Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.
Kultivasi adalah jalanku
Meraih Kekuatan Keinginanku
Menembus Surga Impianku
Dengan Pedang di Tangan
Dengan Kekuatan milikku
Akan kugapai Surga
Kan Kuukir Legenda
Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.
dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.
.
.
.
jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 - Sang Naga Cahaya dan Kuil Cahaya Kebenaran. . . .
Di sebuah tempat yang jauh dari wilayah kekuasaan klan Xi atau ibukota Kekaisaran Matahari, terdapat sebuah kuil yang dibangun di atas sebuah gunung hijau dan ditutupi oleh pepohonan yang sangat lebat.
"Liyao! Bukankah sudah guru katakan jangan meminum arak lagi!"
Seorang pria tua tampak menarik telinga seorang pemuda dan membawanya ke dalam suatu ruangan, penampilan kedua pria itu sama seperti seorang biksu, ya karena kuil itu adalah kuil tempat perkumpulan para biksu.
"Tapi guru, aku tidak bisa menahan godaan arak-arak itu! Bisakah aku mendapatkan keringanan sedikit saja!?"
"Tidak! Hari ini Mahaguru Di Xue akan keluar dari pengasingannya! Kita akan menyambut Mahaguru sekarang!"
Liyao, pemuda yang ditarik oleh gurunya itu adalah seorang biksu muda yang dibesarkan di kuil itu.
Kuil yang berdiri di atas gunung itu adalah Kuil Cahaya Kebenaran, sedangkan gunung tempat kuil itu berdiri bernama Gunung Naga Cahaya. Dikisahkan bahwa gunung itu adalah tempat berdiamnya seekor Naga berwarna putih terang jutaan tahun yang lalu, kisah selanjutnya tidak diketahui lagi.
Kuil Cahaya Kebenaran berdiri di dalam wilayah Kekaisaran Matahari, dengan ratusan ribu murid dan ribuan biksu yang menyebar di seluruh Kekaisaran Matahari membuat kuil itu menjadi salah satu kekuatan besar di Kekaisaran Matahari.
Mahaguru Di Xue sendiri ialah seorang biksu sepuh berusia sekitar 5 seperempat abad atau lima ratus tahun lebih dua puluh lima tahun, sudah belasan tahun ini dia melakukan kultivasi tertutup untuk mencoba menerobos ke ranah yang lebih tinggi dari Alam Jiwa Agung.
"Guru, apakah Mahaguru akan berhasil menerobos? Bukankah puncak kultivasi itu hanya sampai pada Alam Jiwa Agung saja?"
Kesibukan para biksu penghuni Kuil Cahaya Kebenaran terlihat karena kebanyakan dari mereka sudah mengetahui kalau Mahaguru mereka akan keluar dari kultivasinya, beberapa biksu sepuh yang menjadi pengajar para murid terlihat berjalan sembari berbincang menuju ruangan tempat Mahaguru Di Xue berkultivasi.
"Guru tidak tahu, yang jelas apapun itu semoga saja Mahaguru baik-baik saja."
Beberapa saat kemudian mereka hampir sampai di tempat yang mereka tuju, namun suatu kejadian besar membuat mereka terperanjat.
Seberkas cahaya yang sangat terang berwarna merah keputihan terlihat dari ruangan yang mereka datangi, bersamaan dengan terlihatnya cahaya itu tanah tempat mereka berpijak bergetar keras.
"Gempa!?"
"Bagaimana bisa terjadi gempa saat Mahaguru akan keluar dari kultivasi tertutupnya!?"
"Apakah ini ada hubungannya dengan Mahaguru!?"
"Cepat berlindung!"
Kepanikan para biksu dan murid Kuil Cahaya Kebenaran tiba-tiba saja menghilang, mereka yang tadinya panik tertegun saat melihat sesuatu yang melintas di atas mereka.
RRRROOOOOOAAAAAARRRRRRR………..!!!!!!!
Seekor naga sepanjang ratusan meter dan besarnya seperti akan sepuluh meter lebih meliukkan badannya di angkasa, naga itu terlihat gagah dan menakutkan secara bersamaan.
Sosoknya yang besar dan panjang dibalut cahaya putih terang terasa begitu agung, para biksu yang melihat itu terpana di tempat mereka.
"Senior Zi Long! Mohon tenang senior!"
Para biksu menatap seseorang yang berteriak ke arah Naga Cahaya yang tengah meliukkan tubuhnya itu, mereka melihat seorang pria sepuh dengan rambut yang telah memutih semua dan membawa tongkat berwarna emas dengan ukiran Naga yang melilit salah satu sisi di tangannya.
"Mahaguru!"
"Guru!"
"Senior!"
Para biksu serempak membungkuk hormat ke arah pria sepuh itu, tapi orang yang tengah dihormati itu malah terus menatap Naga Cahaya dengan muka cemas, hal itu membuat para biksu heran dan mencoba bertanya.
"Mahaguru, apakah junior ini boleh tahu kenapa Mahaguru terlihat cemas?" Mahaguru Di Xue menatap biksu yang bertanya padanya, biksu itu sendiri adalah guru dari Liyao.
"Di Meng! Segera ungsikan para murid! Jaga mereka dengan baik!"
Di Meng guru dari Liyao bingung namun mukanya berubah pucat saat sesuatu menekan pundaknya membuatnya melayang jatuh ke tanah, bukan hanya dia saja namun semua biksu yang ada di sana juga ikut jatuh terjerembab ke tanah bahkan Mahaguru Di Xue pun tidak luput.
"Ugh! Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?!"
Beberapa biksu sepuh mulai kehilangan kesadaran mereka, semua biksu muda yang berstatus murid bahkan sudah semuanya pingsan, baik itu yang berada di dekat sang Naga Cahaya maupun di seluruh wilayah Kuil bahkan sampai 500 meter ke arah luar.
"Se-senior Zi Long! Bi-bisakah senior me-menarik aura anda!?"
Melihat Mahaguru Di Xue berbicara dengan menatap Naga Cahaya yang tengah menatap mereka dengan tatapan tajam, para biksu senior yang masih bisa mempertahankan kesadarannya akhirnya tahu dari mana tekanan yang menekan mereka semua berasal.
"Di Xue, berani sekali kau mengganggu kesenanganku!"
Suara itu terdengar berat dan tajam milik seorang pria sepuh, namun bersamaan dengan itu tekanan yang dirasakan para biksu menghilang seolah tidak pernah ada.
"Mohon ampun senior, yang kecil ini bukannya ingin mengganggu senior. Tapi para biksu muda yang ada di Kuil ini tidak bisa menahan aura senior, maafkan kelancangan junior yang kecil ini senior Zi Long!"
"Hmp! Kumaafkan kau kali ini Di Xue! Tapi ingatlah pesanku ini baik-baik!"
Mahaguru Di Xue bernafas lega, tapi tidak dengan para biksu senior yang menahan nafas melihat Naga Cahaya yang masih melayang di angkasa itu, mereka baru kali ini melihat Naga yang asli secara langsung, mereka tidak berani bernafas karena takut jika mereka bernafas sang Naga Cahaya akan menghilang kembali.
"Terima kasih atas kemurahan hati senior, dan junior berjanji akan mengingat pesan senior dengan baik. Namun apakah itu senior?"
"'Dia' yang terpilih telah datang! 'Dia' yang terpilih telah berkembang, namun 'dia' masih lemah! Jaga 'dia'! Jangan sampai 'dia' mati! Jika 'dia' mati, kehancuran dunia ini tidak bisa dicegah!"
"Ba-baik senior! Tapi maafkan kelancangan junior sekali lagi senior! Junior ini bolehkah mengetahui ciri-ciri orang yang senior katakan!"
"Lancang!"
Semua murid kuil yang sudah sadar saat Zi Long mengatakan pesannya, kembali pingsan dengan darah yang keluar deras dari mulut dan hidung mereka, teriakan Zi Long begitu keras dengan aura penguasa yang keluar.
Mahaguru Di Xue bergetar ketakutan, para biksu senior yang lainnya juga bergetar takut, mereka melantunkan sutra untuk menenangkan diri mereka.
"Mohon ampun senior! Junior benar-benar membutuhkah ciri-ciri orang itu, agar junior ini bisa mengatur saudara biksu dan biksuni untuk menjaganya."
Zi Long mendengus keras karena kesal, sosoknya yang besar nan panjang seolah akan menghancurkan kuil jika menimpanya, Zi Long melayang turun dengan pelan dan melingkarkan tubuhnya 500 meter dari luar dinding kuil saat menyentuh tanah, kepalanya yang besar berada tepat di atas dinding kuil bagian barat dan berhadapan langsung dengan semua biksu dan murid kuil yang masih pingsan.
"Dengarkan kalian semua! Dia adalah sosok yang diramalkan dalam legenda oleh leluhurku!
Dia masih berusia 11 tahun saat ini, namun dia telah berhasil menerobos apa yang kalian sebut Alam Pemula dan berada di tingkat 18!
Anak ini terlahir dari keluarga terhormat! Dia dan keluarganya adalah harapan orang-orang lemah dan miskin!
Dia akan memiliki banyak perempuan di sekelilingnya, bahkan orang-orang yang dikatakan sampah oleh keluarga Kekaisaran akan dia jadikan miliknya, dan akan dia jadikan menjadi sosok yang sangat kuat!
Jaga dia! Jangan sampai dia mati! Jika dia mati, maka hancurlah dunia ini di tangan para iblis pengkhianat surga!"
Para biksu senior ikut mendengarkan dan berusaha mengingat semua ciri-ciri yang dijelaskan oleh Zi Long, bahkan salah satu biksu sampai menuliskannya di atas sebuah gulungan kosong dengan tinta emas yang entah kapan dia pegang.
"Senior Zi Long, junior ini akan mengingat semua dengan jelas. Junior ini berjanji, akan mengerahkan segalanya demi menjaga kehidupan anak ini!"
Naga Zi Long mengangguk puas, dia kemudian kembali terbang dan menghilang di angkasa entah ke mana.
Semua yang terjadi tentunya tidak lepas dari tatapan kagum dan terpana semua biksu senior di sana, Di Xue yang melihat itu menyadarkan para biksu senior dan meminta mereka menyadarkan para murid dan kembali ke tempat mereka masing-masing.
Hari itu menjadi sejarah mengagumkan dan membanggakan bagi Kuil Cahaya Kebenaran, untuk pertama kalinya mereka melihat secara langsung seekor Naga yang menjadi legenda di gunung tempat kuil mereka berdiri.
.
.
.
.
1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......
2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.
aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).
baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.