Menikah adalah suatu yang sakrar yang dinanti-nantikan oleh semua umat manusia dan merupakan salah satu ibadah. Menikah? yang pasti mereka ingin menikah dengan orang yang mereka cintai dan sayangi. Lalu bagaimana dengan zahra yang menikah bukan karena cinta. ini bukan pernikahan karena cinta dan bukan juga pernikahan karena perjodohan.. lalu pernikahan apa ini? ya pernikahan paksa oleh lelaki bejat. lelaki ini bukan mencintai zahra tapi untuk menikmati tubuh zahra. ya Zahra menikahi lelaki yang hampir saja memperkosannya.
lalu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi?
dan apa yang akan terjadi setelah pernikahan ini? apa zahra akan membiarkan lelaki ini menjamahnya karena statusnya sudah menjadi suami zahra apalagi bagi zahra yang alim dan mengenal agama? apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 tertangkap?
Disisi lain Zahra pergi ke sebuah kampung dikota yang banyak penduduk. Ia mengunakan taxsi. Busana Zahra masih sama dengan ia keluar dari toilet.
Zahra mencari kontrakan kecil dan akhirnya dapat lumayan lah 10 juta per tahun. Zahra telah mambayarnya untuk 1 tahun.
Zahra masuk ke kontrakannya aku akan mencari toko yang di sewa dan mulai buka toko. Air mata Zahra tiba-tiba turun. Zahra sedih mengingat sofian. Cepat-cepat Zahra hapuskan air matanya kasar.
"*Ka*u tidak boleh cengeng Zahra. Karena aku tidak mau anak-anakku nanti ikut cengeng. "
Zahra mengusap perutnya "*B*aik-baik ya buah hati mama."
Zahra memilih untuk istirahat. Zahra merebahkan tubuhnya diatas kasur. Jika dibandingkan dengan kasur di rumah Sofian yang empuk disini beda baget keras.
Zahra mengingat kenangan bersama Sofian. air mata kembali mengalir
"Kenapa kau lakukan itu padaku, mas? aku hanya barang taruhan? tidakkah kau berfikir aku juga manusia punya hati? apa salahku mas hingga kau lakukan itu? apa aku pernah membohongimu?"
Zahra menangis.
"*T*idak salahkan aku menangisi laki-laki brengsek itu? Bagaimana pula ia suamiku. Kita pasti sakit jika dijadikan barang taruhan Bahkan sampai merusak masa depan. Harusnya aku sudah menjadi dokter namun aku terjebak karena keegoisan seseorang"
Di sisi lain.
"Ayo kita berangkat"
"Tunggu tuan. Saya menemukan ini di jok mobil belakang seperti milik nyonya untuk Tuan" ujar Doni sambil mengulurkan amplop yang tertulis untuk Sofian.
Sofian mengambil amplop itu dan membukannya.
Sebelum keluat ruangan Badrun, Zahra mengambil pena dan pulpen dan menulus surat. Sebelum turun dari mobil dia menyelibkan surat itu di kursi mobil sebelum turun ke bank. Doni yang mencari zahra beristirahat di dalam mobil tidak sengaja melihatnya. Ia tidak melihatnya karena memang diamplopnya tertuli untuk sofian
*Untuk mas sofian
Assalamualaikum
maaf mas bukan ingin jadi istri durhaka, namun aku hanya ingin mempercepat misimu. Terima kasih untuk segalanya sakit dan luka kadang ada manisnya juga yang membuatku melambung tinggi namun sayang itu hanyalah bualan. Seakan kau angkat aku tinggi-tinggi lalu kau jatuhkan aku didalam jurang. selamat kamu berhasil misimu selesai*.
Sebelum kau campakkan aku sudah mencampakkan diriku sendiri. terima kasih untuk uangnya. Aku akan hidup dengan baik .
Waalikum salam
Sofian meremas surat itu dan melemparnya melalui jendela mobil Doni yang berdiri di samping mobil kaget.
"SIALAN KAU ZAHRA AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU"
"CEPAT KE TEMPAT NYONYA."
"Baik tuan"
"NYONYAMU ITU BENAR-BENAR BODOH"
#####
Zahra keluar mau membeli bahan makanan. Zahra ke supermarket. Saat Zahra pulang dari supermarket
Sebenarnya tanpa zahra tau seseorang lelaki selalu mengawasi Zahra.
"Pengawal itu memang bodoh. Tidak bisa mengenalimu, Sayang. Namun aku akan selalu tau dirimu walau kau berubah muka cantikmu dan aku tidak akan mengijinkan itu terjadi"
Pria itu tersenyum menyeramkan "Kau harus ingat Zahra. Kau miliku dan akan selalu jadi miliki. Tunggu hukuman mu karena telah berani melawanku, Zahra"
Orang itu terus mengawasi Zahra mencari waktu yang tepat.
Zahra membuka pintu kontrakannya namun sebelum terbuka datang seseorang membekap mulut dan hidung Zahra. Zahra pingsan karena obat biusnya.
Lelaki itu membawa tubuh Zahra masuk ke mobilnya yang diparkir tidak jauh.
Lelaki itu membawa Zahra ke sebuah rumah dan mengangkat tubuh Zahra dan merebahkan tubuh Zahra di kasur, kemudian dia pergi dan mengunci pintu.
Zahra mengerjap. Zahra merasakan kepalanya pusing dan melihat ruangan yang asing "Apa aku langsung tertangkap? Tapi dimana ini?"
Suara kunci, Seseorang mencoba membuka pintu Zahra.
Seorang laki-laki masuk dan langsung tersenyum pada Zahra.
"Kau sudah bangun, sayang?"
autor mau tanya kalian suka ceritanya ngga?
kalau suka jangan lupa like dan komennya..😙
see you next time