Lia Maharani dan Davin yang menjalin cinta dengan intrik intrik didalam nya , dapatkah mereka bersatu ?
Dan dapatkah Davin membalas dendam nya pada Ayah yang telah membuang nya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Davin berbaring condong ke sisi kiri , Ia menggunakan sebelah tangan nya untuk menyangga kepalanya . Menatap lembut wajah teduh Lia yang pulas disamping nya .
Dia menyentuh bibir Lia dengan jari nya . Lalu mengecup ringan bagian dari wajahnya yang lembut itu .
Davin tersenyum . Ia sangat bahagia saat itu . Ingin nya ia menghentikan waktu agar bisa lebih lama menikmati wajah tidur Lia .
Raut wajah Davin berubah , menjadi begitu sedih . Saat ia ingat kembali , Lia tak memberinya jawaban . Mungkin sosok Arjuna masih bersemayam dihati dan pikiran Lia .
Kembali Dia mengecup ringan bibir lembut wanita yang dicintai nya .
Tiba-tiba , ponsel nya berdering . Sebuah panggilan telepon . Davin mengambil ponsel yang ia letakkan diatas nakas . Terpampang nomor Kevin disana . Digesernya tombol hijau .
'' Katakan ! '' titah Davin singkat .
'' Kau dimana ? sampai hari ini kau bahkan belum pulang . '' Suara Kevin di sebrang sana .
'' Katakan langsung ke inti nya . ''
Kevin menghela nafas kesal nya ,
'' Apa kau bersamanya ?? ''
'' Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan ! ''
'' Baiklah , Ayah mu menyerang . '' suara Kevin masih tampak kesal .
Ada sedikit perubahan aura di wajah Davin .
'' Akan ku bereskan ! ''
Davin menutup telepon , ia letakan kembali ponselnya diatas nakas . Dan dia kembali menikmati wajah tidur Lia .
'' Kau tidak membalasku , kau bahkan tidak mengatakan mencintaiku juga . Apakah bayangan Arjuna terlalu jelas hingga menutupi pandanganmu padaku Lia ? '' bisik Davin Lirih .
Sekali lagi , Ia mengecup ringan bibir ranum Lia . Dan merebahkan kepalanya disamping kepala Lia . Ia mulai memejamkan matanya .
▪▪▪▪▪
Didepan bangunan kos tempat Lia tinggal , sebuah motor sport baru saja berhenti disana . Tampak Lia turun dari motor itu . Ia berdiri di depan gerbang bangunan bercat hijau itu .
Lia melepas helm nya , dan diserahkan nya kepada Davin . Yang ikut turun dan berdiri dihadapan nya .
'' Kau tak perlu turun . Aku tidak akan menawarimu kopi atau teh . ''
'' Aku tidak membutuhkan nya ! " Balas Davin dengan senyum menggoda . Ia merogoh saku celana nya, dan mengeluarkan dompet nya . Lalu Ia menarik sebuah kartu dari sana . Dan ia sodorkan kearah Lia .
'' Ambillah ! '' perintah Davin
'' Apa ini ? '' Lia mengambil alih kartu tersebut . sebuah black card .
'' Lampu Aladin . '' jawab Davin sekenanya , Ia melebarkan senyumnya .
'' Jadi ini mengabulkan semua permintaan ? '' tanya Lia polos .
'' Heemmm... ''
'' Aku tidak membutuhkan nya , aku bisa menjadi serakah jika semua permintaanku terkabul . ''
Lia menyodorkannya kembali kearah Davin .
'' Kalau begitu , serakahlah ! ''
Davin tertawa lebar . Ia menolak Lia mengembalikan apa yang sudah Ia berikan . Lia memperhatikan kartu yang baru pertama kali nya Ia lihat itu .
Tertera namanya disana .
'' Kenapa ada namaku disini ?? ''
'' Karena itu milikmu . tidak lucu jika orang lain yang menyimpannya . '' Jelas Davin . '' Kau bisa berbelanja apapun dengan itu . ''
'' Aahh , benar . Ini memang lampu Aladin . '' pungkas Lia mengiyakan pernyataan Davin . lalu menyelipkannya didompet .
Davin tersenyum simpul , perlahan ia mendekat dan meraih pinggang Lia lalu melingkarkan nya disana .
Sebelah tangan nya lagi meraih tengkuk Lia dan mengecup bibir Lia perlahan . Sesaat mereka saling menggulum lidah . Hingga Davin dengan berat melepaskan ciuman nya .
'' Masuklah ! Sebelum aku menciummu lagi . ''
'' Baiklah . '' balas Lia melambaikan tangan nya.
Sejurus kemudian Lia sudah tak terlihat lagi .
Davin masih memandangi arah Lia menghilang .
Sebuah lampu yang menyilaukan menyorot pada nya . Hingga Davin menoleh kearahnya . Sebuah mobil hitam dengan pengemudinya yang sigap keluar dari persembunyiannya .
'' Sudah kuduga Kau bersamanya . '' Seru Kevin datar .
'' Hentikan ini ! Kau sudah mulai kecanduan . ''
'' Jangan campuri urusan pribadiku ! '' ujar Davin pelan .
'' Urusan pribadimu sudah menggoyahkan pertahanan kita . Lihatlah situasi yang kau tinggalkan ! '' bantah Kevin , Ia melemparkan sebuah tablet kearah Davin yang langsung menangkapnya .
Tampak dilayar , virus komputer yang mulai mengerogoti pertahanan web - nya .
'' Baiklah , Ayo kita bekerja . '' Davin berbalik mendekati motornya dan memasang helm dikepalanya .
'' Saat bersenang-senang kau mengabaikan ku , Dan sekarang kau mengajakku bekerja ? ''
Davin berbalik melihat pria yang frontal bersuara pada nya .
'' Kau terlalu banyak bicara . kau dipecat ! '' seru Davin tak kalah frontal .
Kevin menghela nafas nya ,
'' Yaahh,, dimana lagi kau bisa menemukan orang sesetia dan sehebat ini ?! '' tantang Kevin
'' Baiklah ! '' Davin kembali berbalik ke arah Kevin , '' Kau diterima ! ''
Davin melempar tablet yang sedari tadi diampitnya diketiak . Kevin menangkap lemparan benda pipih itu . Dan tertawa kecil .
'' Se enaknya saja . '' Gumam Kevin geli dengan sikap Davin . yang kini telah berlalu dengan motor nya .
Dia membuka pintu mobilnya dan ikut menyusul Davin meninggalkan tempat itu .
▪▪▪▪▪
Didalam sebuah ruangan tertutup , terdapat dua orang pria tampan yang duduk menghadap pada layar komputernya masih masing - masing . Dan satu orang lagi yang berdiri membungkuk dengan kedua tangan nya yang menjadi tumpuan diatas meja . Dia memandang layar laptop nya dengan serius .
Mereka tak lain dan tak bukan , adalah Davin , Kevin , dan seorang hacker kepercayaannya bernama Jack .
Jack sudah bergabung dengan DNA grup sejak 5tahun terakhir . Dia juga salah satu orang Davin yang setia .
Mereka tampak serius mengmijit-mijit keyboard pada perangkat tersebut . Sesekali , Kevin tampak menggelengkan kepala . Peluh tampak menetes di leher Jack . Mereka sedang mengukuhkan pertahanan web nya yang mendapat serangan dari NA grup yang menggandeng SW IT .
Sementara Davin masih terus mamantau perkembangan dari Laptopnya .
Web nya semakin jatuh . Ia harus bertindak .
Pertarungan itu sangat sengit . Dan Davin menjadi tidak sabar . Ia berdiri menarik kursi nya dan mulai duduk didepan .
'' Aku akan memulai nya dari ini . '' Tegas Davin .
Jari-jarinya mulai lincah memijiti keyboard laptop nya .
'' Kau gila ?? '' tampak wajah Kevin berubah menegang melihat layar dikomputernya .
'' Diamlah ! ''
'' Apa yang kau lakukan . kau semakin membuat pertahanan kita runtuh . '' seru Kevin mulai panik..
'' Diamlah ! Dan ikuti saja permainanku ! ''
Davin masih memijiti keyboard laptopnya dengan lincah . Bola matanya bergerak kesana kemari . mengikuti pergerakan perubahan di layar didepan nya ..
'' Kau licik !! '' ucap kevin frontal . Namun senyum nya mulai mengembang .
Davin tersenyum misterius , sementara jari-jari nya masih sibuk dengan aktifitas nya .
'' Lakukan pukulan terakhir Vin ! '' titah Davin santai , ia menyentuh ujung bibirnya dengan jarinya yang telah mulai bersantai .
'' Tidak ! ''
'' Kau saja Jack ! ''
'' Kenapa bagian ini kalian serahkan padaku . '' komplain Jack . Ia menuntaskan tugas nya .
Sebuah pukulan terakhir yang membuat lawan kalah telak .
Mereka akhirnya bersandar pada punggungan kursi masing-masing .
'' Kau benar-benar licik kali ini kawan !! '' suara Kevin akhirnya , setelah ketegangan itu berlalu . '' Aku bahkan tidak pernah berfikir untuk mendukung mereka dan menyerang balik saat mereka lengah . ''
'' Aku salut padamu ! '' Kevin membungkuk dengan satu tangan yang ia lipat dan menyentuh dadanya . Tentu dengan senyum lebar diwajahya .
Davin masih menyender dan memejamkan matanya . bayangan wajah Lia terpatri kuat dalam ingatannya .
'' Bahkan untuk sesaat kau tidak memberiku jeda .." batin Davin
▪▪▪▪▪
baca novel biar happy dg menghalau ketemu yg sad ending suka gak kuat jantung tua ini😭