

''Arrgghh ''erang pria tadi. Melihat itu temannya yang lain mulai menyerang Rania. Rania mulai terlibat perkelahian dengan keempat pria yang bertubuh besar. Radit yang melihat Rania dikeroyok segera membantu.

Beberapa kali pukulan serta tendangan Rania dan Radit mengenai mereka. Sehingga mereka mundur dan melarikan diri dengan mobil yang mereka berhentikan tidak jauh dari situ. Radit berusaha mengejar. Tapi mereka sudah dulu kabur dengan mobil. Radit kembali ke tempat Rania berada.

''Kamu tidak apa-apa Ran?'' tanya Radit cemas ketika sampai di tempat Rania.

''Saya tidak apa-apa pak'' jawab Rania sambil lanjut membereskan pekakas yang dipakai tadi. Tidak sengaja Radit melihat darah keluar dari tangan Rania.

''Tanganmu terluka Ran'' kata Radit sambil memegang tangan Rania.

''Luka kecil pak. Tidak apa-apa'' ucap Rania.

''Apanya yang kecil. Darahnya banyak mengalir begitu. Sini ikat dulu lukanya biar tidak banyak darah yang keluar'' kata Radit memegang tangan Rania sambil mengambil sapu tangan dan mengikat luka ditangan Rania.

''Kamu masuk aja kedalam mobil. Biar saya yang membereskan ini'' kata Radit sambil mengangkat pekakas ke dalam bagasi mobil.

Rania berjalan menuju depan mobil. Dia duduk didalam mobil menunggu Radit. Tidak beberapa lama Radit masuk kedalam mobil.

''Kita kerumah sakit'' ucap Radit sambil menyalakan mobil.

''Tidak usah pak. Kita langsung pulang saja'' jawab Rania.

''Luka kamu begitu parah Ran. Takutnya nanti bisa infeksi'' kata Radit cemas.

''Di Apartemen ada kotak P3K pak. Itu saja sudah cukup bagi saya'' jawab Rania lagi.

''Kamu jangan keras kepala. Kita akan tetap kerumah sakit. Ini perintah kamu tidak boleh menolak'' tegas Radit.

Rania hanya pasrah. Dia tidak punya tenaga lagi berdebat dengan Radit. Apalagi luka ditangannya sudah mulai terasa nyeri.

''Berapa banyak lagi kejutan yang akan kamu tunjukan rania. Bahkan aku tidak bisa membayangkannya. Ketika kamu tidak merengek atau menangis dengan luka ditangan seperti wanita pada umumnya, dan kamu masih melihatkan ketenangan yang sekarang malah membuat hatiku sakit. Apa kamu sudah biasa menanggung sakit seperti ini sehingga kamu tidak bisa melihatkan sedikitpun kelemahan didepanku'' batin Radit melirik ke arah Rania yang sedang menyandarkan kepalanya di pintu mobil.

mobil radit melaju mencari rumah sakit terdekat. Tidak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit. Radit dan Rania masuk kedalam UGD untuk mencari dokter yang akan mengobati luka Rania.

''Radiitt'' terdengar suara orang memanggil dari arah belakang mereka.

Radit dan Rania membalikan badan melihat kepada orang yang memanggil tadi. Rania langsung menundukan kepala

''Waduh kenapa ketemu kak Dimas disini'' batin Rania.

''Hei dokter Dimas'' sapa Radit.

''Kamu mau ngapain kesini?'' Tanya Dimas.

''Ini mau mengobati teman saya luka'' kata Radit sambil melihat kearah Rania yang masih menundukan kepala.

Dimas yang dari tadi fokus melihat kearah Radit. Dia tidak sadar kalau disebelah Radit ada orang.

''Raniaaa'' panggil Dimas terkejut.

''Hehehe. Malam kak Dimas'' ucap Rania sambil mengangkat kepala.

''Kalian saling kenal?'' teriak Radit dan Dimas barengan. Rania malah salah tingkah melihat mereka berdua. Apalagi beberapa perawat di UGD melihat ke arah mereka.

''Dokter aja yang jawab duluan'' kata Radit.

''Rania sahabat adikku, kalau kamu?'' tanya dokter Dimas yang ternyata kakaknya Sisi.

''Dia sopirku'' jelas Radit singkat padat.

''Trus apa yang terluka?'' tanya dokter Dimas.

''Tangan Rania'' jawab Radit.

''Ya udah kita obati diruanganku saja. Disini terlalu ramai orang'' ajak dokter Dimas.

1
Suyatno Galih
pake membatin segala biji kolor......
Suyatno Galih
good pak Gunawan/Good//Good/
Zainuri Zaira
pasti yg coba bunuh istri gunawan yg pertama..ibux cintya
Zainuri Zaira
cinta gunawan palsu masa percya ma orng dri pada istri sendri
Zainuri Zaira
tp aq suka karakter rania trus bgitu jgn smpai karakter kena buly
sakura
.. m
Nur Lela
luar biasa
Yaser Levi
kebanyakan pov rania jd kurang sreg bacanya..
irma hidayat
ceritanya bagus, semangat berkarya thor
irma hidayat
Buruk
Ida. Rusmawati.
/Smile/
Mardi Yanty
radit radit geles aja kaya bajai. 😁😁
Mardi Yanty
matamu mengalihkan duniaku 😁😁
Mardi Yanty
bunga bunga cinta sedang berterbangan 😁
Mardi Yanty
paling yg yerang si cewek gila
Fajar Ayu Kurniawati
.
You Bitch
Alur yang monoton, gampang emosi. yeah jujur, di awal pembaca akan dibawa seperti Roller Coster. namun setelah dipertengahan alur mulai berantakan. ini bukan sebuah Hinaan, saya hanya memberikan pendapat saja tidak ada maksud apapu. sebab dari sekian Ratus ribu Novel yg ada di PF ini semua sudah saya baca, berbagai gaya tulisan dan narasi dari berbagai Author sudah saya nikmati. so Ini hanya opini saya.
You Bitch: Dari pada aku kasih B1 terus yg punya Novel Ngamuk karena LV Karya-nya turun. lbh baik kasih B5
total 2 replies
Mardi Yanty
seenak enak rumah orang lebih enak lg rumah sendiri mau gapain juga terserah
altanum
dari segala maslah yang ditemui menjadikan rania anak yang kuat mandiri dan juga tidak mudah ditindas.
selamat utk author sudah membuat karya yang te o pe.teeus semangat berkarya thor
Shepty Ani
duh deg"an rania mau ketemu si nenek lampir please siapa aja tolong selamatkan rania pasti si nenek lampir py rencana jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!