NovelToon NovelToon
Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:301.5k
Nilai: 5
Nama Author: arum dian mayasari

Rega terpaksa harus menerima perlakuan buruk dari Piran karena kesalahan yang tak ia sengaja.

Seiring berjalannya waktu,hubungan keduanya pun membaik dan terlihat selalu romantis. Rega selalu memperlakukan Piran dengan manis hingga membuat sahabatnya yang bernama Dina menjadi cemburu.

Dina pun tanpa sengaja menjebak Rega hingga menyebabkan mereka harus menikah. Piran pun mengikhlaskan Rega dan pergi jauh dari kehidupannya.

Apakah Rega dan Piran akhirnya berjodoh? Atau malah mereka menemukan pasangannya masing-masing?
Ikuti ceritanya ya!

Ini adalah karya pertama author jadi mohon maaf apabila ada banyak kesalahan. Semoga kalian suka karyaku dan mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arum dian mayasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Hari sudah semakin sore,Piran dan Rega pun memutuskan untuk menyudahi acara jalan jalan mereka.

Rega menghentikan motornya didepan gerbang rumah Piran.

Piran turun dari motor lalu melepas helmnya.

"Makasih ya sayang jalan jalannya. Hari ini aku seneng banget," kata Piran sambil menyerahkan helmnya.

"Ya sayang sama-sama, malahan aku yang seneng banget kita bisa jalan seharian," kata Rega lalu membenahi rambut Piran dengan jari-jarinya.

"Ya udah aku langsung pulang yah!" Rega mulai menghidupkan motornya lagi.

"Hati-hati yah jangan ngebut!" teriak Piran sambil melambaikan tangannya yang dijawab Rega dengan gerakan tangannya.

Setelah Rega sudah menjauh, Piran pun masuk kedalam untuk segera membersihkan badannya yang terasa lengket dan bau polusi.

Piran segera membuka seluruh bajunya lalu masuk kedalam bath up yang sudah diberi aroma terapi.

Setelah setengah jam berendam, Piran pun segera membersihkan tubuhnya dibawah shower.

Piran yang merasa lelahpun akhirnya merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur setelah berganti baju piyama.

****

Rega bersantai dikamarnya setelah acara jalan-jalannya dengan kekasihnya itu.

Rega tersenyum sendiri saat mengingat ekspresi Piran yang memerah saat mengelus miliknya.

"Loe harus sabar bray, belum saatnya loe keluar kandang buat masuk goa terlarang jadi sabar yah."

Rega bergumam sendiri sambil menepuk pelan miliknya.

Disaat sedang asyik dengan pemikirannya tiba-tiba

Tok tok tok

"Re lagi apa kamu nak? Itu diluar ada Dina," kata bu Asih yang mengejutkan Rega.

"Ya Buk suruh tunggu dulu bentar lagi aku keluar!" teriak Rega dari dalam sambil mengganti bajunya.

Rega pun keluar kamar menuju ruang tamu untuk menghampiri Dina.

" Tumben Din kesini malem-malem?" tanya Rega tanpa basa-basi.

"Emangnya cuma Piran aja yang boleh ngunjungi loe malem-malem," kata Dina keki.

"Piran malah belum pernah kesini," jawab Rega sambil mendudukkan dirinya didepan Dina.

"Masak sih Re dia belum pernah dateng kesini? Kalian kan udah deket hampir 2 bulan! Jangan-jangan dia emang nggak sudi berkunjung kerumah loe," kata Dina memanas-manasi Rega.

Rega terkesiap mendengar ucapan Dina yang terkesan menuduh Piran.

"Piran belum pernah kesini karna emang gue belum ngajak dia kesini. Jadi ada perlu apa Din?" tanya Rega lagi.

" Gue cuma kangen ama loe Re. Semenjak loe pacaran, loe udah nggak ada waktu lagi buat gue. Gue kayak barang bekas yang nggak berguna lagi buat loe,"curhat Dina yang merasa sedih.

Rega yang mendengar ungkapan hati Dina pun jadi merasa bersalah walau sebenarnya dia sama sekali tidak bermaksud melupakan Dina.

" Sorry Din gue sama sekali nggak menganggep loe seperti itu. Loe tetep sahabat gue dan gue minta maaf kalau loe merasa tersisihkan. Kalau gue jarang ada waktu buat loe. Suatu saat kalau loe udah nemuin seseorang yang loe cintai pasti loe bakalan paham dengan keadaan gue saat ini. Loe dan Piran adalah wanita yang sama pentingnya dalam hidup gue setelah ibu gue, cuma loe dan Piran punya posisi yang berbeda," jelas Rega panjang lebar supaya Dina tidak salah paham.

"Oke gue akan coba buat memahaminya.

Gimana kalau sekarang kita jalan, loe temani gue makan malem" kata Dina dengan wajah memohon.

Rega yang merasa bersalah akhirnya menyanggupi keinginan Dina walau sudah jam 10 malam.

Dina dan Rega berjalan beriringan menuju kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampung Rega.

Merekapun sudah sampai dikafe tulip.

Dina segera memesan beberapa menu kepada pelayan.

" Ehmm Re setelah ini rencana loe ama Piran mau gimana" tanya Dina memecah keheningan diantara mereka.

" Kalau gue loe udah tahulah Din, tapi kalau Piran dia mau kuliah diLondon jadi terpaksa gue ama Piran harus LDRan,"jelas Rega dengan raut muka sedih.

"Yah gue harap sih Piran bakal setia sama loe. Secara kan cowok bule pasti ganteng-ganteng dan bodynya kekar-kekar."

"Gue sih percaya kok sama Piran. Bukankah itu yang paling penting dalam sebuah hubungan yaitu kepercayaan," terang Rega yang merasa yakin bahwa Piran akan setia kepadanya.

Pukul 12 malam Rega dan Dina baru mengakhiri acara makan dan ngobrol mereka.

Setelah berpisah dengan Dina,Rega segera memesan ojek online untuk mengantarnya kerumah Piran.

Entah mau apa dia malam-malam begini mau mendatangi Piran.

Dia sendiri juga bingung yang ada dipikirannya saat ini dia begitu merindukan kekasih cantiknya itu, padahal hari ini mereka sudah bersama dari pagi hingga sore.

Setelah sampai dirumah Piran, Rega segera membayar ongkos ojolnya.

Rega mengendap- endap kerumah Piran seperti maling.

Rega sebenarnya juga merasa was was, tapi rasa rindu sepertinya lebih besar dari rasa takutnya.

Rega berhasil masuk rumah Piran dengan melompati tembok samping rumah.

Setelah memastikan keadaan aman Rega pun naik kebalkon kamar Piran dengan berpijak pada jendela-jendela.

Rega memegangi dadanya sambil tersenyum puas karna berhasil sampai kamar Piran dengan selamat.

Rega memeriksa pintu kaca Piran yang ternyata hanya ditutup tapi tidak dikunci.

Mungkin Piran lupa pikir Rega.

Rega membuka pintu dan masuk kekamar Piran yang hanya diterangi lampu kamar tidur.

Piran terlihat meringkuk sambil membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.

Rega mendekati ranjang Piran lalu merebahkan diri disamping Piran setelah melepas sepatu dan jaketnya.

"Yang bangun yang." Rega menggoyangkan bahu Piran pelan pelan.

Piran hanya menggeliat pelan lalu memeluk erat Rega yang dikira guling.

Rega pun berusaha membangunkan Piran lagi dan alangkah terkejutnya Piran saat membuka mata dan sudah ada Rega dihadapannya.

"Yang ini beneran kamu? Tapi kok kamu bisa ada disini." Piran mencubiti pipi Rega untuk meyakinkan dirinya bahwa yang ada dihadapannya saat ini bukanlah imajinasinya.

"Auww yang kok dicubit! Ini beneran aku," kata Rega sambil mengusap pipinya.

"Trus kamu kok bisa masuk sini?"

"Tadi aku lompat tembok samping yang trus manjat balkon eh ternyata pintu balkon nggak kamu kunci makanya langsung masuk aja," jelas Rega.

"Lagian ngapain sih yang kamu pake ngendap ngendap kesini ,besok kan juga bisa. Lagian kan tadi seharian kita udah barengan terus."

"Aku masih kangen yang, trus aku dari tadi kepikiran terus sama kejadian tadi siang," ucap Rega sambil menelusupkan kepalanya dileher Piran.

"Yang geli leher aku jangan digituin."

"Yang aku pengen boleh ya?" Mohon Rega dengan wajah memelas.

"Kan belum boleh yang," jawab Piran yang mengerti maksud Rega.

"Ya nggak beneranlah yang," kata Rega yang langsung menciumi lagi leher Piran.

Piran hanya menggeliat geli dengan perlakuan Rega.

Ciuman Rega beralih kebibir Piran. Rega ******* lembut bibir Piran yang terasa manis untuknya.

Piran membalas ciuman Rega dan terjadilah ciuman panjang diantara mereka.

Rega melepas pagutannya setelah merasa kehabisan asupan oksigen. Setelah menetralkan nafasnya Rega kembali memandang wajah Piran lalu Rega bangun melepas kaos dan celana panjangnya.

Rega menindih tubuh Piran yang masih memakai piyama tipis.

Rega menempelkan miliknya tepat diatas milik Piran. Rega segera menggoyangkan pinggulnya.

Piran pun merasa milik Rega yang menonjol mendesak miliknya yang terasa seperti membelah.

"Ahhh yang enak," kata Rega yang masih asyik diatas Piran.

"Yang pelan

'pelan ini rasanya nyilu," kata Piran sambil melingkarkan tangannya ditubuh Rega.

Setelah puas, Rega pun turun dari tubuh Piran lalu berjalan kekamar mandi untuk mengeluarkan cairan mungilnya.

Rega segera membersihkan diri.

Piran masih tiduran diranjangnya sambil membenahi bajunya yang acak acakan.

"Yang aku pulang sekarang yah," pamit Rega sambil mengenakan sepatunya.

"iya ati-ati dijalan."

"Iya..makasih yang buat yang tadi. Sakit banget nggak punya kamu?"tanya Rega kahwatir.

" Nggak terlalu kok! Udah sana pulang nanti keburu ketahuan."

Rega pun meninggalkan rumah Piran dengan cara seperti tadi.

bersambung...

jangan lupa untuk beri like dan komen kalian.

1
falea sezi
karma buat dina Vino mana
Jue
Katanya Islam tadi tapi solat tidak .
Fathin Nayla Zahra
bagus
Boru Silalahi
makhluk alien turun ke bumi
sherly chelfy
jahat bgt vino
sherly chelfy
ih najis Dina murahan bgt
Nindita Larasaty
Eh manja bngt jmpt Rega hrsnya lu minta jmpt papa kandung lu tuh si Vino bknnya Rega. Aduh Rega sma Piran kalian ngapain jg sih jemput Arfa scra kan dia bkn darah daging lu nnti aja pas anak kandung lu tuh baru antar jemput. Manja bngt lu Arfa minta gih antar jemput papa kandung lu itu. Dan ingat bocah cilik anak yg di kandung Piran itu bkn darah yg sma kyk lu yg sma itu anak yg di kandung bunda lu tuh bru itu adik lu.
Nindita Larasaty
Kok panggilnya ayah mama sih hrsnya ayah bunda, mama papa dan gk usah ngikutin Arfa scra kan dia bkn anak kandung kalian ber 2 dia itu anak kandung Dina dan Vino
Nindita Larasaty
Nah damai kan tnp adanya orng lain msk. Mending Arfa di hempas aja deh atw ikut bunda sma papa kandungnya aja lebih baik apalagi ada adik kandungnya yg sedarah dan sedaging
Nindita Larasaty
Ngapain sih Arfa nginap di rmh Rega scra dia bkn anak kandungnya Rega yg pantas tinggal situ anak kandungnya Rega yg di kandung Piran jdi di rmh itu pantas ya cma Rega, Piran dan anak yg di kandung Piran bkn anak orng kyk lu Arfa. Lebih baik lu tinggal sma papa kandung lu scra di sna keluarga kandung lu. Dan stop manggil Rega ayah trs yg pantas itu anak yg di kandung Piran. Mending lu pergi deh Arfa itu orng lain bkn keluarga bagian dri keluarga Rega
Nindita Larasaty
Eh Arfa lu ngapain di situ toh lu bkn anak kandungnya Rega ganggu Rega sma Piran aja yg lgi mw ber 2 apalagi nnti ada anak kandung mrka. Mending lu sma Bunda lu itu yg udh nipu semua orng klau Rega yg hamilin bunda padahal papa kandung lu yg hamilin bunda lu. Di kira Piran mama angkat lu apa lgi Piran gk pantas pnya anak angkat kyk lu Arfa
Jue: Arfa dan Rega adalah Mahram tapi Piran dan Arfa tidak jadi seeloknya saat Arfa sudah Akhil Baligh harus terus tinggal dengan Dina serta Dino
total 1 replies
Nindita Larasaty
Arfa ngapain sih msh manggil Rega ayah itu bkn ayah kandung lu mending lu tinggal selamanya sma papa kandung lu. Jdi lu manggil Dina itu mama bkn bunda scra ya lu itu bkn anak kandungnya Rega apalagi mama lu lg hamil adik lu. Rega itu pantasnya di panggil ayah sma anak kandungnya sendiri bkn lu Arfa anak Vino
Jue: Arfa kan anak tiri Rega , Ya sampai bila tetap anak tiri walaupun Rega sudah bercerai dari Dina , Hukum anak tiri itu haram dinikahi bagi wanita , So tiada masaalah kalau Arf tetap mahu panggil Ayah pada Regha , Dengan Dino juga sama Arfa jatuh hukum Anak tiri kerana Arfa adalah anak luar nikah , Dino hanya berstatus pada Darah tetapi kalau Arfa itu wanita Dino kehilangan hak sebagai Wali .
total 1 replies
Nindita Larasaty
Rega hrsnya lu bailikkin Arfa sma Vino yg papa kandungnya Arfa ayah biologisnya, toh ibu jg sma yaitu Dina cma beda ayah doang.
Nindita Larasaty
Biarin Arfa di bwa sma Ayah kandungnya Vino toh Arfa bkn anak kandung lu sendiri nnti jg lu pnya anak kandung sendiri sma Piran. Udh biarin aja Arfa sma ortu kandungnya, emng pantas sma ortu kandungnya. Enek gw sma Arfa yg bkn anak kandung aja sok dkt" sma Rega emng gk bsa bedain apa wajahnya sma wajah Rega
Nindita Larasaty
Cpt ksh tau ke Arfa klau dia itu anaknya Vino bkn Rega yg selalu dipanggil Ayah
Nindita Larasaty
Please cpt kebongkar klau Arfa itu bkn anaknya Rega melainkan anaknya Vino, scr kan yg nyentuh Dina itu Vino bkn. Rega
Nindita Larasaty
Arfa bilangin nyokap lu jngn ska rebut Rega dri Piran atw bilangin kembaliin Rega ke Piran
Nindita Larasaty
Gw yakin Arfa itu anaknya Vino sma Dina soalnya mna mw Rega lakuin itu sma cwek yg gk di cintainya mwnya sma Piran. Apalagi Vino sma Dina udh lakuin itu. Eh lu itu msh bocah pake bilang mw pcrran sma tante cantik, tante cantik itu pnya ayah lu gk yakin jg itu ayah lu scra wajahnya aja gk mirip
Nindita Larasaty
Piran bilang Arfa mirip Vino itu mah anaknya Vino bkn anaknya Rega, gw yakin Dina mw minta tanggung jwb sma Vino tpi Vino ya gk mw jd dia ngejebak Rega biar di nikahin. Dasar cwek licik lu Dina alias cwek murahan
Nindita Larasaty
Knp sih Rega gk ceraiin aja tuh toh Arfa bkn anak kandungnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!