NovelToon NovelToon
Jodoh Istikharah

Jodoh Istikharah

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:353.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pj Lestariri

Sesion 1 dan 2


Biduk rumah tangga yang dijalani Arini tidaklah mulus. Ia tetap bertahan meskipun Leon-- sang suami melakukan poligami. Bukan tanpa sebab Arini bertahan hingga sejauh ini.

Karena Leon adalah jodoh istikharahnya. Itulah alasan terbesar Arini mau menerima dirinya di poligami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pj Lestariri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diana Hamil?

Pagi harinya, Arini bangun lebih dulu dari pada Leon. Ia turun mengendap-ngendap supaya Leon tidak terganggu akan gerakannya.

Arini termenung di depan kompor. Pikirannya melayang pada kejadian tadi malam. Dimana Leon mengungkit kemandulannya tanpa merasa bersalah.

Arini buru-buru membuat sarapan berupa gulai kambing. Bukan makanan kesukaan, tetapi saat ini ia sedang ingin makan itu.

Beruntung isi kulkas Arini selalu lengkap, karena ia rajin berbelanja. Sehingga saat ia sedang ingin memasak apa saja, selalu ada bahan yang tersedia.

Telepon di apartemennya berbunyi, membuat Arini buru-buru meninggalkan dapur dan menuju sumber suara.

"Hallo," sapa Arini ramah.

"Mbak Rini, ada tamu perempuan. Katanya mau ketemu Mbak Arini," kata satpam di bawah sana.

"Suruh naik aja, Pak kalau begitu," kata Arini dan langsung diiyakan oleh si satpam.

Entah siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini. Baru juga pukul enam pagi. Sudah ada yang bertamu.

Arini lalu kembali lagi menuju dapur dan menghidangkan makanan yang tadi telah ia masak. Aroma harum menguar diseluruh dapur.

Bel apartemennya berbunyi. Arini langsung menyambar hijab panjang yang ada di sofa lalu mengenakannya, kemudian ia membuka pintu.

Begitu pintu di buka, tampak seorang perempuan seksi yang tidak Arini kenal. "Siapa, ya?" tanya Arini bingung.

Perempuan tersenyum tersenyum miring, lalu memperkenalkan dirinya. "Aku Diana Bramandjaya. Calon istrinya Leon. Sekarang aku sedang hamil anak Leon. Semoga berita gembiraku ini tidak membuatmu jantungan. Ups! Sepertinya aku melupakan sesuatu. Kau pilot, bukan? Tentu saja kesehatan jantungmu sangat bagus. Jadi aku tak perlu cemas kau akan dilarikan ke rumah sakit," katanya dengan ekspresi yang jauh dari kata bersahabat.

Seketika tubuh Arini terasa membeku. Ia tak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Ia tak habis fikir pada Leon. Laki-laki itu senang sekali bermain perempuan. Kemarin ada Calina, sekarang ada Diana. Besok siapa lagi?

"Apa kau mengenal Rebecca Al Khanza?" tanya Diana dengan wajah culasnya.

"Ya. Aku mengenalnya," jawab Arini mencoba untuk tenang.

Diana tersenyum miring. "Bagus kalau kau sudah mengenal madumu itu. Kukira mereka menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuanmu. Ternyata kau sudah tahu itu. Ya.. Baguslah," kata Diana sambil memainkan rambut ikalnya yang panjang. "Aku adalah sahabat Becca. Jangan salahkan aku mengambil suami kalian. Salahkan Becca yang terlalu polos dan sering menceritakan kehebatan Leon di atas ranjang, hal tersebut membuatku penasaran. Dan ternyata benar, Leon memang sehebat itu," lanjutnya.

Arini memejamkan matanya sejenak. Mendadak kunang-kunang berhamburan di matanya, membuat ia pusing.

Belum sempat Arini buka suara lagi, Leon sudah muncul dari belakang Arini. Wajah laki-laki itu tampak pucat melihat interaksi Arini dan Diana yang ia yakini tidak baik-baik saja.

"Ada apa kau kemari, Diana? Kau tahu alamat ini dari mana?" tanya Leon pura-pura tenang.

"Aku tahu alamat ini dari CV-mu. Kau lupa aku berkerja dibagian apa? Administrasi, Leon! Mudah sekali bagiku untuk mencari data dirimu. Aku sengaja kesini karena menurut Becca, kau sedang bersama istri tuamu. Ah, Becca... perempuan bodoh itu sangat polos sekali. Ia selalu percaya padaku," kata Diana sambil terkekeh.

"Lalu, apa tujuanmu kemari?" tanya Leon sekali lagi. Perasaannya sudah semakin tidak tenang. Ia tahu hal buruk akan terjadi padanya. Tapi apa? Pikirnya.

"Aku hamil anakmu. Dan kau harus tanggung jawab," kata Diana sambil memberikan tatapan menusuk kepada Leon.

"Aku? Kau hamil anakku? Mana mungkin, Diana! Jangan bercanda," elak Leon.

Diana tersenyum sinis. "Kau lupa sudah melakukan itu padaku? Bahkan beberapa kali. Bukan hanya satu kali. Apa perlu kuingatkan dimana saja kita melakukan itu, hm? Toilet kantor dan hotel. Kau lupa itu Leon? Atau kau hanya pura-pura lupa karena disini sedang ada istrimu, hm?"

Wajah Leon semakin memucat. Ia tidak menyangka kalau kekhilafannya akan menjadi seperti sekarang ini. Diana hamil anaknya di luar nikah. Ini sungguh aib baginya.

Leon menatap Arini penuh permohonan, memohon agar Arini jangan menghakiminya. Namun yang ditatap pura-pura tak peduli. Arini menunjukkan wajah tenangnya di depan Leon dan sang tamu.

"Kau jangan berpikiran buruk tentangku, Rini. Please! Jangan!" Leon mengguncang tubuh Arini pelan sambil memberikan tatapan memohon.

Hening.

Arini diam saja. Seperti biasa, perempuan itu tidak tertarik untuk bicara pada Leon. Menurutnya bicara dengan Leon adalah sia-sia belaka.

Melihat interaksi suami istri tersebut, Diana tersenyum puas. Memang ini tujuannya. Ia ingin menghancurkan hubungan Leon dan para istrinya. Lalu setelah itu, Leon akan ia ambil dan menjadi miliknya seutuhnya.

Leon tampak frustrasi, ia menjambak rambutnya hingga rontok beberapa helai. "Arrgghh!" teriaknya frustrasi. Ia terduduk di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.

Wajahnya merah padam. Marah entah kepada siapa. Tapi sepertinya kepada diri sendiri, karena telah membuat kesalahan yang fatal sekali.

Badan gemetar karena cemas dan takut. Takut Arini semakin kecewa, takut Becca yang sedang hamil menjadi setres dan itu pasti tidak baik untuk kesehatan janinnya. Kalau Calina? Ia tidak terlalu mencemaskannya. Karena sejak awal Calina selalu membebaskannya dalam hal apapun.

"Ternyata kau selemah ini, Leon. Aku tidak menyangka, pasalnya kau sangat hebat saat di ranjang," kata Diana penuh iba menatap kemalangan Leon.

Leon mengangkat wajahnya dan menatap Diana tajam. "Ini semua gara-gara kau perempuan sialan!" makinya. "Andai saja kau tidak hadir dihidupku, pasti semua ini tidak akan terjadi."

Diana tersenyum miring. "Katamu ini gara-gara aku, hm? Jangan salahkan aku, Leon! Salahkan sendiri dirimu yang terlalu tampan. Namun sayang, kau tidak bisa menjaga ketampananmu untuk istri-istrimu saja. Kau begitu lemah, Loen. Lemah dengan perempuan cantik dan seksi sepertiku," kata Diana dengan tatapan membunuhnya ke arah Leon.

"Kau bicara omong kosong. Kau pasti menjebakku, Diana. Kau menaruh sesuatu di makananku, bukan?"

Diana murka. Memangnya kapan ia menaruh sesuatu di makanan atau minuman Leon? Tidak pernah. Pasti laki-laki malang tersebut sedang mencari-cari alasan di depan istrinya. Supaya ia tak terlihat bersalah.

Diana membungkuk dan menatap tajam ke arah Leon. "Berhentilah bicara omong kosong, Tuan Leon! Kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Tidak ada paksaan!" geram Diana sambil menggeretakkan giginya.

"Kita bicarakan ini di luar. Tunggu aku di bawah. Aku akan ambil kunci mobilku dulu," kata Leon. Ia lalu berlari menuju kamar dan tak lama sudah turun kembali.

Namun Diana bukannya menunggu di bawah, ia masih setia berdiri di depan pintu.

"Rini, aku pergi dulu, ya. Maafkan aku telah membuatmu terluka sekali lagi," bisik Leon. Ia mencium kening Arini cukup lama. Lalu setelah itu menarik Diana dengan paksa.

Sepeninggal Leon dan Diana, Arini hanya termenung saja. Jujur saja ia sudah tidak perduli kalau Leon hendak menikah lagi. Yang penting satu, laki-laki sadis tersebut bisa menjaga lidahnya saat berbicara dengan Arini.

1
Noni Kartika Wati
cerai aja Thor kenalin Arini sama duren sawit biar Lion ngesot"
Noni Kartika Wati
diracun aja
Hariani Yusuf
carain aja leonx dr pada d madu
bikin sakit hati ajah......😂😂😂
Cici Murniawati
lanjut
Yadi Kusma
Akibat umbar nafsu syahwat mu Akhirnya bakal pusing sendiri
Pj Lestariri: biar tau rasa si Leon.
total 1 replies
Muji Lestari
kasihan anak yg selalu jd korban padahal perselingkuhan terjd adl di kedua pihak jika suami tetep teguh pendirian tdk mungkin ada pelakor hdr di kehidupan pernikahan mereka
Pj Lestariri: luv Jasmine ❤️
total 1 replies
Euis Rosmalasari
ikut sedih thor, . . . Arini. . semoga Author ngasih kebahagiaan buat muuh.
Pj Lestariri: akan ada kebahagiaan untuk Arini kak.
total 1 replies
Imas
ko mudah luluh bru digituin jga
Pj Lestariri: terkadang memang ada manusia yang mudah luluh.
total 1 replies
Imas
hade arini mendingan hidup sendri da bakal jdi dosa
Pj Lestariri: nggak semudah itu buat Arini untuk ninggalin Leon. harap sabar ya kak.
total 1 replies
Imas
athor bikin cerai aja bkin leonnya mnyesal
Pj Lestariri: maaf ya Kak. ceritanya udah selesai, nggak bisa di ubah. 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
suami ko kaya pelajaran sekolah aj ya ada jadwalnya,,,kalo aq ma ga sanggup bolo😀😀
Pj Lestariri: author juga nggak sanggup kak 🤣
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bikin Arini minta cerai Thor aq jijik ma leon
Pj Lestariri: novelnya udah selesai kak. jadi maaf nggak bisa diubah 🙏
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
bukanya Arini pake jilbab ya ko buka antingnya ga nyebut buka hijab dulu
Pj Lestariri: iya kak. disingkap jilbabnya. kan di dalam mobil, jadi nggak papa. nggak ada yang liat.
total 1 replies
Bu'D Paijem Paijem
kena karma tu. becca
Bu'D Paijem Paijem
pekerjaan punya ngapain laki2 kayak gitu di pertahanan,,,
Bu'D Paijem Paijem
kalo aq di posisi Arini suwami macam Leon tak siyapin siyanida😡😡
Pj Lestariri: hajar kak.
total 1 replies
Ima
golok mana golok pengen gue tebas leher si leon😡😡😡⚔️⚔️
Pj Lestariri: pake parang aja kak.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
cerein aj arini, lelaki seperti leon tdk prlu d pertahankan, kucing garong t si leon
Pj Lestariri: sabar ya Kak. hehe.
total 1 replies
Rosmiati Rapik
dasar leon kucing garong
Pj Lestariri: kelakuan si kucing garong 🎶
eh, author malah nyanyi.
total 2 replies
Misik Japar
bodoh sm baik beda tipis
Pj Lestariri: setipis kulit Ari.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!