Di sekolah, semua orang mengenal keano sebagai “Ice Prince”—cowok paling dingin, pendiam, dan hampir tidak pernah tersenyum. Tidak ada yang berani mendekatinya… kecuali naura, cewek ekspresif yang terlalu ceria untuk cowok sedingin dia.
Awalnya hanya sekadar penasaran, tapi semakin naura mencoba mendekati keano, semakin ia sadar bahwa cowok itu menyimpan banyak rahasia di balik sikap dinginnya. Meski keano selalu bersikap cuek dan berusaha menjauh, naura justru tidak pernah menyerah mengejarnya.
Di antara kejadian konyol, momen manis, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu pertanyaan mulai muncul di hati naura:
apakah mungkin seorang “Ice Prince” akhirnya akan mencair… atau justru dia yang akan terluka karena terlalu keras mengejar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilikematchaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya.
kean membuka pintu rumah dengan langkah cepat. Wajahnya masih tegang setelah kejadian di rooftop bersama naura. Pikirannya penuh.
Suara naura.
Tatapannya.
Dan pertanyaan itu—
" trus ke gue ?"
kean menghela napas kasar.
Ia melempar tasnya ke sofa, lalu berjalan masuk ke ruang tengah.
namun langkahnya terhenti. darren sudah ada di sana.
Duduk santai, seolah menunggu.
“ lo abis darimana?” tanya darren tenang.
kean tidak langsung menjawab.
“Bukan urusan lo”
darren menghela napas pelan.
“ lo abis ketemu naura" tanyanya.
Kalimat itu membuat kean langsung menoleh tajam.
“ gue bilang bukan urusan lo & berhenti so tau !" kali ini kean benar-terpancing.
darren berdiri.
“santai aja kali gue cuma mau tau aja " ucapnya santai.
kali ini kean tidak menjawab omongan darren, ia hanya tersenyum tipis & tidak terlihat oleh darren. tetapi senyuman itu sangat dingin.
Suasana langsung berubah.
darren menatap kean.
“ lo bikin dia marah"
kean terdiam sejenak.
Lalu tertawa kecil.
“ lo sekarang jadi pengamat hubungan orang?"
Darren mendekat sedikit.
“ gue tadi liat dia, keliatannya dia abis nangis" ucap darren. Memang tadi ia sempat bertemu dengan naura yang sedang berjalan di dekat ruang osis sendirian. Lalu ia teringat kalau tadi pagi kean ingin membicarakan sesuatu kepada naura.
hening.
Lalu kean mengepalkan tangannya.
Kalimat itu seperti menyentuh sesuatu yang kean sendiri tidak ingin akui. Lalu kean mengalihkan pandangannya.
“Dia marah gara gara lo, yakan ?" lanjut darren.
kean menatapnya lagi.
“ lo liat gue sama keysa dikantin waktu itu? " tanya kean.
Darren mengangguk.
“Iya, gue liat & lo keliatan nyaman-nyaman aja sama keysa bahkan ga ngusir dia" ucap darren.
kean menghela nafasnya.
" shitttt !"
darren menyilangkan tangan.
“Tapi naura gk tau itu.”
kean l terdiam.
Untuk pertama kalinya… dia kehabisan kata.
Darren menatapnya serius.
“ lo gak pernah jelas sama perasaan lo sendiri. Lo itu terlalu egois "
" kalo lo gk suka sama naura jangan lo gantungin dia, kasian naura dia udah seterang-terangan itu sama lo" ucap darren lagi.
kean menatapnya tajam.
“Jangan sok tahu. Anjing !!"
darren tertawa meledek kean. Ia tidak mundur.
“ gue tau sebenernya lo suka sama naura"
Hening.
Kata-kata itu menggantung di udara.
kean mengepalkan tangannya lebih kuat.
Namun kali ini… dia tidak langsung menyangkal.
“gue liat cara lo lihat dia,”
“Itu bukan cuma ‘peduli’ & sabar, tapi keliatan banget lo itu emang suka juga sama naura. Tapi lo gengsi " lanjut darren
kean menghela napas berat.
“Dan lo?” tanya kean balik.
Darren terdiam.
kean menatapnya tajam.
“lo juga suka dia, kan?”
Darren tidak langsung menjawab. namun diamnya sudah cukup jelas.
keam tertawa kecil, tapi tidak ada rasa lucu di sana.
“Bagus.”
Darren menatapnya.
“Ini bukan permainan, kean" ucap darren.
kean langsung membalas—
“gue juga gk main-main.”
Suasana menjadi semakin panas. darren mendekat.
“ kalo lo beneran suka sama naura… jangan sakiti dia.”
kean menatapnya tajam. Tatapannya lebih dalam dari sebelumnya.
“ maksud lo apa? " tanya kean. Ia mencengkram kerah baju darren.
Darren tertawa kecil. Ia melepaskan cengkraman tangan kean dari kerah bajunya.
" santai broooo "
Kean melepaskan cengkramannya. Ia menatap darren sambil menunggu darren menjelaskan sesuatu.
" kean, gue tau lo benci gue sebagai kakak tiri lo & nyokap gue yang nikah sama bokap lo. Gue juga tau lo masih kesel sama gue karna gue pernah rebut keysa dari lo. Tapi itu bukan kesalahan gue" ucap darren.
" keysa yang maksa gue buat jadi pacarnya" ucap darren lagi.
Memang benar yang dikatakan oleh darren, kean & keysa pernah saling dekat satu sama lain. Bahkan bisa dibilang mereka hampir pacaran.
namun keysa lah yang mengajak darren untuk berpacaran dengannya karna kean tidak pernah memberi kepastian kepada keysa tentang hubungannya.
Kean sangat terkejut & terdiam dengan ucapan darren, karna ia baru mengetahui fakta ini.
" gue emang suka sama naura & gue kagum aja sama dia, dia beda dari yang lain"
" tapi gue sadar, cintanya cuma buat lo...... Tapi suatu saat lo bikin naura nangis lagi kaya tadi gue gaakan peduliin lo. gue bakal rebut naura dari lo " ucap darren lagi sambil tersenyum kecil. ia berbicara sambil mengingat bagaimana naura sangat terpukul tadi.
" anjing " hanya itu kalimat yang keluar dari mulut kean.
setelah mengucapkan kalimat itu ia langsung terdiam.
seakan darren mengetahui jawaban adik tirinya. Ia langsung menepuk pundak adik tirinya itu.
“Bagus"
Beberapa detik hening. namun darren kembali berkata—
“Tapi satu hal…”
darren menatapnya.
“gue gak akan mundur" ucap darren.
kalimat itu tegas.
Tanpa ragu.
kean terdiam.
lalu beberapa detik kemudian ia berkata.
" dan gue akan bikin lo mundur " itulah kalimat tegas & dingin yang keluar dari mulut kean.
Lalu darren ia tersenyum tipis.
Suasana kembali hening.
namun kali ini…
bukan lagi sekadar tegang.
Tapi penuh dengan persaingan.
Di antara dua saudara tiri…
Yang sama-sama tidak ingin kalah.