NovelToon NovelToon
Dosen Cantikku

Dosen Cantikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:107.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dhanz

Reza seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas ternama di Kota Malang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alvionita sang dosen yang dikiranya mahasiswi baru seperti dirinya.

"Aku masih gak percaya kalau kamu adalah dosen disini!" teriak Reza usai mata kuliah Rekam Medis berakhir.

Alvionita yang baru saja keluar dari ruang mengajar menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah datangnya suara.

"Buktinya aku tadi menyampaikan mata kuliah didepan kelas dan telah melakukan perkenalan didepan semua orang disana" tunjuk Alvionita dengan dagunya.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Berhasilkah hubungan antara mahasiswa baru dan dosen muda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 18 - Bertemu Vio

Fariz pamit mengantar Dian pulang. Usai mereka menghilang dibalik pintu bercat hitam itu, Reza memainkan ponselnya. Tak lama, dia mendekatkan benda pipih itu ke telinganya. Memanggil seseorang.

"Ayo kita bertemu!" ucap Reza saat panggilan itu terhubung.

Reza menyambar jas nya. Dia berjalan keluar dari ruangan itu. Dia berjalan menuju parkiran kantornya lalu mengendarai mobilnya keluar dari pelataran tempat kerjanya.

Setelah tiga puluh menit berkendara, Reza kini sampai di sebuah cafe. Setelah parkir, Reza masuk ke cafe itu lalu duduk di meja paling ujung dekat dengan jendela besar bangunan itu yang terbuat dari kaca.

Setelah lima menit menunggu, orang yang diharapkan tiba. Reza menyuruh orang itu duduk, berhadapan dengannya di bangku di depannya.

Reza menyodorkan sebuah kertas. Sebuah salinan pengantar lanjut studi ke luar negeri.

"Bisa kamu jelaskan ini?" ujar Reza dingin.

Vio mengambil kertas itu. Dia cukup terkejut. Bagaimana bisa salinan itu ada di tangan Reza? Kenapa Reza harus tau sekarang?

Vio tertunduk. Dia tak mampu menjawab pertanyaan Reza.

"Apa ini alasan kamu mau menerimaku selama dua bulan? Ah, ralat. Menerima kesepakatan jadian hanya dua bulan?" Reza menekankan perkataannya.

Reza semakin tertunduk. Dia kehilangan kata-katanya.

"Katakan saja sekarang bagaimana mau mu?!" gertak Reza.

Vio semakin bingung. Reza bisa melihat Vio kini mulai terisak.

"Kalau kamu memang tak mau berhubungan denganku, kita akhiri saja semuanya. Kita cukupkan sampai disini. Aku harap kamu bahagia" Reza lalu beranjak dari bangku cafe lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hati dan pikirannya hari ini sungguh kacau. Beruntung jalanan yang dilaluinya cukup sepi.

Reza melajukan mobilnya ke daerah Batu, Malang. Dia ingin menenangkan pikiran dan menata hatinya kembali. Sungguh sakit dibohongi, apalagi oleh orang yang dicintai.

Reza berhenti di salah satu villa pribadi miliknya. Udara sore itu cukup sejuk, cukup untuk mendinginkan hatinya yang semakin dingin. Reza bukan pria yang mudah membuka hati, tapi kenapa saat mencintai justru tersakiti? Apakah ini yang namanya cinta tak harus memiliki?

Reza terdiam di mini-bar villa nya. Ingin Rasanya ia menenggak minuman keras untuk menghilangkan rasa sakit hatinya. Namun ia tak se-berani itu untuk menanggung resikonya. Dia takut kehilangan akal pikiran dan mengacaukan segalanya. Kadar toleransi alkohol dirinya sangatlah rendah, sehingga jika dia mencecap sedikit saja cairan itu, dia akan segera kehilangan kesadarannya.

Ponsel Reza berdering berulang kali. Penelpon yang sama, Vio. Ingin rasanya ia menekan tombol merah pada layar ponselnya. Namun ia tak tega. Reza mendekatkan handphonenya ke telinganya.

'.....'

"Hem" Reza berdehem singkat sebagai jawaban.

Tak lama Reza memutus panggilan.

Nihil. Vio masih belum berani mengaku. Hanya permintaan maaf saja yang ia lontarkan saat menelpon Reza.

Reza menon-aktifkan ponselnya. Tanpa pikir panjang lagi, Reza akhirnya memilih mengambil botol minuman keras tak jauh dari tempatnya dan menenggak habis isi botol itu.

Dan tak lama kemudian, Reza benar-benar mabuk. Dia merebahkan kepalanya di meja minibar itu sembari mengelus-elus ponselnya.

"Kenapa kamu tega, Bu Vio?"

"Kalau sedari awal kamu tetap bersikukuh menolak. Kalau kamu bukan orang yang dijodohkan denganku, rasanya mungkin tak sesakit ini."

"Andai saja kita waktu itu tak pernah bertemu, Alvionita."

"Huuu.. huuuu... huu uu" Reza menangis. Pertama kalinya Reza menangisi seorang wanita yang benar-benar sulit untuk dilepaskannya.

Tak lama Reza terlelap sembari menangis dalam kondisi mabuk.

***

Saat hari mulai gelap, Reza terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa nyeri, seperti mau pecah. Dengan langkah kaki yang masih sempoyongan, Reza berjalan menuju kamar mandi. Dia memutuskan mandi agar badannya kembali segar.

Setelah lima belas menit menyegarkan badannya dibawah guyuran shower, Reza keluar dengan handuk yang hanya ia lilitkan ke pinggangnya hingga lutut.

Dia sibuk memilih baju dan tak sadar jika ada orang lain yang sedari tadi menunggu di dalam kamar itu juga.

"Astaga!" pekik Reza.

Beruntung Reza tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Bagaimana tidak, Fariz kini tengah duduk di sofa kamarnya di villa itu.

"Aku tadi udah teriak manggil kamu. Tapi gak ada jawaban. Syukur deh kamu gak apa-apa. Aku pikir kenapa"

"Kenapa kesini?" tanya Reza sembari mengenakan kaos oblong dan celana rumahannya.

"Vio tadi nangis-nangis. Ketemu aku sama Davika tadi di jalan."

"Gak penting" ujar Reza dingin.

"Kalian gak lagi berantem kan?" selidik Fariz.

Reza tak menjawab. Dia berlalu meninggalkan Fariz di kamarnya.

Reza berjalan menuju dapur. Saat ini perutnya sedang meronta-ronta minta diisi. Dikeluarkannya beberapa bahan dari kulkas.

"Kakak mau makan juga?" tanya Reza mengabaikan pertanyaan Fariz sebelumnya.

"Boleh deh. Jarang banget bisa dimasakin kamu" seru Fariz.

Usai membuat beberapa jenis masakan, keduanya duduk di kursi meja makan.

"Vio dua bulan lagi berangkat ke Taiwan" Reza memulai pembicaraan.

"Terus?"

"Dia gak ngabarin aku. Dia sudah merencanakan semuanya. Kakak tau? Vio mau berkencan denganku hanya dua bulan. Lalu setelah itu akan meninggalkan aku. Dia tak pernah serius akan perjodohan ini" ujar Reza.

"Lah kan dari awal emang kamu yang ngejar-ngejar Vio?" ledek Fariz yang kemudian mendapat sorotan tajam dari Reza.

"Ah, tau dah. Males aku cerita. Dah buruan abisin makanannya trus pulang sana" usir Fariz.

"Ogah" Tolak Fariz.

Usai membersihkan peralatan yang tadi dipakai, Reza kemudian berjalan menghampiri Fariz yang kini tengah menonton televisi sembari makan camilan keripik kentang miliknya. Reza menyambar bungkusan keripik kentang itu.

"Punyaku" ucap Reza sengit.

"Iya.. iya." Fariz mengalah.

"Oh iya, mau ngelanjutin bahasan tadi. Tadi Vio sebenernya cerita juga sama aku. Dia minta maaf baru ngasih tau kamu. Sebenarnya dia gak mau nyakitin kamu. Dan kamu tau?" Fariz menjeda perkataannya.

"Apa?"

"Dia sebenarnya tidak menolak perjodohan itu. Hanya saja karena studi nya, dia tak memiliki pilihan. Dia juga bilang, terserah kamu apakah akan melanjutkan atau menghentikan hubungan kalian. Dia akan terima apapun keputusan kamu" Fariz mengakhiri penuturannya.

Reza berusaha mencerna penjelasan Fariz. Dia tak ingin gegabah mengambil keputusan. Hatinya sudah terluka karena kebohongan. Namun ia masih tak rela untuk melepaskan.

Setelah larut dalam pikirannya yang sedari tadi berputar di kepalanya, akhirnya Reza mengambil sebuah keputusan. Mungkin tak masuk akal. Tapi harus ia laksanakan.

Reza menghidupkan kembali ponselnya. Banyak notifikasi yang masuk ke ponselnya. Dia mengabaikan notifikasi panggilan dan chat dari orang lainnya. Hanya satu yang dia buka, pesan dari Alvionita.

"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku tak bermaksud membohongimu. Aku tunggu kabar darimu. Semoga kita tetap bersama dan tak meninggalkanku" isi pesan dari Vio.

bersambung...

1
💖Yanti Amira 💖
awal ceritanya sangat menarik
💖Yanti Amira 💖
ceritanya sangat bagus dan juga menarik banget
pokoknya top banget deh ceritanya
lanjutkan biar tidak penasaran
💖Yanti Amira 💖
salut banget y sama vio diumur yg mudah bisa menjadi seorang dosen udah cantik anggun dan juga tegas😂😂😂
ternyata masih ada juga y seorang dosen dengan umur segitu,,,,

cie Reza udah mulai jatuh cinta pada pandan tu😂😂😂

ya ampun thorrr keren banget ceritanya
De'Ran7
eh dasar plin plan si Reza😂
Teguh Apriady
selamet 2x
makasih thor
😂😂😂
Hana Al Azhar
ceritamu bguus thooor 👍👍
semangat teruus yaa 🥰
mbu winda
🤣🤣🤣
Ikha Nindya Ayu
lanjut mba
Ikha Nindya Ayu
lanjut mbak☺☺☺
Enmi KaroHant
udah bucin
Uphe Fenty Agesty💞
udaah tenang y reza skrg...
tinggal menikmati masa indahnya hidup berdua.
Enmi KaroHant
oke, nyimak dl.
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
aseekk
MeeGorjes🍌Peak_fam😜
yeeeeyyyyy
tae yeon
lanjut aj thor
Emak Femes
Halow
bertemu lagi dgn pengisi suara novel ini 😁😁
semoga suka dgn suara recehku yg ala kadarnya, hehehe.
Jangan lupa dengerin audiobooknya juga ya, dan dukung terus karyanya

terima kasih kpd kak Dhanz yg melanjutkan cerita ini.

terima kasih
Enmi KaroHant
sambil inget2 alur ceritanya
Uphe Fenty Agesty💞
jgn main2 sm Reza y Dian....
Galip Rahman Galip
ya ya ok lah. lanjut up sampaiii .... itu .UPS!
Enmi KaroHant
suka2 kakak aj kita emak2 berdaster modal gratisan Alhamdulillah klo ada bacaan misal udh femes disana ya monggo.
Nhynaa Kanina: yok kita lanjut 🤗 Makasih masih setia membaca, Kak 🙏🏻🤗❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!