NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Ketegangan

Suara itu memecah keheningan kelas.

Beberapa murid langsung pura-pura sibuk. Ada yang menunduk, ada yang membuka buku tanpa benar-benar membaca.

Alan perlahan melepas satu sisi earphone dari telinganya.

Matanya menatap Sephia, datar.

“Apaan sih lo, teriak-teriak,” katanya santai.

Sephia langsung tersulut lagi.

“Apaan apaan?! Lo ngapain sih tadi di kantin?! Susu itu kenapa lo kasih ke gue?! Di situ ada Kak Sagara, terus lo malah nyamperin gue kayak gitu!”

Alan terdiam sebentar.

Bukan karena kaget.

Tapi seperti menimbang sesuatu yang tidak perlu dijelaskan panjang.

“Terus salah kalau gue nyamperin lo?” jawabnya akhirnya.

Sephia tersedak sendiri oleh kalimatnya.

“Bukan gitu… tapi lo bikin gue jadi bahan tontonan tau nggak sih!”

Alan menghela napas pelan.

“Gue nggak nyuruh orang buat nonton.”

“Ya tapi tetep aja!”

Alan menatapnya lebih lama kali ini.

“Lo sendiri yang terlalu gampang kebawa suasana.”

Sephia mengepalkan tangan.

“Lo tuh nyebelin banget!”

Alan tidak langsung membalas.

Hening sebentar.

Lalu Sephia melanjutkan, nadanya naik lagi.

“Terus susu itu apaan?! Lo sengaja kan nyodorin ke gue?!”

Untuk pertama kalinya, Alan tidak langsung menjawab.

Matanya bergerak sedikit, seperti mengingat sesuatu dari kantin tadi.

“…Iya,” katanya akhirnya.

Sephia langsung diam sepersekian detik.

Alan melanjutkan, masih dengan nada datar.

“Gue taruh di situ buat lo.”

Sephia mengernyit.

“Terus maksud lo apa?”

Alan bersandar sedikit di kursinya.

“Gue nggak suka liat orang maksa makan sesuatu yang dia sendiri nggak kuat.”

Sephia masih menatapnya, belum sepenuhnya paham.

Alan menatap balik.

“Dan tadi lo lagi di situ.”

Sephia masih menatap Alan.

Alisnya mengernyit.

“…Lo ngelakuin itu cuma karena itu?”

Alan mengangkat bahu kecil.

“Harusnya ada alasan lain?”

Sephia terdiam.

Biasanya setiap kali Alan bicara, selalu ada nada yang menyebalkan.

Tapi kali ini beda.

Bukan hangat.

Bukan juga dingin sepenuhnya.

Hanya… terlalu tenang.

Sephia mengalihkan pandangan sebentar.

“Ya bukan gitu…”

Suaranya sedikit melemah.

Alan bersandar lagi di kursinya, seperti tidak terjadi apa-apa.

“Gue cuma nggak suka hal kecil jadi ribet,” katanya santai.

Sephia mendecak pelan.

“Lo tuh aneh.”

Alan melirik sekilas.

“Sering denger.”

Hening sebentar.

Tapi hening kali ini berbeda.

Bukan lagi hening karena emosi.

Tapi karena Sephia mulai kehilangan arah marahnya.

Dia masih kesal.

Tapi ada sesuatu yang mulai mengganggu kepalanya.

Kalau dia cuma nyebelin… kenapa rasanya bukan cuma itu?

Sephia menarik napas, lalu duduk kembali dengan agak kasar.

“Lo bikin orang capek tau nggak sih.”

Alan tidak menjawab.

Dia hanya kembali memasang satu sisi earphone.

Seolah percakapan sudah selesai.

Tapi sebelum benar-benar kembali menutup dirinya, dia berkata pelan:

“Capeknya cuma kalau lo terlalu mikirin.”

Sephia langsung menoleh.

“Apaan?”

Tapi Alan sudah tidak menatapnya lagi.

Pelajaran berjalan seperti biasa.

Suara guru terdengar di depan kelas, menjelaskan materi yang masuk satu telinga dan keluar telinga lainnya bagi sebagian murid.

Sephia duduk diam.

Pulpen di tangannya tidak bergerak.

Di sebelahnya, Hana melirik sekilas.

“Pia…” bisiknya pelan. “Lo masih mikirin tadi?”

Sephia langsung menjawab cepat.

“…Nggak.”

Terlalu cepat.

Hana mengernyit.

“Lo yakin?”

Sephia tidak menjawab lagi.

Di sisi lain kelas, Alan tetap seperti biasa.

Earphone terpasang.

Tenang.

Seolah tidak ada apa-apa yang terjadi sejak tadi pagi.

Sephia melirik sekilas.

Dan untuk pertama kalinya, dia tidak tahu harus kesal…

atau justru kepikiran.

Bel akhirnya berbunyi.

Kursi bergeser, tas mulai dirapikan, kelas kembali hidup.

Hana langsung menoleh.

“Pia, pulang bareng?”

Sephia mengangguk kecil.

“Hm.”

Ia berdiri.

Langkahnya baru saja keluar dari meja…

“Sephia.”

Langkah itu berhenti.

Sephia menoleh.

Di depan pintu kelas, Sagara sudah berdiri.

Seragamnya rapi, tatapannya tenang tapi langsung mengarah ke Sephia.

“Pulang bareng gue,” katanya singkat.

Hana langsung melirik, sedikit kaget.

Sephia belum sempat menjawab.

Dari sisi lain kelas, kursi bergeser.

Alan berdiri.

Tas di bahu, langkah santai seperti biasa.

Dia berjalan pelan melewati beberapa murid, lalu berhenti tidak jauh dari Sephia.

Matanya melirik Sagara.

Lalu ke Sephia.

Hening.

“Lo masih punya utang cicilan pulang bareng gue.”

Sephia terdiam.

Hana membeku.

Sagara menatap lebih tajam, tapi tidak bereaksi langsung.

Sephia berdiri di tengah mereka bertiga.

Tidak bergerak.

Tidak menjawab.

“Mulai lagi nih mereka berdua…Baru istirahat tadi aja udah bikin gue pusing... Sekarang nambah lagi.” Batin Sephia

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!