NovelToon NovelToon
Black Bones

Black Bones

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: K A Z A R O

Aztiel, nama dari kerajaan yang ada di Mascus, 1 dari 3 negara terbesar di planet Jana dan masih berkembang. Monster, Manusia, Iblis dan hal hal lainya sudah tak asing di sana, Istana yang megah di kuasai oleh raja Farlov Von Grief dan Desmon menjadi salah satu Tentara "elite" di sana yang sangat loyal terhadap kerajaan, bahkan salah satu gereja terbesar yaitu Ferus sempat membantu Desmon untuk menjadi pengikutnya. Suatu hari di siang yang cukup panas ia di tugaskan oleh sang raja untuk mengantarkan sebuah surat untuk kerajaan yang ada di sebrang bersama 4 teman lamanya. Awalnya semua berjalan dengan baik namun tragedi mengenaskan menghancurkan semuanya.

Akankah dia berhasil bertahan hidup dari masalah yang akan ia lalui dan membuka masalalu sebelum semua ini terjadi?

(Web novel ini mengandung kekerasan yang berlebihan dan konten seksual,bagi para pembaca yang masih di bawah umur diharapkan agar tidak membaca atau meminta izin dari orang tua agar bisa membaca Web novel ini.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon K A Z A R O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Questions N Answers

"Ayo masuk ke dalam, Jeanie akan membuatkan makanan untuk kalian berdua."

"Tak usah repot repot Regin, aku sudah makan tadi."

Aku masuk saat Regin membukakan pintu, rumahnya cukup nyaman.

"Duduklah, Jeanie sedang membawakan segelas air untuk kalian berdua." Ucapnya sembari duduk di kursi ruang tamu.

"Tidak usah repot repot tuan Regin," ucap Fiora yang duduk di sebelahku.

"Regin, aku ingin menanyakan sesuatu." Ucapku sembari meminum segelas air yang di berikan Jeanie.

"Kau pasti ingin menanyakan siapa yang menyebarkan kematianmu kan?."

"Ya, sepertinya itu benar benar di sebarkan oleh mereka, tapi aku tak tau siapa yang pertama menyebarkan kabar tentang kematianku, apa kau tau sesuatu?."

"Aku mendapatkan kabar kalau kau meninggal dari seorang tentara kerajaan, saat aku kembali dari tugasku sebagai kesatria seorang tentara menghampiriku dan bilang bahwa kesatria bernama Desmon sudah tiada, pada awalnya aku tak percaya tapi setelah menanyakan kepada pendeta agung dan kesatria lainya, mereka membenarkan bahwa kau sudah meninggal saat bertugas."

"Tapi apa kau tau siapa yang pertama menyebarkan kabar tentangku?."

"Menurut rumor, kabar tentang sekelompok kesatria meninggal saat bertugas di sebarkan oleh Morte, seorang pendeta agung dan tangan kanan raja."

Morte, dia adalah pendeta yang baik. Dia yang sudah meyakinkan ku untuk menyembah Tuhan Ferus, tapi kenapa ia menyebarkan kabar tentang kematianku dan rekan rekanku?.

"Uh Fiora, apa kau bisa membantuku menyiapkan makanan. ini? kau kan dulu pintar memasak." Ucap Jeanie yang sedang memasak di dapur.

"Ah, aku akan ke sana." Fiora terlihat senang karena akan membantu temanya, ia melihat ke arahku seperti meminta izin.

"Pergilah bantu temanmu, jangan merepotkannya." Ucapku sembari menganggukkan kepala.

Ia berjalan ke arah dapur, sepertinya tidak akan menjadi masalah untuk Jeanie dan Regin.

"Aku juga mendengar bahwa beberapa tentara mencari jasad kalian, tetapi yang baru di temukan adalah Merlin, Rufus, dan Demio. Sementara tubuhmu di kabarkan menghilang." Ucapnya sembari berbisik ke telingaku.

"Kalau aku di temukan di sana, maka aku tak akan berada di sini bodoh." Ucapku berbisik kepadanya.

"Tidak, bukan itu maksudku."

"Lalu apa?."

"Jasad mereka yang telah di temukan di bawa ke istana kerajaan, tetapi tak di kuburkan di pemakaman melainkan di bawa ke ruang bawah tanah."

"Kau tau dari mana?."

"Aku mendapatkan informasi dari temanku yang menjaga di istana." Ia mengatakannya dengan raut wajah serius, aku tau ia tidak berbohong karna aku sangat mengenalnya.

"Lalu apa yang mereka lakukan di sana?."

"Aku tak tau, tapi ku yakin itu tidak akan berakhir menyenangkan di sana."

Kerajaan membawa jasad Merlin, Rufus, Dan Demio ke ruang bawah tanah? aku tak tau mereka akan berbuat apa di sana.

"Sepertinya pihak kerajaan bergerak lebih cepat dari duganku." Ucap Fury.

"Dugaanmu?."

"Ya, aku menduga bahwa jasad teman temanmu akan di bawa kembali oleh mereka, tetapi ini terlalu cepat dari yang ku bayangkan."

"Huh..."

Entah kenapa aku merasakan bahwa kerajaan sedang melakukan sesuatu yang sangat amat buruk.

"Omong omong Desmon, apa ini perlengkapan baru mu?." Ia menunjuk ke arah armor dan pedang milik ku.

"Ya, aku membelinya, yang dulu sudah rusak."

"Ah, aku mengerti, tetapi kenapa armor ini terlihat seperti tidak biasanya."

"Kenapa?."

"Ini terlihat gelap dan terang di waktu yang bersamaan, helm mu juga terlihat keren, seperti sebuah helm langka, tetapi tanpa tanduk atau ornamen yang lain."

"Haha." Aku hanya bisa tertawa, aku tau bahwa aku sudah berbohong padanya.

Hari menjelang malam, aku dan Regin berbincang hingga lupa waktu.

"Baiklah, makan malam sudah siap." Jeanie dan Fiora membawakan makanan yang mereka buat, makanan yang mereka buat lumayan banyak.

"Ayo Desmon, makanlah." Ucap Regin sembari mengambil makanan yang ada di piring.

Aku mengambil beberapa untuk ku makan, Fiora terlihat seperti senang dan tersenyum ke arahku saat aku mengambil makanan yang ia bawa.

"Hei Desmon, bisa jelaskan hubungan kau dengan Fiora?." Ucap Regin sembari melihat ke arah Jeanie.

"Iya, bisa kau jelaskan kepada kami?."

"Fiora adalah istriku."

Regin terkejut dengan perkataanku, seperti melihat sebuah penampakan mengerikan.

"Kau? bisa mencintai wanita?."

"Lah? emang kau pikir aku apa?."

"Kukira kau benci terhadap semua wanita." Ucapnya dengan expresi terkejut, Fiora dan Jeanie tertawa mendengar perdebatan kami berdua.

"Fiora, apa benar ia suamimu?." Ucap Jeanie.

"Ya, ia suamiku." Fiora seperti sedikit malu setelah mengucapkan itu.

"Hei Desmon, sejak kapan kau menyukai Fiora?." Regin bertanya kepadaku sembari meminum segelas bir, Jeanie sepertinya pintar membuat minuman itu.

"Sejak aku masih menjadi anak kecil di desa."

"Hoho, Fiora bilang ia dulu menyukai seorang anak lelaki di desa, aku tak tau itu kau Desmon." Ucap Jeanie.

"Sepertinya kalian mengenal satu sama lain cukup lama." Ucapku kepada Jeanie.

"Ya, kami pertama kali bertemu di kota Remington, saat itu aku masih menjadi petualang, aku bertemu Fiora dan menjadi sahabatnya." Ucap Jeanie.

"Ya, dia dulu seorang petualang, ia bisa menggunakan sihir dan di sebut penyihir cahaya." Ucap Regin seperti mengingat kejadian yang manis sembari tersenyum.

"Lalu, kenapa bisa kalian bertemu dan menjadi suami istri?."

Tanyaku kepada mereka berdua.

"Aku dulu pernah terluka parah saat bertugas, Jeanie menyembuhkan luka ku yang cukup parah ketika ia berjalan melewatiku, disana aku pertamakali menyukainya.

"Itu sangat romantis." Fiora seperti senang mendengar cerita mereka.

"Fiora, bukankah kau memiliki kekuatan magis di dalam dirimu seperti ku? apa kau tak bisa melakukannya lagi?."

Ucap Jeanie, Fiora belum pernah mengatakan bahwa ia memiliki kekuatan magis di dalam dirinya.

"Kekuatan magis?." Tanyaku kepada Jeanie.

"Ya, itu adalah salah satu syarat agar bisa menggunakan sihir." Ucap Jeanie.

"Apa itu benar Fiora?."

"Ya Desmon, aku menggunakan sihir, aku di ajari oleh Jeanie."

"Lalu kenapa kau tak bilang kepadaku?."

"Aku lupa untuk mengatakannya."

"Baiklah, sihir apa saja yang kau bisa?." Aku bertanya kepada Fiora.

"Aku hanya bisa melakukan sihir sederhana, seperti menyembuhkan luka dan membuat api sederhana."

"Ah, jadi itu yang kau lakukan ketika kau membalut tubuhku dengan perban ketika pingsan."

"Ya Desmon."

"Jadi Fiora, apa kau masih ingin belajar tentang sihir?." Ucap Jeanie Kepada Fiora dengan raut wajah gembira.

"Untuk saat ini aku tidak akan belajar tentang sihir."

"Kenapa tidak?."

"Entahlah."

Aku dan Regin lanjut makan sembari mendengarkan obrolan mereka berdua.

Obrolan di antara wanita tidak bisa ku pahami, sepertinya Regin pun tak bisa memahaminya.

"Jeanie, kau bisa tidur bersama Fiora di kamar kita, aku akan tidur di luar kamar bersama Desmon."

"Baiklah, aku akan mengambilkan bantal dan selimut untuk kalian beruda."

Aku ikut melepas dan mengganti armorku ke pakaian biasa di kamarnya. setelah selesai aku keluar untuk memasukan Dark ke dalam kandang yang ada di belakang rumah Regin, ia memiliki 1 kuda dan ada 1 kandang kuda kosong.

Setelah seselai dengan semua itu, aku berjalan masuk ke rumahnya, suara burung hantu terdengar dari arah belakangku.

"Hey Regin, apa kau bisa mencari petunjuk bersamaku esok?."

"Kau ingin aku berpetualang kembali denganmu? tentu saja."

1
la beneamata
ceweknya bekas orang,jadi kurang like
K A Z A R O: ya gimana yak wkwk, soalnya emang udah bikin rencana gitu. gak semua bakal berjalan lancar (sorry telat reply)
total 2 replies
la beneamata
hadew dah diperkosa,jadi males kasih vote
la beneamata
mantau,apakah akan seperti sipangeran pemalas?
K A Z A R O
maaf banget ni, saya gak bisa update dulu soalnya masih sakit lagi nunggu full recovery, buat yang nunggu chap baru tolong sabar ya dan maaf banget
MouthofMexico
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
K A Z A R O: tengkyu
total 1 replies
Gua Cowo 🗿
dari tadi likenya 0 semua ...
K A Z A R O: Gak apa apa, yang penting pembaca suka. Makasih loh udah dukung hehe
total 1 replies
Astraloud
Menarik nihhh
GantAi
mantap
K A Z A R O: makasih wkwk
total 1 replies
Franssisskus Supry
next thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!