Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Etika Hidup.
...~•Happy Reading•~...
Di bagian bumi yang lain ; Dalam masa persiapan merilis Mini Album Melo, Manager Melo melihat ada perubahan pada sikap Darel. Dia tidak ikut berkomentar atau ikut memberikan saran tentang lagu-lagu yang akan dinyanyikan Melo.
Dia mengikuti semua maunya penulis lagu tanpa mengucapkan kata saktinya: 'alangkah baiknya begini atau alangkah baiknya begitu'. Para member Melo juga menyadari perubahan itu, tetapi mereka tidak berani berkomentar. Sebab Darel tetap bersikap seperti biasa, berlatih lagu dengan serius.
Justru sikap Darel yang biasa itu, membuat mereka cemas. Tidak ada sentuhan Darel dalam lagu-lagu mereka seperti makan sayur tanpa garam. Biasanya dia akan berdiskusi tentang lagu yang ditulisnya. Dia juga akan memberikan masukan kepada semua penulis lagu untuk Melo, agar sesuai dengan karakter vokal member Melo.
Tapi saat ini, Darel menerima dan mengeksekusi semua lagunya sesuai dengan yang diinginkan penulis lagu. Tanpa menambah atau mengurangi sedikit pun.
Melihat ini, Baek yang tadinya bertingkah dan pamer di depan member lainnya mulai cemas. Dia tidak menyangka Darel benar-benar tidak memberikan sentuhan apapun terutama untuk lagu utama Melo, ciptaannya.
Darel memberikan kesempatan untuk Baek yang mengaturnya. Dia dan member lain mendiskusikan koreografinya. Karena kebanyakan lagu ballad, jadi tidak perlu terlalu banyak gerakan. Setelah selesai latihan, Darel segera meninggalkan studio.
Ketika Pak Yoon tiba di studio untuk berdiskusi dengan para member Melo, Darel sudah tidak ada di studio. Sehingga Pak Yoon hanya berbicara dengan para member Melo yang masih ada di studio.
Pak Yoon mendengar tentang Darel yang tidak mengotak atik semua lagu di Mini Album Melo, jadi terkejut. Beliau langsung menemui Manager Melo untuk mengetahui kebenaran beritanya. Manager Melo membenarkan apa yang didengar oleh Pak Yoon.
"Lalu kalian semua diam saja setelah mengetahui itu? Apa kalian semua tidak tahu, apa yang dilakukan Darel terhadap lagu-lagu Melo selama ini?" Tanya Pak Yoon, heran. Selama ini Darel yang memoles atau memperbaiki semua lagu untuk Melo nyanyikan.
"Mungkinkah Darel marah kepada kami, Pak Yoon? Karena waktu penentuan lagu Melo, kami tidak bicarakan dengan dia?" Manager Melo coba menerka.
"Kalian tahu bukan, Darel itu tidak akan marah tanpa alasan. Jika dia marah, berarti kalian semua, sudah keterlaluan." Pak Yoon menggerakan kedua tangannya, emosi.
"Mengapa kalian tidak menunggu dia baru bicarakan dan putuskan lagu untuk Melo? Bukankah dia masih Leader Melo?" Pak Yoon yang sudah emosi jadi kesal.
"Sebenarnya kami sudah menghubunginya berkali-kali untuk ingatkan schedule yang disepakati, tetapi dia tidak merespon." Ucap Manager Melo.
"Asisten dan managernya tidak tahu dia ada di mana. Jadi kami putuskan sesuai schedule, dengan empat member yang ada." Manager Melo menjelaskan.
"Astagaaa, kalian tidak bisa menghubungi keluarganya untuk mengetahui keberadaannya?" Tanya Pak Yoon, heran.
"Kami sudah hubungi keluarganya, tapi Ibunya bilang dia dalam pemulihan, jadi sementara ingin sendiri." Ucap Manager.
"Astagaaa, kalian sangat tidak berperasaan. Orang tuanya mengatakan dia dalam pemulihan, berarti dia sedang tidak sehat. Kalian bukan menunggunya, tetapi kalian mengabaikan kondisinya dan ambil keputusan sendiri." Pak Yoon menggelengkan kepala.
"Bersyukur dia tetap bersama kalian untuk berlatih lagu-lagu itu. Kalau dia tidak terima dan keluar, kalian akan rasakan akibatnya." Ucap Pak Yoon lagi.
"Dia masih terikat kontrak dengan kami, Pak Yoon. Jadi tidak mungkin dia akan meninggalkan grup atau Agency." Ucap manager, yakin.
"Astagaaa, kau ini bicara tentang siapa? Kau tidak mengenal Darel? Kalau Darel mau keluar sekarang, dia akan keluar tanpa peduli akan membayar finalti." Ucap Pak Yoon. Manager Melo hanya bisa melihat Pak Yoon tanpa bisa berkata-kata.
...°-° Banyak rancangan dalam hati manusia, tetapi orang cerdas dapat membacanya °-°...
Manager Melo memikirkan apa yang dikatakan Pak Yoon. 'Mungkinkah aku telah salah bicara dan salah mengambil keputusan dalam proses pemilihan lagu untuk Mini Album Melo? Mungkinkah aku telah berlaku tidak adil terhadap Darel?' Manager Melo membatin.
'Hanya karena kesal dan marah karena dia tidak merespon panggilan dan pesan saat itu, aku menjadi ceroboh. Mengikuti saran Baek, agar tetap putuskan pemilihan lagu sesuai schedule.' Manager Melo terus membatin.
"Apakah Pak Yoon bisa bantu bicara dengan Darel? Mungkin dia akan mendengar Pak Yoon, jadi bisa ambil bagian dalam lagu di Mini Album Melo ini." Manager Melo berharap.
"Mau membicarakan apa lagi dengan Darel? Bukankah kalian sendiri yang sudah memilih dan memutuskan lagu-lagu itu untuk Melo? Jadi untuk apa Darel ikut campur lagi? Kalau saya tahu, lagu Darel tidak ikut, saya tidak akan memberikan lagu saya." Pak Yoon makin kesal.
Pak Yoon mengambil telponnya dan coba menghubungi Darel. Ketika melihat Pak Yoon yang menelpon, Darel merespon.
"Hallo, Darel. Saya mengganggu?" Sapa Pak Yoon.
"Hallo, Pak Yoon. Tidak Pak, dan maaf. Seharusnya saya yang hubungi Pak Yoon." Ucap Darel.
"Tidak apa-apa Darel, ini saya lagi datang di studio. Saya kira kau ada di sini, jadi bisa bertemu denganmu." Ucap Pak Yoon.
"Ooh, iya Pak Yoon. Tadi selesai latihan, saya langsung pulang, karena ada yang harus diselesaikan." Darel menjelaskan.
"Begini Darel, tadi saya dengar kau tidak ambil bagian dalam lagu-lagu yang sedang disiapkan untuk Melo." Pak Yoon mencoba.
"Iyaa, Pak Yoon. Saya menghargai keputusan para member dan manager Melo. Jadi saya berikan kesempatan untuk teman-teman mengembangkan karya mereka. Di Melo bukan ada saya saja, member lain juga bisa berkarya dengan baik. Jadi sama-sama bisa bangun Melo." Ucap Darel, serius.
"Iya, Darel. Tapi tidak bisa tutup mata atau membutakan mata, kalau selama ini karya-karyamu yang membesarkan Melo." Pak Yoon, meyakinkan.
"Aaahh, Pak Yoon. Jangan bicara seperti itu, saya khawatir akan lupa diri dan juga tidak baik didengar yang lain. Kami semua, bersama membangun Melo dengan kesatuan kemampuan kami masing-masing. Jadi untuk semua lagu Melo di Mini Album nanti, sudah clear." Darel menjelaskan.
"Kalau mengenai lagu yang kita bicarakan waktu itu, saya akan mengaransemen ulang. Jadi mohon maaf Pak Yoon, tidak bisa." Ucap Darel.
"Tidak apa-apa Darel, saya mengerti. Nanti kita bicarakan lagi tentang itu." Ucap Pak Yoon.
"Baik, Pak. Terima kasih." Pak Yoon mengakhiri pembicaraan mereka.
"Anda sudah dengar sendiri apa yang dikatakannya bukan? Kalian sudah bekerja bertahun-tahun, tapi tidak mengenal satu dengan yang lain." Pak Yoon kepada Manager Melo.
"Anda juga sebagai Manager Melo, bukannya bicara secara pribadi dengan Darel tentang keputusan yang sudah diambil. Tapi dengan vulgar di depan semua orang yang hadir menyerahkan kertas lagu dipilih dan diputuskan, tanpa menjaga perasaannya." Ucap Pak Yoon, tanpa menyembunyikan rasa marahnya.
"Saya tahu dia pasti terkejut, tapi coba bersikap tenang dengan menerima tanpa banyak tanya." Ucap Pak Yoon lagi.
"Hanya karena Darel tidak merespon telpon kalian atau tidak menghubungi kalian satu atau dua hari saja, kalian perlakukan dia seperti orang yang tidak berarti." Pak Yoon marah dan kecewa.
"Anda kira dengan tindakan itu mau berikan pelajaran padanya? Anda salah orang, karena dia bukan orang brengsek yang perlu diberi pelajaran moral."
"Anda ingat apa yang dia katakan pada pertemuan itu? Ada persoalan pribadi yang harus dia selesaikan agar tidak mengganggu grup. Dalam kondisi yang tidak baik saja, dia masih memikirkan grup dengan menyelesaikan sendiri."
"Jadi dengan demikian, saat ini bukan kalian yang karena emosi sesaat itu memberikan pelajaran kepada Darel. Tetapi Darel sendiri yang sedang memberikan pelajaran bagi kalian semua. Supaya belajar menghargai jerih lelah orang lain, sekecil apa pun itu." Ucap Pak Yoon lagi.
"Kalian pikir, bagian memoles lagu itu hal gampang? Hanya seseorang bertalenta dan jenius yang mampu melakukan itu." Ucap Pak Yoon.
"Jadi apa pun hasilnya nanti, tidak usah ribut. Terima saja hasilnya." Pak Yoon langsung pergi. Manager Melo diam terpaku.
...°-° Ada namanya etika hidup, mungkin tidak tertulis tapi perlu diperhatikan dan diterapkan °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...