NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Alistair Datang

Tak lama kemudian, para guru berdatangan dengan wajah panik. Akibat insiden ini, kepala sekolah segera menginstruksikan staf untuk menghubungi semua orang tua murid yang terlibat.

Hanya Eleanor dan Liam yang tinggal di ruang kepala sekolah. Sedangkan kelima siswa yang terluka parah harus dibawa ke rumah sakit.

Satu jam telah berlalu sejak keributan di toilet lantai dua diredam. Ruang kantor kepala sekolah yang biasanya tenang kini berubah menjadi medan pertempuran verbal yang panas. Suasana di dalam ruangan berukuran lima kali enam meter itu terasa menyesakkan. Lima pasang orang tua dari Jason dan kawan-kawannya telah hadir, memenuhi kursi tamu dan sisa ruang yang ada.

Mereka semua menuntut keadilan dengan nada suara yang meninggi. Tuntutan mereka seragam agar Eleanor mendapatkan hukuman paling berat, yakni dikeluarkan dari sekolah. Tidak hanya itu, mereka juga menuntut agar Eleanor berlutut meminta maaf secara terbuka kepada anak-anak mereka yang kini tengah mendapatkan perawatan medis.

"Di mana orang tuamu?! Panggil mereka sekarang juga! Bagaimana bisa mereka memiliki anak liar dan tidak beradab sepertimu?!" teriak ibu dari salah satu siswa yang tangannya mengalami dislokasi. Wajahnya memerah karena amarah, telunjuknya mengarah ke Eleanor.

Ayah dari siswa lain ikut menimpali sambil menggebrak meja. "Tangan anakku dislokasi karena ulahmu! Kau harus bertanggung jawab! Jika hukum tidak bisa menyentuhmu, aku sendiri yang akan mematahkan tanganmu sebagai balasan! Itu adil, kan?!"

"Kepala Sekolah, bagaimana Anda bisa menerima siswi dengan perilaku preman seperti ini untuk belajar di sini? Sekolah ini adalah sekolah elit, bukan tempat penampungan anak jalanan!" tambah orang tua lainnya dengan nada menghina.

"Pokoknya tidak ada negosiasi lagi. Dia harus dihukum, keluarkan dia dari sekolah hari ini juga!"

"Hah?! Beraninya cuma keroyokan! Tidak anak, tidak orang tuanya sama saja! Lihat saja bagaimana aku akan mematahkan jari-jari kalian nanti di tempat sepi!", pikir Eleanor.

Liam yang duduk di sebelah Eleanor segera menggenggam erat tangan Eleanor, ia sedikit khawatir kalau Eleanor impulsif dan menghajar para orang tua siswa ini juga.

Ocehan demi ocehan terus meluncur seperti air bah. Mereka saling bersahutan, memberikan tekanan kepada kepala sekolah yang tampak berkeringat dingin di kursinya. Kepala sekolah itu bahkan tidak diberikan kesempatan untuk membuka mulut.

Di tengah badai makian tersebut, Eleanor duduk dengan sangat tenang di kursi kayu berlapis kulit. Ia menyandarkan punggungnya dengan santai, melipat kaki, ia bahkan sempat meraba-raba lengan Liam. Ia benar-benar tidak fokus lagi pada para orang tua siswa di depannya.

Baginya, pemandangan di depannya tidak lebih dari sekumpulan bebek yang sangat berisik, tidak bermartabat, dan membosankan. "Pantas saja anak-anak mereka tidak berguna, ternyata bibitnya berasal dari orang tua yang seperti ini," batin Eleanor.

Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar. Pintu kayu jati kantor kepala sekolah terbuka dengan sentakan kuat hingga membentur dinding. Seluruh pasang mata di ruangan itu menoleh secara serentak.

Seorang pria tinggi dengan setelan jas hitam yang dipotong sempurna melangkah masuk. Aura dingin dan mengintimidasi langsung menyelimuti ruangan, membuat suhu udara seolah turun beberapa derajat. Pria itu adalah Alistair Sinclair, putra sulung sekaligus penerus takhta bisnis keluarga Sinclair. Ia berjalan dengan langkah yang terukur, ekspresi wajahnya datar seolah terbuat dari pahatan batu.

Melihat kedatangan kakaknya, Eleanor bersorak di dalam hati. "Oh, ternyata kakak sulung yang datang. Akhirnya! Sebentar lagi dia pasti akan meledak dan memarahiku di depan umum. Sekarang aku punya peluang besar untuk meningkatkan rasa kebenciannya padaku. Ayo Alistair, benci aku! Anggap aku anak bermasalah yang memalukan nama keluarga! Kalau perlu, usir saja aku dari kediaman Sinclair hari ini juga!" pikir Eleanor dengan penuh harap.

Kehadiran Alistair sempat membuat ruangan hening selama beberapa detik. Namun, rasa sakit hati para orang tua itu atas kondisi anak mereka mengalahkan rasa takut. Mereka kembali mengoceh, menuntut penjelasan dari keluarga Sinclair. Meski begitu, ada perubahan yang kentara, nada suara mereka kini jauh lebih halus dan terkontrol dibandingkan sebelumnya. Bagaimanapun, mereka tahu betul siapa Alistair Sinclair. Menyinggung keluarga Sinclair secara langsung sama saja dengan menandatangani surat kebangkrutan bisnis mereka sendiri.

Mereka berani memarahi Eleanor karena mendengar desas-desus bahwa hubungan Eleanor dengan anggota keluarga Sinclair lainnya sangat buruk. Mereka yakin Alistair pasti akan memilih membela mereka.

"Tuan Muda Sinclair, Anda sudah di sini," ucap ayah Jason dengan nada sopan. "Bagaimana Anda akan memberikan penjelasan pada keluarga kami atas apa yang terjadi?"

"Tuan Muda, anak saya terluka sangat parah karena dipukuli oleh adik Anda. Anda harus memberikan kompensasi yang setimpal pada kami. Kami membesarkan anak kami dengan penuh kasih sayang selama ini, bukan untuk diperlakukan secara kasar di sekolah," tambah ibu lainnya dengan suara yang sedikit bergetar.

Suasana kembali riuh dengan suara sahutan yang saling menindih, namun tetap dalam frekuensi yang lebih rendah dari sebelumnya. Mereka mencoba menggunakan logika 'korban' untuk menyudutkan Alistair. Mereka tidak sadar bahwa di balik wajah datarnya, Alistair tengah menahan amarah yang luar biasa bukan kepada Eleanor, melainkan kepada orang-orang yang berani-beraninya ingin menghukum adiknya.

Alistair sudah dengar dari kepala sekolah soal apa yang terjadi, adiknya lah yang dirundung oleh Jason Kelidon dan kawan-kawannya. Informasi yang dia dapat bahwa hal ini sudah berlangsung berkali-kali, tapi baru kali ini Eleanor membalas mereka. Dan siapa disangka Eleanor menang telak.

Sebenarnya kelima siswa itu sudah sering bermasalah tapi biasanya para korban hanya diam tidak melapor. Sebelumnya Eleanor pernah melapor tapi mereka hanya diskors selama beberapa hari. Begitu kembali ke sekolah, mereka akan merundung Eleanor dengan lebih buruk lagi. Dan karena sering kurangnya bukti juga, orang-orang sering tidak percaya pada ucapan Eleanor.

Alistair duduk di sofa panjang bersama Eleanor dan Liam. Ia tidak melihat ke arah para orang tua itu, melainkan menatap kepala sekolah dengan pandangan yang membuat pria tua itu semakin gemetar. Alistair meletakkan satu tangannya di bahu Eleanor, sebuah gerakan yang sama sekali tidak diprediksi oleh Eleanor maupun orang-orang di ruangan itu.

"Siapa tadi yang mengatakan ingin mematahkan tangan adikku?" tanya Alistair dengan suara rendah yang sangat tenang, namun mengandung ancaman yang nyata.

Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. Eleanor yang tadinya mengira dirinya akan dimarahi, kini justru merasa ada yang salah dengan alur cerita ini. Alistair tidak tampak seperti orang yang akan mengusirnya dari rumah, melainkan melindunginya.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!