Mengisahkan seorang gadis yang terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di cintai nya, karena suatu keadaan, dan harus rela menjalani kehidupan rumah tangga yang di penuhi konflik akibat sifat keras dan diktaktor suami nya yang sangat mencintai nya tapi salah menempat kan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apriliani Filata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
" Adek sudah sarapan.. ? " Tanya ku sembari ku cium ubun - ubun kepala Daffa.
" Cudah dicuapin cama papah.." Jawab nya polos sembari memain kan kacing baju ku .
" Ma'em nya pake apa " Tanya ku lagi dengan mengangkat wajah nya menghadap ke wajah ku, ku tatap dengan beribu rindu di dada.
" Pake naci kuning , ada telol nya cama ayam goleng celundeng..., enak cekali mah tapi papah nya culang ayam goleng adek di abicin cama papah , lakus igh papa cepelti udah gak makan cebulan.. " Daffa mencibir kan mulut nya ke arah papah nya yang berdiri tak bergeming di saka dekat taman, menatap ku dan si kecil lekat , ku lihat pancaran kerinduan dari sorot mata nya, seperti nya Dia ingin mendekat namun antara enggan dan segan dengan Erza yang berdiri di samping kanan ku dan Yu Tinah yang berdiri di belakang kursi roda memperlihat kan wajah tak bersahabat.
Sekali waktu saat tak sengaja pandangan mata kami bertemu Dia mengulas senyum , ku buang muka mengabai kan perhatian nya.
* Cih lelaki tak punya hati sudah melukai, di tinggal pergi dan sekarang cuma bisa berdiri tanpa usaha untuk sekedar meminta maaf , berani nya cuma di belakang saja, pengecut !! * Gumam Erza geram. meski suara nya kecil masih bisa terdengar oleh ku dan Yu Tinah.
Seorang petugas paramedis menghampri kami, tersenyum ramah menundukan kepala.
" Bu Emil .., mari ikut saya ke ruang fisioterapi hari ini jadwal terapi pemulihan cidera tulang belakang " Sapa nya ramah .
Susi bergegas mengangkat tubuh Daffa dari pangkuan ku.. perawat memdorong kursi roda di dampingi Erza , Yu Tinah memilih untuk mengemas baju - baju kotor untuk di bawa pulang dan di cuci di rumah.
Mas Hardi dan Ibu nya berjalan pelan di belakang kami , mengikuti kami dan menunggu di luar ruangan karena hanya satu orang saja yang boleh menemani pasien. Sempat terjadi keributan kecil saat Mas Hardi yang akan memdampingi namun di hardik oleh Erza ,.mereka sempat bersitegang hingga di tegur oleh perawat, Ibu Mas Hardi menenang kan anak nya untuk mengalah karena aku lebih memilih untuk di dampingi oleh Erza di banding suami ku sendiri, meski aku belum tahu pasti apa yang sebenar nya terjadi dalam hidup ku namun hati kecil ku menolak kehadiran nya. Ada rasa enggan dan tak nyaman dengan kehadiran nya di dekatku.
Mas Hardi melihat semua terapi yang aku jalani di pandu oleh seorang ahli terapis profesional dari luar kaca tanpa beranjak sedikit pun. Lima belas menit berlalu terapi ku pun berakhir untuk hari ini . Aku merasa kan haus dan kelelahan , di pandu berjalan dengan berpegangan pada dua lajur almunium yang berdiri sejajar pinggangg . Erza keluar ruangan lebih dulu menuju kantin membelikan air mineral untuk ku. Seorang perawat mendorong kursi roda ku keluar, Mas Hardi hendak menyentuh dan tangan ku reflek menepis nya menjauh dari ku.
Sekiilas ku lihat guratan kecewa dari sorot mata nya bercampur emosi terpendam atas penolakan ku terhadap diri nya di hadapan orang lain. Ya..., aku kenal siapa suami ku Hardiman Adi Prasojo.St , putra pejabat kelas atas di sebuah ibukota provinsi di pulau jawa, seorang arsitektur dan pemilik perusahaan kontruksi ternama di provinsi kami, seorang yang tinggi hati, selalu menjaga image dan tak pernah ada yang berani membantah apalagi menentang keinginan nya.
Sedari kecil terbiasa hidup dalam gelimang kemewahan dan kehormatan, selalu di manja dan di puja karena satu - satu nya anak lelaki dalam keluarga nya, menumbuhkan Dia menjadi sosok yang angkuh , sombong dan arogan. Setiap perintah nya tak ada yang berani membantah sedari kecil. Setiap kali terjadi keributan oleh nya, orang - orang bayaran bapak nya, para pengacara yang berani mati membela yang bayar siap berdiri di belakang nya untuk menuntas kan setiap masalah hingga Dia tak pernah tahu apa rasa nya sakit dan tersakiti .
Sebuah pendidikan salah kaprah bener ora lumrah menurut Almarhum Ayah ketika mengetahui sifat dan perilaku Mas Hardi setelah kami menikah lebih dari setahun, semua kelakuan tidak baik suami ku baru di ketahui oleh Ayah dengan mata kepala sendiri Ayah pernah melihat putri nya di perlakukan kasar dan mendengar putri nya di cemooh, di hina, di caci dan di maki. Saat itu Ayah sempat akan mencerai kan kami meski aku sudah memeliki seorang anak dari nya.
Pada akhir nya hati Ayah luluh setelah orangtua Mas Hardi terutama Bapak nya berlutut di kaki Ayah memohon ampunan untuk anak nya, dan Mas Hardi yang saat itu di sumpah tidak akan berlaku kasar kepada ku lagi, memohon sampai menangis di pangkuan ku. Nyata nya itu hanya airmata buaya. Dan hebat nya Almarhum Ayah ku tak pernah sekali pun cerita kepada keluarga nya, Ibu ku sekali pun tak pernah tahu dengan kejadian saat Zahwa masih berusia tiga bulan. Ayah menyimpan nya rapat hingga ajal menjemput nya,.beberapa bulan setelah insiden tersebut. Ayah hanya pernah menitip pesan kepada adik - adik untuk menjaga ku karena aku saudara perempuan mereka satu - satu nya, seminggu sebelum Ayah masuk rumah sakit karena lemah jantung .
Berbeda dengan keluarga ku, meski aku anak perempuan satu - satu nya dalam keluarga toh tak pernah ada perlakuan istimewa untuk ku . Ayah selalu mengajar kan kepada kami welas asih, tanggung jawab pada setiap perbuatan yang di lakukan, saling menghargai dan menyayangi sesama tanpa terkecuali .
Erza tergopoh mendekat dari arah samping, perawat berhenti mendorong kursi roda ku atas permintaan Erza. Menyodor kan air mineral yang telah di buka tutup botol nya, ku raih lalu ku teguk hingga habis hampir setengah botol.
" Maaf sus..,. Kaka biar saya aja yang bawa ke kamar " Pinta halus dengan seulas senyum.
Perawat membalas senyum Erza, sembari menganggukan badan lalu bergeser ke samping berganti Erza yang mendorong nya.
" Masih mau melihat - lihat pemandangan di sekitar rumah sakit atau mau langsung ke kamar Mbak " Tanya Erza lembut.
" Mbak lelah Za..., pengen tiduran ke kamar aja ya." Pinta ku.
" Oke Tuan puteri lets go... " Jawab nya dengan senyum khas nya.
" Za... " panggil ku ragu.
" Kenapa.. " Jawab nya singkat.
" Eeemmm.. ,kadang gak enak sama pandangan orang di sekitaran " Jawab ku
" Ga enak yang gimana " Selidik nya tak mengerti arah pembicaraan ku.
" Perlakuan mu ke Mbak " Ucap ku parau.
" Memang kenapa Mbak " Tanya nya polos.
" Orang yang gak ngerti kita, mereka salah sangka, mereka kira kamu selingkuhan Mbak yang baru pulang dari luar negeri melihat mesra nya kamu sama Mbak, sebagian dari pegawai di sini tahu aku ini isteri nya Mas Hardi, menantu pak Handoko " Terang ku.
" Haahaaaha... abai kan saja Mbak, biar ****** menggonggong kafilah tetap berlalu, apa salah nya seorang adik menyayangi kaka perempuan nya. Ini amanah dari Almarhum Mas Nano dan Almarhum Ayah juga buat jaga in kaka, seperti nya mereka berdua sudah punya firasat dengan kelakuan tidak baik suami Mbak, sebelum mereka meninggal " Terang nya panjang lebar.
" Memang Mas Nano perrnah...." Ucapan ku terputus saat ku lihat Mas Hardi bercanda mesra dengan seorang wanita muda berbaju seksi di sebuah bangku penunggu di lorong rumah sakit.
Aku paling kan pandangan ku seakan tak melihat nya. Ku tekan rasa sakit hati dalam hati ku. * Jangan terpengaruh Mil, gak usah sakit hati bukan nya ini bukan pertama kali kamu melihat Dia bermesraan dan bersikap baik pada wanita lain di saat Dia memperlaku kan mu sangat buruk * Bisik ku dalam hati.
kupejam kan mata ,lalu ku kerjap kan menahan perih yang menusuk hati.
coba sosok antonio hadir dalam hidup kalian tapi versi wanitanya alias ada wanita lain (yang sifat kayak antonio) yang mencintai suami kalian dia memuja suami kalian sebagai kekasih hati, dia melindungi suami kalian, dia selalu memantau suami kalian, dia selalu menjaga suami kalian, dan saat suami kalian ada masalah dia akan datang bak pahlawan dan dia menyalahkan kalian karena tidak bisa menjaga suami kalian
apakah kalian juga akan memandang baik pada wanita lain itu yang menyukai suami kalian itu
jadi wanita jangan egois jika kalian tidak suka pada wanita lain yang suka pada suami kalian, maka kalian juga harus tegas pada pria lain yang suka pada kalian alias jangan kebaperan dengan kebaikan pria lain,
fakta pemeran utama wanita adalah sudut pandang author dan reader2 wanita yang artinya author dan readernya memposisikan diri mereka sebagai pemeran utama wanita
kenapa ya udah baca berulang kali tapi tidak bosan bosan