NovelToon NovelToon
Setulus Cinta Aisyah

Setulus Cinta Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda
Popularitas:390.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nurul Safika

DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?

PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .

Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂

--------------------------------------------------------------------

Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.

---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”



Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SCA 17

Sambil mengatur nafas, Bram pun meyakinkan hatinya untuk mengungkapkan satu kalimat berjuta arti.

"Aisyah.....,"

_____________________________________________

"Mas Bram mau ngomong apa?" Tanya Aisyah penasaran karena sedari tadi Bram hanya mengulang-ngulang menyebut nama Aisyah.

Bram sedari tadi tidak dapat menahan debaran jantungnya. Bram dibuat stress karena mulutnya tak bisa diajak kerja sama untuk mengutarakan niatnya kepada Aisyah.

Dengan kemantapan hatinya, Bram pun mengucap kalimat itu dengan satu kali tarikan nafas dan diawali Basmalah.

"Aisyah, menikahlah denganku." Kata Bram mantap.

Aisyah membulatkan mata terkejut dengan penuturan Bram. Apa aku gak salah dengar? Mas Bram ngelamar aku? Fikir Aisyah.

Bram melihat tatapan Aisyah yang sulit diartikan. Apakah tatapan itu bermakna ia menerima lamarannya atau bahkan ingin menolak.

Apa Aisyah menolakku? Tanya Bram pada dirinya sendiri.

Siapa yang tidak terkejut jika ada seseorang yang melamarmu secara tiba-tiba yang notabene kalian hanya berteman. Begitupun dengan Aisyah.

Bibir Aisyah rasanya sulit ingin menanggapi lamaran Bram. Jujur dalam hatinya terdalam, Aisyah sangat bahagia saat Bram melamarnya. Namun disisi lain Aisyah juga agak ragu. Entahlah, tapi rasanya ada yang mengganjal dalam hatinya yang tak Aisyah ketahui.

"Mas Bram se-serius dengan ucapan Mas?" Tanya Aisyah gugup.

"Bismillah, Mas serius ingin melamar kamu." Mantap Bram.

Aisyah hanya menghela nafas. Untuk urusan ibadah terpanjang di dunia ini, Aisyah tak ingin gegabah mengambil keputusan. Apalagi ini menyangkut masa depannya.

"Aisyah hargai keberanian Mas Bram ngelamar Aisyah. Tapi Aisyah butuh waktu untuk memikirkan semuanya." Pinta Aisyah lembut.

Bram mengerti jika Aisyah masih merasa terkejut dengan acara lamaran dadakannya. Namun apa mau dikata jika Bram tak ingin Aisyahnya dimiliki oleh orang lain, termasuk Rey si macan tutul. Aisyahnya? Membayangkannya saja membuat Bram senyum -senyum sendiri.

"Baik, Mas akan tunggu keputusan kamu. Tapi Mas harap, Mas dapat apa yang Mas inginkan." Kata Bram agak egois. Yah egois karena tak ingin sesuatu yang ia ingin miliki tapi diinginkan juga oleh orang lain.

"In Syaa Allah Mas."

***

Aisyah kini tengah berada di kampus seperti biasanya. Saat ini Aisyah sedang sibui-sibuknya menyusun tugas skripsinya itu agar bisa lulus menjadi seorang dokter.

Aisyah juga memikirkan lamaran Bram dua hari yang lalu. Tapi untuk sekarang, Aisyah tidak terlalu mengambil pusing.

Nindy sedari tadi menatap jengah ke arah Aisyah. Nindy diacuhkan oleh Aisyah karena sibuk di depan laptop berlogo apel nya itu.

"Syah aku dari tadi ngomong tapi dicuekin mulu sama kamu." Dengus Nindy sambil memanyunkan bibirnya.

"__" Hening yang terjadi antara keduanya. Aisyah tak terlalu mendengar gerutuan Nindy karena saking fokusnya dengan apa yang tengah dikerjakannya.

"Kacang murah yah Nin, haha. By The Way, skripsi kamu gimana?" Tanya salah satu teman perempuan sefakultasnya yang bernama Jenny.

"Aishh... Aku mah apa atuh Jenny, males aku ngerjain tugas skripsi. Mumet kepalaku gara-gara revisi mulu." Adu Nindy kepada Jenny teman sefakultasnya itu.

"Noh liat si Aisyah sekali ngetik udah langsung di ACC sama dosen. Gak tau aku terbuat dari apa otaknya Aisyah, lancar amat ngeprogram materi." Lanjut Nindy sambil tersenyum jahil ke arah Aisyah yang kebetulan tengah menatap mereka berdua.

"Maa Syaa Allah Nindy, otak semua orang itu sama. Yang bedain itu kamunya mau belajar apa gak?. Dan gak ada istilah orang bodoh karena pada dasarnya otak manusia diciptakan semuanya sama. Hanya saja cara berfikir kita yang membedakan." Aisyah menasehati Nindy dengan suara tenangnya.

"Dengerin tuh kata Bu Ustadzah Aisyah. Jadi orang jangan putus asa." Pungkas Jenny.

"Iya Bu Ustadzah dan Mbak Jenny. Puji Tuhan, di agama aku juga dijelasin kayak gitu." Sambung Nindy diakhiri kekehan kecil. Aisyah juga Jenny membalasnya dengan tawa kecil.

Dari perbedaan inilah yang menyatukan dua keyakinan berbeda dalam ikatan persahabatan. Saling menasehati jika melakukan kesalahan, memberi argumen sesuai kepercayaan tanpa saling menghina keyakinan.

"Oh iya Nindy, kamu kok gak ngerjain tugas skripsi? Tinggal dua bulan lagi sebelum sidang." Tegur Aisyah.

Nindy yang tadinya masih tertawa langsung menatap lesu ke arah Aisyah.

"Aisyah.. Aisyah... Nindy kayaknya masih pengen kuliah deh." Godaa Jenny.

Nindy yang mendengarnya pun lantas memberenggut kesal.

"Siapa juga mau tinggal alam di bangku kuliah? Aku sih ogah." Jawab Nindy kesal.

"Kamu mah enak tugasnya udah di ACC ama dosen. Lah aku udah revisi dua kali makanya males aku ngerjain skripsi."

"Kamu gak boleh gitu. Hmm gimana kalau aku bantuin kamu ngerjain tugasnya? Kebetulan aku juga cuma lagi nulis cerita." Aisyah menawari bantuan kepada Nindy.

"Seriusan kamu mau bantuin aku? Oh My God, Thanks banget ya Syah." Sorak semangat Nindy terdengar di penjuru kelas kemudian memeluk erat Aisyah.

"Gak usah teriak-teriak Nindy, entar kamu gangguin temen kita yang pada sibuk ngerjain tugas." Kata Aisyah sambil membalas pelukan Nindy.

"Siap Komandan." Nindy menjawab dengan tegas layaknya pasukan tentara siap turun kemedan perang.

.

.

.

.

.

.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Everyone. Sorry banget yah Author baru UP soalnya Author lagi sibuk ngerjain tugas yang udah pada antri pengen dikerjain😌

Dan sekarang Author cuma bisa nyuri² waktu buat ngetik kelanjutan cerita Setulus Cinta Aisyah.

So, jangan lupa like, dan vote yah para Readers. Mohon dihargai karya Author yang gak sebagus novel lainnya😊

나이스

#Queenbe

1
Maulana ya_Rohman
mampir di sini lagi thor....
fitria dewi
bikin penasar aja kelanjutan nya
Sunarti W Spdi
jangan lama lama end nya
Yani
Seru perssingan di mulsi
Yani
Modus ni pak dosen
Yani
Waduh ada saingan Bram ni
Yani
Bsgus thour
Yani
Mulai pede kate ni semoga
Yani
Semoga bertemu
Yani
Semoga aja Aisyah bwrjodoh dengan Bram
Yani
Ih....ibu " ga ada ahlak mana mau lagi Bram nya juga
Yani
Ceritanya bagus
Yani
Udah lama juga ni novel baru nemu
Yani
Mampir ah..
Yenni Lestari
next
Hasanah Ana
ap gak ada lanjutannya
Kasih Bonda
next thor 💪
Maulana ya_Rohman
kapan di lanjut lagi ceritanya AITHOR yang BAIK HATI🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩😍
Endah Pramukti
kok lama gak up ya
Trielyani DarmaYanti
apakah ceritanya berakhir di sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!