NovelToon NovelToon
Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:94.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Siti Nurhasanah

diasingkan waktu. romansa novel yang akan bermain dengan imajinasi mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Siti Nurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghinaan

Untuk pertama kali tangannya diseret dengan kasar oleh orang lain, Hyerin bisa merasakan dengan lembut bagaimana aura kebencian dan kesal terpancar jelas dari wajah lelaki itu. Di sisi lain dirinya tidak bisa tenang saat pembatas gedung sudah semakin dekat jaraknya, Berulangkali dia menekan dalam-dalam otaknya untuk berpikir, bagaimanapun dia harus kabur, tidak boleh terekspos di hadapan semua orang, identitasnya tidak boleh ada yang tahu, atau tidak boleh ada yang melihat kejadian ini kemudian besoknya malah terdengar lagi berita buruk, kabar lelaki ini yang hilang. Hyerin semakin merasa putus asa. Ego lelaki ini tidak akan mudah luluh dengan begitu saja.

Kekhawatirannya semakin nyata, Tubuh Hyerin sudah melewati gedung, di luar ada begitu banyak roh yang berkerumun dengan aktivitas nya masing-masing.

Apa yang akan dilakukan lelaki ini? Hyerin masih bertanya-tanya. Dia sangat takut ketika menghadapi orang-orang di hadapannya yang banyak, terlebih menghadapi rencana lelaki ini yang tidak bisa ditebak nya.

"Semuanya lihat ini..." Sebuah teriakkan yang langsung terdengar menghentak hatinya. Hyerin hanya membulatkan mata tidak sanggup menghadapi tatapan orang-orang yang sudah dibayangkannya. Berulangkali dia memohon untuk melepaskan tangannya itu, namun rasanya sia-sia.

Hyerin hanya melihat lelaki itu yang menyeringai jahat di hadapannya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana tatapan orang-orang.

Tubuhnya ditarik sampai dipaksa duduk, tangan kasar itu berusaha melepaskan satu-satunya helai baju yang membalut di tubuh Hyerin. Dia berusaha menolak namun lagi-lagi kekuatannya sangat tidak seimbang. Mendapatkan perlakuan yang tidak pantas mungkin juga sebagai pengalaman pertama membuat seketika mentalnya langsung runtuh, Hyerin terus memohon sambil menangis menolak untuk dipermalukan meski sebenarnya harga dirinya sudah hancur juga. Hyerin tidak mendengarkan semua suara yang lolos masuk ke Indra pendengarannya saat itu, dia terlampau malu dan tidak tahan lagi menahan perlakuan tidak pantas itu. Yang bisa dilakukannya hanya menangis sambil menundukkan wajah.

Beberapa saat tangan kasar itu kembali menarik wajahnya hingga menengadah dan memperlihatkan raut wajahnya yang sudah tidak karuan lagi. Dalam hatinya sangat tersiksa begitupun mentalnya yang sedang dipertaruhkan.

Dengan terpaksa matanya menatap satu persatu orang yang juga balas menatapnya dengan nanar, dia tidak melihat satu orangpun yang berperasaan dan melihatnya sebagai wanita yang sudah ditindas dan diperlakukan seenaknya.

Dari beberapa orang Hyerin melihat sebagian yang menundukkan wajahnya, dia bisa menebak bahwa orang-orang itu mungkin sebagian orang di sekolah. Dalam pikirnya bahkan mereka pun segan untuk membantunya terbebas dari penyiksaan mental yang didapatkannya.

Matanya sangat memohon meski bibirnya sudah tidak sanggup lagi untuk mengatakan sepatah kata pun. Kali ini dia baru sadar bahwa hidupnya sendirian, tidak ada yang membelanya atau menengahi suasana yang semakin membuatnya terpuruk.

Dengan keputusasaan yang sudah lebih dulu dia rasakan, tiba-tiba Hyerin merasa lengan tangannya yang melonggar. Tidak menunggu waktu Hyerin mengumpulkan sisa kekuatan yang ada, dia bangkit berdiri dan melewati orang-orang yang sama sekali tidak menahannya. Sekilas Hyerin melihat orang-orang mematung tidak bereaksi bahkan lelaki itu, dari sudut matanya malah terlihat ekspresi terkejut seperti sudah melihat sesuatu hal. Hyerin tidak memperdulikannya, dia berlari sambil menangis dan tangannya menahan lembaran baju yang berusaha dia pakaikan lagi membungkus tubuhnya.

Tidak butuh waktu lama, sangat singkat hingga Hyerin menemukan sebuah pemandangan yang tidak asing. Dia langsung memasuki taman dan masih berlari menuju pintu kaca. Tubuhnya hilang di balik pintu tersebut.

Di satu sisi Rai lelaki yang masih mengikuti Hyerin menyaksikan semua detik kejadian dan masih dengan rutinitasnya mengikuti Hyerin kemanapun.

Rasanya seketika dunia runtuh di atasnya, bumi tidak lagi menahan kedua kaki yang lemah tidak berdaya lagi. Hyerin tidak pernah menebak bahwa keadaannya akan seperti sekarang, kacau dan tidak terkendali. Ada orang yang terang-terangan memamerkannya sebagai bahan gunjingan yang belum juga mereda, dan dengan kasar memaksanya untuk mengikuti egonya itu. Padahal jauh di dalam hatinya Hyerin sangat mengkhawatirkan lelaki itu, dia sempat berpikir bagaimana jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak. Hyerin tidak bisa membayangkannya lagi. Sekarang siapa yang akan menanggung semua beban yang sangat menyiksa. Orang-orang tidak pernah berpikir bagaimana untuk menjadi dirinya yang tidak tahu menahu dan setiap hari harus menanggung beban dari semua orang. Tidak ada yang pernah memikirkannya ke sana.

Hyerin hanya menyudutkan wajahnya ke dalam bantal dalam-dalam. Suara tangisnya bungkam sampai tidak terdengar. Di tempat itu hanya ada dirinya tidak pernah ada orang lain. Namun di tempat ini dia bisa diterima.

"Hyerin... Ayo jangan terus menangis." Terdengar suara yang familiar di telinga Hyerin.

"Kamu jangan menghiraukan perkataan semua orang, lagi pula hal itu tidak membuatmu lebih baik." Sambungnya berusaha mendinginkan suasana.

Hyerin tak menanggapi, egonya masih tidak bisa ditenangkan, dia tidak bisa menerima saran dari Akemi.

"Ayolah jangan menjadi seseorang yang menyedihkan, abaikan saja. Kau sangat membuatku kesal." Tiba-tiba Akemi mendorong tubuh Hyerin sampai terjatuh dari atas kasur.

Teriak Hyerin meringis menahan sakit di tubuhnya. Dia balik menatap kesal ke arah Akemi. Lelaki nekat yang tidak tahu malu. Pikirnya dalam hati.

"Hey kau sadar? tadi itu sangat menyedihkan." Jelas Akemi yang tidak merubah nada suaranya.

Hyerin tak menanggapi.

Akemi melompat sampai dekat dengan tubuh Hyerin dan kembali mendorongnya.

"Lelaki tidak tahu malu, kasar, tidak tahu diri." Maki Hyerin sambil berteriak.

"

Dari pada kau itu sangat menyedihkan." Balas Akemi terdengar seperti sebuah ledekan saja.

Hyerin menatapnya kesal dan sekuat tenaga membalas Akemi dengan mendorong tubuhnya sampai tersungkur.

Akemi sedikit kaget dia tidak menyangka jika Hyerin akan meresponnya.

Dia balas menatap ke arah Hyerin yang masih jutek.

"Apa lihat-lihat?" Tanya Hyerin ketus.

"Tidak." Jawab Akemi yang terdengar melunak. Dia malah berdiri dan berlalu meninggalkan Hyerin begitu saja.

Tidak perduli jika Hyerin balik bertanya-tanya dengan sikapnya.

Sedangkan kali ini Hyerin sedikit tenang, namun pikirannya tidak bisa menolak berbagai tanya dari setiap kejadian yang sudah dialaminya.

Terlebih yang paling mengganggu adalah siapa sebenarnya pelaku dibalik semua peristiwa yang terjadi? Rumor buruk tentangnya tidak akan pernah mereda sampai dia sendiri yang menemukan sebab dan memutuskan akibatnya.

Tubuhnya menyandar pada sebuah pintu yang kini sudah tertutup rapat, sekali lagi hatinya berharap untuk bisa tenang dari semua beban pikiran yang semakin lama semakin membuatnya tersiksa.

Tiba-tiba secara acak ingatannya kembali mengingatkan dia pada sosok yang belum diketahuinya. Berasal dari tempat yang sama dengannya, aura yang dirasakan saja sudah bisa menggetarkan perasaannya dengan perasaan mengancam dan bagaimana jika suatu saat dia berhadapan dengan sosok itu?

1
Xiao Yan
Lumayan
Dysha♡💕
wah ceritanya bikin penasaran🤗
eka siti N: terimakasih kak☺️🙏
total 1 replies
Dysha♡💕
wahh apa kah Rai dan akemi suka sama hayrin😃
eka siti N: begitulah kak...
total 1 replies
Dysha♡💕
akhirnya baru baca Thor,,

ini cerita nya gimana,,seru tapi pusing juga akuh🙏
eka siti N: terimakasih kak untuk komennya😁 sarannya dinantikan sekali ..
total 1 replies
Airhujan
Sumpah ini, ahh aku tidak tau harus berkata apa. Thor🌹
MARI SALING LIKE DAN BERBAGI
aku mampir, mantap ceritanya
TickleStar
ditiunggu kelanjutannya thor
Mulya Damanik
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
angels_basket
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak嬉沽
DazzledSweetie
cepat up tor di tunggu tiap hari nie
random acts of pastel
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
Pin-Up Yang Elegan
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
with_mercii
Kok ya aku digantung sih窶ヲ? Lanjut ga thor?! Lanjut ya? Haha
Rendam Bintang
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Ansyanovels
Hai aku sudah mampir nih Kak, keren ceritanya hehe
eka siti N: terimakasih banyak kak😍👍
total 1 replies
Bisikan Luar Biasa
Lha aku digantung窶ヲ aku tunggu next chapnya kak!
RainbowSweety
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
stellarflower
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
Respati Wijaya
aku enggak suka digantung thor!
SoftMambo
ditiunggu kelanjutannya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!