aiko gadis yang tangguh cantik,putih dengan body yang bongsor,padahal ia baru umur 18 tahun baru semester satu jurusan akuntansi yang kuliahnya hanya malam hari karena ikut kelas karyawan,ia hanya seorang cleaning service disebuah kantor cabang dikota Bogor,itupun bukan sebagai karyawan tetap,ia hanya karyawan harian lepas yang jam kerjanya tak menentu,selebihnya ia bekerja membantu menjaga minimarket sebagai kasir.hidup aiko enjoy tidak pernah ribet apalagi mengeluh memikirkan kerasnya hidup,walaupun ia hanya tinggal disebuah kontrakan di pinggiran kota,namun sangat membuatnya nyaman.tidak setelah bertemu laki-laki aneh yang tiba-tiba merubah tensi darahnya semakin meninggi...ya dia adalah Mikail,laki-laki yang datang dari planet mars,yang tidak tau dari mana asal usulnya.
ikuti kisah aiko dan mikail selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cindy nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 diserbu fans mika
aiko masih menekuk muka cantiknya,mika membiarkan saja,ia tetap sibuk didepan laptopnya mengerjakan semua rancangan dan planing untuk perusahaaanya,namun mika jadi gak tega melihat aiko jadi tidak bersemangat,padahal niatnya baik,ia gak mau aiko cape karna hari ini dia berpuasa,ia tidak ingin badan tambah lemas.
"aiko apa kamu jenuh disini??"
"iya pak mika yang terhormat,aiko bosen hanya duduk manis seperti ini,aiko bisa mati lemas kalo badan aiko hanya berdiam diri terus"
"hehehee kok bisa harus nya kamu seneng dong gak saya kasih kerjaan,ya sudah aku minta tolong buatkan kopi hitam,jangan terlalu manis ya ayi,gulanya secukupnya saja"
"ok,aku segera buatkan untuk pak mika yang terhormat"
hahaha aiko sepertinya masih kesel,terlihat nada bicaranya masih aneh gitu.
sementara aiko beranjak keluar kantor,namun ketika hendak berjalan menuju pantry,sekretaris mika sudah ambil ancang-ancang dengan muka yang siap menerkam berjalan kearah aiko.
"eeh loe sini gue mau ngomong"
"kenapa bu yuli,ada yang bisa saya bantu??"
"apa loe,apa manggil-magil gue ibuemang gie ibu loe hah"
"terserah loe asal jangan panggil gue ibu,loe kira gue ibu loe apa"
lah ini manusia jenis apa lagi ujug-ujug marah-marah gak jelas,belm sarapan kayanya,bukannya itu langgilnya semua karyawan disini memanggilnya bu yuli,lah ini kenapa ak gak boleh manggil begitu.
"ya sudah saya panggil kak yuli saja,ada yang bisa saya bantu kak yuli"
"sudah-sudah gak usah berbasa-basi,gue cuma pengen tahu,kenapa loe tiba-tiba jadi asisten pak mika,loe gak cocok deket-deket dengan pak direktur,loe cocok nya jadi pembersih toilat saja seperti kamaren"
"untuk masalah itu silahkan kak yuli tanya langsung sama pak mika,saya tidak bisa menjawabnya,permisi saya mau ke pantry dulu"
"eeh loe songong banget sama gue,loe gak tau siapa gue hah,gue disini yang berkuasa,apalagi menyangkut pak direktur,loe jangan macem-macem ya aiko,jangan-jangan loe jadi ****** yang merayu pak mika supaya kerja enak ya"
"astagfirullah kak yuli jaga bicara anda,maaf saya tidak bisa berdebat dengan anda,karna tidak ada obrolan diantara kita yang berpaedah"
aiko meninggalkan yuli yang masih saja mulutnya ngegerutu gak jelas,dengan mata menatap kearah aiko penuh kebencian.
yaa ampuun itu orang segitunya,ini benar-benar gak nyaman,semua gara-gara kak mika menjadikannya asisten,hidup tak seindah yang dibayangkan aiko,baru kali ini ia bekerja hanya disuruh diam duduk manis tanpa melakukan apapun.
aiko melanjutkan tujuannya ke pantry,membuat kopi untuk mika,benar-benar semua orang yang berpapasan dengannya selalu saja menatap namun kali ini benar tidak ada yang berani ngomong langsung menanyakan kepindahan nya ke ruang direktur,mungkin pak budi yang sudah memberikan warning kepada staf-staf nya itu.
kopi sudah dibuat aiko kembali keruangan mika,baru saja memasuki selasar menuju ruangan mika,ada staf yang sudah menjegatnya begitu saja...wah iklan apalagi ini,ternyata staf yang menjegatnya itu adalah Dewi dan Elis staf keungan bawahannya pak Budi.
#elis
"ckckckck ada pegawai spesial nih kesayangannya bos"
#dewi
"iya ini pegawai siluman,dari tukang beberesih jadi asisten bos,eh elo kasih apa sama pak direktur...jangan-jangan loe dah kasih tubuh elo,diih geli gue liatnya juga gak nyangka ya elo keliatan alim tapi ternyata kelakuan seperti ******"
#aiko
"maaf mbak-mbak pegawai yang terhormat,jika anda penasaran kenapa saya jadi asisten pak direktur anda silahkan tanyakan langsung sama beliau,saya bukan ****** dan saya tidak menjual tubuh saya,maaf saya buru-buru mau mengantarkan kopi ini untuk direktur"
aiko gak mau meladeni pans-pans nya mika lama-lama bisa jadi stres kalo semua pertanyaannya dijawab,namun ketika aiko hendak melanjukan berjalan,dewi mendorong tangan aiko dan akhirnya....
"praaaang"
suara gelas kopi terjatuh air kopi yang panas mengenai jari-jari aiko
"aaaw...kalian yaaa ampuun tumpahkan kopinya"
dewi dan elis malah ketawa terbahak-bahak puas melihat tangan aiko yang kepanasan karna terkena air kopi.
#dewi
"rasain loe ini belum seberapa,besok-besok bakal ada yang lebih menyakitkan lagi"
#elis
"rasakan itu akibat elo ngelunjak sama kita dasar ****** tak berguna"
yaa ampun itu orang kesetanan apa,kenapa mesti sebenci itu sih,aiko meninggalkan merek,kembali kepantry,dicucinya tangan aiko dikran ia cuco di air mengalir setelah itu iya ambil salep dikotak p3k,ya Allah lindungi hamba,aku gak bisa dibully terus sama mereka,lembutkan hati pans-pansnya pak mika dengan izin mu ya Allah.
kini aiko benar-benar sudah sampai keruangan mika,ia berjalan tak menghiraukan yuli yang sudah ingin menjegatnya kembali,aiko cuek secepat kilat iya masuk kedalam kantor mika.
"assalamualaikum"
kebiasaan aiko selalu mengucapkan salam,selalu menjadikan kehangatan ditelnga mika
"waalaikumsalam,kok lama bikin kopi nya aiko,ada masalah??"
"engga kok,tadi aiko ke toiletdulu kak,maaf menunggu lama"
aiko gak mau memperpanjang masalah nanti tambah panjang ceritanya,ia jadi berbohong,padahal sudah gak karuan hatinya,tapi ia tahan untung hari ini aku puasa jadi bisa menahan emosi,yang hampir saja pecah.
"oow gitu,ya sudah kamu duduk kembali sana,ini file pisah-pisahkan sesuai perusahaan yang ada di didaftar ini"
aiko mengambil berkas-berkas dari tangan mika,ketika aiko menerima nya,tangan kekar mika menyentuh jemari aiko dan...
"aaaw...iiish sakit..???"
berkas yang tadi sudah ada ditangan aiko malah terjatuh berserakan,karna replek kaget.
mika berdiri meraih tangan kanan aiko,ia menatap ke arah jemari aiko yang bersemu merah.
"tangan kamu kenapa aiko...ini....kok sampai merah begini,apa ada yang menjahati mu??jawab aiko kamu jangan berbohong,kamu gak usah menyembunyikan apapun dari saya!!"
waduuh gawat kak mika malah emosi jiwa,berabe ini kalo jujur bercerita kronologis nya.
"kak aku gak apa-apa tadi waktu bikin kopi...ketika mau menuang air panas malah tumpah mengenai tangan ku kak,sudah aku kasih salap anti nyeri kok,gak apa-apa kalo didapur insiden kecil seperti ini biasa kali kak"
aiko coba menjelaskan walaupun mengarang cerita,namun expresi penampakan wajah khawatir mika amat berlebihan.
"engga...gak mungkin..aku tahu kamu orang teliti,kamu bohong kan sama saya aiko?? ini bisa jadi luka bakar nanti bisa melepuh"
"kak...sudahlah aku gak apa-apa"
aiko sebenarnya memang merasakan panas yang luar biasa,tapi ia gak mau menggap serius,tapi liat wajah kak mika yang begitu khawatir,membuat aiko tambah gak enak,terharu mendapat perhatian yang tiba-tiba duuh kenapa jadi kaya drama-drama rom. antis sih.
"sudah kamu gak usah menahan rasa sakit itu ayo sekarang kita periksa kerumah sakit"
* * *
yang **masih setia dengan novel author kasih semangat yaa author nya dengan like komen juga vote...vote...vote...
tunggu kelanjutan kisah nya yaaa**.....