NovelToon NovelToon
Bulan Dibalik Awan

Bulan Dibalik Awan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

Lia Maharani dan Davin yang menjalin cinta dengan intrik intrik didalam nya , dapatkah mereka bersatu ?

Dan dapatkah Davin membalas dendam nya pada Ayah yang telah membuang nya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Davin berbaring condong ke sisi kiri , Ia menggunakan sebelah tangan nya untuk menyangga kepalanya . Menatap lembut wajah teduh Lia yang pulas disamping nya .

Dia menyentuh bibir Lia dengan jari nya . Lalu mengecup ringan bagian dari wajahnya yang lembut itu .

Davin tersenyum . Ia sangat bahagia saat itu . Ingin nya ia menghentikan waktu agar bisa lebih lama menikmati wajah tidur Lia .

Raut wajah Davin berubah , menjadi begitu sedih . Saat ia ingat kembali , Lia tak memberinya jawaban . Mungkin sosok Arjuna masih bersemayam dihati dan pikiran Lia .

Kembali Dia mengecup ringan bibir lembut wanita yang dicintai nya .

Tiba-tiba , ponsel nya berdering . Sebuah panggilan telepon . Davin mengambil ponsel yang ia letakkan diatas nakas . Terpampang nomor Kevin disana . Digesernya tombol hijau .

'' Katakan ! '' titah Davin singkat .

'' Kau dimana ? sampai hari ini kau bahkan belum pulang . '' Suara Kevin di sebrang sana .

'' Katakan langsung ke inti nya . ''

Kevin menghela nafas kesal nya ,

'' Apa kau bersamanya ?? ''

'' Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan ! ''

'' Baiklah , Ayah mu menyerang . '' suara Kevin masih tampak kesal .

Ada sedikit perubahan aura di wajah Davin .

'' Akan ku bereskan ! ''

Davin menutup telepon , ia letakan kembali ponselnya diatas nakas . Dan dia kembali menikmati wajah tidur Lia .

'' Kau tidak membalasku , kau bahkan tidak mengatakan mencintaiku juga . Apakah bayangan Arjuna terlalu jelas hingga menutupi pandanganmu padaku Lia ? '' bisik Davin Lirih .

Sekali lagi , Ia mengecup ringan bibir ranum Lia . Dan merebahkan kepalanya disamping kepala Lia . Ia mulai memejamkan matanya .

▪▪▪▪▪

Didepan bangunan kos tempat Lia tinggal , sebuah motor sport baru saja berhenti disana . Tampak Lia turun dari motor itu . Ia berdiri di depan gerbang bangunan bercat hijau itu .

Lia melepas helm nya , dan diserahkan nya kepada Davin . Yang ikut turun dan berdiri dihadapan nya .

'' Kau tak perlu turun . Aku tidak akan menawarimu kopi atau teh . ''

'' Aku tidak membutuhkan nya ! " Balas Davin dengan senyum menggoda . Ia merogoh saku celana nya, dan mengeluarkan dompet nya . Lalu Ia menarik sebuah kartu dari sana . Dan ia sodorkan kearah Lia .

'' Ambillah ! '' perintah Davin

'' Apa ini ? '' Lia mengambil alih kartu tersebut . sebuah black card .

'' Lampu Aladin . '' jawab Davin sekenanya , Ia melebarkan senyumnya .

'' Jadi ini mengabulkan semua permintaan ? '' tanya Lia polos .

'' Heemmm... ''

'' Aku tidak membutuhkan nya , aku bisa menjadi serakah jika semua permintaanku terkabul . ''

Lia menyodorkannya kembali kearah Davin .

'' Kalau begitu , serakahlah ! ''

Davin tertawa lebar . Ia menolak Lia mengembalikan apa yang sudah Ia berikan . Lia memperhatikan kartu yang baru pertama kali nya Ia lihat itu .

Tertera namanya disana .

'' Kenapa ada namaku disini ?? ''

'' Karena itu milikmu . tidak lucu jika orang lain yang menyimpannya . '' Jelas Davin . '' Kau bisa berbelanja apapun dengan itu . ''

'' Aahh , benar . Ini memang lampu Aladin . '' pungkas Lia mengiyakan pernyataan Davin . lalu menyelipkannya didompet .

Davin tersenyum simpul , perlahan ia mendekat dan meraih pinggang Lia lalu melingkarkan nya disana .

Sebelah tangan nya lagi meraih tengkuk Lia dan mengecup bibir Lia perlahan . Sesaat mereka saling menggulum lidah . Hingga Davin dengan berat melepaskan ciuman nya .

'' Masuklah ! Sebelum aku menciummu lagi . ''

'' Baiklah . '' balas Lia melambaikan tangan nya.

Sejurus kemudian Lia sudah tak terlihat lagi .

Davin masih memandangi arah Lia menghilang .

Sebuah lampu yang menyilaukan menyorot pada nya . Hingga Davin menoleh kearahnya . Sebuah mobil hitam dengan pengemudinya yang sigap keluar dari persembunyiannya .

'' Sudah kuduga Kau bersamanya . '' Seru Kevin datar .

'' Hentikan ini ! Kau sudah mulai kecanduan . ''

'' Jangan campuri urusan pribadiku ! '' ujar Davin pelan .

'' Urusan pribadimu sudah menggoyahkan pertahanan kita . Lihatlah situasi yang kau tinggalkan ! '' bantah Kevin , Ia melemparkan sebuah tablet kearah Davin yang langsung menangkapnya .

Tampak dilayar , virus komputer yang mulai mengerogoti pertahanan web - nya .

'' Baiklah , Ayo kita bekerja . '' Davin berbalik mendekati motornya dan memasang helm dikepalanya .

'' Saat bersenang-senang kau mengabaikan ku , Dan sekarang kau mengajakku bekerja ? ''

Davin berbalik melihat pria yang frontal bersuara pada nya .

'' Kau terlalu banyak bicara . kau dipecat ! '' seru Davin tak kalah frontal .

Kevin menghela nafas nya ,

'' Yaahh,, dimana lagi kau bisa menemukan orang sesetia dan sehebat ini ?! '' tantang Kevin

'' Baiklah ! '' Davin kembali berbalik ke arah Kevin , '' Kau diterima ! ''

Davin melempar tablet yang sedari tadi diampitnya diketiak . Kevin menangkap lemparan benda pipih itu . Dan tertawa kecil .

'' Se enaknya saja . '' Gumam Kevin geli dengan sikap Davin . yang kini telah berlalu dengan motor nya .

Dia membuka pintu mobilnya dan ikut menyusul Davin meninggalkan tempat itu .

▪▪▪▪▪

Didalam sebuah ruangan tertutup , terdapat dua orang pria tampan yang duduk menghadap pada layar komputernya masih masing - masing . Dan satu orang lagi yang berdiri membungkuk dengan kedua tangan nya yang menjadi tumpuan diatas meja . Dia memandang layar laptop nya dengan serius .

Mereka tak lain dan tak bukan , adalah Davin , Kevin , dan seorang hacker kepercayaannya bernama Jack .

Jack sudah bergabung dengan DNA grup sejak 5tahun terakhir . Dia juga salah satu orang Davin yang setia .

Mereka tampak serius mengmijit-mijit keyboard pada perangkat tersebut . Sesekali , Kevin tampak menggelengkan kepala . Peluh tampak menetes di leher Jack . Mereka sedang mengukuhkan pertahanan web nya yang mendapat serangan dari NA grup yang menggandeng SW IT .

Sementara Davin masih terus mamantau perkembangan dari Laptopnya .

Web nya semakin jatuh . Ia harus bertindak .

Pertarungan itu sangat sengit . Dan Davin menjadi tidak sabar . Ia berdiri menarik kursi nya dan mulai duduk didepan .

'' Aku akan memulai nya dari ini . '' Tegas Davin .

Jari-jarinya mulai lincah memijiti keyboard laptop nya .

'' Kau gila ?? '' tampak wajah Kevin berubah menegang melihat layar dikomputernya .

'' Diamlah ! ''

'' Apa yang kau lakukan . kau semakin membuat pertahanan kita runtuh . '' seru Kevin mulai panik..

'' Diamlah ! Dan ikuti saja permainanku ! ''

Davin masih memijiti keyboard laptopnya dengan lincah . Bola matanya bergerak kesana kemari . mengikuti pergerakan perubahan di layar didepan nya ..

'' Kau licik !! '' ucap kevin frontal . Namun senyum nya mulai mengembang .

Davin tersenyum misterius , sementara jari-jari nya masih sibuk dengan aktifitas nya .

'' Lakukan pukulan terakhir Vin ! '' titah Davin santai , ia menyentuh ujung bibirnya dengan jarinya yang telah mulai bersantai .

'' Tidak ! ''

'' Kau saja Jack ! ''

'' Kenapa bagian ini kalian serahkan padaku . '' komplain Jack . Ia menuntaskan tugas nya .

Sebuah pukulan terakhir yang membuat lawan kalah telak .

Mereka akhirnya bersandar pada punggungan kursi masing-masing .

'' Kau benar-benar licik kali ini kawan !! '' suara Kevin akhirnya , setelah ketegangan itu berlalu . '' Aku bahkan tidak pernah berfikir untuk mendukung mereka dan menyerang balik saat mereka lengah . ''

'' Aku salut padamu ! '' Kevin membungkuk dengan satu tangan yang ia lipat dan menyentuh dadanya . Tentu dengan senyum lebar diwajahya .

Davin masih menyender dan memejamkan matanya . bayangan wajah Lia terpatri kuat dalam ingatannya .

'' Bahkan untuk sesaat kau tidak memberiku jeda .." batin Davin

▪▪▪▪▪

1
N Wage
jadi males nerusin bacanya,kalau akhirnya sad ending.
baca novel biar happy dg menghalau ketemu yg sad ending suka gak kuat jantung tua ini😭
DEWI MULYANI
Luar biasa
falea sezi
kevin ne g tau diri matiin aja asisten ikut campur
falea sezi
kn bner kevin gk tau diri
falea sezi
kevin ini lancang
Cinta_manis: haaahh, iya ka
total 1 replies
falea sezi
dih citra ngarep ma davin
Cinta_manis: kakak sampai ke sini🤧😭 makasih ka
total 1 replies
Kaktus Biru
nikah lah. celup celup terus😤
Kaktus Biru
astaga. kikuk kikuk mereka
Kaktus Biru
emang gila si ayu nih
Kaktus Biru
la terus?
Kaktus Biru
suka thor
YuWie
ketampanan kevin satu tingkat diatas davin..
Cinta_manis: wkwk.. pas kan nyari visual e😁
total 1 replies
Fa Rel
loh kok mati
Fa Rel
anjirrr si kevin ganteng misterius 😂😂😂😂😂
Cinta_manis: psyco beb . rata rata emang menggoda . cocok ya visual sama karakternya 😂😂😁
total 1 replies
YuWie
masih bingung dg karakter davin..hmmm
Cinta_manis: wkwk. selamat berjuang untuk memahami 😘😍🙏
total 1 replies
YuWie
msh misteri..
Cinta_manis: lanjut beb . semoga misterinya terpecahkan 😂
total 1 replies
Fa Rel
lia bodohh bgt sih herann
Cinta_manis: wkwk.. sabar beb😅✌
total 1 replies
Fa Rel
nikain atuh.vin 😂😂🙄
Cinta_manis: tengkyu dah melipir kesini beb.. 😍😘
total 1 replies
White Rose
aih Thor ini timit kah, authorr😭😭 jangan becanda donk, davin mati, idupkan lagi Thor 🙏🙏
White Rose: kudu season dua Thor🙏, aku ada loh Thor punya adik sepupu suami kecelakaan, tapi masih hidup beberapa hari. istrinya tes pack Jumat dia meninggalnya Sabtu, istrinya masih sempat ngasih tahu kalau dia sudah hamil walaupun waktu itu suaminya sudah nggak bisa komunikasi lagi, cuma bisa komunikasi lewat pandangan mata.
total 2 replies
White Rose
Thor, Davin gak mati kan Thor.. eh athor bikin deg degan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!