NovelToon NovelToon
KOS-an BERHANTU [ END ]

KOS-an BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

(Novel Ketiga = Puskesmas Di Tengah Hutan)

Berawal dari rasa geram Nala pada pemilik kos-an membuatnya nekat untuk pindah yang ternyata, malah membawanya kepada pusaran terror ghaib nan mencekam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERKELILING

Usai sarapan, Reza menggenggam tangan Nala dan mulai mengajaknya berkeliling. Berkali-kali Nala dibuat terperangah atas megahnya istana tersebut. Reza juga mengajak Nala ke singgasana Raja dan menunjukkan sebuah kursi kusus untuknya.

"Yang ini kursi untukku sementara yang itu untukmu."

"Apa bedanya dengan kursi yang lain?" tanya Nala.

"Tentu berbeda, kursi kita adalah kursi kusus untuk Raja dan Ratu."

Nala menatap Reza dengan berbinar.

"Kamu adalah calon Ratuku Nala," ucap Reza kemudian.

Nala tersenyum senang.

"Setelah semuanya siap, kita akan segera menikah?"

"Benarkah?" tanya Nala.

"Tentu saja benar."

"Kapan hal membahagiakan ini akan terjadi?"

"Tidak perlu terburu-buru sebab kamu, akan tetap berada di sini untuk selamanya."

Tampaknya, Nala benar-benar telah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dia menganggap semuanya wajar dan menganggap memang di sanalah tempatnya tinggal.

"Ayo, kuajak kamu ke taman!" ajak Reza.

"Iya," jawab Nala seraya mengayunkan tangannya yang lekas disambut Reza.

Istana tersebut memiliki taman yang sangat luas. Beragam jenis bunga tumbuh subur di sana. Sangat terawat dan indah. Nala merasa sangat bahagia.

"Kamu senang sayang?" tanya Reza.

"Sangat senang, lihatlah! di sana mawar, di sana melati dan di sana anggrek. Semuanya bunga yang kusukai."

"Aku memang sengaja menyiapkannya untuk menyenangkanmu."

" Terima kasih sayang, bolehkah kupetik beberapa kuntum untuk kuletakkan di kamar?"

"Lakukan sesukamu! semua yang ada di sini adalah milikmu."

Nala tersenyum seraya melangkahkan kaki memilih bunga-bunga yang cantik untuk ia rangkai dan kemudian ia letakkan di dalam kamar. Kedua pelayan Nala mengikuti dari belakang sembari membawa keranjang bunga serta gunting tanaman. Reza menunggunya di tepi taman sembari menikmati buah-buahan.

"Penuhi apa pun yang calon Ratuku inginkan!" perintah Reza kepada para pelayan di dekatnya.

"Baik," jawab semuanya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, Nala kembali dengan membawa tiga keranjang bunga yang tentu dibawakan pelayannya.

"Sudah selesai memetik bunganya?" tanya Reza sembari mengulurkan segelas air putih kepada Nala.

"Sudah."

"Mau kubantu untuk merangkainya?"

"Memangnya kamu bisa?"

"Tentu bisa."

"Baiklah. Kemarilah, bawa keranjang bunga itu kemari!" pinta Nala pada kedua pelayan pribadinya.

"Rangkailah sesuai keinginanmu, nanti kita bandingkan, milik siapa yang lebih bagus!"

"Baik," jawab Reza menyetujui.

Mereka berdua pun mulai sibuk dengan rangkaian bunga masing-masing. Suasana terasa begitu hangat. Layaknya kedua kekasih yang sedang menghabiskan waktu bersama.

...🌸🌸🌸...

Sementara itu, di alam manusia, empat hari telah berlalu dan kini, sudah memasuki hari kelima hilangnya Nala. Sudah bukan rahasia jika pergantian waktu di alam manusia dan di alam jin memiliki perbedaan.

Sudah banyak ustad yang didatangi orang tua Nala namun belum juga ditemui titik terang. Keberadaan Nala masih belum ditemukan. Meski begitu, semua ustad yang telah ditemui orang tua Nala berpendapat sama bahwa Nala telah dibawa ke alam ghaib dan disembunyikan di sana.

Reza sedikit tertekan sebab tak sedikit yang menuduhnya telah menyembunyikan Nala. Meski begitu, dia malas menanggapi sebab percuma saja menjelaskan duduk permasalahan pada orang yang hatinya dipenuhi buruk sangka. Semua hal baik tidak akan bisa menembusnya. Di sisi lain, banyak juga yang mendukungnya bahkan membantu mencarikan orang pintar untuk mencari keberadaan Nala sekarang.

"Za.." panggil Roni salah seorang teman sekelasnya.

"Ada apa?" tanya Reza.

"Aku kenal satu orang pintar, barang kali kamu mau ke sana untuk meminta bantuannya."

"Siapa Ron dan rumahnya di mana?"

"Di desaku Tugu Nalas sekitar tiga jam perjalanan dari sini. Namanya, mbah Warto."

"Dukun?"

"Bukan, dia sesepuh desa yang dihormati selain karena usianya juga karena kemampuannya ini."

"Dukun?"

"Terserah kamulah menyebutnya apa tapi menurutku bukan. Dia orang tua biasa yang kerjaannya di sawah dan dia juga tidak membuka praktik perdukunan seperti yang kamu duga."

"Baiklah boleh tapi ke sananya hari sabtu saja saat kuliah libur!"

"Oke Za beres, kita motoran saja nanti!"

"Iya, makasih ya!"

"Jangan makasih dulu, berhasil atau enggaknya kan belum tahu."

"Terima kasih sudah percaya dan berniat membantuku juga Nala!"

"Wah kamu ini, jelas aku percaya."

...🌸🌸🌸...

Hari sabtu pun tiba, Reza berboncengan dengan Roni untuk menemui mbah Warto seperti yang telah mereka sepakati. Jalanan cukup ramai namun lancar, sama sekali tak ada kemacetan. Sesampainya di desa Tugu Nalas, Roni mengajak Reza mampir dulu ke rumahnya untuk makan siang serta beristirahat sejenak. Setelah itu, barulah mereka mendatangi kediaman pak Warto yang lekas disambut hangat oleh istrinya. Dua gelas teh hangat pun lekas disajikan. Tak lama kemudian, mbah Warto keluar, menemui mereka.

"Mbah.." sapa Roni seraya mencium punggung tangannya.

Reza pun melakukan hal yang sama.

"Saya Roni mbah, cucunya mbah Waginah."

"Oh iya-iya, saya ingat. Ada apa nak?"

"Begini mbah, maksud kedatangan kami adalah hendak meminta bantuan mbah Warso."

"Bantuan apa?"

"Ini teman saya, namanya Reza, dia yang akan bercerita perihal maksud kedatangan kami."

Mbah Warso manggut-manggut dan kemudian, Reza mulai menceritakan semua hal yang telah Nala alami selama berada di kossan palsu itu.

"Jadi begitu, tunggu sebentar ya, saya lihat dulu!" pinta mbah Warso seraya kembali masuk ke dalam rumah.

"Iya mbah," jawab Roni dan Reza.

"Tenang Za, kita tunggu sebentar!"

"Iya Ron."

Sekitar lima belas menit kemudian, mbah Warso kembali keluar seraya menatap nanar ke arah Reza. Entah kenapa, Reza seolah dapat menduga apa yang akan mbah Warso katakan dari sorot wajah rentanya.

"Bagaimana mbak?" tanya Roni penasaran.

"Nak Roni, nak Reza..."

"Iya mbak."

"Anak perempuan yang bernama Nala itu telah diincar sejak awal."

"Siapa yang mengincar mbah?" tanya Reza.

"Raja Jin."

Reza dan Roni terbelalak mendengarnya.

"Lalu bagaimana dan di mana Nala sekarang mbah?" tanya Reza lagi.

"Masih di tempat yang sama hanya berbeda alam saja. Nak Nala ini telah terperangkap di alam Jin."

"Menjadi tawanan mereka?"

Mbah Warto menggelengkan kepalanya. Reza masih menunggu, mbah Warto melanjutkan ucapannya.

"Nak Nala merasa sangat senang sekarang sebab dia telah diperdaya oleh raja Jin."

"Hah, bagaimana maksudnya mbah?"

"Nak Nala merasa betah di sana sebab merasa bahwa memang di sanalah tempatnya tinggal."

"Gak mungkin."

Seketika dada Reza terasa nyeri, luka dan amarah bercokol di sana.

"Saya sangat prihatin dengan keadaan nak Nala tapi sayangnya, raja Jin bukanlah tandingan saya."

"Mbah.."

"Maaf ya nak Reza! meskipun ingin, saya tidak bisa membantu untuk mengembalikannya ke alam manusia lagi."

Roni lekas menepuk pelan pundak Reza untuk menguatkannya.

"Sabar ya Za, pasti masih ada jalan!" ucap Roni.

Reza hanya diam, enggan memberikan jawaban.

...🌿 DONE, Makin seru kan.. 🌿...

1
Diankeren
haduuh knpe jdul'y Bgeettoo 😝 inget masa muda jdi'y eike klo Lgi ng'cengin tmn yg omdo
ada swara g ada bntuk
Diankeren
te i ty TY pe o po PO 🤣✌🏻
🏃🏻🏃🏻💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨
Diankeren
mnding mna yg pnya kosan rwel atau kosan baik² aja tpi ada hntu'y? 👻👻👻
siyuk sie: wah pilihan sulit ini hrhehe
total 1 replies
dream
Bagus..... bikin merinding....
Yulia Aziz
padahal tak pikir si Nala bakal nikah beneran sama jin... Alhamdulillah gak jadi , dan happy ending

makasih Thor 🤗
siyuk sie: iya kak happy ending ☺️🫰
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
bagus
siyuk sie: Terima Kasih banyak kak
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
wahhh kyanya semuanya hantu deh...kecuali nala😁😁
Shyfa Andira Rahmi
jdiii....yg bukan manusia itu yg mna niihhh🤔
dream
keren..... happy ending
dream
Nala... kamu gak bisa berdoa?
dream
Duh.... udah di ingetin, tapi ngeyel
dream
Terlambat sudah... Nala sdh terperdaya
dream
kalau lawan uwong beneran sih gampang....
dream
Duh... Nala... sadar Nala.....
dream
Duh Nala... kasian ortumu n Reza, jgn terlena...
dream
itu Reza palsu, pasti rajanya
dream
Wah.... si Nala emang udah di incar penghuni di sana jangan bu yanti ratu dedemit..... hiii.....
dream
Duh.... Nala... gmn nasib mu, tukang nasi yg kamu beli juga tkng nasi alam gaib teenyata
dream
Semoga Nala selamat n di temukan ibu bpknya
dream
Duh... smg Nala selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!