>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 18 . Es balok
Dan disinilah Adrian berada , didepan gerbang sebuah kampus ternama dikota itu , mata tajamnya menatap lalu lalang para penghuni kampus itu , sampai pandangannya terpaku pada satu sosok yang tengah ditunggunya dari tadi
"Cantik..."
Adrian bergumam pelan , tampak senyum terukir dibalik kaca mobil hitam tersebut
"Dek..itu kayaknya Abang kenal mobil itu , seperti..."
"Nah loh...ngapain tuh orang kesini , kok tumben..?"
"Mungkin dia lagi kesurupan bang , terus setannya ngajak kemari hehe .."
"kalau begitu mari kita Rukiyah suamimu itu , biar keluar tuh setan judesnya , muka kok udah kayak papan tulis , lurus ngak ada senyumnya !"
"Tega banget kalian kalau ngomongin suamiku , biarpun banyak benernya haha...!"
Davina tertawa terbahak , begitu pula dengan Devan , sedangkan Davin hanya menatap datar Adrian tanpa ekspresi
Ketika ketiga kembar identik itu sampai didepan mobil , tiba tiba pintu mobil terbuka dan muncullah seorang pria tampan dengan tubuh kekarnya
"Bang...!"
"Masuklah kedalam mobil "
Davina mengerutkan keningnya , dia melangkah maju tepat didepan muka Adrian , tangannya perlahan terulur menyentuh kening sang suami
"Normal...ngak panas kok "
Diperlakukan begitu oleh Davina , Adrian terlihat begitu kesal , bisa bisanya sang istri memeriksa dirinya
"CK...masuk atau aku...!'
"Atau apaan bang , misterius amat ngomongnya ?"
Adrian menghela nafas panjang , ternyata butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi sifat random Davina
"Aaaa...!"
Davina menjerit kaget , ketika tubuhnya serasa melayang , Adrian menggendongnya ala bridal style, mulanya dia sedikit memberontak tapi ketika dia menatap manik indah sang suami , akhirnya Davina menyembunyikan wajahnya , di dada bidang Adrian
"Mau dibawa kemana Davina ?"
Devan ingin menghalangi langkah Adrian , tapi sebuah tangan mencekal lengannya , Davin menggeleng ketika Devan menatapnya
"Biarkan mereka Devan "
"Tapi bang...!"
"Ayok...mama pasti sudah menunggu kita "’
Dengan terpaksa Devan menuruti perkataan Davin , meskipun didalam hatinya tidak rela , tapi dia menyadari kalau Adrian sekarang berhak atas Davina , Devan menghela nafas lalu berjalan mengikuti langkah kembarannya menuju parkiran kampus
Sementara beberapa pasang mata yang melihat Davina berspekulasi beragam , bahkan ada dari mereka yang mencibir
"Cih...aku kira dia cupu ternyata suhu , murah banget..!"
"Hmm...ada hubungan apa mereka , sampai sedekat itu dan asal kalian tahu pria yang bersama Davina itu dia pemilik williams group , kalian pasti pernah mendengarnya "
"What...wah berita heboh nih !"
Begitulah spekulasi mereka tentang Davina saat ini ,mereka yang selama ini merasa iri dengan semua yang dimiliki Davina
**
"Turunlah , atau kamu mau aku bopong lagi ?!"
"Eh...!"
Davina segera turun dari mobil dan berlari kecil menuju atas dimana kamarnya berada
"Dasar es balok , sekalinya ngomong bikin greget !"
Tanpa fikir panjang Davina segera masuk kekamar mandi , membuka pakaiannya satu persatu dan segera mengguyur tubuhnya yang terasa lengket
selang beberapa saat suara gemericik air berhenti , sepertinya Davina menyudahi acara mandinya
"Ya ampun aku lupa bawa handuk , keluar aja lah lagian ngak mungkin si es balok ada didalam kamar ini "
Tanpa fikir panjang Davina keluar tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh s\*\*sinya , sementara sepasang mata dibuat terpana dengan pemandangan didepannya
"Bruk...!"
"Aduhh...!"
Davina mengelus keningnya yang menabrak sesuatu , mata indahnya terbelalak ketika Adrian lah yang berada dihadapannya saat ini
"Bang..."
"Kamu sengaja menggodaku Davina "
Suara Adrian begitu berat , Davina melongo tak percaya , darahnya seakan berdesir dan degup jantungnya seakan berpacu begitu cepat , ketika hembusan nafas Adrian menyapu tengkuknya
"Bang..."
"Hmm..."
Entah siapa yang memulai keduanya sudah mematikan bibir mereka , Dengan lihai Adrian menyusuri bagian sensitif pada tubuh istrinya
"Akh..."
Davina tak bisa menahan lagi desahannya , ketika bibir Adrian sudah bermain diarea g****g kembarnya
Dengan hati hati Dan tak melepas pautan bibirnya , Adrian mengangkat tubuh Davina dan membaringkannya diatas tempat tidur
"Shh...!"
Adrian memejamkan matanya , ketika Davina m*****us adik kecilnya , entah siapa yang mengajari istrinya , Davina terlihat begitu lihai membuat Adrian harus mengerang menahan sesuatu yang seakan hendak meledak
"Akh...nikmat sekali sayang , akh ..!"
Davina sedikit terkejut mendengar kata sayang yang keluar dari bibir Adrian , tapi dia abaikan karena Adrian yang tengah bermain dibawah sana , dengan mantap Adrian kembali m\*\*\*\*capkan adik kecilnya kedalam g\*a sempit sang istri
"Akh..akh...nikmat sekali , akh...!"
Keduanya saling mengerang melepas ke\*\*\*mtan mereka , dan keduanya terkulai lemas dengan tubuh yang saling berpelukan
#bersambung..
#Happy reading🥰🙏
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗