NovelToon NovelToon
Rafa Dan Fatar

Rafa Dan Fatar

Status: tamat
Genre:Janda / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Author Libra

Cerita Anak Genius yang pernah booming dengan 34 ribu pembaca perhari pada masa lombanya.

Novel Rafa dan Fatar: Lilis Hartono seorang gadis cantik dan kaya, tetapi nasib naas menimpanya. Lilis kehilangan kesuciannya hingga akhirnya diusir dari rumah dan tidak diakui anak oleh orang tuanya. Lilis pun jadi miskin. Kini dia telah hamil dan tidak tahu siapa lelaki yang telah menghamilinya.

Rafa dan Fatar siapakah mereka? Lalu apa hubungan antara William Smith dan Yudha Hadinata??

Bagaimanakah Lilis melewati dan menjalanin kehidupannya??? Yuk baca ceritanya dan ikutin kisahnya ya...

Ini hanya cerita fiksi dari sudut pandang Author saja. Mohon Maaf untuk kesamaan nama, tempat dan cerita yang semua nya hanya rekayasa dari Authornya saja. Tidak ada kesengajaan, murni fantasi Author saja. Mari di baca ya kak.

Kasih Like 👍
Klik Favorit tanda ❤️
Kasih Vote
Berikan Komentar positif
Kasih Bintang 5
dan kasih dukungan selalu ya dengan cara lempar Gift hadiah sebanyaknya ya. Makasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Libra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Plak... Suara tamparan terdengar.

Wenny mengaduh kesakitan. Wajahnya ditampar. Dan ia menoleh. Ternyata Tania yang menamparnya.

“Tania...” Lilis melihat Tania.

“Kau terlalu baik Lis untuk menamparnya. Biar aku yang menampar wajahnya.” Tania maju membela Lilis.

“Kau... tak perlu ikut campur” Wenny kelihatan kesal.

“Kenapa? Mau balas. Silahkan” Tantang Tania.

“Sudah Tan... malu dilihat banyak orang.” Lilis mencegah Tania. Ia takut Tania akan bertengkar dengan Wenny.

“Untuk racun seperti dia memang pantas digitukan Lis...” Tania ingin Wenny mendapatkan balasan.

“Kau Lis... jauhi Panji. Panji sekarang tunangan ku. Aku pergi sekarang” Wenny pergi dan tak jadi membeli kain ditoko tersebut.

“Ya sudah... pergi sana...” Teriak Tania.

“Sudah Tan... dan kau kenapa ada disini?” Tanya Lilis.

“Aku mencari mu. Kenapa tak masuk kerja hari ini. Kulihat ada di sini langsung ku hampiri eh tau nya malah melihat Wenny mengganggumu. Ku hajar saja lah dia.”

“Oh iya. Aku lupa. Aku mau bilang kalau aku sekarang bekerja di I.S jadi mungkin akan berhenti direstoran mu dan dicafe pun aku akan berhenti. Aku lupa bilang. Maaf.”

“Wow. Bagaimana ceritanya kau bisa kerja di I.S . itu keren sekali.” Tania berbinar-binar matanya menatap Lilis.

“Nanti kuceritakan ya. Sekarang aku harus buru-buru. Sampai nanti”

“Oke.”

Lilis pun pamit dan segera membawa contoh kain yang sudah diambil karyawati toko tersebut. Ia harus seger kembali ke kantor.

***

Dikediaman keluarga Hartono.

Wenny pulang dengan sangat kesal. Ia pun langsung masuk kamar. Hesti melihat perilaku anaknya nampak lain dan segera menghampiri ke kamarnya.

“Kenapa sudah kembali Wen...” Tanya Hesti.

“Aku kesal Ma... tadi aku ketemu dengan Lilis dan temannya.” Jawab Wenny.

“Kenapa kau kesal.?”

“Awalnya aku ingin menghina Lilis dan melarangnya menjauhi Panji. Eh temannya datang dan menamparku. Wajahku masih perih sampai sekarang” Wenny mengusap-usap wajahnya.

“Kurang ajar... beraninya Putri kesayangan ku disentuh. Kita harus balas dia.”

“Iya Ma. kita harus balas.”

“Wen... sekarang sudah waktu yang tepat kau ambil perusahaan Om Bram. Kau sudah bekerja diperusahaan nya bahkan jadi CEO. Jadi sebaiknya sekarang kita ambil alih saja terus perusahaannya.”

“Om Bram masih aktif di perusahaan Ma. Bagaimana aku bisa ambil alih sepenuhnya.”

“Kau ini biasanya ada ide. Kenapa sekarang malah kehabisan ide. Buat Bram jadi stroke. Jadi ia tak bisa kemana-mana lagi. Lalu perusahaannya kau ambil alih. Ajeng yang sibuk mengurus suaminya tak akan sempat memperhatikan perusahaan juga. Bahkan butiknya pun bisa kita ambil.”

“Baik Ma... kita buat Om Bram jatuh sakit dan Tante Ajeng sibuk ngurus suaminya. Lalu perusahaan ku ambil alih dan butik tante ajeng juga kita ambil.”

“Bagus. Urus semua berkasnya secepatnya. Cap stempelnya akan Mama curi dilaci meja nya Bram.”

“Oke Ma..”

Keduanya sudah menyusun rencana. Rencana yang busuk. Dan rencana itu akan segera mereka lakukan.

Sore itu saat Bram Hartono baru pulang kerja. Saat ingin ke lantai atas, ada yang menaruh sesuatu di tangganya. Bram terpleset dan jatuh terguling-guling ditangga. Dari atas ke bawah.

Wenny dan Hesti hanya memperhatikan dari jauh.

Bram mengaduh kesakitan dan meminta pertolongan.

“Tolong... tolong...” tapi tak ada yang dengar. Lalu ia pingsan.

Ajeng Ayu Hartono mendengar suara ada yang jatuh. Ia bergegas keluar dari kamar. Dan dilihatnya, Bram sudah terbujur dilantai dan ada darah di kepalanya. Ia cepat memanggil pelayan.

“Mbok minah... Mbok iyem... kalian dimana?” ia mendekati suaminya dan berusaha memapahnya.

“Iya Nyonya... loh Tuan besar kenapa?” tanya Mbok Minah.

“Gak tahu. Mungkin jatuh. Cepat segera panggil dokter.”

“Baik Nyonya..”

Bram dibawa kekamar dan dibaringkannya.

Dokter pun akhirnya datang. Ia langsung memeriksa dan mengobati luka-luka Bram.

“Bagimana Dok?” Tanya Ajeng Ayu Hartono.

“Kepalanya yang luka sudah saya obatin. Untung tidak parah. Luka-luka lainnya juga sudah saya obatin. Untuk kondisi lainnya nanti kita akan tahu setelah Pak Bram sadar.”

“Oke. Makasih Dok”

“Kalau ada apa-apa segera kabarin saya. Sementara saya kasi resep ini dahulu.”

“Oke Dok.”

Dokter pun Pamit. Kini Ajeng menemanin suaminya dikamar. Suaminya masih belum sadar. Hesti dan Wenny masuk kedalam.

“Loh Mbak... Mas Bram kenapa?” Tanya Hesti pura-pura cemas.

“Om Bram kenapa Tante?” Wenny pun ikut berakting.

“Aku juga gak tahu. Sepertinya jatuh dari tangga.” Jawab Ajeng.

“Waduh Parah gak?” Hesti bertanya.

“Udah diobatin dokter. Semua gak apa-apa.” Ajeng melihat catatan resep obat suaminya.

“Itu apa Tante.?” Wenny memperhatikan kertas ditangan Ajeng.

“Ini resep obat dari dokter.”

“Oh... Biar Wenny aja yang cari di apotik. Tante urus Om saja dahulu. Jagain Om Bram.” Bujuk Wenny.

“Baiklah. Tolong ya Wen...”

“Iya Tante...”

Wenny dan Hesti pergi keluar. Ajeng menemanin suaminya dikamar.

“Wen... ganti obatnya dengan obat lumpuh. Jadi seakan Bram sakit stroke.” Perintah Hesti.

“Ok Mama” Hesti tersenyum licik.

Sejam kemudian Bram sadar. Saat sadar sudah ada Wenny, Hesti dan istrinya Ajeng.

“Mas... udah sadar...” Dilihatnya suaminya sudah sadar.

“Ah... kepala ku sakit.” Bram memegang kepalanya. Ia berusaha duduk. Ajeng membantunya.

“Jangan banyak bergerak Mas...” Hesti pura-pura perhatian.

“Om... ini obatnya diminum.” Wenny memberikan obat. Dan Bram meminumnya.

Wenny dan Hesti saling pandang dan tersenyum licik.

“Mas harus banyak istirahat. Jangan capek-capek” Ajeng menasehati suaminya.

“Iya Mas... biar perusahaan Wenny yang urus. Iya kan Wen” Hesti menatap Wenny.

“Iya Om. Biar Wenny yang urus. Om jaga kesehatan aja dulu. Biar cepat sembuh” Wenny menambahkan kata-kata juga.

Ajeng nampak aneh dengan tingkah lalu Hesti dan Wenny.

“Baiklah. Tolong ururs perusahaan Om ya Wen...” Ucap Bram kemudian.

“Iya Om” Wenny pura-pura baik.

Setelah kejadian itu obat yang dari Wenny terus diberikan ke Bram. Bukannya makin baik malah tambah parah. Ia tak bisa bergerak. Kakinya tak bisa dijalankan. Sedangkan perusahaan sudah Wenny yang mengendalikannya. Hari-hari yang dilalui Bram hanya berbaring di tempat tidurnya.

Ajeng yang sibuk mengurus suaminya tak bisa lagi mengawasi Hesti dan Wenny.

Kini hesti dan Wenny semakin berkuasa atas harta dan perusahaan keluarga Hartono.

Berita Bram Jatuh sakit telah masuk media koran. Dan kabar Wenny mengambil alih sudah masuk koran juga.

Lilis yang sedang makan siang di kantin perusahaan tak sengaja melihat beritanya di koran yang dipegang salah satu pegawai kantor.

“Maaf. Boleh saya lihat berita di koran ini.” Lilis meminta dengan sopan.

“Oh.. silahkan.” Jawab salah satu staf pria itu.

Lilis membaca berita dikoran bahwa Bram Hartono jatuh sakit dan CEO Wenny mengambil alih perusahaan Hartono. Lilis kaget dan tak percaya. Sepanjang yang ditahunya kalau papanya sangat menjaga kesehatan. Kalau sakit pun tak pernah sakit parah seperti sekarang ini.

“Apa yang terjadi sebenarnya? Ini gak mungkin..” gumam Lilis sendirian.

Lilis pun merasa pusing lalu jatuh pingsan.

“Lilis....” Seseorang memanggil dan menggendong Lilis yang telah pingsan.

Bersambung...

1
Fairuz zabadi
gak Semangat bacanya
Fairuz zabadi
Ceritanya semakin gak Asik
Fairuz zabadi
masak mertua gak salah kok diracun
Fairuz zabadi
tambah ngawur ceritanya
Fairuz zabadi
terlalu ber tele tele
Salma Suku
Aku nda suka thor kalo Lilis sampe di perkosa...kecewa aku dengan ceritamu jadi mls bcnya...orangtuanya di bunuh anaknya di perkosa...jack jg selalu dtng terlambat hadeu
Salma Suku
Aneh bisa lupa ingatan padahal kepalanya nda terbentur apa2
Salma Suku
Terima resikonya Wil...
Salma Suku
Baru hadir thor
Helena Martini
cerita masak Lilis menderita trs jd MLS bcnya
Zah Ma
wah parah thor lilis sampai diperkosa kecewa aku ama ceritamu thor
Zah Ma
masalah yg satu blm selesai thor kok datang musuh lg masalah lg kayak sinetron aja alurnya bulat bulet 😇
Zah Ma
cerita kok muter" thor
Zah Ma
kok kaya sinetron ceritanya bulet ya trus kapan bahagianya koma 5 th lg ...membosankan thor
mikaels nanga69
semoga Wiliam cepat diketemukan dan kembali pulih ingatannya
Rizky Sandy
tuan smitnya berubah jadi banci,,, sdh kabur
Libra: dia sedang menjalankan misi kak 😅
total 1 replies
Rizky Sandy
gitu aja sdh mundur,,,, Cemen,,,
Libra: Haha 🤭
bukan kabur kak. Dia punya misi tugas
total 1 replies
Fa Rel
muter2 ne cerita hadeh kebanyakan musuh😆😂😂😂 pusing para reader bacanya
Libra: Haha 😂 kebanyakan musuh ya kak 😂 nanti juga habis musuhnya kak 😅
total 1 replies
💥💫💞Mae_Kembar💞💫💥
next
Libra: Terima kasih sudah mampir kak 🙏
total 1 replies
bulu ketek linyi
bagus kak cerita nya🤩🤩
Libra: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!