Adit seorang pemuda yang miskin, di asuh oleh tantenya yang bernama Desi, tantenya itu begitu kejam dan tidak berperikemanusiaan selalu menyiksa pemuda itu.
Pemuda itu di jual oleh Tante Desi kepada seorang reinternir yang bernama Tante Elsa, dia reinternir yang kejam, tetapi kekejaman itu tidak berlangsung lama ketika Adit bersamanya. Ada sisi baik Tante Elsa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evey rachmawathy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Iya ini aku, Rianti,"sentak wanita itu memegang dagu Tante Elsa.
"Apa mau mu?"tanya Tante Elsa yang tangannya di ikat.
"Masak kamu tidak tahu,"balas Rianti
Tante Elsa orangnya cerdik dia ingat bahwa wanita itu masih memakai jam tangan digital yang menghubungkan dengan kedua berondongnya itu. Dia pun memencet tombol GPRS, sehingga bisa di ketahui oleh Adit dan Endra.
Sedangkan Rianti sedang menelpon Adit kalau tantenya berada di gudang dalam sekapan Rianti, dia meminta sertifikat rumah dan perusahaan untuk di tukar dengan Tante Elsa dan tidak boleh lapor polisi.
Adit dan Endra pun mulai beraksi, mereka berdua mengendarai mobil menuju gudang yang di tuju, tetapi sebelum ke gudang Adit lapor polisi terlebih dahulu.
Sesampai di gudang Adit dan Endra langsung menuju ke tempat di mana Tante Elsa di sekap. sebelum sampai di pintu mereka di hadang oleh pengawal yang membawa wanita itu.
Mereka berdua berkelahi satu lawan satu.
Adit berhadapan dengan Budi sedangkan Endra berhadapan dengan Sutris.
Adit memasang kuda-kuda begitu juga dengan Budi. Budi meninju dengan tidak teratur membuat dia kelelahan sementara Adit hanya menghindar lalu dengan sekali tinju Budi langsung tergeletak di lantai.
Saat Adit melawan Budi, saat itu pula Endra melawan Sutris mereka berdua memasang kuda-kuda, Budi yang saat itu kurang konsentrasi di pukul oleh Endra langsung jatuh ke lantai pingsan.
"Malam Tante Rianti!"sapa Endra seraya tersenyum kepada wanita itu."Masih ingat saya?"tanya Endra kembali
"Kamu!"kejut Rianti sambil menunjuk wajah Endra yang tak menyangka bahwa Endra kenal dengan Elsa.
"Iya ini aku, Nalendra,"balasnya sambil maju ke depan."Aku adalah pegawai yang di bantu Tante Elsa untuk merebut apa yang menjadi milikku,"balasnya lagi seraya berjalan lebih maju.
Rianti yang sekarang sudah sendiri dia terpojok dan akhirnya suara sirene polisi pun terdengar, orang suruhan Rianti dan wanita itu sendiri di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan.
Tante Elsa pun di lepaskan dan berterima kasih kepada dua berondongnya itu.
******
Mentari menyingsing sebagai pertanda pagi telah datang, membawa cahaya dan menyingkap gelap yang mengiringi lelap.Belaian sinar kekuningan dari atas langit yang masuk melalui jendela kamar memaksa Tante Elsa membuka kelopak mata yang berat.
Perjalanan jauh dari gudang ke rumah membuat wanita itu kelelahan begitu juga dengan Adit dan Endra.
Saat itu libur sekolah telah tiba, semua siswa-siswi sangat antusias menyambutnya begitu juga Adit, Endra dan Mea dengan senang, mereka merencanakan liburan ke Bali bersama om dan tantenya itu.
Mereka berkemas-kemas memasukkan barang keperluan di koper agar tidak ada yang ketinggalan begitu juga om Herman dan Tante Elsa.
'Mohon perhatian panggilan untuk penumpang pesawat udara dengan penerbangan jurusan solo-Bali di persilahkan naik melalui pintu belakang. terima kasih '
Suara panggilan penumpang di bandara Adi Soemarmo solo yang menuju Bali bahwa pesawat akan segera lepas landas, semua penumpang di harapkan segera naik begitu juga dengan Om Herman, Tante Elsa bersama dua berondong dan satu gadisnya.
"Tante, saya dan Endra mau ke belakang dahulu!"pinta Adit pura-pura ingin buang air kecil.
"Tapi kan, pesawat mau lepas landas! Adit,"protes Tante Elsa sambil melotot
"Aku mohon Tante, sudah tidak tahan,"mohon Adit.
"Ya sudah sana? Tapi cepat ya!"perintah wanita itu lagi.
Adit dan Endra pun pergi ke toilet tiba-tiba saja ada ponsel Mea berbunyi dan ternyata dari Adit, Mea pun minta ijin untuk menerima telepon lalu pergi ke belakang menuju toilet.
'Mohon perhatian panggilan terakhir penumpang pesawat udara dengan penerbangan jurusan solo-Bali di persilahkan naik melalui pintu belakang. terima kasih '
"Mereka lama sekali, lebih baik kita tinggal saja"ucap om Herman seraya membawa kopernya.
Tante Elsa hanya bisa diam dan mengikuti kata om Herman lalu beranjak pergi walaupun masih mencari keberadaan mereka bertiga.
'Kemana mereka, kenapa belum datang'kata hati Tante Elsa yang bingung keberadaan mereka.
Ketika om dan tantenya bingung ternyata Adit, Endra dan Mea bersembunyi di balik tembok, inj memang rencana mereka bertiga agar Tante Elsa dan om Herman bisa menjadi kawan baik lagi. Mereka berdua pun naik pesawat tanpa dua berondong dan gadis itu.
Endra,Adit. 12.00
Selamat bersenang-senang Tante
Read ✓✓
Amelia. 12.00
Selamat bersenang-senang om
Read ✓✓
Itu pesan yang di sampaikan oleh mereka bertiga untuk om dan tantenya ketika sampai di pulau Bali.
"Adit,Endra, Mea ,"teriak mereka berdua bersamaan ketika tahu itu semua rencana mereka bertiga seraya saling bertatap mata.
'Awas kalau Tante pulang' kata hati Tante Elsa.
Saat Tante Elsa dan om Herman membaca isi pesan itu mereka bertiga tertawa kecil lalu pulang ke rumah, Adit dan Endra terlebih dahulu mengantar Mea pulang ke rumah.
Mea telah sampai di rumahnya, Adit dan Endra tidak langsung pulang ke rumah Tante Elsa tetapi dia pergi ke sebuah rumah yang penuh kenangan masa kecilnya yang sudah dia tinggal selama lima tahun karena di kuasai oleh Rianti.
Mereka berdua telah sampai di rumah itu, Endra membuka pintu utama, dia pun hanya berdiri lalu melamun ingat masa lalunya.
"Ibu aku pulang,"teriaknya Endra kecil sepulang sekolah.
Ibunya pun keluar dari dapur dengan apron yang masih menempel di tubuhnya di sambut dengan hangat anak kecil itu, lalu bercerita lah Endra kecil tentang kegiatan di sekolah.
'Ayah, Ibu aku pulang,'suara hati Endra
Adit langsung menepuk pundak Endra menyadarkannya dari lamunan pemuda itu kelihatan menyeka air mata yang hampir jatuh.
"Ayo masuk!"pinta Adit menarik tangan Endra.
Kenangan demi kenangan terlintas ketika Endra berjalan begitu juga Adit yang selalu di sambut hangat oleh keluarga Endra, ayah ibunya selalu terbuka dan memberi kasih sayang kepada Adit.
****
Tiba di pulau Bali mereka berdua mencari hotel atau penginapan tetapi kamar penuh semua hanya ada satu kamar di penginapan dekat pantai Kuta.
"Kenapa hotel atau penginapan penuh semua?"tanya Tante Elsa melihat om Herman sedang menyetir mobilnya."Dan hanya ada satu kamar di pantai Kuta,"desah Tante Elsa lagi setelah melihat lewat ponselnya.
"Jangan-jangan anak-anak yang merencanakan ini semua,"jelas om Herman sambil menyetir.
Mereka berdua menggelengkan kepala tanda tidak tahu, padahal hati Tante Elsa sedang mengeluh tetapi om Herman senang dengan kelakuan anak-anak karena mereka ingin menyatukan om dan tantenya.
Sesampai di hotel, mereka langsung menuju kamar karena Tante Elsa memesan kamar itu lewat online.
CERITANYA GANTUNG...
(PENGALAMAN PRIBADIKU🥰🥰🥰)
MAKANYA SAYANG SEKALI OTHOR BUAT UMUR ADIT 15 TH..
HARUS OTHOR JGN KASIH UMUR ADIT 15 THN, MINIMAL 17 ATAU 18 THN, MSIH RELEVAN LH, KLO 15 MSH KECIL BANGET..