Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.
Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.
Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.
Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.
Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.
Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??
Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???
Atau Bunga lebih memilih Anton..???
Extra Part
Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Go to sukabumi
Bunga sedang dalam perjalanan menuju sukabumi, dengan menggunakan taksi online. Dengan menikmati alunan musik di headset nya mendengarkan lagu barat berjudul my love.
Sembari bersenandung pelan bunga menikmati lagu ini sambil memandang ke luar dari dalam jendela kaca taksi online yang dia tumpaki
An empty street, an empty house
A hole inside my heart
I'm all alone, the rooms are getting smaller
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together
Oh, yeah
And oh, my love
I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
My love
I try to read, I go to work
I'm laughing with my friends
But I can't stop to keep myself from thinking, oh no
I wonder how, I wonder why
I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together, oh, yeah
And oh, my love
I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you l once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You're all I'm thinking of
I'm reaching for the love that seems so far
So, I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas, from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
(My love)
Say a little prayer (my sweet love)
Dreams will take me there
Where the skies are blue (woah, yeah)
To see you once again
Overseas, from coast to coast
To find the place I love the most
Where the fields are green
To see you once again
My love
Tanpa terasa mobil yang Bunga tumpaki memasuki kawasan perumahan silvia dan Bram. mereka membeli rumah di kawasan perumahan grand Jose untuk mereka tempati setelah mereka menikah nanti.
Saat melewati taman Komplek , Bunga melihat seorang gadis kecil sedang bermain sepeda dan tanpa sepengetahuan orang tua nya si gadis kecil itu menyebrang begitu saja.
Dan tiba - tiba mobil pun mengerem mendadak.
Ciiittttttttt ( anggaplah suara mobil mengerem mendadak 🤭🤭🤭 ).
" Astagfirullah ada pak." Tanya Bunga kaget karena mobil yang dia tumpaki mengerem mendadak sehingga mebuat kening Bunga mencium belakang kursi supir.
" Ini neng ada anak kecil menyebrang tiba - tiba." Ucap supir taksi terkejutnya.
" Ayo turun pak kita lihat ." Ajak Bunga lalu bergegas membuka pintu mobil itu.
Supir taksi dan Bunga langsung langsung menuju arah depan mobil dan terlihat gadis kecil yang masih ketakutan dan menangis yang masih terduduk di atas sepeda kecil nya.
Lalu tiba - tiba datang seorang wanita dengan pakaian ala baby sister mungkin dia adalah pengasuh anak kecil itu.
" Nak.. kamu tidak apa - apa..??" Tanya baby sister itu ketakutan.
" Mba lain kali kalau jaga anak kecil jangan teledor kaya gini, untung tidak tertabrak kalau sampai tertabrak saya yang di salahin dan saya masuk penjara ." Ucap supir taksi itu emosi.
" Maaf pak maaf ." Ucap baby sister itu sambil memeluk anak majikan nya yang terima menangis.
Lalu Bunga mendekati gadis kecil itu lalu bejongkok sambil mengusap rambut anak kecil itu.
" Sayang kalau main sepeda jangan di jalan y nanti bisa tertabrak mobil kaya tadi untung om supir nya hebat langsung mengerem. " Ucap Bunga lembut.
" Iya tante maaf tadi nggak sengaja ." Ucap gadis itu sambil sesengguk kan.
" Kamu jangan teledor lain kali kalau kenapa - kenapa sama anak majikan kamu bisa di tuntut kamu ." Ucap Bunga Tegas.
" Maaf bu saya minta maaf ." Ucap baby sister itu sambil menunduk kan kepalanya.
" Ya sudah kami pergi dulu . " Ucap Bunga sembari berdiri dan memasuki kembali Taksi online yang Bunga tumpaki.
Mobil pun melaju kembali dan baby sister beserta gadis kecil itu kembali berjalan mungkin pulang menuju rumah nya sambil menggendong dengan tangan kiri nya dan tangan kanan nya menarik sepeda milik gadis kecil itu.
Dan akhirnya mobil yang Bunga tumpaki sampai lah di alamat yang di tuju. Rumah berlantai 2 bercat warna krem dan berpagar warna ke emasan.
" Sudah sampai neng ." Ucap supir taksi tersebut.
" Terima kasih pak ini uang nya ambil saja kembalian nya . " Ucap Bunga.
" Terima kasih neng . " Balas supir taksi online tersebut.
Bunga pun membuka pintu mobil lalu melangkah menuju pintu gerbang dengan tinggi melebihi tingginya.
Bunga pun memencet bel di sampai pintu pagar rumah tersebut.
Ting nong.. ting nong..
Akhirnya silvia pun keluar membuka kan pintu gerbang rumah nya.
" Hay... say.. ketemu kan rumah saya ." Sapa silvia sambil cipika cipiki sama Bunga.
" Iya dong supir taksi nya juga tahu wilayah sini ." Ucap Bunga sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah silvia dan Bram.
" Bram mana??" Tanya Bunga sambil mendudukan pantatnya di sofa.
" Dia pulang malam masih di kantor . " Jawab silvia.
" Tadi sempet ada insiden pas lewat taman Komplek ." Ucap Bunga.
" Akh.. insiden apa maksud kamu?? " Tanya silvia kaget.
" Pas saat sedang lewat taman Komplek, ada anak kecil lewat naik sepeda untung tidak tertabrak dan hampir saja. " Ucap Bunga.
" Aduh.. kalau sampai kejadian si supir pasti di tuntut ." Ucap silvia kesal.
" Iya say baby sister nya teledor tidak memperhatikan anak majikan nya. misal kenapa - kenapa dia juga kena semprot majikan nya ." Ucap Bunga.
" Makan nya, saya nanti kalau punya anak mending saya titipkan sama mertua dari pada sama pembantu atau baby sister takut nya kejadian kaya gitu nggak bisa bayangin lah ." ucap Silvia.
" Tapi tidak semua pengasuh kaya gitu loh.." Ucap Bunga.
" Akh.. pokok nya saya sih titip sama mertua saja . " Ucap Silvia sambil beranjak menuju dapur mengambil air minum untuk Bunga.
" Enak ya kamu Silvia belum nikah calon kamu sudah beli rumah pas sudah nikah tinggal tempatin ." Ucap Bunga tiba - tiba.
" Alhamdulillah say , beruntung punya calon suami kaya Bram sudah baik, perhatian dan tahun menabung ." Ucap silvia bahagia membanggakan calon suami nya.
Silvia kembali ke ruang tamu sambil membawa sirup dan beberapa cemilan.
" Makan nya cepat nikah kamu terima pak Anton ." Ucap Silvia sembari menata minuman dan aneka cemilan di atas meja tamu.
" Belum ada yang pas ." Ucap Bunga enteng.
" Belum ada yang pas gimana say? " Tanya Silvia.
" Ya belum cocok aja, dan kamu tahu sendiri kalau saya tidak punya rasa sama pak Anton ." Ucap Bunga sembari mengangkat gelas untuk meminumnya.
" Dia ganteng loh, umurnya sama dengan yudha dan juga sudah PNS loh dan punya rumah sendiri ." ucap Silvia.
" Sudah tahu kamu sudah berkali - kali kamu memuji dia seperti itu agar saya naksir gitu. "
" Lagian ya say , saya tidak punya rasa secuil pun terhadap dia mungkin saya anggap sebagai kakak ." Ucap Bunga.
" Tapi dia cinta mati loh ." Ucap Silvia sambil menekan kata terakir cinta mati.
" Mau cinta mati kek mau dia setia, saya tidak tergoda sama sekali. " Ucap Bunga sambil mengunyah cemilan yang Silvia kasih.
" Akh kamu sih masih keukeuh saja menunggu lelaki yang nggak jelas. Makan nya cepat cari sekarang jangan nungguin terus nanti lumutan loh ." Ucap Silvia sembari mengeledek.
" Akh sudah lah jangan bahas itu lagi bosen yang di ucap itu - itu saja . " Ucap Bunga sambil mencomot cemilan yang di dalam topless.
" Saya kan sebagai sahabat kamu say nggak mau lihat sahabatnya menjomblo terus - terusan, dan jangan sampai ada julukan predikat perawan tua . " Ucap Silvia sambil menekan ucapan kata terakhirnya agar Bunga paham dan cepat membuka hatinya untuk orang lain.
" Augh akh males bahas nya ." Ucap Bunga sembari beranjak dari sofa menuju lantai atas untuk melihat - lihat isi rumah Silvia.
Silvia yang melihat nya hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
" Sampai kapan kamu akan seperti ini terus." Guman Silvia sembari beranjak dari sofa mengikuti langkah Bunga menuju lantai atas.