NovelToon NovelToon
Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Berubah manjadi cantik / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:229.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Chandrakanta

"Setelah tiga tahun pernikahan, Dewi akhirnya sadar kalau dirinya tak lebih dari sekedar bank darah berjalan untuk Lina, wanita yang dijaga Rizky. Apapun keluhannya, semua Rizky tutup dengan uang. Hingga Dewi berpikir, 'Kalau begitu apa bedanya diriku dengan seorang pelacur? Sama-sama dibayar hanya berbeda pada apa yang ditawarkan.'

Akhirnya kata cerai keluar dari mulut Dewi dan saat itu juga, ia pergi tanpa menoleh. Namun, keduanya ditakdirkan untuk bertemu lagi, tapi kali ini dengan situasi yang berbeda.

Dewi sebagai pewaris Keluarga Konglomerat Wijaya yang jauh lebih berkuasa dari keluarga Rizky, menuntut balas Lina dan Rizky yang dulu menekannya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Chandrakanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Sari menatap Rizky dengan mata menyala, tubuhnya gemetar karena amarah dan frustrasi. Ia menggenggam lengan Rizky dengan erat, tak mau melepaskan. Suaranya meninggi, berulang kali menuduh Dewi:

"Kau lihat? Semua ini karena Dewi! Dia menggunakan uang keluarga kita untuk memelihara laki-laki yang manja! Lihat siapa yang berada di dekatnya—pasti ada hubungan yang tidak pantas!"

Rizky menatapnya dingin, alisnya berkerut tajam. Ia menahan napas, lalu dengan satu dorongan halus, melepaskan genggaman Sari. Tubuh Sari tersentak mundur, terhuyung beberapa langkah. Suara Rizky terdengar dingin, hampir menusuk:

"Orang yang kau lihat dekat dengan Dewi itu… Arif dari Jakarta Selatan. Bukan seseorang yang bisa kau ganggu. Ingat itu, Sari."

Kata-kata Rizky seperti palu menumbuk hati Sari. Wajahnya memerah, bibirnya bergetar. Ia tercengang, matanya melebar, belum pernah melihat atau bertemu dengan Arif secara langsung, namun namanya sudah tidak asing lagi di telinga Sari. Dalam lingkaran sosialita, Arif dikenal sebagai pria misterius dan elegan, single diamond yang banyak wanita dambakan. Mendengar Dewi bisa berada dekat dengan Arif membuat darahnya mendidih.

"Bagaimana mungkin?!" Sari berteriak dalam hati, tangannya gemetar. Ia merasa tersisih, tak berdaya, dan marah karena Rizky tak membelanya. Segera, ia merogoh teleponnya dan menelepon Joko, adiknya yang paling dekat. Suaranya memelas, hampir menangis:

"Joko… tolong bantu aku! Dewi… Dewi itu harus diajari pelajaran! Kau harus membuatnya menyesal!"

Di sisi lain, di lantai atas Gedung Grup Wijaya, Arif duduk santai di kantor, tangannya lihai mengoperasikan mesin kopi. Aroma kopi baru yang diseduh memenuhi ruangan, memberikan rasa hangat dan nyaman. Dewi duduk di kursi, matanya menatap Arif sambil tersenyum tipis. Ponselnya bergetar—telepon masuk dari Dedi, Presiden Direktur Wijaya Entertainment.

Dedi menuturkan kabar bahwa Sari telah mencoba mengintai Dewi, bahkan menyewa orang untuk mengambil gambar rahasia. Namun, Dewi mendengarnya dengan tenang, senyumnya tetap ringan. "Biarkan saja," kata Dewi, menutup telepon. "Kalau dia ingin mengambil foto, silakan. Bisa langsung aku manfaatkan untuk promosi—hemat biaya iklan."

Arif, yang menatap Dewi dari samping, mengangkat satu alis. "Apa maksudmu?" tanyanya, suara dalam tapi lembut. Dewi menjelaskan dengan singkat tentang taktik Sari. Arif tersenyum tipis, tidak terlalu menaruh perhatian. Ia menyerahkan cangkir kopi hangat ke Dewi, mengingatkan: "Hati-hati, panas."

Dewi mencicipi kopi itu, matanya bersinar sejenak. "Enak sekali, Arif. Kau tahu, tanganmu benar-benar setara dengan barista profesional." Ia tersenyum, lalu menatap Arif dengan mata yang bercahaya. "Besok, saat aku resmi masuk Grup Wijaya, aku ingin Maya bisa membantu sebagai wakil. Dia hanya beberapa hari, tapi aku ingin dia mendampingi."

Arif mengangguk. "Baiklah, terserah kau untuk mengatur. Aku percaya pilihannya."

Dewi segera mengirim pesan kepada Maya. "Besok resmi mulai di Grup Wijaya, ya. Bisa bantu aku beberapa hari," tulisnya. Tak lama, Maya membalas dengan penuh kegembiraan: "Tentu! Aku senang sekali bisa bantu!" Dewi tersenyum, mengetahui Maya berasal dari keluarga cukup berada dan memiliki keinginan tulus untuk membantu. Selain itu, ia diam-diam senang karena Maya juga menyukai Arif, dan Dewi ingin melihat mereka bahagia bersama tanpa campur tangan dirinya.

Dengan perasaan yang ringan dan hati yang gembira, Dewi mengajak Maya ke bar “Dengar”, tempat favorit mereka dulu. Saat memasuki bar, musik yang keras dan lampu yang berwarna-warni menyambut mereka. Suasana hangat dan ramai, pengunjung menari mengikuti irama. Maya tampak bersinar, bahagia karena bisa masuk Grup Wijaya dan memiliki kesempatan berharga. Ia menikmati suasana, minum cukup banyak, dan bahkan naik ke panggung untuk menari dengan lepas.

Dewi berdiri di samping, wajahnya tetap tenang, seolah air tenang yang menenangkan keributan di sekitarnya. Kedua gadis itu menjadi pusat perhatian: satu menari penuh semangat dan berapi-api, satu lagi elegan dan tenang seperti air, kombinasi yang kontras namun memikat.

Maya, yang sudah mulai mabuk, mengoceh dengan lidah yang tergagap, masih ingin melanjutkan minum. Dewi menghela napas ringan. "Maya, duduk dulu di sini. Aku pergi sebentar ke toilet," katanya dengan nada lemah lembut tapi penuh kewibawaan.

Hanya dua atau tiga menit yang diperlukan Dewi untuk ke toilet. Saat kembali, ia segera menyadari sesuatu yang membuat alisnya berkerut. Di samping Maya berdiri seorang pria tinggi, tubuh tegap dan aura mengintimidasi. Wajah Dewi berubah seketika, matanya yang tenang kini memancarkan ketegangan.

Pria itu telah lama memperhatikan mereka. Melihat Maya yang sendirian, ia tersenyum sinis, matanya tajam menatap Dewi. Dengan satu gerakan cepat, ia memeluk Maya dari samping, menempelkan tubuhnya pada Maya, seolah menandai kepemilikan. Tatapannya yang mengintimidasi menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi Dewi, dan sekaligus tantangan yang jelas: ia datang untuk mengganggu, untuk memancing reaksi.

Dewi mengangkat dagu, matanya menatap tajam pria itu, wajahnya tetap tenang, tapi aura dinginnya mulai menyebar. "Siapa kau?" tanyanya, suara rendah tapi memaksa.

Pria itu menyeringai, suaranya berat dan penuh tantangan: "Hanya seseorang yang memperhatikanmu… dan temanmu. Kau tidak akan bisa mengusirku begitu saja."

Maya yang masih mabuk, tampak kebingungan, tubuhnya sedikit terguncang, tapi ia tidak bisa menolak. Dewi menatap Maya sebentar, lalu memutuskan mengambil langkah cepat. Ia memindahkan tubuhnya sedikit, menempatkan diri di antara Maya dan pria itu, matanya menatap lurus ke pria itu:

"Kalau kau berani mengganggu teman atau orang di sekitarku, kau akan menyesal. Percayalah, aku bukan orang yang mudah diancam."

Pria itu menatap Dewi, ekspresinya berubah. Ia tampak terkejut dengan ketenangan dan keberanian Dewi. Selama ini ia mungkin terbiasa menghadapi wanita yang takut atau mudah mundur, tapi Dewi berbeda. Aura dominan Dewi, tatapannya yang tajam, membuatnya untuk sesaat ragu.

Dewi menatap Maya, tersenyum tipis. "Kau di sini aman. Duduk saja." Maya mengangguk, masih sedikit bingung, tapi mulai merasa nyaman karena Dewi ada di sampingnya.

1
Zheevanya Putri
bingung am alur cerita ny udah gitu Dewi ny gak tegas..
Punkpunk 234
kerreenn.. guyur aja Deekk.. se kali² mandi red wine tuu c sarijem 😆😆
syska
ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏᴀɴɢ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇɴᴀʀ ʙᴇᴅᴀ ᴅʀ sᴇᴍᴜᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʏɢ ᴀᴋᴜ ʙᴀᴄᴀ....
ᴋᴇʀᴇɴ ᴀʙɪs ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ....
syska
ᴄᴏᴏʟ ᴅᴇᴡɪ.... 😍😍😍
Jetva
Dracin sih biasaaaa...byk omong...
Jetva
🤣🤣🤣..kamu cari mati Siti..🤣🤣🤣
Fitrian
gue bilang lo rina 🖕🖕🖕🖕🖕🖕🖕🤮🤮
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh itu kan gara-gara lo bego maya, dasar teman sinting 🖕
Ds Phone
darah dibayar darah lah hutang mesti dilunas kan
Ds Phone
dia jadi terlalu tegas
Ds Phone
ada muslihat muking
Ds Phone
kuasa dia lagi kuat rupa nya
Ds Phone
apa yang meraka rebut kan
Fitrian
cuuuuhhhhhhh dasar otak kodok 🤮🤮🤮🤮🖕
Fitrian
ba biiiii🐽🐽🐽🐽🐽🐽🔪🔪🖕🖕
Heriyani Lawi
sdh bercerai dari Arif? maksudnya apa?!!
Kirana Mahestri
ni tu cerita apa sih, tes nya panjang cuman kata katanya itu itu terus kaya diulang, alurnya mandek bikin jenuh
Fitrian
ciiiiiiiiihhhhhhhh bego, lo di bilang naik sebagai wakil karena naik ranjang kaka kandung lo💦💦💦💦💦💦💦🖕
Partini Minok Nur Maesa
pdhl rizky jg sering merendahkan dewi🤭
Partini Minok Nur Maesa
aku bingung arif itu sebenarnya siapanya dewi klp kkak kok panggilnya arif gx pake kak ato bang
Punkpunk 234: kirain cuma aku doang yg bingung.. ternyata ada temen yg sama bingung nya..🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!