Menceritakan seorang gadis remaja yang terlempar ke dunia lain. Dunia di mana yang paling kuat yang di junjung dan yang rendah akan di hina.
Cansu seorang gadis remaja cantik dan pintar ia sangat terkenal di sekolah nya. Bukan karena paras dan kepintaran nya tapi karena sifat nya yang friendly dan juga bar - bar itu banyak orang menyukai nya.cansu juga sangat pandai dalam ilmu beladiri.
Cansu juga merupakan seorang gadis yatim piatu. Suatu hari sekolah mereka mengadakan study tour ke suatu tempat dan di sana cansu terlibat pertengkaran dan jatuh dari tebing. Dan disitu lah kehidupan baru cansu di mulai.
Akan kah cansu bisa hidup dunia antah berantah tersebut. Terus simak kelanjutan nya dan jangan lupa like , dan comment ya.
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunda anjani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 18
Hari pun tak terasa sudah siang dan matahari tengah mengeluarkan sinar nya. Panas nya matahari tak mampu membuat mereka semua berpaling dari pemandangan indah yang jarang mereka lihat.
Sungguh beruntung sekali mereka bisa melihat keindahan alam tersebut pikir mereka. Jika mereka sedang menikmati pemandangan berbeda dengan bocah kecil yang kini tengah menyiapkan makanan untuk mereka.
Ya bocah itu berniat membuat sesuatu yang lezat. Setelah berdebat dengan sang ayah dan yang lain nya. Akhir nya pun mereka mengizinkan bocah kecil itu untuk melakukan sesuatu yang ingin ia mahu.
Bocah kecil itu pun menatap senang ke arah makanan yang sudah jadi. Wangi harum masakan itu mengundang tatapan lapar dari semua orang.
''Makanan sudah jadi , tolong bantu aku membawanya ya ''ucap cansu.
Ya bocah yang membuat makanan tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah cansu. Para prajurit pun membantu membawakan makanan. Cansu pun mengeluarkan sebuah tikar yang cukup besar sehingga mampu menampung para prajurit dan warga untuk makan bersama.
''Silahkan di nikmati ''ucap cansu .
Mereka menatap dengan binar ke arah makanan tersebut.
''Adik sini duduk lah bersama ku ''ucap pangeran mahkotan Zhou ar fan.
Cansu pun menuruti perkataan gege nya itu.
Kaisar Zhou dan yang lainnya hanya menatap pangeran mahkota sinis.
Wah makanan ini enak sekali.
Iya benar aku sangat menyukainya.
Putri cansu sangat berbakat.
Sudah pintar ,hebat , cantik , baik hati ,dan juga pintar memasak.
Akan sangat beruntung orang yang akan memiliki putri cansu kelak.
Iya kau benar
Bahkan dia sangat ramah dan tidak jijik melihat kaum rendahan seperti kita.
Biasanya para bangsawan suka melakukan hak sebaliknya.
Sungguh keluarga kaisar xi dan kaisr Zhou berbanding balik .
Begitu lah bisik - bisik para warga mau sekecil apa pun mereka bercerita tetap saja mampu di dengar oleh keluarga kaisar. Namun keluarga kaisar tidak perduli selagi masih hal yang baik yang di bicarakan maka mereka akan tetap diam.
"Paman shuan aku ingin bicara kepada kalian "ucap cansu.
"Bicara apa putri ? ,katakan saja maka kami akan mendengarkan "ucap kepala desa shuan.
"Tunggu sebentar ya "ucap cansu.
Cansu berjalan ke arah pohon kelapa lalu ia meninju pohon tersebut sehingga membuat beberapa kelapa jatuh tepat di bawah nya.
Mereka kagum dengan cansu bagaimana mungkin anak umur lima tahun bisa menjatuhkan beberapa buah kelapa hanya dalam satu pukulan sungguh luar biasa.
Cansu membawa enam buah kelapa kehadapan para keluarga kaisar.
"Cansu apa yang akan kau lakukan dengan buah itu ?"tanya putri xi lian mei.
''Jie - jie lihat saja ''jawab cansu.
Cansu pun mengupas kelapa tersebut hingga terbuka lalu ia mengeluarkan sendok untuk mengerik daging kelapa muda (kalau orang medan bilang nya degan ,kalau di daerah kalian apa nama penyebutan nya ) tersebut. Selanjutnya ia mendinginkan kelapa tersebut menggunakan element es nya sekaligus mengeluarkan sedotan yang ia miliki.
Ia mulai menyeruput es kelapa tersebut ,mereka menatap cansu dengan tatapan minat.
"Ahhhhh segar sekali ''ucap cansu.
''Cansu kami juga mau ''ucap pangeran Zhou ar fan.
''Buat saja sendiri ,tuh kelapa nya lagian kalian memiliki element es kan jadi ya gunakan saja lah ''ucap cansu.
Merdeka segera mengambil kelapa tersebut dengan berebutan. Sungguh pangeran seperti mereka membuat malu bagaimana tidak mereka bertingkah laku seperti orang yang tak pernah makan saja ,para warga yang melihat mereka hanya bisa tersenyum.
"Ouh ya paman shuan kau bisa membuka wisata di sini "ucap cansu.
"Maksudnya putri?''tanya kepala desa tak mengerti.
"Maksudku paman bisa menjadikan pemandangan laut ini sebagai sumber koin di desa ini dan juga buah kelapa ini bisa di jual juga sebagai minuman dan paman juga bisa menjual makanan khas laut seperti ikan, kepiting,kerang , udang ,lobster, cumi - cumi ,gurita dan lain nya. Paman juga bisa membuat cangkang kerang menjadi perhiasan atau hiasan lainnya. "jelas cansu.
''Dari mana kamu mendapatkan ide itu nak ?''tanya kaisar xi.
''Ntah lah paman ,mungkin karena aku pintar jadi ya gitu ''ucap cansu.
''Tapi putri bagaimana cara membuat makanan dari hasil hewan laut ?''tanya salah satu warga.
''Untuk ikan kalian bisa membuat ikan bakar atau ikan goreng dan lainnya.
''Ikan goreng, tetapi disini ikan hanya akan di buat sup ''ucap salah satu warga.
''Bagaimana menggoreng itu ?''tanya warga itu lagi.
0
''Ya menggoreng dengan minyak bibi ''ucap cansu.
''Tapi cansu disini tidak ada minyak ''ucap kaisar xi.
''Ya tinggal buat lah ''ucap cansu.
''Caranya ?''tanya permaisuri jhian .
''Itu ada pohon kelapa aku akan mengajarkan kalian nanti bagaimana caranya membuat minyak dari kelapa ''ucap cansu.
''Cansu kalau kau menggunakan buah kelapa ini nanti kita tidak bisa menikmatinya lagi dong ''ucap pangeran xi lian pei.
''Bisa buat minyak hanya menggunakan kelapa tua gege ''ucap cansu.
''Hoam aku ngantuk nanti saja aku menjelaskan nya lagi ya ''ucap cansu.
Lalu ia membuat ayunan untuk tidur di salah satu pohon kelapa. Sungguh ia tidak takut ketimpa buah kelapa atau emang buah kelapa nya yang tengah berpihak kepadanya untuk tidak jatuh menimpa nya.
"Bagaimana bisa ia membuat benda itu , sepertinya enak juga tidur di situ ,ah cansu kau melupakan jie - jie mu ini ''keluh putri xi lian mei.
''Diam lah cansu sedang tidur nanti ia terbangun "tegur pangeran mahkota zhou yi ran.
Mereka pun terdiam mendengar perkataan pangeran mahkota Zhou yi ran. Pangeran mahkota kalau sudah berbicara menegur aura yang di keluarkan nya sangat menakutkan seperti kaisar Zhou. Memang benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon nya .
...Hai hai hai...
...maaf cansu baru bisa hadir lagi karena author sempat ada problem sama hp nya author....
...Maklum hp butut xixixi....
...oke jangan lupa tinggalkan jejak kalian readers....
...koment sebanyak - banyak nya oke biar aku semangat buat lanjut ....
...share ke teman kalian juga dong ,terus follow nih author nya....
...BYE...
...see you next part...
...Gomawo ,Sarangheo....
...☘💮HAPPY READING💮☘...