Rey saat ini seorang presdir sebuah perusahaan besar yang dulunya hangat namun setelah lulus kuliah dia berubah menjadi dingin, semua ini sebab Ayahnya yang memaksa dia memasuki dunia mafia, hal ini sangat mempengaruhi mentalnya dan dia berubah drastic dari dirinya yang dulu. Rey sekarang berada pada fase senja dimana gelap akan segera datang namun terang masih belum ingin pergi. Dan Aya seorang gadis humoris, baik hati namun manja yang bertemu dengan Rey
Akankah kehidupan mereka berdua setelah bertemu akan berjalan seperti biasa atau mungkin keduanya akan berada jauh dari Zona Nyaman mereka ?
Let’s Reading…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
_Ganti Profesi_
Detik jam terus berjalan, bumi berotasi pada porosnya membuat malam semakin larut sekrang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari sepasang insan manusia sedang terlelap pada alam mimpi masing-masing.
“Tidak,,, jangan jangan…” teriak Rey nyaring membuat Aya yang hanya terlelap beberapa saat terbangun
“Rey kamu kenapa ? “ tanya Aya sambil memegang jidat Rey yang suhu badannya semakin naik
“No, don’t tuch me. Nooooo “ teriak Rey lagi, kini keringat sudah membasahi tangan Rey yang masih menggengam tangan Aya
“Rey lepasin tangan aku kalo kamu gak mau disentuh “ kata Aya kesal ingin melepaskan tangannya dan akhirnya berhasil, Aya kura ucapan itu untuk dirinya
“Ampunnn, hikss,,,hikss,,, ampuunnn sudah cukup “ kata Rey yang kini terisak
“Rey, hey Rey sadar “ kata Aya sambil menepuk pelan pipi Rey khawatir
“Kenapa dengan Rey, kenapa mengigau sampai seperti ini dan suhu badannya semakin naik. Aduh nanti kalo panasnya makin tinggi gini, bisa kejang-kejang entar bisa gaswat “ kata Aya panic.
Ayapun berjalan kebawah menyiapkan kompresan, setelah itu Aya naik lagi kekamar untuk merawat Rey
“Rey, kamu gak papa. Rey ini aku Aya “ kata Aya berusaha menyadarkan Rey yang masih terlihat gelisah dan kesakitan. Aya kini sudah memasangkan kain kompresan didahi Rey.
“Ampun,,, sudah cukup ini sangat menyakitkan. Jangan sentuh aku lagi hiks,,,,” kata Rey lirih
“Rey ini aku Aya, sadarlah Rey bangun “ bisik Aya ketelinga Rey, dia berharap bisa mempengruhi alam bawah sadar Rey agar Rey segera bangun dan terbebas dari mimpi yang menyiksanya ini, Aya tidak tega melihat Rey seperti ini.
“A,,,Aya “ kata Rey lemah
“Iya Rey ini aku Aya, Ayo bangun Rey “ Kata Aya, sambil menggengam tangan Rey
“Aya jangan tinggalin aku “ kata Rey yang kini sudah membuka mata dan mempererat genggaman tangan Aya
“Iya, aku gak kemana-mana “ kata Aya lega melihat Rey sudah membuka mata
Hening beberapa saat...
“sayang aku mau minum” kata Rey dengan manja memecah keheningan
“Iya, sebentar aku ambilin “ kata Aya yang kemudian berjalan menuju nakas untuk mengambilkan air
“Ini Rey, pelan-pelan” kata Aya menyerahkan gelas berisi air. Rey menggelengkan kepalanya
“Humff, ya sudah sini aku pegangin gelasnya “ kata Aya sambil membuang nafasnya dia paham apa keinginan Rey, Aya pun meminumkan air untuk Rey
“ sayang aku mau ganti baju, baju ini penuh dengan keringat “ kata Rey setelah minum
“hm,, tunggu aku ambilin” kata Aya malas
“nih pakai sendiri” kata Aya yang sudah membawakan baju Rey
“aku mau kamu yang pakaikan ini ke aku sayang “ ujar Rey
“kamu itu Cuma demam Rey, masa pakai baju sendiri aja gak mau kaya anak TK aja deh “ gerutu Aya yang sejak tadi diperintah Rey terus
“ya sudah aku gak mau ganti baju, aku mau tidur aja " kata Rey merajuk
“ya udah sana tidur” jawab Aya ketus
“Aku mau tidur sambil peluk kamu, sini kamu” manja Rey sambil menepuk kasur yang ada disampingnya
“gak ah gak mau, kamu bau keringet tuh” kata Aya yang masih melihat baju Rey basah akibat berkeringat
“makanya gantiin aku baju, terus kamu tidur disini” kata Rey yang masih ngotot minta Aya tidur disampingnya
“Humff, udah berapa kali gue ganti profesi dalam semalam. Gue kan kuliah bisnis, harusnya jadi pembisnis tapi malam ini gue udah beralih dua profesi jadi perawat dan pembokat. Humfff,,, sabar Ay saba, dia suami kamu jadi harus berbakti sama suami kalau gak bisa dicap istri durhaka terus kena azab kaya yang di tv tv itu “ batin Aya memandangi Rey
“yasudah, biar lo gak rengek-rengek lagi kaya kapal kelotok yang bunyinya nyaring banget “ kata Aya pasrah.
Akhirnya Aya pun menggantikan baju Rey dengan menutup mata...
“makasih sayang” ucap Rey sambil memandang Aya lucu
“Hm,,, “jawab Aya sambil meletakkan pakaian Rey ketempat pakaian kotor
“Sayang,, sini aku mau tidur “ rengek Rey lagi
“Hm,,,,” Aya kesal dengan tingkah Rey yang sangat manja begini, baru dua hari menikah sudah sangat menyusahkan Aya
“ini mah namanya bukan punya suami tapi punya anak asuh” batin Aya dalam hati
Aya mematuhi Rey untuk tidur disampingnya, Rey pun memeluk Aya dan memberikan tangannya untuk bantal Aya
“Ini tangan apa batako, keres banget “ Batin Aya yang merasakan kekarnya tangan Rey,
wajah Aya bersembunyi didada Rey, sedangkan Rey sesekali mencium pucuk kepala Aya, dirasakan Aya saat ini sangat nyaman berada dipelukan Rey dan Hangat saat Rey mencium pucuk kepala Aya, Ayapun tersenyum simpul merasakan perasaan ini detak jantungnya menjadi tidak beraturan namun Aya berusaha tenang. Dengkuran pelan Rey terdengar ditelinga Aya, menandakan bahwa Rey sudah tertidur. Ayapun juga memejamkan matanya dan akhirnya tertidur. Mereka berdua merasakan kenyamanan yang sulit untuk digambarkan, masih banyak hari-hari berikutnya yang akan mereka jalani apakah akan terus membuat mereka nyaman seperti ini atau membuat mereka terpuruk dan kecewa nantinya, takdir kehidupan merekalah yang akan menentukannya...
_jangan lupa like 👍 dan komen💬... terimakasih untuk kalian yang sudah membaca novel ini❤️, mohon kritik dan sarannya ya 😉