Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Aku mengerti sekarang ternyata kehadiranmu adalah luka baru yang bahkan lebih dalam dari luka yang aku rasakan dahulu...
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰
Tiga hari sudah berlalu hari ini zea di minta oleh alvaro untuk melakukan fitting baju di salah satu butik terkenal.
Alvaro sudah menunggu zea di mobil sebelumnya sudah menghubungi zea tadi pagi untuk melakukan fitting baju bersama.
"Maaf sudah lama menunggu, tadi aku mengurus keperluan ibu dulu." uap zea yang baru saja menghampiri mobil yang akan di kendarainya bersama alvaro.
"Naik.. jangan buang buang waktu lagi dengan ocehanmu yang tidak berguna itu." balas alvaro sinis.
Zea segera membuka pintu mobil dan mendaratkan tubuhnya untuk duduk di samping kemudi tepat di samping alvaro.
Alvaro menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman zea.
selama perjalanan keduanya tidak ada yang berbicara zea maupun alvaro keduanya masih berasa canggung, tatapan zee hanya lurus ke depan sesekali ia menoleh ke samping kiri jalan.
Alvaro yang sejak tadi hanya diam begitu fokus mengendarai mobil mewahnya.
dua puluh menit berkutat dengan jalanan yang sedikit macet akhirnya zea dan alvaro sampai di salah satu butik terkenal.
"Turun.." perintah alvaro, sama sekali tidak ada kelembutan di nada suaranya.
"Baik kak." sahut zea yang begitu saja menuruti perkataan laki laki yang ada di sampingnya itu.
Keduanya memasuki butik mewah itu, alvaro yang berjalan di depan dan zea hanya mengikutinya dari belakang.
"Selamat datang tua dan nona, ada yang bisa kami bantu.?" ucap salah satu karyawan butik.
"Tolong carikan baju pengantin yang cocok untuk wanita ini." sahut alvaro.
"Mari nona kami antarkan ke ruangan khusus baju pengantin wanita, di sana sudah terdapat banyak pilihan."
Zea hanya mengangguk dan mengikuti karyawan wanita tersebut.
tidak membutuhkan waktu lama zea sudah menemukan kebaya pilihannya, dan terlihat pas di tubuhnya.
Tidak lupa alvaro juga melakukan fitting di ruangan khusus baju pria yang sudah terdapat banyak pilihan.
Setelah selesai melakukan fitting baju, keduanya segera meninggalkan butik. alvaro kembali melanjutkan mobilnya.
"Emm.. kak apa saya sudah boleh langsung pulang, saya tidak bisa berlama lama meninggalkan ibu di rumah." Ucap zea dengan hati hati, takut jika alvaro marah.
Alvaro sama sekali tidak menghiraukan perkataan zea dia malah terus melajukan mobilnya, dan berniat ingin menuju ke sebuah cafe untuk menyantap makan malam di sana, karena waktu sudah menunjukan pukul 18.00 jadi harus mampir makan malam terlebih dulu.
"Kak apa saya boleh pulang sekarang?" ucap zea lagi.
"Kamu bisa diam tidaaakkk, kamu hanya perlu diam mengikuti saya kemanapun saya akan membawamu, tidak usah banyak protes dan bukannya tadi kamu sudah meminta ijin pada ibumu?" sarkas alvaro dengan suara yang naik beberapa oktaf.
Seketika itu zea di buat kaget, dan tidak lagi mengeluarkan suara, rasanya zea ingin sekali menangis karna baru pertama kali ini di bentak oleh seorang pria apa lagi orang yang baru di kenalnya yang akan menjadi suaminya nanti. kedua maniknya sudah menggenang, sebisa mungkin ia tahan agar tidak tumpah di hadapan orang asing ini.
"Maaf.. saya hanya menghawatirkan mama yang lagi sendirian di rumah." suara zea yang sudah mulai serak menahan tangisnya.
"Tidak ada alasan, kamu harus mengikutiku kemanapun aku pergi." ucap alvaro penuh penegasan.
Mobil alvaro sudah berhenti tepat di depan salah satu lestoran mewat di kota Jakarta. dan langsung memarkirkan mobilnya.
"Ayo turun." ajak alvaro
Zea hanya mengangguk mengikuti perintah alvaro, dan mengambil tempat duduk tepat di depan alvaro.
"Selamat datang tuan dan nona, ini daftar menu kami silahkan jika tuan dan nona ingin memesan makanan." ucap seorang pelayan restoran dengan seramah mungkin dan senyuman.
Alvaro mengambil daftar menu dan kemudian memilih jenis makanan dan minuman yang akan di pesan, setelah itu dia menyerahkan daftar menu tersebut kepada zea, dan zea juga ikut memesan menu yang sama dengan alvaro.
Seorang pelayan yang sejak tadi berdiri dan mendengar serta tidak lupa untuk mencatatnya daftar menu makanan dan minuman yang akan di pesan oleh keduannya.
Setelah itu pelayan tersebut berlalu untuk segera menyiapkan pesanan alvaro dan juga zea.
Keduanya saling mendiami tidak satupun yang mengeluarkan suara, sebenarnya alvaro mengajak zea ke tempat ini karena ada yang harus di sampaikan terhadap wanita yang ada di depannya kini.
Suara ponsel alvaro berdering menandakan ada panggilan masuk dan nama penelpon yang tertera adalah roy, alvaro segera morogoh ponselnya dan meletakan ke telinganya.
"......."
"Baiklah segera antar kemari di lestoran tempat biasa, aku tunggu lima belas menit." sahut alvaro.
"........"
Kemudian keduanya mematikan sambungan telpon.
Tidak membutuhkan waktu lama makanan telah datang dan di siapkan oleh dua orang pramusaji yang bertugas.
Setelah kedua pramusaji itu berlalu zea dan alvaro segera menyantap makanannya dengan suasana hening tanpa ada yang mengeluarkan suara.
Di sela sela sedang menikmati makanan terlihat roy mendatangi tempat duduk alvaro dan zea. lalu menyerahkan sebuah amplop coklat.
"Ini keperluan yang tuan minta tadi." ucap roy seraya menyerahkan amplop coklat yang ada di tangannya.
"Emmm... Kamu boleh pergi." sahut alvaro datar.
Roy segera pergi atas perintah alvaro yang tidak ingin membiarkannya berlama lama.
Zea telah selesai menikmati makanannya begitu juga dengan alvaro, keduanya sudah selesai dengan kegiatan makan mereka.
"Buka dan baca isinya.. " perintah alvaro dengan menyodorkan sebuah amplop coklat pada zea.
Iya amplop coklat itu yang di bawa oleh roy tadi. pikir zea.
Zea segera mengambil dan membuka amplop tersebut lalu membacanya dari awal hingga akhir.
Deg .....
Seketika raut wajah zea berubah seakan suaranya tercekat.
"Apa maksud dari semua isi perjanjian ini kak.? bagaimana mungkin saya bisa menjalani pernikahan sementara, pernikahan bukanlah ajang permainan yang bisa di beri batas waktu semaunya. aku ingin menikah sekali seumur hidupku,,, kalau begitu saya akan menolak pernikahan ini dan tidak ingin melanjutkan nya." ucap zea dengan suara serak kedua netranya sudah menggenang.
"Ini perintah dan saya tidak menerima penolakan, dan ini sudah tidak bisa di tolak karena kamu sudah lebih dulu menandatangani surat perjanjiannya lebih awal ketika menerima persyaratan yang ku ajukan waktu itu." Suara alvaro dengan penuh penekanan.
Seketika zea mengeluarkan air matanya yang tidak bisa ia bendung lagi, kedua tangannya menutup wajahnya yang sedang menampakkan kesedihan.
Alvaro yang melihatnya menangis merasa tidak suka, dan ia beranjak meninggalkan zea begitu saja setelah meletakkan uang di atas meja untuk membayar makanan yang telah di pesan tadi.
"Jangan coba coba kamu menolak apa lagi bertindak buruk yang bisa membuat ibumu selanjutnya yang kehilangan nyawa." Ucap alvaro dan berlalu begitu saja dengan membawa amplop tersebut yang sudah tertera tanda tangan zea sejak awal.
Seketika zea membeliakkan matanya kaget atas ucapan alvaro barusan, tidak boleh terjadi sesuatu terhadap mama rini, hanya mama rini yang dia miliki satu satunya sekarang.
Zea langsung teringat mama rini dan segera berlalu untuk pulang dia sudah lama meninggalkan mama rini sendirian. waktu juga sudah menunjukan pukul 20.00
Zea langsung memesan taksi online karena alvaro telah meninggalkannya begitu saja.
★
★
★
★
★
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca kelanjutannya, jangan lupa beri like sebelum next ya kak 😊🙏🙏