Pernikahan yang tak di inginkan hanya akan membuat luka yang amat dalam.
Begitulah yang di rasakan Agitsna, Dia rela mengubur semua harapan dan cita2nya demi membahagiakan kedua Orang tuanya.
Dia harus rela menikah dengan Pria yang bukan ia cintai.
Persoalan hutang yang harus keluarga Agitsna bayar pada keluarga Pria tersebut.
Pria itu bernama Yudha. Dia pewaris tunggal dari keluarga terkaya di kotanya.
Kalo Agits dia terpaksa menikah dengannya karna something.
Lalu Yudha ???
Kita simak yukk..
Moga kalian syukkkaaaa😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rani maryanii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Suasana pagi yang sangat mendukung buat kedua insan yang mulai tumbuh bibit bunga yang terbawa angin.
Yudha langsung menangkap tubuh Agits yang mulai menggeser tubuhnya mundur di atas kasur.
Yudha langsung menangkap Kaki Agits dan menariknya.
"Maafin aku Yudh, Aku enggak bermaksud menggoda mu." mohon Agits sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Jangan siksa dirimu sendiri Gits, Aku tahu kamu juga menginginkannya."
Agits menggeleng kuat.
"Jangan bohong Gits. Aku tahu kamu menahannya."
"Maaf Yudh, Tapi aku gak bisa. Ini semua pantas untukku."
"Gak Gits, Ini salahku. Kamu bisa menuntaskan padaku."
Agits menatap Yudha sambil bersidekap tangan.
Dia mendekatkan Wajahnya pada Yudha.
Yudha memejamkan matanya.
"Itu mah enakan di kamu." bisik Agits dan berhasil terlepas dari Yudha.
Agits langsung berlari kedalam kamar mandi.
Sepeninggalan Agits, Yudha mengacak rambutnya sambil tersenyum bahagia.
Dia bahagia karna sekarang Agits sudah mulai mau bicara dengannya. Apalagi barusan, Agits terus menggodanya.
Yudha pasrah meski gak bisa menuntaskan hasrat yang dengan sengaja Agits lakukan.
^^^
Agits menghela napasnya di dalam Kamar mandi, Dia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.
Hanya cara itu yang bisa Agits lakukan. Dia enggak mau melakukan semuanya tanpa ada rasa Cinta di antara mereka.
Lebih baik dia tersiksa dari pada menyiksa.
Yudha melangkah kelantai bawah, Dia mandi di Kamar tamu.
^^^
"Enak... Siapa yang buat semua ini ?" tanya Yudha saat mereka di meja makan.
"Hantu.." jawab Agits kesal.
"Hebat hantunya, Dia bisa masak."
Agits menatap tajam pada Yudha.
"Jangan gitu serem, Nanti matanya loncat."
Agits langsung membuang mukanya kearah lain.
Hahaha...
Membuang muka, Emang muka bisa di buang ya ??
Kalo bisa kasih tau Eneng ya, Biar Eneng bisa ganti dengan yang baru. Hahaha...
^^^
"Hey Bos..." kata Opik menepuk pundak Yudha.
Yudha menatap kesal pada Opik.
"Jangan kerja mulu Bos, Belel tuh mata." cibir Opik.
Yudha langsung menutup Laptopnya dan berdiri bertolak pinggang.
"Ngapain Lo kesini ?" tanya Yudha tegas.
Opik bergidik ngeri melihat sisi tegas dari Yudha.
"Hay Bos... Bisa biasa aja ngomongnya."
Yudha menghela napas dan menurunkannya tangannya. Dia memasukan kedua Tangannya kedalam saku.
"Ada apa ?"
"Kita kencan Yuk.." ajak Opik.
Yudha menatap tajam sekaligus geli pada Opik.
"Busyet... Serem bener matanya." gumam Opik.
"Kalo enggak ada keperluan, Lo bisa keluar sekarang." usir Yudha.
Opik mengendikan bahunya tanda gak mau.
"Mau saya seret lo, Gue panggil satpam nih."
"Ya elah, Sama sahabat sendiri Lo tega banget sih."
Yudha tak menghiraukannya. Dia kembali duduk dan menatap Laptopnya kembali.
Sejak kejadian hari itu, Yudha sedikit menjaga jarak dengan Opik. Dia ngeri jika Opik benar benar pria enggak beres.
Persoalan tentang Agits juga, Yudha belum menanyakannya. Dia enggak mau jikalau itu untuknya.
Untuk menjebaknya suapaya bisa Dia aniyaya dengan keinginannya.
Pikiran Yudha buruk menanggapi Opik. Dia pikir Opik adalah seorang Guy.
Apalagi memdengar ajakan Opik. Dia semakin risih dengan sahabat yang satu ini.
Bagaimana tidak, Dia sama sekali gak mau berpacaran. Dia hanya terus menempel padanya dan membantunya.
"Yudh... Besok lo ada pertemuan dengan Mr. Huang kan ?" tanya Opik sambil berjalan mendekati Yudha.
Konsentrasi Yudha jadi buyar. Dia langsung menutup Laptop nya kembali.
"Yudh... Lo kenapa sih. Kayaknya lo takut banget gue deketin ?"
Yudha langsung berdiri dan meninggalkan Opik yang terus berusaha mendekatinya.
Opik menggaruk garuk kepalanya. Dia bingung, Apa ada yang salah dengan sikapnya.
Gengsss....
Kalian suka enggak sih sama cerita ini...
Kalo suka jangan lupa like ya😘😘
aku bukan tidak suka baca novel sad ending tapi tidak sanggup karena bisa galau berhari2,
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻🧻
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑🌑