NovelToon NovelToon
Karena Tuhan Kita Berbeda

Karena Tuhan Kita Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: Mie Atah

ratu elok Syakira berasal dari indonesia yang berjuang sendiri di kota besar tianji yang berusaha menyembunyikan identitas aslinya karena masa kecil yang pahit,Xiao mei itulah nama sehari harinya.

bangkit sendiri dari keterpurukan yang di berikan oleh paman nya sendiri bertahan hingga masa sekolah menengah selesai,lalu pergi ke kota dimana tidak ada di pikirannya


Xing Jian hao seorang artis populer tinggi tampan,mapan dan play boy salah satu kelebihannya ,anak satu satunya dari pasangan Xing Deming dan Wang mei ,kehidupan yang bebas seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya ,berpetualang dalam dunia hiburan yang selalu di kelilingi wanita cantik

apa jadinya jika ia bertemu dengan wanita yang acuh padanya ???
apakah Jian akan membencinya,,, atau jatuh cinta ????



selamat datang di novel kedua mie atah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mie Atah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18.melihat diri sendiri

Cafe tutup di jam biasanya para karyawan sudah pulang lebih dulu,Meimei memilih masih didalam cafe memeriksa kembali laba cafe dan berfikir bagaimana cara nya agar cafe nya lebih banyak diminati orang

Layar laptop menyala menyinari wajah Meimei tapi pikirannya melayang entah kemana ,saat laptop mati meimei mengerjap pikirannya kembali kedalam jiwanya

" astaga,,ngelamunin apa mei " ucap Meimei memukul kepalanya pelan

" huh,,,udah ah istirahat dulu,,kalau otaknya gak di ajak istirahat gimana mau mikir " ucap Meimei merapihkan peralatannya,tidak lupa Meimei memeriksa kembali area dapur jendela kompor kulkas ,semuanya Meimei periksa dengan teliti ,setelah semua di rasa aman Meimei mematikan semua lampu dan mengunci cafe

Dengan riang Meimei memasuki gerbang rumahnya, tanpa rasa curiga Meimei terus melangkah melewati terowongan kecil yang dihiasi beberapa lukisan kaligrafi,kunci cafe Meimei putar putar di tangannya langkah kecil Meimei memasuki halaman yang asri di malam hari ,namun dari kejauhan Meimei bisa melihat ada du pria didepan rumahnya

langkah yang awalnya riang pelan kini mempercepat " kak Lin ,," panggil Meimei

Asisten Lin berbalik dan menyambut kedatangan Meimei ,Meimei melihat kebelakang asisten Lin ada Jian hao yang sedang duduk terkapar

" kak lin,itu ,,!!" tunjuk Meimei ke arah Jian hao

Asisten Lin mengangguk " boleh masuk dulu nanti baru kakak jelaskan " pinta asisten lin

Dengan ragu kepala Meimei mengangguk dan membuka pintu rumahnya ,mempersilahkan asisten Lin masuk

Asisten Lin membopong Jian hao dengan susah payah,walau bagaimanapun tubuh Jian Hao lebih tinggi dari asisten lin

Dengan perlahan asisten Lin menidurkan Jian hao di atas sofa ,kakinya meringkuk sebab panjang sofa dengan tubuh Jian hao kalah jauh

ekspresi Meimei ngeri melihat bagaimana keadaan Jian hao ,Meimei masih berdiri melihat Jian hao " mei ,," panggil asisten lin

" eh ia kak,," jawab Meimei gagap

" punya p3k ,??" tanya asisten lin

" o,,ia ada " ucap Meimei pergi ke dapur mengambil kota yang asisten Lin maksud

" ini " Meimei menyerahkan kotak putih tersebut kepada asisten lin

Asisten lin menerimanya dengan cepat dan menggunting kaos yang di kenakan Jian hao,baju sudah terbuka terpampang nyata lebam yang mulai membiru di sekujur tubuh Jian hao

" astaga ,,!!! kak apa yang terjadi ,,!!??" tanya Meimei

" panjang cerita nya mei,,,nanti kakak ceritakan setelah mengurus semua luka Jian hao " ucap asisten lin

Gel antikoagulan seperti Thrombophob asisten Lin tuangkan pada kapas antiseptik,sedikit demi sedikit lebam ditubuh Jian hao asisten Lin oleskan ,ringisan kecil keluar dari mulut Jian hao saat rasa sakit dan perih menjadi satu Jian hao rasakan

Meimei hanya menatapnya dari kejauhan " ada yang bisa aku bantu kak,,??" tanya Meimei setelah seperkian menit hanya memperhatikan

" kalau boleh tolong buatkan kompresan dari es batu " pinta asisten lin

Meimie mengangguk dan pergi membuatkan yang diminta asisten Lin

" ini kak ,,gimana,,??" tanya Meimei

" tolong kompres bagian wajah nya mei " ucap asisten Lin bergerak ingin membuka resleting celana Jian hao

"wait,,tunggu ,tungguu,,, apa yang akan kakak lakukan,,??" tanya Meimei

" membuka celana,," jawab asisten Lin polos

" disini,,!!! Di hadapanku ,,!!?? " tanya Meimei tidak habis fikir dengan apa yang di lakukan asisten lin

" lalu ,,??? Bagaimana ,,aku harus memeriksa seluruh tubuhnya,," ucap asisten lin

" tunggu " ucap Meimei berlari menaiki tangga mengambil satu selimut dan memberikannya kepada asisten lin " pakai ini tutupi kakinya " ucap Meimei

Asisten Lin menurut menyelimuti kaki Jian Hao dan menarik paksa celana yang Jian hao gunakan

Meimei dengan telaten mengompres satu persatu luka yang ada di wajah Jian hao,sesekali bibir Meimei meringis ngilu melihat bagimana babak belurnya wajah Jian hao

" tahan tahan ,,," ucap Meimei sesekali Meimei meniup luka Jian hao

" eesssshhh" Jian hao meringis

" hei,,kau sadar,,???" tanya Meimei

perlahan mata Jian hao terbuka walau tidak bisa terbuka dengan sempurna karena bengkak " mei haus,," ucap Jian hao pelan

Denan segera Meimei menuangkan air dan membantu Jian hao minum " kak tolong angkat sedikit kepala Jian hao,"

Asisten Lin mengangkat sedikit kepala Jian hao ,jian hao meminumnya sedikit demi sedikit dengan menahan perih disudut bibirnya

" apa sudah makan,,?? " tanya Meimei

asisten Lin menggeleng " dari pagi Jian belum menelan apapun selain air putih " ucap asisten lin

Tanpa membuang waktu mei mei melangkah menuju dapur membuat menu yang bisa Jian hao makan

" mei ,," panggil asisten lin.

" ya "

" apakah ada baju yang bisa dipakai Jian hao ,,???"

" ada,,ada,,sebentar" walau ragu dan banyak pertanyaan di otak Meimei tapi Meimei tetap melakukan apa yang dibutuhkan asisten kin

Meimei memilihkan baju miliknya yang berukuran oversize ,setelah mendapatkan nya Meimei memberikannya kepada asisten lin " itu luka kak lin gak sekalian di bersihin,,??" tanya Meimei melihat beberapa lebam di wajah asisten lin

" nanti saja masih ada banyak urusan yang harus aku selesaikan "

Meimei mengangguk tidak lagi bertanya dan kembali ke dapur

Menu yang cepat yaitu Bubur Bawang Putih atau Garlic Congee menjadi pilihan Meimei ,bubur yang masih mengepul meimei masukkan kedalam dua mangkuk kecil ,setelah selesai Meimei membawanya keatas meja ruang tv dimana Jian hao dan kak Lin berada

" silahkan kak lin,,isi dulu tenaganya ,," ucap Meimei

" terimakasih banyak mei,,,maaf malam malam begini merepotkan ,," ucap asisten Lin sungkan

" tidak,,tidak sama sekali,,,hanya saja aku penasaran apa yang terjadi dan kenapa Jian Hao dibawa kesini bukan rumah sakit ,??" tanya Meimei

Asisten lin menghembuskan nafas pelan tangannya masih belum mau meraih mangkuk berisi bubur ,Meimei yang menyadarinya segera mempersilahkan asisten Lin untuk memakannya " selagi panas kak " ucap Meimei

Asisten Lin mengangguk meraih mangkuk nya dan memakannya sedikit demi sedikit ,rasa nikmat dari bubur yang ia makan membuatnya menatap Jian hao

" dia di pukuli ayahnya ,,!" ucap asisten Lin tanpa mengalihkan pandangannya terhadap Jian Hao yang masih terlelap tidur,ada kemarahan di raut wajah asisten lin

"apa,,!!! Aku gak salah dengar kak ,,???" tanya Meimei memastikan

Asisten Lin menggeleng " tidak mei,, itu benar adanya ,,,kehidupan yang glamor dan bebas hanya kedok untuk menutupi betapa kesepiannya Jain Hao "

FLASHBACK

Rumah mewah,semua yang kalian butuhkan ada,semua mainan yang ada di dunia ini bisa kamu miliki tapi kesepian itulah yang di rasakan Jian Hao kecil

Mata kecil Jian hao menatap sendu pada deretan mainan yang di tata rapih di dalam lemari kaca besar ,belum yang ada di bawahnya ,rumah besar milik tuan Xing benar benar kosong bagi Jian hao

Jian hao kecil sampai tidak pernah meminta apapun dari kedua orang tuanya hanya ingin mereka ada untuk dirinya ,tidak setiap hari Jian hao tau kedua orang tuanya sibuk tapi di saat acara penting di sekolah atau satu bulan sekali mereka piknik itu permintaan kecil Jian hao ,tapi sampai Jian hao masuk sekolah menengah permintaan itu tidak pernah terkabulkan

Jian hao dijadikan mesin belajar yang berupa manusia oleh tuan Xing,Jian Hao belajar tiada henti ,bahkan saat hujan turun yang masuk kedalam halaman rumahnya pun Jian Hao hanya bisa menikmati rintik hujan tersebut di balik kaca tebal yang mengurung dirinya

Puncak pemberontakannya adalah saat tuan xing menyingkirkan satu satu nya teman yang Jian hao miliki di sekolah ,tuan Xing merasa Jian hao berubah dan menjadi pemberontak karena hasutan dari temannya tersebut

Tidak segan segan tuan xing membunuh orang tua anak tersebut dengan alasan kecelakaan lalu lintas,awalnya jian hao tidak mengetahui insiden dibalik kecelakaan tersebut,seiring berjalannya waktu Jian hao bukan lagi anak kecil yang bisa di bujuk dengan di iming imingi mainan bagus dan mahal

Jian hao berusaha mencari tau nya sendiri dengan bermodalkan kepintaran dan semua fasilitas komputer yang ada dirumah nya Jian hao berhasil mengetahui insiden yang menimpa keluarga dari temannya

Tangan Jian hao gemetar hebat,bahkan Jian hao sampai membersihkan tangannya sendiri yang tidak kotor , " tidak,," ucap Jian hao menggelengkan kepalang nya kuat menolak kenyataan yang ada di depan matanya " tidak mungkin ayah yang melakukannya ,,,TIDAAAAAAAAAK "

Brak

Semua komponen komputer terjatuh berserakan di atas lantai

Tes

Tes

Tetesan darah mulai mengotori lantai,tangan Jian hao benar benar mengeluarkan dara akibat perbuatan yang ia lakukan

Selama hidup Jian hao di jadikan mesin belajar oleh ayah nya agar bisa menjadi tombak bagi tuan xing, akan tetapi tombak yang selama ini selalu tuan Xing asah untuk membidik semua musuh dan rekan bisnisnya malah menjadi tombak untuk dirinya sendiri

jian Hao marah besar kepada tuan Xing pertama kalinya bagi tuan Xing melihat anak yang selalu diam kini murka di hadapannya mengacak acak apa saja yang bisa Jian hao jangkau

" APA MASIH KURANG SEMUA YANG SUDAH AKU LAKUKAN,,!!!!"

"KENAPA HARUS MEMBUNUH ,,!!???" tanya Jian Hau putus asa ,air matanya sudah membanjiri wajah yang selama ini diam tanpa ekspresi

" KENAPAAAAAAAAAAA,,,!!!!! "

prang

Prang

" AAAAAAA,,!!!! HIK HIK ,, kau tau dia adalah satu satunya teman yang tidak menganggap ku aneh ,,,dia adalah satu satu nya orang yang bisa membuatku tertawa hanya karena pesawat terbang yang kami buat dari kertas ,,!!!"

" maka dari itu aku menyingkirkannya ,,,harus ku lakukan jika itu menyangkut dirimu ,,kau akan lupa pada jati dirimu hanya karena pesawat kertas ,,,," ucap tuan xing santai

Jian hao berdiri dan menatap sinis pada ayahnya ,mata merah dan lelehan air mata tidak cukup membuat tuan xing luluh

Jian hao merogoh saku celananya mengeluarkan flashdisk kecil berwarna perak

" kau tau ini apa,,??" tanya Jian hao licik

Tuan cing diam tidak banyak ekspresi

" ini adalah bukti kecurangan mu selama kau hidup ,,hahahah,,, sekali saja aku menginginkan ini tersebar maka ,,,BUM,,,istana yang selama ini kau bangun akan hancur detik itu juga,,hahahahah " tawa Jian hao menggema didalam ruangan yang mewah

" kau tidak percaya,,??" tanya Jian hao dengan senyum licik nya

Tangan tuan Xing mengepal erat ,kali ini hati dan fikiran taun Xing berkecamuk antara mau percaya atau tidak,tapi kemungkinan itu semua benar sangat besar tuan Xing sendiri yang melihat bagaimana tumbuh kembang anaknya Jian hao

Tumbuh menjadi anak yang cerdas dan selalu ada di sekitar dirinya kemungkinan perkataan Jian hao benar sangat besar ,tulang pipi tuan Xing mengeras otak nya sedang berfikir keras apa yang harus ia lakukan

" kembalikan semua hak teman ku,,,!!! Biar kan dia hidup bebas jangan pernah sedikit pun mengusiknya ,,!!! Jika satu kali saja kau menyentuh teman ku walau hanya SE ujung kukunya maka akan ku pastikan isi dari flashdisk ini akan tersebar ,,,!!"

Ucap Jian hao berlalu pergi dan membanting pintu dengan kasar, bodyguard yang dari tadi hanya melihat pertikaian antara anak dan ayah ingin mengejar Jian Hao namun di larang oleh tuan besar xing

" biarkan anak itu pergi,,,hidup selalu bergelimang harta tidak akan mampu membuatnya bertahan lama diluar sana " ucap tuan Xing yakin

FLASHBACK UP

" lihat sekarang dia sukses,,,dia bisa membuktikan dirinya kepada tuan Xing " ucap asisten Lin sendu

Tidak sadar Meimei menitikkan air matanya kisah Jian hao tidak jauh berbeda dengan kisah masa kecilnya,hati Meimei terenyuh saat menatap wajah tampan namun penuh lebam sedang berbaring di atas sofa rumah nya

Selamat membaca ♥️♥️♥️ dari othor untuk pembaca jangan lupa like dan komentarnya

Ma'aaciiw

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!