NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Lily : Sometime I'm Tired

Ketika malam datang, aku di lingkupi kegugupan yang sungguh tidak bisa aku jelaskan. Sama seperti malam sebelumnya, malam in Mas Dante memintaku untuk tidur di sampingnya. Aku sudah berusah membuat alasan yang masuk akal untuk membuatnya mengijinkanku untuk tidur di kamar lain nmun dia tidak mau, dia tidak terima jika aku meninggalkannya tidur sendirian.

"Kau tidak mencintaiku?" tanyanya.

"Aku mencintaimu, sungguh," jawabku.

"Lalu kenapa kau tidak mau tidak mau tidur bersamaku?"

"Aku bukannya tidak mau."

"Lalu."

"Aku takut menyakiti Mas Dante."

"Menyakiti apanya?"

"Menyakiti tubuh Mas Dante dan membuat cidera Mas Dante semakin parah."

"Tidak akan."

"Tidak akan bagai mana? Aku tidur bar-bar sekali."

"Oh ya?"

"Iya," jawabku berbohong walaupun sebenarnya tidurku tidak seperti itu.

"Ya sudah taruh guling di tengah. Tidak masalah, yang penting kamu tidur di tempat tidur yang sama denganku."

"Guling ya?"

"Iya, mudahkan."

Dan di sinilah aku sekarang menatap langit-langit kamar dengan Mas Dante yang sudah tertidur dengan pulas di sebelahku. Sudah lewat tengah malam namun aku tetap kunjung tak bisa memejamkan mata. Sesekali ku pindahkan pandanganku menyamping menghadap Mas Dante yang begitu tampan kala tertidur.

"Aku cemas dengan apa yang akan terjadi esok pagi saat kamu membuka matamu Mas." Kubelai pelan rambut hitam lurusnya.

Apakah kau akan semanis hari ini saat pagi esok hari membawamu kembali dari alam mimpimu.

***

Aku lupa pukul berapa akhirnya kupejamkan mata, yang jelas sudah sangat larut.

Beruntung pagi ini aku bangun lebih dulu dari Mas Dante. Buru-buru aku tyrun dari tempat tidur dengan perlahan dan dengan gerakan sepelan mungkin keluar dari kamar Mas Dante. Setidaknya saat dia terbangun nanti aku tidak di sampingnya, aku takut saat Dia terbangun dan melihatku di sampingnya dia akan mengira aku adalah tan kencan semalam seperti yang dia kira kemarin.

Menyakitkan.

***

Setelah selesai dengan urusan diriku sendiri, aku pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan di bantu Bi Aluh.

"Tumben neng hari ini bangunya pagi banget," kata Bi Aluh di sela kegiatan memasak kami.

Aku merespon hanya dengan senyuman.

Hampir sejam waktu berlalu saat kami memasak. Matahari sudah mulai memancarkan sinar hangatnya. Cahayanya hangat masuk menerangi seisi rumah yang sebagian besar dilapisi kaca.

Makanan sudah hampir siap dihidangkan saat terdengar suara erangan keras diikuti sura benda jatuh yang berasal dari kamar Mas Dante.

Aku bergegas berlari ke kamar Mas Dante. Saat kubuka pintu kamar, ku temukan Mas Dante tersungkur di lantai tidak jauh dari tempat Mas Dante tersungkur ada serpihan beling berserakan. Serpihan beling itu berasal dari lampu tidur yang pecah karena terjatuh dari nakas.

Aku menghampirinya mencoba membantunya untuk berdiri tapi tak ku sangka Mas Dante menangkis tanganku yang ingin memegang pundaknya.

"Siapa kamu?!" bentaknya kasar dengan suara serak.

Wajahnya merah sekali seperti sedang enahan rasa sakit dan amarah.

Sepertinya bukan saat yang tepat untuk mengatakn padanya bahwa aku adalah istrinya.

Aku mencoba untuk menyentuhnya lagi dan lagi-lagi dia menangkis tanganku, kali ini dengan sangat kasar.

"Apa maumu, siapa kamu?" Dia bertanya dengan bentakan.

"Aku hanya ingin menolongmu," jawabku.

"Aku tidak perlu pertolonganmu. Dan kenapa pula orang asing masuk kedalam kamarku?" Dia masih berteriak-teriak tidak karuan.

Seketika aku menjauhkan tanganku Yang hendak memeganginya, kemudian terdiam mematuk beberapa saat hingga teriakan Mas Dante yang lebih keras mengagetkanku hingga aku terkipiki.

"PAK ANANG!! PAK ANANG!! PAK ANANG!!" Dia berteriak dengan keras begitu berulang-ulag sampai Pak anak datang dengan tergopoh-gopoh.

"Astagfirullah." Pak Anang terkejut begitu masuk ke dalam kamar Mas Dante. Dengan sigap beliau menghampiri Mas Dante, membantu membangunkannya san membopongnya ke tempat tidur.

Bi Aluh menyusul tidak lama kemudian, beliau juga sama terkejutnya, kemudian beliau berlari tidak jadi masuk kamar--mungki kembali kedapur--sampai beberapa waktu kemudian datang lagi dengan membawa sapu dan serok. Tanpa di perintah beliau langsung membersihkan beling-beling yang berserakan di lantai.

Sementara aku? Aku terdiematung seperti orang bodoh. Tidak tahu harus melakukan apa selain memandangi mereka bertiga.

*

Setelah kericuhan itu agak mereda dan kamar Mas Dante sudah bersih dari beling-beling aku mencoba mendekat padanya. Namun, belum sempat aku duduk di sebelahnya dia berbicara cukup keras.

"Keluar dari kamar ini sekarang juga," ucapnya tanpa menolh sedikitpun ke arahku.

Lngkahku terhenti aku seketika merasa membeku di tempatku berdiri.

"Apa kau tidak bisa mendengar? Aku memintamu untuk keluar dari kamarku, kenapa kau masih berdiri di situ?"

"Aku hanya ingin menjelaskan sesuatu. Sesuatu yang membuatmu merasakah hal yang berbeda saat Mas terbangun dari tidur Mas hari ini."

Dia berpaling ke arahku. Menatapku dengan sorot mata tajam dan marah.

"Pertama, aku tidak mengenalmu, Ke dua, jangan memanggilku 'Mas' dan ke tiga aku tidak mauendengar apapun darimu.jadi tolong segera keluar sebelum aku mengusirmu dengan cara yang lebih kasar," ucapnya dengan suara yang tak kalah tajam dari tatapannya.

Ada perasaan kecewa, sakit hati dan marah berkecamuk dalam dadaku, aku ingin sekali meledakannya. Tapi, aekali lagi aku harus memahaminya.

Dengan berat hati, ku turuti permintaannya. Aku keluar dari kamar Mas Dante dengan perasaan dada yang penuh sesak. Aku menangis sesegukan di kamarku.

Menenggelamkan kepalaku di antara tumpukan bantal. Berusaha meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja.

"Ingat Lily, pahami kondisi Mas Dante." Suara hati kecilku berkata demikian.

Namun tak dapat ku pungkiri, ada perasaan sakit hati ketika dia mengusirku secara kasar seperti tadi. Aku merasa seperti melihat diri Mas Dante di kehidupn sebelum dia mengalami kecelakaan itu, kondisi di mana Mas Dante begitu Dingin dan kasar kepadaku.

Dan itu menyakitkan.

~Bersambung~

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!