Karya asli!!!
on-Going
Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.
Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.
Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?
Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!
"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 dimensi pertama
Langit di atas Sekte Langit Suci tampak seperti retakan di permukaan kaca. Garis-garis cahaya menyala liar, dan dari dalam celah tersebut, muncul sebuah lorong melingkar berlapis cahaya biru gelap—Gerbang Dimensi Pertama.
Saat Huang Di melangkah ke ambang batas, tekanan dari kekuatan luar mulai menekan seluruh eksistensinya. Udara berubah—tak ada suara, tak ada waktu. Semua stagnan dalam kehampaan yang tak bisa dijelaskan.
Yue’er tertahan oleh formasi dimensi, tidak bisa ikut masuk.
“Aku akan menunggumu di sini,” katanya pelan, sebelum sosok Huang Di menghilang ke dalam lorong.
**
Zona Transisi Dimensi Pertama.
Huang Di tiba di sebuah dataran luas yang tampak seperti campuran antara kehampaan dan dunia nyata. Langit di atasnya tidak memiliki warna pasti, terus berubah antara ungu, kelabu, dan perak. Tanah di bawahnya tampak padat, namun bergetar seolah bukan materi biasa.
Suara dari segala arah mulai bergema.
“Kau, entitas berdarah asal dan waktu… mengapa datang ke wilayah para Pengamat?”
“Karena aku ingin melampaui takdir,” jawab Huang Di datar.
“Takdir bukan untuk dilampaui. Ia adalah hukum tetap realitas.”
Huang Di menarik napas panjang, lalu mengangkat tangannya.
Simbol berbentuk segitiga terbalik menyala di dahinya. Sebuah garis emas muncul dari kakinya, menjalar ke seluruh medan dimensi. Itu adalah teknik warisan: Jejak Dimensi Absolut—teknik hanya bisa digunakan dalam ruang tanpa batasan hukum.
[Sistem: Aktivasi Skill Langka – Dimensional Override]
Status Jiwa: Stabil
Aura Kekekalan: 74%
Ancaman Eksternal: Kelas Nihility Tier-1 Detected
Dari kejauhan, sesosok makhluk mulai terbentuk. Ia tidak memiliki bentuk tetap. Tubuhnya seperti kumpulan bayangan dan serpihan dimensi yang terus berubah. Suara jiwanya langsung menyerang pikiran Huang Di:
“Kau bukan makhluk asli dimensi ini. Kau adalah benih dari realitas luar… penghancur ‘alur yang telah ditulis’.”
Huang Di menggenggam tombak spiritualnya: Longinus Naga Langit. Tombak itu berdenyut saat bersentuhan dengan medan dimensi.
Pertempuran pun dimulai.
Makhluk dari kehampaan—disebut Val N'zur, Pengamat dari Nihility—meluncurkan gelombang distorsi waktu dan ruang, mengoyak stabilitas dunia kecil itu. Namun Huang Di telah menyiapkan strategi. Ia menggunakan teknik Formasi Penolak Hukum—formasi segel berbasis hukum asal yang diajarkan oleh sistem setelah ia menembus ranah nascent soul jalan langit tak terbatas.
Dua kekuatan bertabrakan.
Tombak Huang Di menembus tubuh Val N’zur, namun makhluk itu mengurai dirinya menjadi ratusan bayangan dan menyatu kembali.
“Kau tidak bisa membunuh sesuatu yang tak memiliki ‘definisi eksistensi’.”
Namun Huang Di tersenyum tipis.
“Aku sudah tak terikat oleh definisi itu.”
Ia membuka telapak tangan kirinya. Sebuah cahaya putih kemilau muncul. Itu adalah Esensi Asal Realitas, hadiah dari altar di Reruntuhan Langit Selatan. Benda ini tidak hanya mengatur hukum, tetapi juga mendefinisikan ulang keberadaan.
Huang Di menancapkan Esensi itu ke tanah. Dalam sekejap, seluruh zona dimensi pertama berubah. Warna langit menjadi stabil, tanah mengeras, dan hukum dimensi kembali terbentuk. Val N’zur menjerit, kehilangan hakikat kehampaannya.
“TIDAK! KAU MENGGANTI KODE STRUKTUR!”
Dengan satu teriakan, Huang Di melesat dan mengaktifkan teknik rahasia Tebasan Realitas – Langit Ketiga. Tebasan horizontal mengiris dimensi itu sendiri.
Val N’zur pun lenyap, tidak meninggalkan jejak sedikit pun.
Sebuah jalan cahaya terbuka di hadapan Huang Di.
Sistem kembali bersuara:
Selamat! Host telah menyelesaikan Ujian Gerbang Dimensi Pertama]
Peningkatan Hadiah:
– Level Jiwa: +1
– Aktivasi Kemampuan Dimensi Kedua: Echo Infinity
– Peningkatan Sistem: 78% Sinkronisasi Kode Asal
– Hadiah: 1 Fragmen Kunci Langit Kedua
Namun sebelum jalan itu menutup, satu suara lagi terdengar dari balik kehampaan.
“Kau telah membuat pilihanmu, Anak Luar. Tapi ingat, semakin dalam kau melangkah... semakin tipis batas antara tuhan dan kehancuran.”
Cahaya dari Gerbang Dimensi perlahan memudar, dan sosok Huang Di muncul di hadapan gerbang utama Sekte Langit Suci. Pakaian lusuhnya terbakar sebagian, namun auranya... lebih dalam, lebih padat, dan lebih absolut dari sebelumnya.
Yue’er yang menunggu dengan cemas segera menyambutnya. Namun, sebelum ia sempat berbicara, suara gumaman menyebar di seluruh penjuru sekte.
“Mustahil… Dia keluar hidup-hidup…?”
“Tak masuk akal! Gerbang Dimensi Pertama hanya bisa dijelajahi oleh kultivator tahap Nascent Soul ke atas!”
“Itu hanya bocah dari dunia bawah! Mana mungkin…”
Beberapa tetua sekte bahkan segera turun dari puncak mereka, memeriksa jejak aura di sekitar Huang Di. Mereka terdiam... karena tak satu pun dari mereka bisa menilai batas kekuatannya.
Sementara itu di Langit muncul dari salah satu empat leluhur mereka turun tangan untuk mengatasi masalah ini.
Dia adalah sosok dengan rambut perak panjang, tubuh kurus namun bermata tajam. Leluhur ini telah lama tersegel dalam meditasi panjang, karena sudah mencapai Ranah Void Manifestation, ranah di mana eksistensinya sendiri bisa menyatu dengan ruang dan hukum.
“Anak muda,” ucap Leluhur itu, suaranya menggetarkan langit dan bumi. “Kau membawa keluar sesuatu yang bukan milikmu.”
Semua mata langsung terfokus. Para tetua dan murid sekte saling berpandangan dengan gugup.
Huang Di tetap tenang.
“Itu adalah hadiah ku sendiri apa urusannya denganmu.” nada dingin Huang Di membuat leluhur itu menyeringit emosi.
Leluhur itu tersenyum tipis. “Mungkin. Tapi kunci itu adalah bagian dari warisan kami. Aku tidak akan memintanya kembali, namun… segala hadiah memerlukan imbalan untuk menyeimbangkan langit dan bumi.”
“Apa yang kau inginkan?” tanya Huang Di tanpa gentar.
Leluhur itu mengangkat tangannya. Sebuah formasi emas terbentuk di atas langit, dan sebuah gulungan raksasa terbuka—Perjanjian Pemutar Hukum.
“Berikan padaku satu dari tiga hal:
Satu tahun pengabdian sebagai pelindung sekte.
Satu tetes darah jiwamu sebagai jaminan sumpah hidup.
Sebuah teknik dari Gerbang Dimensi Pertama yang tidak dimiliki dunia ini.”
Para tetua langsung gelisah. Ini bukan tawaran biasa. Ini tuntutan Leluhur Tingkat Void yang bisa mengoyak realitas.
Namun tanpa banyak bicara, Huang Di mengangkat tangannya. Cahaya berputar, dan muncul sebuah simbol aneh dalam bentuk pusaran hitam dan putih.
“Ini teknik yang aku ciptakan di sana… jika kau bisa memahaminya sendiri itu bagus buatmu tapi kalau kau gagal itu kesalahan mu sendiri”
Leluhur Langit Keempat terdiam. Bahkan matanya yang sudah melihat jutaan hukum dan teknik, tergetar saat membaca aliran hukum dalam teknik itu.
“Teknik ini… mengajarkan bagaimana sesuatu yang tidak ada menjadi berada!!” Ekspresinya tak bisa digambarkan.
Dia menatap Huang Di, kali ini dengan sorot hormat.
“Kau tidak hanya melewati Gerbang Dimensi… Kau mengalahkan hukum dasarnya.”
Leluhur itu lalu mengangguk dan menjentikkan jari. Perjanjian terbakar menjadi abu menghapus semua syarat yang sebelumnya ia ajukan. Tidak ada lagi imbalan yang diminta.
Namun di dalam hatinya, ia tahu... Sekte Langit Suci kini bukan lagi sekadar sekte besar. Karena Huang Di, mereka kini berdiri di hadapan jalur baru—jalur menuju ke abadian kekal jika bisa dipahami.
Penghormatan baru dan dukungan baru ke Huang Di yang berhasil membawa sesuatu setiap generasi mereka tidak bisa keluar hidup-hidup. Tapi Nama Huang Di akan di ingat di sekte itu sebagai orang pertama yang berhasil.
Langit sudah mulai meredup, menyambut malam. Setelah memberikan teknik
sebagai imbalan kepada Leluhur sekte Langit suci, Huang Di berdiri diam sesaat, menatap langit yang berubah warna menjadi keperakan.
Para tetua dan murid masih belum bisa mencerna apa yang baru saja terjadi. Sosok muda yang sebelumnya diremehkan, kini berdiri sebagai penentu arah masa depan sekte.
Namun tanpa sepatah kata pun, Huang Di membalikkan tubuhnya. Dengan langkah ringan, ia berjalan menuruni tangga batu menuju gerbang luar sekte.
“Huang Di… kau hendak ke mana?” tanya salah satu tetua, bingung.
Qianlong Yue’er yang sejak tadi berdiri di samping Huang Di akhirnya bersuara, “Kami telah menyelesaikan apa yang perlu diselesaikan. Dunia ini terlalu sempit untuk masa depan kami.”
“Kau meninggalkan sekte?” gumam seseorang tak percaya.
Huang Di berhenti sejenak. Suaranya tenang, tapi menusuk.
“Aku tidak pernah menjadi bagian dari sekte ini. Aku hanya singgah… untuk mengambil yang menjadi milikku.”
“Sekte Langit Suci bukanlah rumahku.”
Tanpa menoleh, ia melangkah pergi.
Qianlong Yue’er menatap semua orang satu per satu. Mata indahnya bersinar dingin namun agung. “Hari ini kalian menyaksikan satu bab kecil dari perjalanan Huang Di. Jangan berpikir kalian bisa menahannya… atau mengaturnya.”
“Hari ini, ia pergi sebagai manusia. Esok, ia akan kembali… sebagai Hukum itu sendiri.”
Mereka lalu menghilang, meninggalkan gerbang sekte dengan cahaya keperakan yang berputar di bawah kaki mereka.
Tak seorang pun berani menahan.
Tak seorang pun cukup layak untuk bertanya.
Setelah beberapa saat, salah satu tetua berbisik lirih:
“Dia… akan mengguncang sembilan langit dan sepuluh bumi… tidak.. mungkin seluruh alam yang tak terbatas ini” gumam salah satu tetua dengan hormat.
[Sistem: Mode Perjalanan Bebas Diaktifkan]
Qianlong Yue’er: “Apa tujuan kita selanjutnya?”
Huang Di “Kita akan menyisir dataran selatan ini dulu masih banyak hal yang ingin aku lakukan”
Mereka berbicara sambil terbang, huang di melapiskan energi ke tubuh Qianlong Yue'er agar bisa mengimbangi kecepatannya supaya tidak tertinggal.
Dengan kecepatannya
Ledakan suara terbangnya
Boomm
Hempasan angin yang tertinggal di langit Di antara gunung, sungai, dan hutan mereka terbangi untuk melanjutkan perjalanan mereka didataran selatan ini.
gaassss....